APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IMPERFECT BOSS

IMPERFECT BOSS

Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Bab
Bagikan

Bab 2

Lea terus mondar-mandir dengan rasa cemas di dadanya. Ia masih bingung dan terus memikirkan bagaimana caranya untuk memulai percakapan yang akan ia katakan pada boss nya nanti. Kedua tangan yang bertaut dan jantung yang terus berdebar cepat sudah menandakan dengan jelas jika saat ini ia sedang dilanda rasa kegugupan yang luar biasa. Ia tidak mencemaskan apa-apa selain mengkhawatirkan posisinya sebagai karyawan baru di sini.

Bagaimana jika pria yang ia tabrak tadi terbawa perasaan atau bahkan berubah pikiran untuk segera membuatnya pergi dari sini? Ia tidak akan sanggup dan tidak akan bisa membiarkan hal itu terjadi. Karena harga diri dan juga ketangguhannya diuji untuk saat ini.

"Leaa! Kamu ngapain mondar-mandir terus sih? Aku pusing lihatnya," protes Hera karena memang sejak tadi Lea tak ingin berhenti ataupun duduk dengan tenang di kursinya.

"Ya kalau gitu jangan dilihat biar nggak pusing."

"Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu terlihat begitu cemas sejak tadi?"

Lea pun menghela napasnya dengan kasar. Pikirannya benar-benar berantakan hingga sulit untuk berpikir jernih. Dan kini tatapan mereka sudah saling mengunci saat Lea menghadap pada Hera.

"Seperti katamu tadi, aku masih mencemaskan pekerjaanku di sini."

Hera yang baru tahu penyebab sahabat sejak SMA sekaligus teman kerjanya di sini langsung membulatkan mulutnya seperti berbentuk O. Ia juga menganggukkan kepala seraya menepuk bahu kanan sahabatnya itu.

"Boleh sih kamu khawatir dan kepikiran karena masalah tadi, tapi ya nggak gini juga. Karena sebentar lagi jam operasional kembali aktif. Jadi manfaatkan waktu istirahatmu sekarang dengan baik."

"Karena Pak Elgar semakin nggak suka kalau kinerja karyawannya semakin turun karena masalah lain dari luar yang dibawa ke pekerjaan," pungkas Hera kemudian.

"Tapi tadi kamu sendiri yang menyuruhku untuk minta maaf sama dia-"

"Beliau, Leak!" koreksi Hera dengan nada penuh penekanan.

"Iya maksudku beliau. Jadi sekarang aku masih bingung dan memikirkan bagaimana cara yang pas untuk diucapkan sama beliau tanpa harus membuatnya tersinggung dan marah lagi sama aku, Ra?"

Hera tampak sedang berpikir sekarang. Ia juga menyendekapkan kedua tangannya di depan dada dengan pikiran yang masih melanglang buana. Tak berbeda jauh dengan Lea yang sama-sama pusingnya.

"Aku punya ide!" ujarnya kemudian yang langsung membuat Lea terbelalak dan semangat.

"Apa itu? Cepat katakan!"

"Karena aku tahu ya kalau Pak Elgar itu tipe laki-laki ataupun boss yang paling anti sama yang namanya orang males, ceroboh, nggak sesuai aturan dan keinginannya atau apapun itu deh. Jadi kamu harus jadi karyawan yang perfect bagi beliau."

"Perfect? Emang kamu pikir selama ini aku nggak perfect?"

"Ya nggak gitu juga sih. Cuman nggak memenuhi kriteria aja."

Lea langsung memukul pelan bahu Hera dengan tatapan sinis. Dan sang empunya yang merasakan itu hanya mengaduh dengan menatap mata Lea sama sinisnya. Terlihat sama-sama sulit mengontrol emosionalnya.

"Mau dibantuin nggak sih?"

"Ya mau lah. Cuman aku nggak ngerti harus bagaimana biar bisa perfect seperti ucapanmu barusan."

Hera menepukkan satu kali dari kedua tangannya lantas menaikkan turunkan kedua alisnya sebanyak tiga kali.. Hal itu ia lakukan seperti sedang memberikan kode atau isyarat bagi sahabatnya yang lambat loading ini. Karena cara itu terkadang ampuh untuk memancing pemahamannya.

"Kenapa kamu kayak gitu sih?"

"Kamu harus berubah," jawab Hera dengan seringaian yang menurut Lea sangat menggelikan.

"Berubah kayak gimana? Emangnya aku power-"

"Sstt, gini nih yang buat kamu selalu stuck dan nggak maju maju. Karena pikiranmu sempit dan nggak mau berkembang," potong Hera dengan cepat.

"Terus?"

"Makanya kamu harus berubah. Berubah dalam bentuk kebiasaan dan sikap burukmu yang selalu merugikan diri sendiri itu."

"Tapi kamu tahu kan, Ra. Aku udah kayak gini sejak dulu."

"Justru karena kamu udah kayak gitu dari dulu, mulai sekarang harus dirubah."

"Tapi tadi kamu lihat sendiri kan, Ra? Kalau Pak Elgar udah nggak permasalahkan kejadian tadi. Beliau juga udah pergi gitu aja tanpa nuntut aku buat minta maaf atau semacamnya kan? Jadi nggak usah minta maaf nggak apa-apa kali. Yang penting aku nggak ceroboh ataupun ngulangi kesalahan yang sama lagi, seperti kata Pak Elgar yang terhormat tadi," pungkas Lea dengan harap-harap jika Hera tidak akan memaksanya lagi.

"Tapi-"

"Nggak ada tapi-tapian lagi, Hera. Udah ya, aku nggak mau pusing lagi karena masalah ini. Lupain aja, posisi kita pasti aman kok. Lagi pula aku juga nggak sengaja tadi, masa gitu aja sampai ngaruh sama pekerjaan kita di sini. Sadis bener," sahut Lea yang sudah jengah untuk berlarut-larut dalam persoalan ini.

"Ya udah deh. Kamu nggak perlu minta maaf lagi sama Pak Elgar. Tapi itu bukan berarti untuk dijadikan alasanmu nggak berubah ya. Kamu harus tetep berubah jadi pribadi yang lebih baik bagi diri sendiri dan juga orang lain. Karena kamu nggak boleh membuat dirimu ini dicap sebagai orang yang-"

"Baik, Ibu. Saya pasti akan berubah. Tapi juga perlu membutuhkan waktu. Karena kebiasaan saya yang suka telat, ceroboh, dan yang lain-lainnya itu sudah mendarah daging dalam diri jiwa dan raga saya sejak dini," timpal Lea dengan bahasa bakunya.

"Kalau begitu, aku menunggumu untuk bisa beradaptasi dengan baik di sini. Jangan segan untuk meminta tolong atau apapun itu sama aku, oke?"

"Siap."

"Udah ayo kerja lagi, jam istirahatnya udah selesai," peringat Hera yang diangguki olehnya.

Kehidupan masa dewasa Lea benar-benar mulai terasa dan teruji saat ini. Apalagi sekarang ia sedang tinggal jauh dengan kakak laki-laki satu-satunya yang ia miliki sejak kedua orang tuanya meninggal dari insiden kecelakaan kala ia masih bersekolah di bangku dasar. Dan kehidupannya sekarang harus dipaksa keras untuk berjuang sendirian, ia tidak ingin lagi bergantung apalagi menyusahkan dan membuat beban kakaknya. Ia harus bisa bangkit dan memutar balik kondisinya yang semula susah dan menyedihkan sampai berakhir bahagia, selamanya.

"Leaa!"

Seketika lamunannya buyar kala Hera memanggil dengan sedikit menyenggol bahunya.

"Apa lagi sih, Ra?"

"Ituu," ucap Hera dengan berbisik sangat pelan sembari mengisyaratkan sesuatu dengan dagunya.

Dan Lea yang sudah bisa paham dengan kode tersebut sontak mengikuti kemana arah yang ditunjukkan oleh Hera tadi. Seketika Lea panik dan refleks menundukkan kepala. Baru juga selesai dibahas, sang empu sudah tiba saja di sana.

"Mampus. Kenapa Pak Elgar ke sini?" tanya Lea yang langsung menundukkan kepala karena sudah melihat Elgar datang dan masuk ke ruangan para karyawan, yang mana ada Lea juga di dalamnya.

"Karena mungkin beliau lagi survei pekerjaan kita secara langsung."

"Aduh."

Baru saja tadi dia bisa tenang karena tidak perlu memikirkan masalah yang menimpanya tadi pagi. Namun sekarang Elgar malah datang menghampiri ruangannya untuk crosscheck semua pekerjaan para karyawannya secara langsung. Dan di situlah letak permasalahan yang sudah membuat Lea takut setengah mati. Karena ia belum menyelesaikan pekerjaannya sejak tadi karena sibuk mondar-mandir dan mencemaskan nasibnya di sini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berselingkuh dengan calon suami adik ipar
9.0
Amel, wanita 24 tahun, menderita lahir batin dalam pernikahan hambar bersama Andre yang kasar. Di tengah keputusasaan tersebut, ia nekat menjalin hubungan terlarang dengan Arman, calon suami Bella yang merupakan adik iparnya sendiri. Arman menjadi penyelamat finansial sekaligus pelarian Amel. Rahasia yang tersimpan rapat bertahun-tahun ini terancam terbongkar saat Andre mendadak ingin berubah demi memperbaiki pernikahan mereka. Amel kini bimbang antara bertahan atau terus berselingkuh.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
8.9
Seminggu menjelang pernikahan, Jimmy mendadak memutuskan menikahi cinta pertamanya, Mia, demi memenuhi wasiat terakhir mendiang ibunya. Jimmy bahkan tega meremehkan proyek perhiasan bernilai triliunan rupiah milik bersama yang dijadwalkan rilis di hari pernikahan mereka. Karena sang tunangan justru menyuruhnya mencari orang lain jika hanya mengincar keuntungan bisnis tersebut, kesadaran sang protagonis pun pulih sepenuhnya. Ia segera menghubungi kakaknya untuk mencarikannya calon suami baru.
Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
9.8
Xion, seorang petarung tangguh yang baru saja kembali, memilih jalan hidup tak terduga dengan menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat menawan. Di tengah kembalinya sang jagoan, ia membawa misi ganda yang membara dalam dirinya. Xion bertekad untuk menuntut balas atas setiap dendam masa lalu yang belum terselesaikan, sekaligus membalas semua kebaikan yang pernah ia terima. Kisah aksi romantis modern ini penuh dengan perjuangan dan kesetiaan yang mendalam.
Sampul Novel HATE BEING A RICHMAN
8.3
Tsabit, yatim piatu sukses yang rendah hati di Woodela, harus menghadapi kenyataan pahit saat rahasia kelam orang tuanya terungkap. Dunianya hancur ketika mengetahui bahwa Shakeela, wanita yang ia cintai, ternyata adalah saudara kandungnya sendiri. Hubungan terlarang ini membuat Tsabit membenci kekayaannya dan menyesali takdir pertemuan mereka. Meski dosa masa lalu memisahkan keduanya, ikatan tulus yang telah terjalin membuat mereka sangat sulit untuk saling melepaskan.
Sampul Novel Kembaran Obsesinya
8.5
Baskara Adinata menyewa jasaku, tetapi ketulusanku dibalas pengkhianatan. Dia memakai teknologi deepfake demi mengubah wajahku mirip kakak tiriku, Karininia, yang dia gila-gilaan puja. Saat Karininia memfitnahku, Baskara membiarkanku disiksa sampai tanganku hancur lalu menjeboskanku ke penjara. Demi warisan ibu, aku menerima tawaran ayah tiri untuk menikahi pria asing bernama Keenan Adiwijaya. Aku pun pergi jauh demi memulihkan hidup dari pria yang menjadikanku mainan.
Sampul Novel Love my adoptive father
7.9
Demi mengobati luka hatinya, Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent yang berusia tiga belas tahun dari panti asuhan. Alex sempat berjanji tidak akan menikah lagi, tetapi kedekatan mereka justru menumbuhkan cinta terlarang yang begitu mendalam. Hidup Alex menjadi lebih berwarna dan hubungan keduanya pun kian intim. Sayangnya, kisah asmara mereka kini terancam hancur akibat rencana perjodohan dari orang tua Alex serta kembalinya sang mantan kekasih yang mulai mengusik.