APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ipar Jadi Pacar

Ipar Jadi Pacar

Mimpi Rheana tentang pernikahan indah sirna di malam pertama. Andre, suaminya, ternyata menikah hanya demi warisan dan mencintai wanita lain, Kania. Kemalangan Rheana memuncak saat ia terjebak dalam skandal satu malam di sebuah pesta ulang tahun. Betapa terkejutnya Rheana ketika mengetahui pria di malam itu adalah Samuel Rahardyan, adik iparnya sendiri yang baru pulang dari luar negeri dan belum pernah ia temui.
Bab
Bagikan

Bab 3

Rhea masuk ke dalam kamar Oma Vena. Perempuan sepuh itu meminta dia duduk di kursi.

"Aku tahu yang terjadi di antara kamu dan Andre semalam," ungkap Oma Vena, menutup pintu kamar dan duduk di sebelah Rhea.

"O-oma tahu?" Rhea mengernyit heran.

"Aku tahu dari wajahmu yang murung. Jangan berpikiran aku mengintip kalian semalam." Oma Vena tertawa kecil. "Andre tidak menjalankan tugas suaminya sebagaimana mestinya, bukan?"

Wajah Rhea menunduk. Menyembunyikan rasa malu dan sedih.

"Dari awal Andre tidak setuju menikah denganmu. Tapi, aku bersikukuh. Karena aku tahu kamu perempuan yang cocok mendampingi Andre," kata Oma Vena, menepuk tangan Rhea.

Rhea mendongak. "Mas Andre tidak mencintaiku, Oma," ucap Rhea dengan suara bergetar karena menahan tangis.

"Aku selalu mendukungmu, Rhea. Taklukkan Andre, kamu pasti bisa. Setiap hari bertemu, kamu bisa menggunakan waktu dengan baik. Memasak untuknya atau sedikit berpakaian seksi saat hanya berdua di kamar."

Embusan napas berat keluar dari mulut Rhea. Dia tidak yakin bisa mengalahkan Kania, sang super model terkenal.

"Jangan menyerah sebelum berperang, Rhea. Aku tahu Kania lebih cantik, tapi--"

"Oma tahu tentang Kania?" Rhea menatap lawan bicaranya.

Tawa Oma Vena pecah padahal tidak ada yang lucu. "Aku tahu, Kania dan Andre hanya berpura-pura bersahabat."

"Lalu, kenapa Oma tidak membiarkan mereka menikah?" Rhea sangat penasaran.

Oma Vena pun menjelaskan bahwa dia tidak suka dengan profesi Kania, juga karena sang super model pernah terjerat skandal. Kania menjadi simpanan lelaki kaya raya.

"Ini untukmu, Rhea." Oma Vena memberikan kalung bermata berlian yang sangat indah. "Aku juga telah mentransfer sejumlah uang ke nomor rekeningmu. Nikmati sesukamu."

Rhea bergeming. Dia merasa seperti perempuan yang dibeli oleh keluarga Rahardyan. Oma Vena dan Andre sama-sama membohongi dirinya.

"Raih cinta suamimu, Rhea. Jangan menyerah begitu saja. Aku di belakangmu," ucap Oma Vena. "Tolong, demi aku, pertahankan pernikahanmu." Oma Vena menggenggam tangan Rhea dengan erat. Perempuan tua itu memohon.

"Aku tidak bisa berjanji, Oma. Maafkan aku."

Rhea lantas keluar kamar dengan menggenggam kotak beledu hitam. Bersamaan dengan Andre yang muncul.

"Sudah selesai urusannya di kantor?" tanya Rhea.

"Sudah." Andre menguak pintu kamar, melepas kemejanya.

Pandangan mata Rhea tertuju pada tanda merah di leher dan di dada Andre. Wangi parfum perempuan tercium ketika dia mengambil kemeja yang tergeletak di lantai.

Suaminya ternyata memang mencari kehangatan tubuh Kania. Rhea sangat menderita, tapi alih-alih menangis dia menawarkan secangkir teh pada Andre.

"Aku hanya ingin tidur, jangan ganggu aku," sahut Andre yang hanya mengenakan celana boxer, lelaki itu langsung menggenyakkan tubuhnya di kasur.

Rhea hanya bisa memandang punggung lelaki yang tengkurap itu. Menarik napas dalam-dalam, mengembuskan satu per satu. Dirinya pasti bisa merebut Andre dari Kania. Dia istrinya, dia yang harus di posisi pertama. Bukan kedua.

***

Langkah Rhea cepat menyusuri koridor dan menuruni anak tangga. Tidak sabar menemui Sita yang sudah menunggu di teras belakang rumah.

Rhea langsung memeluk temannya yang sedang berdiri di ujung teras. Sita bertubuh jangkung, hingga Rhea bagai memeluk pohon kelapa.

"Sepertinya kau tambah tinggi," seloroh Rhea mengurai pelukan.

"Itu hanya perasaanmu saja, karena kamu tidak bertambah tinggi," canda Sita, merangkul bahu Rhea. "Rumah keluarga suamimu sangat indah, aku suka tamannya."

"Banyak bunga mawar dan krisan." Rhea ikut memandang taman di depan mereka.

"Mungkin aku juga akan tinggal di sini tidak lama lagi ...."

"Apa maksudmu, Sita?" Rhea tidak mengerti.

"Kau tahu, aku berteman dengan Samuel. Si bungsu dari keluarga ini. Seminggu yang lalu kami bertemu di New York." Wajah Sita menyemburat merah muda. "Kami makan malam berdua di apartemenku. Aku yang mengundangnya, tentu saja ...." lanjutnya makin tersipu sendiri.

Rhea mengangkat kedua alisnya. Menunggu kelanjutan cerita Sita mengenai Samuel, adik iparnya.

"Dia menciumku, Rhe. Kami berciuman dengan penuh gairah." Sita menutup wajahnya sendiri.

"Lalu?"

"Lalu dia berpamitan pulang. Bukankah itu menandakan hubungan kami naik satu tingkat?"

"Ya, kamu harus bertanya pada Samuel, bukan padaku," cibir Rhea.

"Ck. Malu." Sita menukas.

"Aku hanya bisa bilang dia kemungkinan tertarik padamu. Kadang ucapan tidak diperlukan, bukan?" Rhea membalikkan tubuhnya, bersandar pada pagar setinggi pinggang. "Lihat dan lanjutkan, apa hubungan kalian berkembang atau berhenti," lanjutnya.

"Kau terdengar seperti penasihat ulung. Kalau Samuel menyukaiku. Aku sangat bahagia."

"Seperti apa Samuel?"

"Dia ganteng, tingginya sekitar 185 centi meter. Tubuhnya proposional. Kulit putih," jawab Sita. "He, apa kau belum bertemu dengannya?"

"Belum. Samuel sudah lama tinggal di Belanda. Dia besok baru pulang." Rhea mendesah lirih.

"Tapi, dia mengatakan kalau sudah pulang hari ini? Yang mana yang benar."

Rhea mengedikkan kedua bahunya. "Aku juga tidak tahu."

Sita memandang wajah Rhea. Perempuan itu dari tadi terlihat muram.

"Rhea, ada apa? Wajahmu murung. Katakan, jangan berbohong padaku," cecar Sita.

"Pernikahanku tidak sesuai dengan apa yang aku impikan, Ta ...." Rhea menengadah wajahnya, menahan sesak di dadanya. Dia lantas menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya. Tentang Andre yang menikah karena harta, juga tentang Kania.

"Oh, aku tidak tahu harus berkata apa." Sita mengusap punggung Rhea.

"Tidak ada malam pertama. Sungguh mengenaskan, bukan?" Rhea tertawa getir, mentertawakan dirinya sendiri.

Sita mengambil kotak besar dengan pita satin berwarna merah. Dengan mata berbinar, dia menyodorkan pada Rhea.

"Wah, boleh aku buka sekarang?" Rhea menaruh kotak di atas pagar, menarik pita hingga terlepas. Bibirnya membulat setelah melihat isinya. Empat tumpukan baju tidur yang seksi dan satu lingerie hitam.

"Suamimu mungkin tergila-gila dengan si supermodel. Tapi, kamu setiap hari bersamanya. Pakailah baju tidur yang seksi." Rhea menundukkan kepalanya, berbisik pelan, "Dan, tidak perlu memakai dalaman."

Mata Rhea mengerjap. Sita usianya lebih muda, tapi tahu tentang bagaimana menjaring lelaki.

"Jangan melotot seperti itu, Rhea. Tidak apa-apa bergenit pada suami sendiri. Satu lagi, kita ubah gaya rambut dan penampilanmu. Bagaimana kalau besok kita pergi berbelanja baju?" tanya Sita.

Rhea menunduk, memperhatikan baju yang dia kenakan. Untuk ukuran istri dari orang kaya, penampilannya biasa saja. Kemeja panjang dan celana kulot. Rambutnya yang tebal panjang memang tidak bervolume.

"Baiklah, besok siang. Bagaimana?" Rhea setuju, perempuan itu ingat, rekeningnya berisi sejumlah saldo yang melimpah.

"Oke. Apa suamimu menerima undangan dari Geraldine Finn? Perempuan itu merayakan pesta ulang tahun, dan tamu undangannya harus memakai gaun warna hitam."

"Aku tidak tahu. Kapan ulang tahunnya?" Rhea bertanya

"Besok malam."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gapai Mimpi di Usia Senja
9.5
Di hari ulang tahun Ryan yang ke-70, Elita pulang dalam kondisi basah kuyup hanya untuk mendapati rumahnya terkunci. Kabar mengejutkan datang dari tetangga yang menyebut Ryan telah menikah lagi dan sedang berada di hotel bersama istri barunya. Sebulan lalu, Elita menyetujui perceraian formal demi menyelamatkan diri dari klaim utang saham Ryan, bahkan putranya sendiri yang mengasingkannya ke rumah lama. Kini, Elita menyadari bahwa semua alasan itu hanyalah kebohongan besar untuk menyingkirkannya.
Sampul Novel Malam Panas Dengan Mantan Suami
8.6
Satu malam intim bersama Calvin memutarbalikkan hidupku. Niat awal menjebaknya agar bersama Nona Agnes demi menyudahi pernikahan kami justru berbalik menjerat diriku sendiri. Walau menyadari kekeliruan fatal ini, bayang masa lalu dan kenangan indah bersamanya begitu sulit kulupakan. Kini, aku sepenuhnya terjebak dalam dilema besar akibat konsekuensi dari rencana yang kubuat sendiri.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi Om-Om
9.6
Demi membiayai pengobatan sang ibu setelah kecelakaan tragis, Nala terpaksa menyetujui pernikahan darurat dengan Bastian Wilantara, pria asing yang menyelamatkannya. Seiring waktu, pernikahan yang semula dingin mulai diwarnai perasaan cinta. Namun, kedamaian itu terusik ketika Nala menemukan rahasia mencurigakan yang disembunyikan Bastian. Begitu motif asli di balik pernikahan mereka terungkap, Nala kini dihadapkan pada pilihan sulit untuk bertahan atau pergi.
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Menginginkan anak tanpa ikatan pernikahan, Restu Kanaya Putri nekat meminta atasannya untuk menghamilinya. Pria itu adalah Alvian Saga Majendra, sang bos berwajah pucat yang juga sahabat dekatnya. Reres pun merencanakan perjalanan ke Bali demi menghabiskan tujuh malam penuh gairah bersama Saga. Akankah misi rahasia pengasuh pribadi ini berjalan mulus? Bagaimana kelanjutan hubungan profesional dan persahabatan mereka setelah malam-malam panas itu berakhir?
Sampul Novel Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan
9.3
Saat pengacara sibuk menyusun draf surat cerai, seorang wanita tenggelam dalam sensasi intim yang membangkitkan gairah terpendamnya. Di bawah meja, sentuhan jemarinya menghidupkan kembali hasrat yang layu bagai disiram kesegaran baru. Ilusi itu mendadak terasa nyata ketika kehangatan kursi di bawahnya menjelma menjadi dekapan tubuh pria yang kokoh. Sentuhan lembut pria misterius itu mulai menjelajahi kulitnya, membawa dirinya hanyut dalam pusaran nikmat yang tak terbendung di tengah situasi pelik pernikahannya.
Sampul Novel Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi
8.5
Sepuluh tahun membina rumah tangga, Suci tetap setia mendampingi suaminya yang bekerja keras sebagai mekanik lepasan. Meski hidup serbakekurangan bersama tiga anak mereka, badai sesungguhnya baru datang saat cibiran orang lain dan kehadiran orang ketiga mulai mengusik keharmonisan pernikahan ini. Di tengah impitan ekonomi dan ujian kesetiaan yang berat, sanggupkah kekuatan cinta, rasa syukur, serta kesabaran mereka menyelamatkan bahtera rumah tangga ini dari kehancuran?