APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IMPERFECT BOSS

IMPERFECT BOSS

Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keringat dingin mulai terasa membasahi kedua tangan Lea. Wanita itu merasakan kegugupan yang luar biasa saat langkah Elgar semakin mendekat ke arah tempatnya berada. Jantungnya seakan ingin meledak karena saking cepatnya berdetak.

"Kenapa kau terus menunduk tanpa menunjukkan hasil kerjamu hari ini?" tanya Elgar tak lama kemudian kepada Lea.

Wanita itu sontak menelan ludahnya dengan getir dan perlahan memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya menghadap bossnya itu. Mau tak mau ia juga akan tetap berurusan dengan Elgar. Belajar tebal. muka dan tahan banting sepertinya akan dilakukan oleh Lea mulai saat ini.

"Kamu lagi?" lanjut Elgar saat masih bisa mengenali wajah Lea hari ini.

Dan sang empu hanya tersenyum kikuk dengan tatapan mata yang memelas dan tentunya dengan ekspresi yang sungguh ketakutan. Ia sampai segan menatap balik ke arah Elgar itu terlalu lama. Apalagi posisinya sekarang memang sedang bersalah.

"Maaf, Pak."

"Saya tidak butuh kata maafmu. Sekarang mana hasil kerjamu hari ini?"

Perasaan Lea semakin tak karuan karena tatapan tajam yang tersorot ke arahnya dengan begitu menakutkan. Hera yang berada duduk di sampingnya pun tak bisa membantu banyak. Ia sendiri juga takut jika harus mengikut campuri masalah dengan Elgar, atasannya secara langsung. Bisa-bisa nanti ia akan terkena imbasnya sendiri.

"Maaf, Pak. Saya belum selesai mengerjakannya sampai saat ini," aku Lea dengan jujur. Ia sudah tidak punya piihan lagi sekarang. Daripada ia semakin terkena amukan besar karena berbohong, lebih baik ia mengaku terlebih dahulu sebelum pria yang ada di depannya ini memarahinya.

"Belum terselesaikan? Sejak tadi apa yang kau lakukan?"

Suara keras dari Elgar terdengar menggema ke sepenjuru ruangan sana. Pria itu sudah benar-benar dibuat naik darah akan sikap yang dilakukan oleh Lea hari ini. Padahal seluruh karyawan di sini sudah sangat jelas mengenal tipe dan kriteria dirinya sebagai pimpinan di sini. Lantas mengapa satu karyawan yang baru ia kenal ini sudah banyak membuat kesalahan meski dalam satu hari saja?

"Saya-" ucapan Lea mendadak tergantung saat ada suara langkah kaki yang terdengar sedang terburu-buru masuk ke ruangan karyawan sana. Jelas saja hal itu sudah menyita semua perhatian orang, termasuk Elgar sendiri.

"Pak Elgar."

Ternyata itu adalah seorang wanita muda menyebalkan yang Lea lihat tadi pagi.

"Ada apa?"

"Maaf, Pak. Kali ini saya harus mengabarkan berita buruk."

Dahi Elgar refleks mengerut saat mendengar pernyataan yang disampaikan oleh sekretarisnya ini.

"Berita buruk apa? Cepat katakan dan jangan bertele-tele!" tukasnya dengan wajah yang mulai tegang.

"Pak As masuk rumah sakit karena penyakitnya kambuh lagi, Pak."

Terlihat dengan jelas, Elgar langsung merubah raut wajahnya yang garang tadi menjadi cemas. Pikirannya mulai kalut dan tak bisa fokus dengan pekerjaannya lagi sekarang. Sebelum ia benar-benar pergi dari sana, ternyata Elgar masih menyempatkan diri untuk menghadap ke arah Lea lagi dengan mengungkapkan pesan yang menurut Lea sangat mengerikan.

"Ini adalah peringatan terakhir bagimu. Jika satu kali lagi kamu melakukan kesalahan, maka saya tidak akan segan-segan untuk memberhentikanmu dengan paksa dari sini. Paham?"

Lea menahan napasnya sekejap sebelum ia bisa nengangguk pelan dengan berat dan juga terpaksa.

"Baik, Pak."

Elgar langsung pergi meninggalkan ruangan karyawannya dengan langkah terburu-buru. Dan tentunya wanita yang berstatus sebagai sekretarisnya itu juga sudah melangkah pergi dengan mengikuti kemana Elgar melangkah. Seperti anak ayam yang mengikuti induknya.

"Selamet," gumam Lea sendiri seraya mengusap dadanya. Ia masih tegang akibat sisa rasa yang ia miliki beberapa saat yang lalu akibat Elgar tadi.

"Beruntung banget kamu hari ini bisa lepas dari amukan Pak Elgar. Mulai sekarang kamu harus bisa menaati peraturan dan bekerja yang baik selama kamu masih ingin bekerja di sini," bisik Hera yang tak kalah leganya seperti Lea sekarang ini.

"Iya boss iya."

Sedangkan di lain sisi saat ini, Elgar sudah berlarian kecil mencari ruang inap ayahnya setelah memasuki lorong rumah sakit barusan. Jantungnya berdetak sangat cepat, napasnya memburu, serta keringat yang terus luruh membasahi wajah dari dahi hingga dagunya. Perasaannya benar-benar kacau di setiap kali mendengar kabar jika ayahnya jatuh sakit sampai dirawat seperti ini.

Karena itu menandakan jika penyakit ayahnya kembali kambuh tanpa bisa dielakkan sama sekali. Dan ketika ia berhasil menemukan ruang inap pasien yang sejak tadi dicarinya, langkah Elgar langsung terhenti di depannya saat itu juga. Ia mengatur pola napasnya dengan baik sebelum benar-benar memberanikan diri untuk menekan gagang pintu ke bawah dan masuk ke dalam sana.

Lima detik kemudian akhirnya Elgar bisa masuk dengan suara langkah yang pelan. Namun karena saking hening dan sunyinya ruang inap itu, seseorang yang ada di dalam sana masih bisa mendengar dan menoleh ke arahnya.

"Kak Elgar."

Seorang gadis muda yang beruraian air mata itu langsung pergi menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Elgar. Tanpa bisa menolak ataupun mengelak lagi, Elgar menerima dan mendekapnya dengan sepenuh hati. Keduanya seakan dapat merasakan sakit serupa.

"Papa sakit lagi, Kak," ujarnya dengan suara yang parau akibat banyak menangis hari ini.

"Bagaimana bisa kambuh lagi?"

"Kata dokter papa terlalu banyak pikiran sampai stress dan penyakit jantungnya kumat lagi," jelasnya pada Elgar.

"Kakak mau lihat papa sebentar."

Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan perlahan mengendurkan pelukannya sampai terlepas. Sedangkan Egar sudah melangkah maju semakin dekat ke arah brankar rumah sakit, dimana tempat ayahnya berbaring sekarang. Kedua matanya saat ini sudah melihat dengan jelas pria paruh baya yang sedang terbaring dengan memejamkan matanya di sana. Wajah yang pucat pasih dengan bantuan alat oksigen untuk membantu pernapasannya benar-benar membuat perasaan pria berusia 28 tahun itu sakit.

"Mama kemana?"

"Mama masih ngurus administrasinya papa, Kak."

Elgar menganggukkan kepalanya mengerti. Tatapannya kembali terarah seperti semula. Dan kini ia mengulurkan tangan kanannya untuk menggapai tangan ayahnya agar bisa digenggam lembut dan juga hati-hati.

"Pa, ini Elgar. Papa harus segera bangun. Papa nggak boleh sakit, papa harus cepet sembuh," monolog Elgar yang seakan papanya itu bisa mendengar juga menjawabnya.

"Papa harus tetap sehat sampai Elgar bisa buktikan sama papa. Elgar akan dedikasikan semua usaha dan kerja keras Elgar sampai detik ini hanya untuk papa. Tolong tetap bertahan dan selalu sehat sampai Elgar juga tua nanti," lanjutnya.

Kali ini suaranya terdengar sedikit gemetar lantaran ia sedang menahan rasa tangis dalam dadanya. Kedua matanya pun juga sudah berkaca-kaca karena berusaha keras untuk membendung air mata di sana. Ia tidak bisa menangis. Ia tidak akan membiarkan hatinya kalah dengan kondisi yang seperti ini.

"Kak."

Perlahan Elgar menoleh ke arah sumber suara dengan berusaha menarik bibirnya simpul.

"Tadi mama sempet bilang sama aku, kalau papa stress sampai sakit kayak gini karena memikirkan kakak."

"Memikirkan kakak? Karena hal apa? Apa kakak melakukan kesalahan yang nggak-"

"Karena kakak nggak kunjung nikah sejak papa menitah satu tahun yang lalu," potong gadis itu yang berhasil membuat Elgar langsung terdiam.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Hidup teratur Kirana hancur seketika saat Zayn menyebut wanita lain sebagai belahan jiwanya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, momen di mana Kirana yang pintar bertemu Zayn, si penerima beasiswa usil dengan luka batin mendalam. Di tengah canda dan rahasia, dua dunia mereka saling bertaut. Ketika perpisahan datang, mampukah kepercayaan kembali tumbuh, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka?
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Raja Alfa, Dendam Diamku
9.5
Tiga tahun mendampingi Alpha Kaelan, aku hanya dianggap sebagai pengganti bibiku, Lyra. Saat ayahku tiada, Kaelan justru pergi ke Paris demi wanita itu. Di ruang rahasianya, aku menemukan fakta bahwa seluruh hubungan kami hanyalah rekayasa. Dalam kondisi mengandung anaknya, aku memutuskan membalas dendam. Menggunakan sihir untuk menyembunyikan kehamilan serta surat penolakan resmi, aku pergi selamanya ke benua baru.
Sampul Novel Cinta yang Hilang
7.9
Seorang orang tua tunggal yang terluka oleh masa lalu mendadak menemukan harapan cinta baru dari sebuah pertemuan tidak sengaja. Sesaat setelah merasakan kebahagiaan, dunianya runtuh akibat kesalahan fatal yang ia perbuat sendiri. Kasih sayang yang mulai tumbuh kini lenyap tak bersisa, menyeretnya kembali ke dalam penyesalan mendalam. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa sosok yang dicintainya telah pergi menjauh.
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
9.7
Tiga hari setelah kematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik memeluk wanita lain dan dengan dingin meminta petugas mengkremasi tubuhku terlebih dahulu sebelum menghubunginya lagi. Setelah ragaku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, pihak rumah abu kembali menghubungi Sandi. Dengan helaan napas tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya bersedia datang untuk menjemput sisa jasadku yang telah tiada.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Manusia hanya bisa merancang rencana dan memimpikan masa depan dalam kehidupan yang berliku ini. Namun, takdir Tuhan tetap memegang kendali penuh atas segalanya. Kisah romansa modern ini memperlihatkan bagaimana garis hidup bekerja secara tak terduga. Takdir akan melampaui segala usaha keras dan niat manusia dalam menentukan arah perjalanan serta akhir perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel TAWANAN CEO KEJAM
8.3
Di hadapan Kaisar yang berhati dingin, Adelia bersimpuh tanpa daya memohon kebebasan. Dendam membara akibat kecelakaan tragis sang adik telah mengubah Kaisar menjadi sosok kejam yang terobsesi mencari sang pelaku. Kini, Adelia terperangkap dalam sangkar emas tanpa jalan keluar. Kaisar bersumpah tidak akan pernah melepaskannya, menjadikan gadis malang itu sebagai tawanan utama untuk menuntaskan amarahnya yang tak berkesudahan.