APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Balas Dendam

Istri Balas Dendam

Eleanor tewas dalam kecelakaan tragis menjelang pernikahannya. Sang kekasih, miliarder Kieran Lancaster, menuntut balas dendam kepada Vivianne, putri sopir truk penyebab petaka tersebut. Demi menyelamatkan sang ayah dari jerat hukum, Vivianne terpaksa menikahi Kieran untuk menggantikan posisi Eleanor. Pernikahan itu menjadi neraka akibat kebencian dan sikap dingin suaminya. Namun, lambat laun Kieran mulai bimbang setelah menyadari bahwa Vivianne hanyalah korban tak bersalah.
Bab
Bagikan

Bab 3

Vivianne tidak tahu berapa lama dia bisa bertahan dalam pernikahan ini. Setiap hari terasa seperti hukuman. Setiap langkah yang dia ambil di rumah megah itu seakan dihitung, setiap napasnya terasa diawasi.

Kieran Lancaster tidak pernah melewatkan satu kesempatan pun untuk menyakitinya-baik dengan kata-kata maupun dengan tindakan. Dan yang lebih menyakitkan lagi, pria itu tidak pernah menyentuhnya seperti seorang suami.

Tidak.

Kieran lebih memilih menghabiskan malamnya dengan wanita lain, membawa mereka masuk dan keluar dari rumah mereka seakan keberadaan Vivianne tidak berarti apa-apa.

Suatu malam, Vivianne duduk di sudut ruangan, mendengarkan suara tawa dari lantai bawah.

Lagi.

Seorang wanita lain.

Dia tidak ingin tahu siapa. Tidak ingin melihat wajah siapa kali ini yang dibawa Kieran ke dalam rumah ini.

Namun, ketika langkah kaki terdengar menaiki tangga dan suara lembut seorang wanita bergema di lorong, Vivianne mendapati dirinya berdiri.

Hanya untuk melihat.

Pintu kamar mereka terbuka, dan di sanalah Kieran, dengan seorang wanita berambut merah menempel di lengannya, tertawa dengan suara manja.

Lalu mata pria itu bertemu dengan matanya.

Sejenak, keheningan menyelimuti ruangan.

Tapi kemudian, sudut bibir Kieran terangkat dalam senyum yang sangat menghina.

"Kau masih terjaga?" katanya santai. "Menungguku, sayang?"

Vivianne menggigit bibirnya. Dia tidak ingin menjawab, tidak ingin memberikan Kieran kepuasan melihatnya terluka.

Tapi wanita di sampingnya justru tertawa.

"Astaga, jadi dia benar-benar ada?" gumamnya, menatap Vivianne dari kepala hingga kaki dengan tatapan meremehkan.

Kieran hanya tersenyum. "Oh, jangan pedulikan dia."

Vivianne mengatupkan tangannya erat-erat.

Dingin.

Rumah ini sangat dingin.

Wanita itu tertawa lagi, lalu menarik Kieran ke dalam kamar.

Mereka tidak menutup pintu.

Vivianne memalingkan wajahnya, berjalan menjauh sebelum dia benar-benar muntah karena mual yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Hatinya mencelos.

Dia sudah tahu bahwa Kieran tidak menganggapnya sebagai istri. Tapi ini...

Ini terlalu kejam.

Hari berikutnya, Vivianne memutuskan untuk meninggalkan rumah itu.

Bukan untuk pergi sepenuhnya-dia tidak bisa, tidak dengan ancaman yang menggantung di atas kepalanya.

Tapi dia butuh udara. Butuh melarikan diri dari semua ini meskipun hanya sebentar.

Dia keluar tanpa mengatakan apa pun. Tanpa pengawal, tanpa mobil mewah. Hanya dia sendiri, berjalan tanpa tujuan di tengah kota.

Orang-orang berlalu-lalang di sekelilingnya, kehidupan berjalan seperti biasa. Tidak ada yang tahu bahwa wanita yang berdiri di sana sedang tenggelam dalam pernikahan tanpa cinta, terjebak dalam kehidupan yang tidak pernah dia pilih.

Dia terus berjalan sampai menemukan sebuah taman kecil yang sepi. Dengan napas gemetar, dia duduk di bangku kayu, membiarkan angin sore menerpa wajahnya.

Lalu, tanpa bisa ditahan, air matanya jatuh.

Dia tidak pernah menangis di depan Kieran. Tidak pernah membiarkan pria itu melihatnya lemah.

Tapi di sini, sendirian...

Vivianne akhirnya menangis.

Dia tidak tahu berapa lama dia duduk di sana, terisak dalam diam. Yang dia tahu, langit semakin gelap.

Dan tiba-tiba-

Sebuah tangan mencengkram pergelangan tangannya.

Vivianne tersentak, mendongak dengan mata membelalak.

Kieran berdiri di depannya, tatapannya hitam seperti badai.

"Apa yang kau lakukan di sini?" suaranya dingin, penuh kemarahan yang ditahan.

Vivianne menelan ludah. "Aku hanya ingin-"

"Pergi tanpa izin?" Kieran memotongnya, mencengkeram tangannya lebih erat hingga nyeri menjalar ke tulangnya.

"Aku hanya ingin udara segar."

"Kau istriku, Vivianne."

Vivianne menatapnya. "Benarkah? Aku pikir aku bukan siapa-siapa bagimu."

Tatapan Kieran semakin tajam. "Aku tidak peduli seberapa buruk aku memperlakukanmu. Tapi aku tidak akan membiarkan dunia melihat bahwa istriku berjalan sendirian seperti gelandangan."

Vivianne tertawa sinis. "Oh, jadi sekarang kau peduli dengan citramu?"

Kieran menegang.

"Ayo pulang."

Vivianne menggeleng. "Tidak."

Dia tidak ingin kembali. Tidak ingin lagi masuk ke rumah itu hanya untuk melihat wanita lain keluar dari kamar mereka.

Mata Kieran berkilat. "Aku tidak sedang memberimu pilihan."

Sebelum Vivianne bisa bereaksi, Kieran menariknya berdiri dan menyeretnya menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan.

"Lepaskan aku!" Vivianne meronta, tapi cengkeraman Kieran seperti baja.

Tanpa basa-basi, pria itu mendorongnya masuk ke dalam mobil, menutup pintu, dan melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Selama perjalanan, mereka tidak berbicara.

Tapi atmosfer di dalam mobil begitu pekat dengan kemarahan yang tidak tersampaikan.

Vivianne menatap keluar jendela, mencoba mengatur napasnya.

Ketika mereka sampai di rumah, Kieran tidak berkata apa pun. Hanya membuka pintu dan menatapnya tajam, memberi isyarat untuk keluar.

Vivianne menggigit bibirnya sebelum akhirnya keluar dari mobil, berjalan melewati pintu masuk tanpa melihat ke belakang.

Tapi sebelum dia bisa menaiki tangga menuju kamar mereka, suara Kieran menghentikannya.

"Vivianne."

Dia berbalik, jantungnya berdegup kencang.

Kieran berdiri di sana, wajahnya dingin tapi matanya menyimpan sesuatu yang gelap.

Lalu dia berkata dengan suara pelan tapi tajam, "Jangan pernah mencoba lari lagi."

Vivianne merasakan tubuhnya membeku.

"Karena jika kau melakukannya..." Kieran berjalan mendekat, suaranya nyaris seperti bisikan. "Aku akan memastikan bahwa kau tidak akan punya tempat untuk kembali."

Vivianne menahan napas.

Ancaman itu tidak perlu dijelaskan lebih lanjut.

Dia tahu persis apa yang dimaksud Kieran.

Ini bukan hanya tentang dirinya.

Ini tentang ayahnya.

Tiba-tiba, dia merasa seolah udara telah dihisap dari paru-parunya.

Dia tidak bisa lari.

Tidak bisa meninggalkan semuanya.

Karena jika dia melakukannya, ayahnya akan membayar harganya.

Vivianne mengepalkan tangannya, lalu mengangkat dagunya, menatap Kieran dengan penuh kebencian.

"Aku tidak akan lari," katanya pelan. "Bukan karena ancamanmu. Tapi karena aku ingin melihat sampai sejauh mana kau bisa menyiksa dirimu sendiri dengan kebencian ini."

Kieran terdiam, matanya berkilat dengan emosi yang tidak bisa dijelaskan.

Tapi kemudian, dia tersenyum.

Senyuman yang tidak membawa kehangatan sama sekali.

"Kita lihat saja," katanya sebelum berbalik pergi.

Vivianne berdiri di sana, dadanya naik turun dengan emosi yang tidak bisa dia kendalikan.

Malam itu, dia sadar satu hal.

Dia tidak akan pernah bisa melarikan diri dari neraka ini.

Dan lebih dari itu...

Kieran Lancaster akan memastikan bahwa neraka ini hanya akan semakin membakar dirinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menunggumu, Cintaku
8.9
Natalia memilih pergi dalam keadaan mengandung setelah gagal meluluhkan hati dingin Kenzo. Kepergiannya tanpa jejak membuat Kenzo putus asa hingga nekat memperluas bisnis global demi mencarinya. Pencarian buntu itu hampir membuatnya gila dan mengacaukan seisi kota. Bertahun-tahun berlalu, Natalia kembali sebagai wanita kaya dan berkuasa. Namun, takdir kembali menjeratnya dalam pusaran emosi bersama Kenzo yang masih terus mengejarnya.
Sampul Novel DIBUANG SUAMI DISAYANG AYAH MERTUA
8.4
Elsa, gadis desa yang polos, harus menjalani pernikahan dingin dengan Landon, sang pewaris Parker Group. Demi memenuhi wasiat sang kakek, Landon justru tega menyiksa Elsa hingga terpuruk. Di tengah penderitaan tersebut, sang ayah mertua, Alex Parker, datang mengulurkan tangan demi tanggung jawabnya. Namun, interaksi yang intens memicu ketertarikan terlarang bagi sang miliarder. Mampukah Alex meredam gairahnya pada Elsa, atau ia justru akan menyerah pada godaan tersebut?
Sampul Novel En-PD159
7.9
Demi menebus kesalahan masa lalu, Song Jiayan rela menjalani pernikahan aliansi dengan Fu Shisheng. Namun, pengkhianatan pahit menerpanya saat tahu suaminya memalsukan penyakitnya dan berselingkuh. Usai lolos dari berbagai upaya pembunuhan, Jiayan bangkit dan sukses menjabat sebagai CEO di luar negeri. Ketika Shisheng datang mengejar dengan penyesalan, Jiayan memilih berdamai dengan masa lalu, fokus pada aksi kemanusiaan, dan memulai hidup mandiri yang baru.
Sampul Novel Gara-Gara Cinta Satu Malam
8.0
Akibat dikhianati kekasihnya, Ellena Cameron nekat menyerahkan kesuciannya pada pria asing demi membalas dendam pada takdir. Setelah berniat melupakan peristiwa itu, sang pria justru hadir kembali dan mengacaukan hidupnya. Pria itu adalah William Asahavey Hamilton, konglomerat yang jenuh dipaksa menikah oleh kakeknya. Terpikat oleh keberanian Ellena yang unik, gadis mungil itu kini menjadi pusat perhatian William yang biasanya dikelilingi banyak wanita.
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
CEO dingin Jerald Lucas sangat mencintai Clara Rernald, istrinya. Namun, citra suami idaman itu runtuh seketika saat skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun menjebak Jerald tepat di hari jadi pernikahan ketujuh mereka. Walau Jerald bersujud memohon maaf dan berjanji setia, hati Clara terlanjur hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Upaya penebusan dosa sang CEO pun sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama semula adalah suami miliarder idaman, sebelum masa lalunya datang membawa seorang putra yang sakit parah. Di saat kritis, Baskara lebih memilih menyelamatkan anak itu dan mengabaikan kondisiku yang terluka hingga aku keguguran sendirian. Puncak kepedihanku tiba ketika ia memohon agar aku mengizinkannya menikahi sang mantan secara pura-pura demi sang putra. Melihat tanda cinta wanita lain di lehernya, aku yang sedang berduka akhirnya menyetujui rencana itu.