APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Balas Dendam

Istri Balas Dendam

Eleanor tewas dalam kecelakaan tragis menjelang pernikahannya. Sang kekasih, miliarder Kieran Lancaster, menuntut balas dendam kepada Vivianne, putri sopir truk penyebab petaka tersebut. Demi menyelamatkan sang ayah dari jerat hukum, Vivianne terpaksa menikahi Kieran untuk menggantikan posisi Eleanor. Pernikahan itu menjadi neraka akibat kebencian dan sikap dingin suaminya. Namun, lambat laun Kieran mulai bimbang setelah menyadari bahwa Vivianne hanyalah korban tak bersalah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Vivianne tidak tahu apakah hari itu nyata atau hanya mimpi buruk yang terlalu panjang. Bahkan saat cincin pernikahan melingkar di jari manisnya, dia masih berharap seseorang akan menghentikan semua ini-bahwa seseorang akan berteriak kalau ini hanya lelucon kejam.

Namun, ketika Kieran Lancaster menggenggam tangannya dengan erat-begitu erat hingga jari-jarinya terasa mati rasa-Vivianne sadar, ini nyata.

Dingin. Itulah yang pertama kali dia rasakan saat melihat mata suaminya. Mata yang tidak menyiratkan kebahagiaan atau kelembutan, melainkan kebencian yang membara.

Saat pendeta mengucapkan kalimat terakhir, Kieran tidak menunggu. Tanpa memandangnya, pria itu menarik tangan Vivianne dan membawanya keluar gereja. Mereka tidak melewati jalur utama, tidak ada penyambutan, tidak ada perayaan. Pernikahan ini bukan sesuatu yang patut dirayakan.

Mobil hitam menunggu di luar, pintunya terbuka. Tanpa berbicara, Kieran mendorong Vivianne masuk sebelum membanting pintu di belakang mereka.

Vivianne berusaha mengatur napas, mencoba menenangkan dirinya di dalam mobil yang kini hanya berisi dia dan Kieran. Atmosfer di dalam terasa begitu menyesakkan, seakan udara pun enggan berada di antara mereka.

Lalu, suara rendah itu terdengar.

"Kita sudah menikah. Tapi jangan pernah berpikir kalau aku akan menganggapmu sebagai istriku."

Vivianne menelan ludah. Dia sudah menduga pria itu tidak akan menyambutnya dengan tangan terbuka, tapi mendengarnya langsung dari bibir Kieran tetap terasa menusuk.

Dia berani menatapnya, meskipun suaranya terdengar lemah, "Aku tidak pernah meminta ini."

Mata Kieran berkilat. "Tapi kau menerimanya."

Vivianne terkesiap ketika Kieran tiba-tiba mendekat, membatasi ruang geraknya di dalam mobil yang sempit. Nafas pria itu hangat di kulitnya, tapi tidak ada kehangatan dalam tatapan matanya.

"Aku ingin kau mengingat satu hal, Vivianne." Suaranya rendah, seperti desisan ular yang siap memangsa. "Setiap kali kau melihat wajahku, ingatlah siapa yang kau gantikan."

Hatinya mencelos.

"Eleanor seharusnya di sini, bukan kau," lanjutnya. "Dia yang seharusnya bersamaku, dia yang seharusnya hidup. Tapi sekarang dia mati... dan kau ada di sini."

Vivianne tidak bisa menjawab.

Bagaimana dia bisa?

Dia tidak memiliki kendali atas situasi ini. Dia hanya seorang wanita yang dipaksa menikah demi menyelamatkan ayahnya. Tapi di mata Kieran, dia adalah pengganti yang tidak diinginkan.

Ketika mobil akhirnya berhenti di depan sebuah mansion megah, Kieran keluar tanpa sepatah kata pun, meninggalkannya sendirian di dalam mobil.

Vivianne menggigit bibirnya, merasakan dadanya semakin sesak.

Selamat datang di neraka.

Vivianne tahu hidupnya akan berubah setelah pernikahan ini, tapi dia tidak menyangka secepat ini.

Ketika dia akhirnya masuk ke dalam rumah megah keluarga Lancaster, dia langsung disambut oleh Evangeline Lancaster.

Wanita itu menatapnya dengan mata tajam, seakan melihat sesuatu yang hina. "Pernikahan sudah selesai. Sekarang, kau tahu apa yang harus kau lakukan, kan?"

Vivianne mengernyit. "Apa maksud Anda?"

"Diam." Evangeline mendekatinya, suaranya penuh perintah. "Kau akan menjadi istri Kieran hanya di atas kertas. Kau akan menutup mulut dan melakukan apa yang diperintahkan. Jangan berani-berani menuntut apa pun, apalagi berpikir untuk mendapatkan tempat di keluarga ini."

Vivianne mengepalkan tangannya. "Aku tidak pernah meminta semua ini."

Evangeline mencibir. "Tapi kau tidak menolaknya, kan? Kau menerima peran ini."

Vivianne menahan napas. Dia ingin membantah, ingin berteriak bahwa dia tidak punya pilihan. Tapi untuk apa? Wanita ini tidak akan peduli.

"Mulai sekarang, kau tidak lebih dari bayangan di rumah ini," kata Evangeline. "Jangan pernah berharap mendapatkan tempat di hati Kieran."

Vivianne mengangkat dagunya, meskipun hatinya bergetar. "Aku tidak mengharapkan apa pun darinya."

Senyum dingin muncul di wajah Evangeline. "Bagus."

Setelah itu, wanita itu berbalik, meninggalkannya sendirian di aula luas yang dingin.

Vivianne akhirnya sadar bahwa dia benar-benar sendirian.

Malam pertama mereka tidak seperti dongeng.

Vivianne berdiri di dalam kamar pengantin yang besar dan mewah, tapi terasa begitu dingin dan asing. Kieran ada di sana, berdiri di depan jendela dengan segelas anggur di tangannya.

Suasana hening.

"Tempat tidur itu milik Eleanor," suara Kieran akhirnya terdengar. "Jangan sentuh apa pun."

Vivianne mengertakkan giginya.

"Baik," katanya pelan.

Dia melangkah ke arah sofa panjang di sudut ruangan. Jika pria itu tidak ingin berbagi tempat tidur, dia tidak keberatan.

Tapi baru saja dia akan duduk, suara dingin Kieran menghentikannya.

"Kau tidur di lantai."

Vivianne membeku. "Apa?"

Kieran berbalik, menatapnya dengan ekspresi yang nyaris penuh hinaan. "Kau pikir aku akan membiarkanmu tidur di sofa? Kau tidak pantas mendapatkan kenyamanan di rumah ini."

Vivianne menatapnya, berusaha mencari sedikit belas kasihan di wajah pria itu. Tapi tidak ada.

Dia tidak punya pilihan.

Dengan hati yang berat, dia turun ke lantai yang dingin, membiarkan dirinya berbaring di atas permadani tebal.

Kieran menghabiskan anggurnya, lalu berjalan menuju tempat tidur besar di sudut ruangan. Tanpa melihatnya lagi, pria itu mematikan lampu dan membiarkan mereka tenggelam dalam kegelapan.

Vivianne menutup matanya, mencoba mengabaikan dinginnya lantai di bawahnya.

Air matanya jatuh tanpa suara.

Hari-hari berlalu, tapi kebencian Kieran tidak pernah pudar.

Pria itu tidak pernah berbicara padanya kecuali untuk memberikan perintah. Dia tidak pernah menyentuhnya, kecuali untuk menyakitinya dengan kata-kata tajam.

Jika mereka bertemu di rumah, Kieran selalu memastikan untuk mengingatkannya bahwa dia bukan siapa-siapa.

"Jangan sentuh barang-barang Eleanor."

"Jangan duduk di tempat ini."

"Jangan berpikir kalau kau bisa mendapatkan apa pun dariku."

Vivianne menahan semua itu. Dia tahu ini akan terjadi, tapi tetap saja, rasanya menyakitkan.

Namun, ada satu hal yang tidak dia duga.

Tatapan orang-orang di sekitar mereka.

Pelayan di rumah Lancaster selalu memandangnya dengan penuh hinaan. Para tamu yang datang selalu berbisik di belakangnya.

"Dia bukan siapa-siapa."

"Dia cuma pengganti."

Vivianne berusaha mengabaikan mereka, tapi kata-kata itu terus menusuk hatinya.

Suatu malam, ketika dia baru saja masuk ke dalam kamar, dia mendengar suara tawa.

Pintu kamar mandi terbuka, dan seorang wanita keluar.

Vivianne membeku.

Wanita itu-berambut pirang dengan gaun sutra merah-tersenyum penuh kemenangan. Dia berjalan ke arah Kieran, lalu menempelkan bibirnya ke pipi pria itu.

"Aku akan menunggumu besok, sayang."

Setelah itu, wanita itu berlalu, meninggalkan Vivianne yang masih berdiri terpaku.

Kieran hanya menatapnya sekilas sebelum berkata, "Jangan tatap aku seperti itu. Aku tidak pernah berjanji akan setia padamu."

Vivianne mengepalkan tangannya.

Hatinya sakit. Dia tahu Kieran tidak pernah menganggapnya sebagai istri, tapi melihatnya membawa wanita lain ke rumah mereka?

Kieran berjalan mendekat, menatapnya dengan mata penuh penghinaan.

"Apa? Kau cemburu?"

Vivianne menegakkan punggungnya, berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.

"Tidak," katanya dengan suara bergetar. "Aku tidak peduli."

Kieran mencibir. "Bagus. Karena aku tidak akan pernah mencintaimu."

Vivianne menatapnya, lalu berkata pelan, "Aku tidak butuh cintamu, Kieran. Aku hanya ingin bertahan hidup."

Kieran tertawa kecil, tapi tatapannya tetap dingin.

"Kalau begitu, bertahanlah. Karena aku tidak akan membuatnya mudah untukmu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia memilih pergi dalam keadaan mengandung setelah gagal meluluhkan hati dingin Kenzo. Kepergiannya tanpa jejak membuat Kenzo putus asa hingga nekat memperluas bisnis global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuatnya gila dan mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai wanita kaya dan berkuasa. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa yang polos, harus menjalani pernikahan dingin dengan Landon, sang pewaris Parker Group. Demi memenuhi wasiat sang kakek, Landon justru tega menyiksa Elsa hingga terpuruk. Di tengah penderitaan tersebut, sang ayah mertua, Alex Parker, datang mengulurkan tangan demi tanggung jawabnya. Namun, interaksi yang intens memicu ketertarikan terlarang bagi sang miliarder. Mampukah Alex meredam gairahnya pada Elsa, atau ia justru akan menyerah pada godaan tersebut?
Sampul Novel En-PD159
7.9
Demi menebus kesalahan masa lalu, Song Jiayan rela menjalani pernikahan aliansi dengan Fu Shisheng. Namun, pengkhianatan pahit menerpanya saat tahu suaminya memalsukan penyakitnya dan berselingkuh. Usai lolos dari berbagai upaya pembunuhan, Jiayan bangkit dan sukses menjabat sebagai CEO di luar negeri. Ketika Shisheng datang mengejar dengan penyesalan, Jiayan memilih berdamai dengan masa lalu, fokus pada aksi kemanusiaan, dan memulai hidup mandiri yang baru.
Sampul Novel Gara-Gara Cinta Satu Malam
8.0
Akibat dikhianati kekasihnya, Ellena Cameron nekat menyerahkan kesuciannya pada pria asing demi membalas dendam pada takdir. Setelah berniat melupakan peristiwa itu, sang pria justru hadir kembali dan mengacaukan hidupnya. Pria itu adalah William Asahavey Hamilton, konglomerat yang jenuh dipaksa menikah oleh kakeknya. Terpikat oleh keberanian Ellena yang unik, gadis mungil itu kini menjadi pusat perhatian William yang biasanya dikelilingi banyak wanita.
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
CEO dingin Jerald Lucas sangat mencintai Clara Rernald, istrinya. Namun, citra suami idaman itu runtuh seketika saat skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun menjebak Jerald tepat di hari jadi pernikahan ketujuh mereka. Walau Jerald bersujud memohon maaf dan berjanji setia, hati Clara terlanjur hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Upaya penebusan dosa sang CEO pun sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama semula adalah suami miliarder idaman, sebelum masa lalunya datang membawa seorang putra yang sakit parah. Di saat kritis, Baskara lebih memilih menyelamatkan anak itu dan mengabaikan kondisiku yang terluka hingga aku keguguran sendirian. Puncak kepedihanku tiba ketika ia memohon agar aku mengizinkannya menikahi sang mantan secara pura-pura demi sang putra. Melihat tanda cinta wanita lain di lehernya, aku yang sedang berduka akhirnya menyetujui rencana itu.