APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel

I'm Sorry, Rachel

Sejak kecil, Rachel selalu menderita akibat kebencian sang ibu yang menyesali kelahirannya. Kemalangan hidupnya kian memuncak saat ia dipaksa menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus demi menjadi tumbal keluarga. Namun, Fahlan, sang suami, rupanya menyimpan sebuah rahasia besar yang menyakitkan. Diabaikan oleh Fahlan bersama anak mereka, Rachel kini harus tegar menghadapi kejamnya dunia dan kenyataan bahwa karma itu memang nyata.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rachel duduk di kursinya dengan lemas, rasa sakit dimana-mana. Tapi dia lebih meratapi sarapan sekaligus makan siangnya yang sudah masuk ke tempat sampah tadi pagi. Hari ini, Rachel terpaksa tidak makan. Diam-diam Rachel berharap semoga nanti malam dia bisa makan.

Rachel memutuskan untuk membuka buku Matematika-nya dan mulai mempelajari beberapa rumus yang belum dijelaskan guru. Dia akan mencoba memecahkannya sendiri hasilnya dan ketika guru menjelaskan, dia bisa mencocokkan hasilnya.

Rachel menatap bangkunya yang penuh dengan kata makian dan ejekan padanya. Awalnya Rachel tidak tahu alasan kenapa mereka bisa seperti ini. Tapi ternyata Mira mengatakan siapa Rachel di keluarganya. Kemudian semua orang mengejeknya ‘anak haram’ dan sampai sekarang semua yang dilakukan Rachel akan menjadi bahan ejekan mereka. Semua akan dianggap salah di mata mereka dan Rachel hanyalah ‘mainan’ di sekolah itu.

Entah kenapa waktu sangat cepat berlalu, kini jam pulang hampir tiba. Sekarang ini, Rachel sedang menguatkan mental dan fisiknya untuk bencana yang akan dia hadapi sebentar lagi.

“Heh, dungu! Lo gak bakalan bisa kabur lagi! Mampus Lo!” Mira berteriak dari depan kelas sambil tertawa bersama teman-temannya.

Ya, memang tidak bisa kabur. Benar-benar nasib yang buruk. Batin Rachel sengsara. Tidak lama mereka datang dan segera menarik Rachel menuju belakang sekolah. Dia dilempar sampai menabrak rak-rak besi yang ada di dalam gudang. Di belakang sekolah hanya ada gudang, jadi jarang sekali orang main ke sana. Palingan anak-anak yang merokok atau membully seperti mereka.

PLAKK

“Akh …”

“Berani Lo kabur dari Gue lagi, Gue bakal siksa Lo sampe mati di sini!” ancam Lisa sambil mencengkram pipi Rachel setelah menampar pipinya.

“JAWAB BEGO!” Cengkramannya semakin keras seiring dengan setiap kata yang dia ucapnya.

“Y-ya,” cicit Rachel dengan susah payah karena kesulitan berbicara saat pipinya dicengkram kuat-kuat.

“Apa? Gue gak denger!”

“Y-ya,”

“Hahaha!!” Mereka tertawa terbahak-bahak melihat kepasrahan Rachel.

“Dasar, dungu!” maki salah satu pemuda di sana.

“Lisa, Sayang. Ayo pergi saja, aku mau muntah lihat mukanya,” ucap salah satu pemuda lagi yang berada di belakang Lisa. Dan dia ‘menjabat’ sebagai pacar Lisa. Pemuda itu terlihat tampan, tapi sifatnya benar-benar mirip iblis!

“Sebentar, Sayang, aku belum selesai. Setidaknya kita lihat dia sekarat,” jawab Lisa dengan senyum lebar di bibirnya.

Pemuda itu ikut tersenyum bahkan orang-orang disekitarnya seolah tertular. Rachel menarik nafasnya dalam-dalam, bersiap untuk merasakan rasa sakit di tubuhnya. Dan benar saja, seluruh punggung dan sisi perutnya menjadi sasaran mereka untuk di injak dan di tendang.

Cukup lama mereka menendang tubuh Rachel sampai mereka sudah merasa bosan dan meninggalkan Rachel yang terbaring diam. Mungkin mereka menyangka Rachel sudah pingsan. Salah satu dari mereka mengecek nadi di leher Rachel.

“Dia masih hidup,” ucapnya.

“Oke, kita pulang sekarang,” jawab yang lainnya.

“Gue muak lihat mukanya! Kenapa sih dia harus sekolah di sini?”

“Hah, namanya juga anak haram! Bisa sekolah di tempat elite kayak gini udah jadi keberuntungan buat dia!”

“Menjijikkan!”

“Bagus juga, kita jadi punya mainan di sini. Haha …”

Suara perbincangan mereka masih bisa Rachel dengan sampai ujung ruangan dan anak-anak itu berbelok menuju tempat parkir. Keheningan menerka Rachel. Dan itu mungkin cukup membuat Rachel beristirahat sejenak.

Cukup lama Rachel terbaring menyamping di ruangan itu sampai rasa sakit di tubuh akibat hantaman mulai berkurang. Perlahan Rachel menggerakkan badannya. Rasa sakit dan panas di bagian tertentu membuat Rachel meringis. Rachel yakin bekas ungu yang sebelumnya hampir hilang sekarang pasti muncul lagi.

“Sakit sekali,” Rachel meringis kesakitan.

Susah payah Rachel berjalan pulang. Dia berjalan dengan terpincang-pincang. Dia bahkan mengabaikan seluruh tatapan orang-orang yang memandangnya kasihan. Tapi tidak ada yang berani bertanya atau membantunya.

Inilah dunia yang sebenarnya. Dunia kejam yang harus Rachel tinggali. Dan beginilah sifat manusia yang sebenarnya. Mereka hanya akan memikirkan diri sendiri. Apalagi Rachel tinggal di Kota Metropolitan seperti ini. Semakin kita terlihat berantakan, mereka hanya akan menganggap kita pengemis atau orang gila.

Sesampainya di rumah, sama seperti orang-orang di jalan tadi. Sekalipun pembantu di sana, mereka tetap menatap Rachel dengan sinis dan mengejek. Saat masuk ke dalam rumah, Lina dan Mira yang ada di ruang tengah langsung berteriak saat melihat Rachel.

“Ma!! Lihat monster itu udah pulang! Mukanya kelihatan menyeramkan banget!” ucap Mira dengan senyum miring di bibirnya.

“Si Dungu ini merusak suasana hatiku!” gerutu Lina sebelum berjalan mendekat dan menjambak rambut Rachel.

“Akh … Bu, sakit!” keluh Rachel.

“Siapa ibumu? Aku bukan ibumu! Aku gak punya anak monster seperti kau!” Lina menyeret Rachel menuju kamarnya. Mendorong tubuh kurus itu sampai tersungkur di lantai. Pintu ditutup dan dikunci dari luar. Meninggalkan Rachel yang meringis sambil menggosok kulit kepalanya.

Rachel menatap pintu di depannya dengan nanar. Hatinya lebih sakit saat dia merasakan tangan ibu kandungnya sendiri yang memukulnya. Walaupun sudah terbiasa, tapi rasa sakitnya selalu terasa di hati dan pikiran Rachel.

Kalau dipikirkan dengan akal sehat, kalian pasti menyarankan untuk kabur saja dari rumah ini. Tapi nyatanya, orang-orang di rumah ini juga membutuhkan Rachel. Contohnya untuk bersih-bersih rumah, membuat makanan, dan— tumbal mereka. Kalau ada sesuatu yang tidak mau merugikan mereka, maka Rachel yang akan menggantikannya. Seperti contoh kasus yang akan kalian ketahui sebentar lagi.

Rachel berdiri dengan terpincang-pincang dan duduk di kursi meja belajarnya. Matanya menatap kaca kecil yang berada di atas meja. Wajahnya memang menyeramkan. Bekas ungu di sudut kanan matanya dan luka kecil di tulang pipi bagian kirinya, serta bekas telapak tangan di pipi kirinya. Lengkap sudah.

Rasa perih di perutnya mulai mengganggu Rachel. Sudah di yakini, malam ini Rachel tidak akan makan malam sampai besok pagi. Bahkan untuk besok pagi pun Rachel meragukannya. Rachel hanya bisa pasrah. Ditariknya buku berukuran 50 kali 50 cm berwarna biru dongker dari tasnya.

Rachel mulai menulis di lembar baru bukunya. Menulis hal yang dia suka. Sebuah diary pribadi. Rachel tidak pernah memiliki teman, hanya buku itulah satu-satunya teman yang bisa dijadikan tempat curhat untuk Rachel.

Wanita itu mulai menulis dan bercerita tentang kejadian hari ini. Selama menulis, dia hanya bisa menahan tangis dan rasa lelah yang sedikit demi sedikit merambat di hatinya. Untuk orang lain, mungkin mereka sudah menjadi gila atau gangguan mental.

Tapi untuk Rachel, dia hanya bisa menguatkan diri sendiri. Bohong kalau Rachel tidak pernah berpikir untuk bunuh diri. Walaupun Rachel pernah mempertimbangkan itu. Tapi dia teringat masih banyak orang yang berkebutuhan khusus menjalani hidupnya dengan damai. Banyak orang yang hidupnya sengsara sampai harus memungut makanan basi di pinggir jalan dan tetap menjalani hidupnya sampai sekarang. Setidaknya Rachel tidak seperti itu. Dia masih bisa makan dan tinggal di kamar yang layak.

Rachel harus tetap bersyukur walaupun nasibnya selalu menyedihkan. Pembullyan ini akan berakhir setelah Rachel keluar dari sekolah itu. Hanya tinggal setengah tahun lagi. Rachel pasti bisa melewatinya. Tuhan pasti sudah merancang kebahagiaan untuknya di masa depan nanti.

2 Be Con

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. Keadaan kian berat ketika Fanny, sahabat karibnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup di tengah keterpurukan, Amanda memutuskan bekerja menjadi pelayan di rumah seorang miliarder bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex yang berhati dingin terus mempersulit pekerjaannya agar ia tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?
Sampul Novel Damn! Dia Bosku
8.1
Alexandre Geraldo pulang dari Amerika demi mendapatkan kembali cinta Dara. Namun, sikap sang kekasih masa lalu kini berubah drastis menjadi sangat dingin. Di tengah penolakan tersebut, Alex juga harus menghadapi desakan orang tuanya untuk menikahi perempuan pilihan mereka. Terhimpit keadaan sulit ini, Alex pun mengambil langkah nekat. Mampukah ia membongkar rahasia besar yang disimpan Dara sekaligus merebut kembali hatinya di tengah segala konflik yang melanda?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Bagi Raina, cinta untuk Kevin telah sirna. Trauma mendalam membekas setelah ia harus berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan bayi kembar mereka. Di momen kritis itu, Kevin justru bersenang-senang dengan Clara. Pengkhianatan perih tersebut membuat Raina enggan rujuk. Meski kini sang suami memohon untuk kembali, ketakutan akan luka baru menyadarkan Raina bahwa kisah mereka memang harus berakhir.
Sampul Novel Membalas Suami Bajinganku
8.2
Impian Lara membangun keluarga sirna akibat perselingkuhan Seno. Demi ambisi pribadinya, sang suami bahkan tega menjalankan proyek rahasia yang mengorbankan mereka, sekaligus menolak menceraikan Lara walau kerap bergonta-ganti pasangan. Di masa sulit ini, Lara bangkit dan bersekutu dengan Andre, cinta pertamanya yang sempat difitnah membunuh ibunya. Namun, rencana balas dendam mereka dihalangi oleh kemunculan Dokter Miriam. Akankah Lara berhasil mengalahkan pengkhianatan Seno?