APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Kakakku Selalu Menangis

Istri Kakakku Selalu Menangis

Pernikahan Kak Heru dan Mbak Rena menyimpan misteri besar yang membuatku curiga. Mengapa Mbak Rena selalu menangis tanpa sebab jelas? Berbagai kejanggalan pun mulai terkuak, seperti tabrakan misterius di depan toko beras hingga temuan kantong plastik penuh berisi test pack. Didorong rasa penasaran, aku memutuskan untuk menyelidiki semua petunjuk aneh ini. Aku harus mengungkap kebenaran gelap yang sesungguhnya disembunyikan rapat-rapat di dalam rumah tangga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

PART 2

Setelah insiden pertengkaran itu, aku merasa tak enak hati. Mengapa baru sehari di sini, semua tampak kacau. Padahal, mereka terlihat mesra di hadapan orang tua di kampung. Jari tengah bagian kiriku terasa ngilu karena terkena serpihan kaca saat membersihkan pecahan gelas yang dibanting Kakak.

Karena pusing, aku menonton televisi. Mbak Rena sudah berlari ke kamar dan menangis lagi. Aku tak hendak mengganggunya, biarlah ia menenangkan diri dulu. wanita berambut lurus itu cantik, tapi wajahnya selalu sembab karena sering menangis. Keluarga Mbak Rena jauh dari kota ini, ia wanita yang berasal dari luar pulau. Akan sulit baginya untuk pulang tanpa izin dari Kakak.

“Jari kamu luka, ya? Ini kasih betadine,” kata Kak Heru yang tiba-tiba muncul dari belakang.

“Iya, luka sedikit kena kaca gelas.” Aku mengambil obat merah itu dari genggamannya.

“Kamu istirahatlah, sudah malam. Apa kamu gak takut nonton TV sendirian? Suasana habis kecelakaan gak enak.”

“Gak takut, kok. Kan, kecelakaan itu kita gak tahu apa-apa. Mungkin sudah takdir korbannya, masa dia mau ganggu kita,” ucapku.

“Bisa saja jadi hantu penasaran dan menakuti semua orang. Soalnya sering, Siti. Sanalah kamu masuk kamar.”

Kak Heru menjitak pelan pucuk kepalaku, mungkin sedikit gemas. Apa yang kuungkapkan salah? Rasanya tidak. Kami di rumah ini pasti tak tahu akan ada kecelakaan di depan toko beras. Tikungannya memang tajam, pengendara harus konsentrasi agar tak salah jalan. Masalah arwah penasaran, entahlah. Itu urusan Allah, bukan hak manusia mendalami alam gaib.

“Kak, di bagian rumah ini ada tiga kamar. Satu kamar kalian, satu kamar Siti, dan satu lagi kamar siapa?” tanyaku penasaran.

Memang ada kejanggalan terlihat di sini. di kamar Mbak Rena menangis kemarin, hanya ada terlihat barang-barang miliknya di dalam ruangan itu. Di kamar satu lagi ada lengkap barang-barang Kak Heru di sana. Apakah mereka pisah ranjang? Sejak kapan?

“Kita di rumah ini tidur sendiri-sendiri, Siti. Mbakmu suka menangis, jadi Kakak gak betah sekamar sama dia. Gak bisa tidur, berisik aja. Setiap hari Kakak harus bekerja di depan, malamnya gak bisa tidur. Jadi, jalan terbaik adalah Kakak dan Mbak Rena pisah kamar kalau dia sedang menangis saja.”

Aku membulatkan mata mendengarkan cerita dari satu-satunya kakakku di dunia ini. Ya, kami hanya terlahir berdua saudara. Jarak kami cukup jauh, yaitu sepuluh tahun. Aku bingung, harus pada siapa percaya padaa penghuni rumah ini. Mbak Rena tidak mungkin menangis tanpa sebab dan Kakak juga mengambil keputusan yang benar untuk pisah kamar. Siapa yang salah dan siapa yang benar?

“Oh, gitu. Siti cuma kasihan aja lihat Mbak Rena keseringan menangis. Seperti tak bahagia.”

“Udahlah, kamu jangan terlalu ambil hati. Kakak kandungmu adalah Kakak, seharusnya kamu lebih percaya saudara kandung. Wanita memang sulit dipahami, intinya kamu jangan terlalu kasihan padanya.” Kak Heru berkata serius.

Aku tak menjawab apa pun. Hening.

“Kamu tidur, ya? Kakak mau cek gudang beras sebentar,” katanya sambil berdiri dari sofa.

“Siti boleh ikut?”

“Enggak, kamu istirahat aja.”

Aku hanya bisa menatap punggung Kak Heru yang perlahan hilang. Ia menuju gudang beras yang berjarak tiga meter dari pintu belakang dapur. gudang beras itu memang terpisah dari rumah, tapi jaraknya sangat dekat.

Aku melanjutkan menonton drama di televisi walaupun jalan ceritanya membosankan, aku tetap melihatnya agar hati terhibur. Telapak tanganku refleks mengibas-ngibas di depan wajah karena tiba-tiba tercium bau amis darah persis kejadian kecelakaan tadi sore. Bayangan mengerikan kondisi korban pun terputar kembali, membuat suasana takut. Bulu sekitar tengkuk pun meremang.

“Hii, takut. Bau apaan amis gini? Bau darah segar,” gumamku seorang diri sembari mencabut kabel televisi.

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengetuk kamar Mbak Rena. Rencananya aku akan tidur di sana malam ini, sungguh rasa takut sudah menjalar ke seluruh tubuh. Mana Kak Heru sudah cerita aneh-aneh lagi tadi, huh! Menyebalkan.

“Mbak, buka pintu.” Aku mengetuk daun pintunya.

“Iya, sebentar.”

Mbak Rena pun keluar, bagian kelopak matanya tampak basah.

“Ada apa, Siti?”

“Siti takut tidur sendiri malam ini, mau tidur di sini boleh?” Aku berkata penuh harap.

“Boleh, masuklah. Kakakmu sudah ke gudang beras?”

“Sudah barusan.”

Muncul pertanyaan mengapa Mbak Rena tahu kalau Kakak ke gudang beras? Apa mungkin karena sudah pekerjaannya, jadi aktivitas itu sudah jadi kebiasaan. Tapi, tunggu! Apa yang dilakukan Kakak malam-malam di gudang beras? Tadi sore, dia sudah memeriksanya. Ah, entahlah!

Aku langsung masuk kamar Mbak Rena dan merebahkan diri di ranjangnya yang besar. Wanita itu kembali melanjutkan aktivitasnya, yaitu menempelkan es batu di kelopak matanya. Oh, matanya basah karena es batu. Buat apa? Mata bengkaknya terlihat mulai membaik.

“Itu buat apaan, Mbak?”

“Ini biar mata gak sembab lagi. Mbak juga selalu cuci muka dengan air es. Jadi, tak terlihat kalau sudah menangis. Di luar rumah harus tetap terlihat ceria.”

Hatiku terenyuh. Dari sini sudah terlihat bahwa Mbak Rena tak mau terlihat terluka di depan orang lain. Ia istri yang baik, istri yang kuat. Pasti ada penyebab serius mengapa ia sering menangis. Kak Heru mungkin terlalu kasar padanya. Aku benci kala mengingat sikap Kakak pada istrinya ini.

“Besok kita ke pasar, ya. Kamu besok ikut belanja, sekalian lihat-lihat keadaan di sini.”

“Wah, Siti mau. Beli apa kita, Mbak?”

“Kebutuhan rumah dan kamu boleh minta apa saja besok.” Mbak Rena menyunggingkan senyuman padaku.

“Mbak, Siti sudah selesai halangan. Minjam mukena, dong. Besok mau mandi dan mau salat subuh,” ucapku.

Mbak Rena diam. Ia kembali merenung seolah aku tak ada di sampingnya. Apa aku ada salah ucap? Mbak Rena bangkit dan menutup jendela kamarnya yang belum ditutup. Angin malam terasa dingin tak lazim berembus dari luar.

“Mukena Mbak sudah dibuang Kakakmu. Besok kita beli mukena dan sajadah baru buat kamu, ya.”

Hah? Mana mungkin Kak Heru membuang alat beribadah. Aku merasa tak percaya dengan ucapan Mbak Rena. Mana mungkin itu terjadi. Bohong, itu pasti bohong.

“Al-qur’an ada, Mbak?”

“Besok sekalian kita beli di pasar, tapi ingat kamu kalo mau beribadah kunci kamar kamu.”

“Kenapa, Mbak?”

“Hm, biar lebih khusyuk aja ibadahnya, Cantik.”

“Jadi, Mbak sudah lama gak ibadah? Kalau Kakak?”

“Sudah, kamu jangan terlalu banyak bertanya hal itu. Nanti Mbak bisa menangis lagi. Sana, tidurlah duluan.”

Aku segera memasang selimut ke tubuh dan menghadap ke samping bagian dinding. Diam-diam air mataku keluar. Pedih sekali hati ini rasanya kala mendengar ucapan Mbak Rena tadi. Apa iya Kak Heru membuang alat ibadah? Ya Allah, kalau itu benar, mengapa bisa terjadi? Apa mungkin wanita ini memang pembohong?

Sungguh, aku bingung siapa di antara mereka yang bersalah?

Saat tanganku meremas sprei, ada suara kresek-kresek dari gesekan plastik. Benda apa yang ada di dalam sprei Mbak Rena? Penasaran ini tak dapat tersimpan lama. Jantungku berdegup kencang membayangkan segala kemungkinan yang nantinya jadi kenyataan. Sepertinya benda ini sengaja disembunyikan olehnya. Memangnya kenapa?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati
8.0
Silvia Rahman, seorang wanita difabel, menyadari ketulusan Dion Kurniawan hanyalah dusta. Begitu pendengarannya pulih, ia mengetahui fakta keji bahwa Dion sengaja menghalangi kesembuhannya demi berselingkuh dengan Arini. Setelah dihina Dion di sebuah pesta dan nyaris tewas akibat tabrak lari oleh Arini, Silvia bertekad membalas dendam. Pada hari pernikahan mereka, ia menyiapkan rencana mematikan untuk membongkar kebusukan Dion sebelum menghilang dengan identitas baru.
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia terbangun tanpa memori sedikit pun tentang masa lalunya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa hanyalah kepingan mimpi buruk yang terasa begitu nyata dan mengerikan. Kehilangan identitas secara misterius memaksa gadis ini hidup dalam ketakutan yang mencekam. Kini, di tengah kegelapan yang terus mengepung, ia harus berjuang keras mencari jawaban. Mampukah ia mengungkap kebenaran di balik jati dirinya yang hilang dan lolos dari jeratan teror yang tiada henti?
Sampul Novel Mantan Yang Sempurna
8.9
Malam sebelum pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi awal dari misteri yang kelam. Sang istri pulang dalam kondisi mabuk berat dengan pakaian berantakan, diantar oleh mantan kekasihnya, Dylan Wiguna. Dalam kondisi setengah sadar, ia meracau dan memanggil nama Dylan. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan ini hanyalah alat demi memenuhi fantasi menyimpang sang mantan yang menyukai wanita bersuami. Ia bahkan memohon agar Dylan tidak meninggalkannya.
Sampul Novel Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah
9.2
Kehadiran sistem misterius 'Kamu Hebat, Kamu Maju' menantang siapa saja untuk membuktikan diri lebih baik dari orang lain demi imbalan besar. Di bawah aturan ini, seorang ibu dikhianati oleh ibu kandung, suami, dan putranya sendiri. Mereka menyeretnya ke pengadilan sistem demi merebut posisinya dan mengincar bonus puluhan miliar. Jika kalah, ia akan musnah dan menjadi budak mereka selamanya. Namun, alih-alih hancur, sang protagonis justru berhasil membalikkan keadaan dan meraup keuntungan hingga 60 miliar.
Sampul Novel SANG MEDIATOR
9.5
Kisah mencekam ini menyingkap lembaran awal kehidupan Ustadz Irfan jauh sebelum namanya dikenal publik. Di balik ketenarannya kini, ada rangkaian teror gaib dan misteri tak kasat mata yang pernah membentuk karakternya. Kita akan diajak mengikuti perjuangan berat sang tokoh saat berhadapan dengan berbagai fenomena supranatural. Peristiwa-peristiwa menegangkan tersebut terus menguji keimanan serta keberaniannya, hingga akhirnya ia berkembang menjadi sosok mediator spiritual yang sangat disegani.
Sampul Novel Siapa Yang Menghamili Istriku?
8.4
Kisah romansa modern ini menyajikan misteri kelam dalam pernikahan yang penuh emosi dan pengkhianatan. Pembaca dewasa akan diajak menelusuri rahasia yang menghancurkan kepercayaan antar pasangan. Bersiaplah menghadapi alur penuh air mata saat kepingan teka-teki perlahan terungkap. Karakter utama pun dipaksa melihat kenyataan pahit yang tak terduga di tengah konflik hubungan yang sangat pelik.