APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio

Istri Kedua Tuan Gio

Demi kesembuhan ibu dan buah hatinya, Liana terpaksa meminta bantuan dana kepada Rafael. Pria berpengaruh tersebut bersedia membiayai seluruh pengobatan mereka, namun dengan satu syarat mutlak: Liana wajib menjadi istri keduanya. Terdesak keadaan yang begitu sulit, ia pun terpaksa menerima tawaran pernikahan tak terduga ini. Akankah keputusan besar tersebut membawa Liana pada kebahagiaan sejati, atau justru menenggelamkannya dalam penderitaan yang jauh lebih perih?
Bab
Bagikan

Bab 2

Liana tidak tidur semalam. Matanya yang sudah sembab akibat menangis, terus terjaga memikirkan tawaran Rafael yang begitu mengguncang. Setiap kata yang diucapkannya, setiap perasaan yang bergejolak dalam dirinya, seakan berperang dalam hati dan pikirannya. Ia ingin berteriak, ingin melemparkan semua ini jauh-jauh, tapi kenyataan tak bisa diabaikan begitu saja.

Pagi itu, Liana duduk di depan meja makan, memandangi secangkir teh yang tak tersentuh. Rumahnya terasa kosong, meskipun anak-anaknya ada di sekolah. Ibunya masih terbaring lemah di kamar, tubuhnya yang kurus seakan tak mampu menahan sakit yang datang silih berganti. Begitu banyak yang harus dihadapi, begitu banyak yang harus dipertimbangkan, dan semua jalan terasa sempit.

Pintu depan terbuka, dan langkah kaki kecil terdengar mendekat. Liana mengangkat kepalanya, menemukan putrinya, Clara, yang sudah pulang dari sekolah. Meskipun wajah gadis kecil itu ceria, matanya yang penuh keingintahuan menatap Liana dengan penuh pertanyaan. Clara tahu ibunya sedang dilanda kesulitan, meskipun Liana berusaha menutupi itu sebaik mungkin.

"Mama, kamu kenapa?" tanya Clara dengan suara lembut. "Kamu terlihat lelah."

Liana tersenyum, meskipun senyum itu terasa sangat dipaksakan. "Mama baik-baik saja, sayang. Hanya sedikit lelah saja."

Clara tidak meyakini jawaban ibunya, tetapi tidak bertanya lagi. Gadis itu lebih memilih duduk di samping Liana, menatap ibunya dengan penuh kasih sayang, tanpa mengetahui beban berat yang tengah dipikul oleh wanita yang begitu ia cintai.

Liana menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan kekuatan untuk menghadapinya. Ia memandang wajah Clara sejenak, wajah polos anaknya yang tak tahu apa-apa tentang dunia yang kejam ini. Seharusnya ia melindungi anaknya dari semua ini, tetapi bagaimana jika ia tak bisa lagi melakukannya?

Setelah beberapa lama, Liana berdiri, matanya yang tak berkedip menatap ke luar jendela. Pikirannya kembali ke pertemuan kemarin. Rafael. Pria itu, dengan segala pesonanya, dengan segala kekuatannya, menawarkan jalan keluar yang begitu menggiurkan-tapi dengan harga yang begitu tinggi. Istri kedua? Apa artinya itu bagi hidupnya? Bukan hanya hidupnya, tetapi hidup Clara dan ibunya?

Ia menggigit bibirnya, berusaha menahan emosi yang hampir meluap. Tidak ada pilihan lain, bukan? Ia tahu bahwa tanpa bantuan Rafael, segala harapan untuk mendapatkan pengobatan bagi ibunya dan anaknya akan musnah begitu saja. Tidak ada uang, tidak ada jalan keluar yang lain.

Namun, menjadi istri kedua? Itu bukan hanya mengubah hidupnya, itu akan merusak segala yang ia percayai tentang dirinya sendiri. Ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan sampai pada titik ini, menjadi bagian dari permainan kekuasaan yang kejam.

Sebuah suara kecil di dalam hatinya terus memanggil. Mengingatkan dia tentang keberanian yang pernah ia miliki dulu-sebelum semuanya hancur. Sebelum pernikahannya berakhir dengan luka, sebelum semua impian dan harapan tentang masa depan yang indah terhempas begitu saja. Apakah ia harus menyerah sekarang, atau berjuang untuk kebahagiaan yang tidak pasti?

Pintu ruang tamu terbuka, dan Liana mendengar suara langkah kaki berat mendekat. Rafael.

Liana menoleh, merasakan ketegangan yang mengalir begitu kuat antara mereka. Ia merasa seperti terjebak dalam jebakan yang tidak bisa dihindari, dan di hadapan Rafael, ia merasa begitu kecil, begitu tak berdaya.

Rafael berdiri di ambang pintu, wajahnya tak terbaca, seolah siap untuk melanjutkan perbincangan mereka kemarin.

"Liana," katanya dengan suara dalam yang menusuk. "Apakah kamu sudah memikirkan tawaranku?"

Liana tidak menjawab langsung. Ia berusaha mengontrol napasnya, mencoba menghindari tatapan tajam Rafael yang seakan bisa menembus segala pertahanan dirinya.

"Jangan buat aku menunggu lebih lama," lanjut Rafael, suara itu terdengar lebih menuntut. "Keputusan ini harus diambil sekarang. Anak dan ibumu tidak akan mendapat bantuan tanpa itu."

Liana menatapnya dengan tajam, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh pria ini. Apa yang ada dalam pikirannya? Apa yang membuatnya begitu yakin bahwa ia bisa mengontrol hidup orang lain dengan cara seperti ini?

"Aku tidak bisa begitu saja menerima tawaranmu," jawab Liana dengan suara yang lebih kuat, meskipun ia tahu itu tidak cukup. "Aku tidak tahu apakah aku bisa hidup seperti itu."

Rafael menyandarkan dirinya pada dinding, matanya terus menatap Liana dengan cermat. "Kamu tidak punya pilihan," katanya dingin, tanpa emosi. "Kamu butuh uang, dan aku bisa memberikannya. Tapi aku juga ingin sesuatu sebagai imbalan. Itu adalah kesepakatan yang adil, Liana."

Liana merasa hatinya berdebar, amarah dan kebingungannya berperang dalam dirinya. "Tapi aku bukan barang yang bisa ditukar begitu saja, Tuan," katanya, meskipun ia tahu kata-katanya hanya akan menguatkan perasaan terpojok yang ia alami.

Rafael tersenyum sinis. "Kamu memang bukan barang, Liana. Tapi hidup ini bukan tentang apa yang kita inginkan, melainkan tentang apa yang kita bisa dapatkan. Dan jika kamu ingin hidup dengan cara yang baik, terkadang kita harus berkorban."

Liana menatapnya, perasaan tak menentu memenuhi dadanya. Rafael benar. Hidup ini memang penuh dengan pengorbanan, tetapi apakah pengorbanan ini layak dilakukan? Untuk siapa? Untuk apa?

"Pikirkan baik-baik, Liana," kata Rafael sebelum berbalik dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Liana dengan keputusan yang semakin sulit untuk diambil.

Liana kembali duduk, tubuhnya lelah, hatinya hancur. Begitu banyak yang dipertaruhkan. Begitu banyak yang harus ia hadapi. Dan kini, semuanya tergantung pada pilihan yang akan ia buat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Bayaran Yang Menyembuhkan Penyakitnya
9.0
Demi menyembunyikan kelemahannya, Valerian DeVere memutuskan menyewa seorang istri bayaran. Di luar dugaan, pernikahan kontrak ini justru membawa kesembuhan bagi penyakit kronis yang dideritanya. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan bisnis tersebut berkembang menjadi ikatan yang rumit dan berbahaya. Kini, Valerian dihadapkan pada keraguan besar: apakah dirinya benar-benar telah sembuh, atau justru sedang terjebak dalam pusaran konspirasi gelap yang mengancam jiwanya?
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat sang ayah memaksa Alya menikahi salah satu anggota keluarga Adhitama pada usia 22 tahun. Di kehidupan lalu, ia begitu mencintai Bima. Namun, pria kejam itu berselingkuh dengan Jelita dan meracuni Alya hingga tewas setelah pernikahan mereka. Keajaiban membawa Alya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Terbangun dengan ingatan kelam tentang pengkhianatan Bima, kini ia bertekad mengubah takdir hidupnya dan menolak memilih pria keji itu lagi.
Sampul Novel My Fair Lady
9.0
Gugur di luar angkasa, Alex yang merupakan calon kaisar terlahir kembali di Bumi abad ke-21. Sialnya, jiwanya merasuki tubuh Alexandra, gadis tertindas yang dibenci keluarga Klein. Ia bahkan dipaksa menikahi Master Dietritch yang dingin demi menyelamatkan bisnis keluarganya. Walau dianggap sebelah mata sebagai sosok pengganti, jiwa tangguh Alex menolak menyerah. Kisah perjuangan sang ratu pemberani di bawah kuasa presiden tiran yang posesif pun dimulai.
Sampul Novel Takdir yang Sulit Ditempuh
8.2
Kehadiran ibu baru dan putrinya memicu kebencian mendalam dari sang kakak tiri dalam novel modern Takdir yang Sulit Ditempuh. Pria itu menganggap mereka sebagai perusak keharmonisan keluarganya. Sikap dingin, cacian kejam, hingga harapan agar adiknya mati terus dilontarkan setiap hari. Namun, saat maut benar-benar menjemput gadis itu, penyesalan hebat justru melanda dirinya. Ia menangisi perpisahan mereka dan memohon kepulangannya, meski segalanya telah terlambat karena kematian telah memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel You're My End
9.3
Dua tahun menjalin hubungan, Dara harus menelan pil pahit saat Bryan lebih memilih Tasya, sahabat yang selalu diutamakannya. Pengkhianatan ini meninggalkan luka mendalam, memaksa Dara berjuang keras untuk melupakan sang mantan. Di tengah keputusasaannya untuk bangkit, hadirlah Zyan dalam hidupnya. Akankah kehadiran Zyan mampu memulihkan hatinya yang hancur, ataukah kepedihan masa lalu itu terlalu sulit disembuhkan oleh cinta yang baru?