APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Cadangan

Istri Cadangan

Nadia didera rasa sakit luar biasa saat memergoki Reza, suaminya, berselingkuh dengan Karina di kediaman mereka. Alih-alih merasa bersalah, Karina justru dengan sombong merebut hati Reza. Bahkan, Reza dengan tega meminta izin untuk mempoligaminya. Meski dikhianati secara kejam, Nadia enggan terpuruk dalam kesedihan. Ia memilih bangkit melawan segala penghinaan tersebut dan bertekad kuat untuk menuntut balas atas luka yang mereka goreskan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah kejadian itu, hari-hari Nadia berjalan dalam keheningan yang mencekam. Setiap sudut rumah terasa asing baginya. Ruangan-ruangan yang dulu penuh tawa dan canda kini sunyi. Hanya ada suara langkah kaki yang tertinggal di lorong rumah besar yang dulu terasa seperti tempat tinggal, kini berubah menjadi penjara bagi hatinya.

Malam itu, Nadia duduk di tepi tempat tidurnya, menatap foto pernikahannya dengan Reza yang tersimpan dalam bingkai di meja samping tempat tidur. Wajah mereka tampak bahagia-tersenyum, penuh harapan. Namun sekarang, semua itu hanya kenangan pahit yang harus ditinggalkan. Reza telah mengkhianatinya, dan Karina, wanita yang selama ini ia anggap sebagai teman, ternyata telah merencanakan semuanya sejak awal.

Nadia menarik napas dalam-dalam. Ia tahu satu hal: ia tidak akan membiarkan ini berlalu begitu saja. Pikirannya berputar, merencanakan langkah berikutnya. Setiap detik yang berlalu memberi ruang bagi rasa sakit yang semakin dalam, namun sekaligus memberi peluang bagi kebencian yang tumbuh di dalam dirinya. Ia tidak bisa membiarkan Reza dan Karina begitu saja menikmati kemenangan mereka. Mereka harus membayar atas pengkhianatan ini.

**

Keesokan harinya, Nadia mengunjungi kantor pengacara. Ia membutuhkan saran, sesuatu yang bisa membantunya melawan keduanya secara hukum. Ruang pengacara itu dingin, suasananya formal dan tenang, sangat berbeda dengan perasaannya yang berkecamuk. Nadia duduk di kursi yang terletak di depan meja besar yang dipenuhi dengan dokumen-dokumen hukum.

Pengacara itu, seorang pria paruh baya dengan rambut beruban, menyimak penjelasannya dengan seksama. Nadia menggambarkan bagaimana semuanya dimulai, dari pernikahan yang tampak sempurna hingga penghianatan yang melukai. Ia menceritakan segala sesuatu dengan detail, tanpa menyembunyikan rasa sakitnya.

"Apa yang ingin Anda lakukan, Nona Nadia?" tanya pengacara itu dengan suara berat, matanya tajam menilai.

Nadia terdiam sejenak, merenung. Apa yang ia inginkan? Mencari keadilan? Membalas dendam? Atau mengakhiri semuanya dengan cepat? Tapi tidak, ia tidak bisa memilih jalan yang mudah. Ia ingin membuat mereka merasakan bagaimana rasanya dihancurkan oleh orang yang mereka percayai.

"Aku ingin bercerai, tentu saja," jawabnya, suaranya tegas meskipun perasaannya terasa berantakan. "Tapi lebih dari itu, aku ingin memastikan Reza dan Karina membayar atas perbuatan mereka."

Pengacara itu menatapnya lebih lama, kemudian menulis sesuatu di kertas. "Pernikahan Anda dengan Reza adalah pernikahan yang sah dan dilindungi oleh hukum. Namun, jika Anda ingin memulai proses perceraian, kita perlu bukti pengkhianatan atau penyalahgunaan. Saya bisa membantu Anda dengan itu. Tapi Anda harus berhati-hati. Ini akan menjadi pertempuran yang panjang dan sulit."

Nadia menatap pengacara itu, matanya dipenuhi tekad yang keras. "Aku siap. Aku tidak akan mundur."

**

Hari-hari berikutnya dipenuhi dengan kesibukan yang tak henti. Nadia mulai menggali lebih dalam, mencari bukti-bukti yang bisa membantunya dalam perceraian dan tindakan hukum lainnya. Ia mengumpulkan informasi tentang Karina, tentang latar belakangnya, tentang bagaimana wanita itu bisa masuk ke dalam hidupnya tanpa ia sadari. Sementara itu, ia juga berusaha menghindari Reza. Suaminya itu mulai menghubunginya, berusaha meminta maaf dan meyakinkan Nadia bahwa keputusan yang ia buat adalah yang terbaik.

Namun setiap kali Nadia menerima panggilan atau pesan dari Reza, hatinya hanya dipenuhi dengan kebencian. Ia tidak ingin mendengarkan penyesalannya. Sudah terlambat untuk itu. Semuanya sudah berubah.

Pada suatu sore, saat Nadia sedang duduk di ruang tamu, seseorang mengetuk pintu. Ia membuka pintu dan mendapati Reza berdiri di sana, wajahnya tampak lelah dan penuh penyesalan.

"Aku datang untuk berbicara, Nadia," katanya dengan suara yang hampir hampa.

Nadia menatapnya, matanya penuh dengan kebencian yang sulit disembunyikan. "Aku tidak ingin berbicara denganmu, Reza. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi."

Reza menatapnya dengan penuh rasa bersalah. "Aku tahu aku telah mengkhianatimu, dan aku menyesalinya. Tapi aku ingin kita menyelesaikan semuanya dengan baik. Aku ingin bercerai secara damai."

Nadia terkekeh sinis. "Damai? Kau ingin bercerai dengan damai setelah semuanya yang kau lakukan? Kau pikir aku akan memberi restu? Kau terlalu naif, Reza."

Reza terdiam, wajahnya memerah. "Aku... aku akan melakukan apa saja untuk memperbaiki semuanya."

"Terlalu terlambat untuk itu," Nadia berkata dengan suara yang lebih rendah, namun penuh tekad. "Kau sudah membuat pilihanmu. Aku juga akan membuat pilihanku. Dan pilihan itu adalah untuk memastikan kau dan Karina merasakan akibatnya."

Reza tidak berkata apa-apa lagi. Nadia menutup pintu dengan keras, meninggalkan suaminya di luar dalam kesunyian yang penuh ketegangan.

**

Malam itu, setelah makan malam yang terasa hambar dan sepi, Nadia duduk di meja kerjanya. Di hadapannya terbuka beberapa dokumen dan foto yang ia kumpulkan selama beberapa hari terakhir. Bukti-bukti pengkhianatan yang ia cari mulai menunjukkan sisi gelap kehidupan Reza dan Karina. Setiap dokumen, setiap catatan yang ia temukan, semakin memperjelas betapa dalamnya kebohongan mereka. Nadia merasa kekuatannya mulai kembali.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, ia menulis surat. Surat yang akan mengubah semuanya.

Reza dan Karina tidak akan pernah tahu apa yang akan datang. Tetapi Nadia sudah siap untuk menghancurkan mereka, perlahan-lahan, dengan cara yang paling menyakitkan. Dan tidak ada yang akan bisa menghentikannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijatah Lima Juta
9.2
Rumah tanggaku berada di ambang kehancuran akibat uang belanja bulanan sebesar lima juta rupiah. Nominal tersebut sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sehari-hari, hingga memicu pertengkaran hebat yang terus berulang. Aku benar-benar tidak mengerti dengan sikap keras kepala suamiku. Ia tetap bersikeras memberikan jatah yang sangat terbatas itu tanpa mau peduli pada kenyataan sulit yang harus kuhadapi dalam mengelola keuangan keluarga kami.
Sampul Novel JENUH
8.0
Rumah tangga Lisa dan Toni bergelimang harta dan jauh dari pertikaian. Namun, kesempurnaan hidup bersama suaminya yang tampan serta royal itu justru membuat Lisa didera rasa bosan yang luar biasa. Di tengah kehampaan tersebut, muncul sosok pria lajang yang memikat hatinya hingga menyeret Lisa ke dalam jurang perselingkuhan. Apakah aksi serong ini akan menghancurkan pernikahannya, atau malah menjadi jawaban atas kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel Mertua Awal Pembawa Petaka
9.3
Yatim piatu sejak lama membuat Kanaya tumbuh menjadi sosok mandiri. Kariernya sebagai asisten CEO pun terbilang sukses. Namun, di tahun keempat pernikahannya dengan Lukman, mereka belum juga dikaruniai anak. Kehidupan Kanaya seketika runtuh saat mendapati sang suami tampan diam-diam telah berpoligami. Luka hatinya kian perih karena ibu mertuanya sendiri ternyata merestui pernikahan kedua Lukman. Sanggupkah Kanaya menghadapi badai pengkhianatan ini?
Sampul Novel Nasib Dikelilingi Tetangga Julid
9.6
Dalam kisah romansa modern ini, ketenangan hidup sang protagonis terusik oleh kehadiran para tetangga yang gemar mencampuri urusan pribadi. Hari-harinya kini dipenuhi keresahan akibat gunjingan serta komentar pedas yang tersebar luas tanpa kendali. Menghadapi lingkungan yang sarat provokasi dan gemar bergosip menjadi ujian kesabaran yang berat. Di tengah dinamika tersebut, ia harus bertahan menghadapi sikap usil orang-orang di sekitarnya.
Sampul Novel Sayang, Aku Minta Maaf
9.2
Novel romantis modern Sayang, Aku Minta Maaf mengisahkan kepedihan seorang istri yang ditinggal suaminya bekerja lembur. Di rumah yang sepi, ia hanya tinggal berdua dengan adik iparnya. Kepercayaan yang ia miliki runtuh seketika dalam satu malam, tepat setelah sang adik ipar menyodorkan segelas susu kepadanya. Di bawah pengaruh minuman tersebut, ia tidak berdaya menghadapi tindakan keji sang adik ipar yang tega menggagahinya tanpa ampun.
Sampul Novel Sinar di Balik Pengkhianatan
8.6
Tiga tahun membina rumah tangga dengan gembong jaringan gelap Kota Beirus, Suryanto Pradana, membuat Julianti Sahara harus lolos dari maut sebanyak enam puluh delapan kali. Musuh-musuh suaminya mengincar Julianti sebagai kelemahan terbesar Suryanto. Setelah sebuah ledakan bom hampir merenggut nyawanya, Julianti terbangun di rumah sakit dengan pendengaran yang mendadak pulih. Di sanalah ia mendengar rahasia kejam: pernikahannya hanyalah siasat Suryanto untuk menjadikan dirinya tameng demi melindungi wanita lain yang dicintainya.