APKDock Logo
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio

Istri Kedua Tuan Gio

8.5 / 10.0
Demi kesembuhan ibu dan buah hatinya, Liana terpaksa meminta bantuan dana kepada Rafael. Pria berpengaruh tersebut bersedia membiayai seluruh pengobatan mereka, namun dengan satu syarat mutlak: Liana wajib menjadi istri keduanya. Terdesak keadaan yang begitu sulit, ia pun terpaksa menerima tawaran pernikahan tak terduga ini. Akankah keputusan besar tersebut membawa Liana pada kebahagiaan sejati, atau justru menenggelamkannya dalam penderitaan yang jauh lebih perih?

Istri Kedua Tuan Gio Bab 1

Liana duduk di ruang tamu mewah itu, tangannya menggenggam erat tas tangan yang hampir robek. Ia sudah berusaha menahan air mata sejak melangkah masuk, tapi di hadapan pria itu, segala kekuatannya terasa sia-sia. Rafael, lelaki yang baru saja ia kenal dalam keadaan yang begitu berbeda, memandangnya dengan tatapan yang sulit dibaca. Ada yang tajam, namun juga penuh perhitungan.

"Jadi, Liana," suara Rafael memecah kesunyian, "apa yang membuatmu datang ke sini?"

Liana menarik napas dalam-dalam. Suara hatinya terus berteriak agar ia tetap tenang. Terkadang, berharap pada orang yang tak dikenal rasanya seperti mencari secercah harapan di tengah gelapnya malam. Namun, kini tak ada pilihan lain. Jika ia tidak berbicara, jika ia tidak meminta bantuan, maka anak dan ibunya akan menderita.

"Saya... saya sangat membutuhkan bantuan Anda, Tuan," katanya dengan suara bergetar, suara yang bahkan ia sendiri hampir tak mengenali. Setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa begitu berat, seperti beban dunia berada di atas pundaknya. "Anak saya... dan ibu saya... mereka sangat membutuhkan pengobatan. Saya tak tahu harus pergi kemana lagi, saya benar-benar tak punya pilihan."

Rafael mengamati setiap gerak-gerik Liana dengan cermat. Wanita ini, dengan wajah yang tak asing lagi dalam dunia sosialita, namun tampak sangat terpuruk sekarang. Matanya yang basah, bibir yang menggigil, dan aura kesedihan yang begitu nyata di sekitarnya. Tetapi, dia juga melihat sesuatu yang lebih-sebuah kekuatan dalam ketidaksempurnaan. Sesuatu yang menarik minatnya lebih dari sekadar belas kasihan.

"Tentu," jawab Rafael dengan suara rendah yang penuh dengan kebijaksanaan, seolah menimbang segala sesuatunya. "Aku bisa membantu. Tapi seperti yang sering terjadi dalam dunia ini, tidak ada yang gratis."

Liana menatapnya, bingung. Apa maksudnya? Ia berpikir, tidak ada yang bisa memberinya harapan tanpa imbalan, tapi seberapa besar harganya kali ini?

"Imbalannya..." Rafael melanjutkan, suaranya terdengar lebih berat sekarang, lebih serius, "adalah kamu."

Liana mengerjap, matanya terbelalak. "Saya?"

"Iya," jawab Rafael dengan senyuman yang menyiratkan keinginan yang tak terucap. "Kamu harus menjadi istri keduaku."

Liana merasa seperti ada yang terhenti dalam dirinya. Otaknya berputar cepat, mencoba mencerna kata-kata itu. Istri kedua? Apakah ini suatu bentuk lelucon? Tapi tatapan serius Rafael membuatnya sadar bahwa ini bukan sekadar candaan.

"Istri kedua?" Liana hampir tak bisa mengucapkan kata-kata itu. "Tuan, saya-saya tidak bisa. Itu... itu tidak mungkin."

"Kenapa tidak?" Rafael bertanya, nada suaranya kini terkesan dingin, mengesampingkan segala bentuk pengertian. "Kamu sudah janda, bukan? Tak ada lagi yang mengikatmu."

Liana merasakan darahnya berdesir, hatinya tersentak. Kata-kata itu seperti pisau yang menorehkan luka yang sudah lama terpendam. Memang benar, ia sudah bercerai, tetapi ia tidak pernah menganggap dirinya hanya sebuah 'status.' Ia memiliki martabat, keinginan, dan perasaan.

"Bukan soal status saya, Tuan," jawab Liana dengan suara bergetar, berusaha mempertahankan kewarasannya. "Ini... ini tentang harga diri saya. Saya tidak bisa hanya... hanya... menyerah seperti itu."

Rafael tertawa kecil, namun tawa itu terasa tajam. "Kamu ingin bantuan dariku, Liana. Dan dalam dunia ini, segalanya ada harganya. Jika kamu ingin anak dan ibumu mendapat bantuan, kamu harus membayar harganya."

Liana menunduk, mencoba menahan air matanya yang sudah siap jatuh. Ia merasa terpojok, dan rasa putus asa menyelimuti hatinya.

"Saya tidak punya pilihan, kan?" katanya pelan, lebih pada dirinya sendiri daripada pada Rafael.

Rafael tidak menjawab, hanya memandangnya dengan tatapan yang penuh pengertian, namun tetap keras. "Tepat sekali."

Liana mengangkat kepalanya, matanya berkilat, bercampur antara marah dan frustrasi. Ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan sampai pada titik ini-terpojok dalam permainan kekuasaan dan uang, memilih antara harga diri dan keberlangsungan hidup orang-orang yang ia cintai.

"Dan jika saya menolak?" tanyanya, meskipun ia sudah tahu jawabannya.

Rafael tersenyum, namun senyumnya tak pernah menyentuh matanya. "Kamu bisa menolak. Tetapi, jangan salahkan aku jika itu berarti kamu harus mencari jalan lain yang lebih berat."

Liana merasakan dadanya sesak. Apakah ini jalan yang harus ia ambil? Menjadi istri kedua pria yang tak pernah ia pilih, demi menyelamatkan orang-orang yang ia cintai? Atau haruskah ia mempertahankan martabatnya, meskipun itu berarti kehilangan segalanya?

Ada sebuah suara yang terus bergaung dalam dirinya, bertanya-tanya apakah kebahagiaan masih bisa ditemukan di dunia yang penuh dengan manipulasi dan pengorbanan ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Kedua Tuan Gio

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa terus mendampingi pria yang dahulu hidupnya telah ia hancurkan. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, akankah ketulusan Nada mampu meluluhkan amarah di hati Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf hanya akan berujung sia-sia?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan