APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel

I'm Sorry, Rachel

Sejak kecil, Rachel selalu menderita akibat kebencian sang ibu yang menyesali kelahirannya. Kemalangan hidupnya kian memuncak saat ia dipaksa menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus demi menjadi tumbal keluarga. Namun, Fahlan, sang suami, rupanya menyimpan sebuah rahasia besar yang menyakitkan. Diabaikan oleh Fahlan bersama anak mereka, Rachel kini harus tegar menghadapi kejamnya dunia dan kenyataan bahwa karma itu memang nyata.
Bab
Bagikan

Bab 3

Rachel tertidur di atas meja belajarnya. Saking lelah dan laparnya Rachel, tidur adalah pilihan yang tepat. Sampai suara gebrakan pintu membuat Rachel terkesiap. Kepalanya terasa seperti ketiban bertumpuk-tumpuk beton, sangat pusing. Pelaku penggebrakkan pintu itu adalah ibunya, Lina.

Lina muncul dengan wajah garang sebelum berkata, “Siapkan sarapan dan kami mau bicara hal penting padamu!”

Sudah seperti biasa bukan. Itulah ucapan selamat pagi. Dengan langkah yang gontai dan wajah yang pucat, Rachel berjalan menuju dapur dan menyiapkan bahan makanan untuk keluarganya sarapan.

Ini hari libur, setidaknya Rachel bisa bersantai dan mengobati lukanya yang kemarin. Selesai masak Rachel segera menyajikan piring dan makanan diatas meja makan. Baru saja Rachel Mau berbalik untuk mengambil makanannya sendiri, ayahnya berteriak menghentikannya.

“Hei, malam ini kau makan malam bersama kami,” ucapnya tanpa emosi.

Rachel sedikit terkejut. Tidak biasanya ayah tirinya mau berbicara dengannya tanpa ada makian yang keluar dari mulutnya. Tapi di sisi lain hati Rachel terasa sangat gelisah. Rachel yakin ada sesuatu dibalik perkataannya. Rachel ingin sekali menolaknya tapi Rachel tahu dia tidak bisa mengelak semua perkataan ayah tirinya. Perkataan keluarganya seperti sebuah perintah mutlak untuknya. Kalau Rachel menolaknya, Rachel mungkin akan hidup sengsara di rumah ini bahkan dia tidak akan merasakan ketenangan lagi.

“Kau bisa pergi dan menyingkirlah dari wajahku bocah dungu!” Ayah tirinya berteriak dan mulutnya kembali melontarkan makian pada Rachel.

Segera Rachel kembali ke dapur dan mengambil nasi dengan sisa lauk yang sudah dia pisahkan sebelumnya. Ini adalah makanan pertamanya sejak kemarin dia tidak makan sama sekali. Mungkin Rachel harus bersyukur kepada Tuhan karena dia tidak diberi penyakit asam lambung akibat tidak makan seharian penuh. Yah, walaupun perutnya akan terasa perih saat makanan yang dia makan pertama kali masuk ke perutnya.

Selesai makan, Rachel hendak masuk ke kamarnya lagi. Tapi dia melihat ibu ayah tirinya dan Mira sedang berkumpul di ruang keluarga. Dalam keadaan rumah yang sepi, sejauh manapun keberadaan Rachel dia bisa mendengar pembicaraan mereka walaupun samar-samar. Rachel berdiri lama di sana sambil mendengarkan keluarganya berbicara.

“Sayang, kau serius akan melakukan ini?” tanya Lina yang berada di samping suaminya.

“Ohh, Lina sayang. Ini kesempatan emas untuk kita semua,” jawab Rendy—ayah tiri Rachel. “Kalau kita menjodohkan anak dari keluarga Hallim dengan anak kita maka setengah dari saham keluarga Hallim akan kita pegang. Bukankah itu sangat bagus?”

“Itu bagus … Bagus sekali tapi anak bungsu dari keluarga Hallim itu punya penyakit mental! Aku gak mau punya menantu autis seperti itu!” Lina terlihat cemberut tapi bibirnya berkedut-kedut menahan seringaian. Ohh, siapa yang mau menolak kesempatan menjadi besan dari keluarga terkaya se-Asia itu? Keluarga Hallim adalah pengusaha terkaya yang mengelola perusahaan mobil sport, bahan pangan dan mall terbesar yang berada di beberapa apa kota bahkan di luar negeri.

“Lina yang akan menikah dengan anak bungsu keluarga Hallim itu bukan Mira.” Rendi terlihat sedang menenangkan istrinya. “Aku juga gak mau lihat anakku menikah dengan orang autis seperti itu. Tapi kita punya satu orang yang cocok,”

Mereka semua menyeringai. Tentu saja orang yang dimaksud itu adalah Rachel. Anak perempuan yang tidak pernah mereka anggap sebagai anak. Rachel akan menjadi tumbal mereka untuk yang kesekian kalinya.

“Kamu benar, Sayang. Kita tidak perlu merasa rugi. Kali ini anak itu bisa bermanfaat bagi kita,” ucap Lina dengan riang.

“Hahaha … Anak dungu seperti itu sangat cocok bersama dengan orang gila!” Mira tertawa terbahak-bahak sambil membayangkan nasib Rachel dan anak bungsu keluarga Hallim.

“Kita bisa memanfaatkan keluarga itu karena sudah menyerahkan anaknya kepada kita,” Rendy menyeringai lebih lebar karena tujuannya akan terwujud sebentar lagi.

“Baiklah ayo kita siapkan perayaan untuk malam ini!” Lina bertepuk tangan ringan sambil berdiri dan menatap anak dan suami kesayangannya.

“Kita harus menyambut dengan baik keluarga Hallim, Ma,” Mira tersenyum.

“Mira, Mama dengar dari teman Mama kalau anak sulung dari keluarga Hallim benar-benar tampan!”

“Oh, ya?” Senyum Mira semakin melebar. “Aku bakalan buat dia jatuh hati padaku!”

“Mama mendukungmu, Sayang.” Lina menghampiri anaknya dan memeluk Mira dengan hati kegirangan.

“Papa juga mendukungmu, Sayang.” Giliran Rendy yang berdiri dan menepuk bahu anaknya.

Rachel yang mendengar itu terlihat shock. Hatinya berdenyut sakit. Inikah yang disebut keluarga? Rachel tahu kalau dia memang tidak pernah dianggap anak oleh mereka. Rachel adalah sebuah kesalahan di masa lalu ibunya. Tapi untuk perjodohan ini, tidakkah seharusnya mereka bertanya apakah Rachel setuju atau tidak? Mereka hanya akan menikahkan Rachel karena uang. Karena keserakahan mereka untuk memiliki saham yang ada di keluarga Hallim ini. Ditambah lagi Rachel akan menikah dengan anak bungsu keluarga Hallim yang mereka bilang memiliki gangguan mental. Rachel ingin menangis saja rasanya. Dia ingin sekali menenggelamkan diri di lautan kalau dia tidak memikirkan bagaimana kehidupan setelah dia mati.

Rachel bingung sekarang. Hidup sendiri saja sudah cukup merepotkan. Sekarang bertambah mengurus pria 21 tahun yang keterbelakangan mental. Rachel tidak memikirkan tentang hidupnya. Tapi Rachel memikirkan tentang anak bungsu keluarga Hallim itu. Kalau dia menikah dengan Rachel bisa-bisa pria itu akan ikut sengsara sepertinya. Rachel tidak sanggup melihat itu semua.

Tuhan! Sebenarnya dosa apa yang telah saya perbuat di kehidupan sebelumnya? Kenapa nasibnya benar-benar Menyedihkan seperti ini?

***

Malam ini Rachel tidak masak makan malam karena ada pembantu yang lain yang akan masak makan malam khusus untuk pertemuan malam ini. Sedangkan Rachel ditarik ke kamar tamu. Rachel disuruh ganti baju dan duduk di meja rias. Mereka mulai memakaikan riasan tebal di wajah Rachel untuk menutupi lebam-lebam yang masih terlihat jelas di wajahnya.

Rachel memakai gaun berwarna cream dengan leher dan tangan yang tertutup. Karena seluruh tubuhnya memiliki bekas biru di mana-mana. Beberapa dari luka itu bahkan masih membuat Rachel tidak bisa bergerak dengan leluasa.

Tidak lama ibunya masuk ke dalam kamar sambil bertolak pinggang dan berkata, “Anak dungu, awas kalau kau bicara macam-macam di depan keluarga Hallim.” Ibunya menunjuk wajah Rachel. “Kalau kau melakukan itu aku akan mengusirmu dari rumah ini dan akan kupastikan bahwa hidupmu selalu sengsara dimanapun kau berada!”

“Kenapa aku harus melakukan ini, Bu?” tanya Rachel dengan suara pelan lebih mirip bisikan.

“Huh … Kenapa kau bertanya? Kau hidup di rumah ini, jadi kau harus membayarnya!” sinis ibunya.

“Tapi—”

“Kau tidak berhak untuk menolak! Aku sudah melahirkanmu! Jadi setidaknya kau bermanfaat untukku kali ini!” Ibunya menunjuk Rachel lagi.

“Ingat, kau tidak boleh mengatakan apapun dan tunggu semua aba-aba dariku!” Lina melenggang pergi setelah memberikan peringatan keras kepada Rachel.

Rachel menatap kepergian ibunya dengan sedih seolah dia jijik melihat wajah Rachel. Diam-diam Rachel juga melirik orang-orang yang meriasnya. Tapi tidak satupun dari mereka yang mau berbicara pada Rachel bahkan menyapa pun tidak.

“Apa kalian diminta untuk tidak bicara padaku?” gumam Rachel dengan sedih. “Atau ternyata kalian juga jijik padaku. Sepertinya aku hidup adalah kesalahan terbesarku.”

Rachel masih bergumam tanpa ada yang memperdulikannya. Walaupun setidaknya Rachel tahu beberapa orang di belakangnya menatap Rachel kasihan. Tapi mereka tidak bisa mengatakannya atau memilih tidak dibayar oleh orang tuanya.

2 Be Con

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Hari kelulusan Amanda Felicia berubah menjadi duka mendalam saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan tragis. Keadaan kian berat ketika Fanny, sahabat karibnya, harus pindah ke luar negeri. Demi bertahan hidup di tengah keterpurukan, Amanda memutuskan bekerja menjadi pelayan di rumah seorang miliarder bernama Alexander Mattew. Sayangnya, Alex yang berhati dingin terus mempersulit pekerjaannya agar ia tidak betah. Sanggupkah Amanda bertahan menghadapi segala tekanan dari majikannya?
Sampul Novel Damn! Dia Bosku
8.1
Alexandre Geraldo pulang dari Amerika demi mendapatkan kembali cinta Dara. Namun, sikap sang kekasih masa lalu kini berubah drastis menjadi sangat dingin. Di tengah penolakan tersebut, Alex juga harus menghadapi desakan orang tuanya untuk menikahi perempuan pilihan mereka. Terhimpit keadaan sulit ini, Alex pun mengambil langkah nekat. Mampukah ia membongkar rahasia besar yang disimpan Dara sekaligus merebut kembali hatinya di tengah segala konflik yang melanda?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Bagi Raina, cinta untuk Kevin telah sirna. Trauma mendalam membekas setelah ia harus berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan bayi kembar mereka. Di momen kritis itu, Kevin justru bersenang-senang dengan Clara. Pengkhianatan perih tersebut membuat Raina enggan rujuk. Meski kini sang suami memohon untuk kembali, ketakutan akan luka baru menyadarkan Raina bahwa kisah mereka memang harus berakhir.
Sampul Novel Membalas Suami Bajinganku
8.2
Impian Lara membangun keluarga sirna akibat perselingkuhan Seno. Demi ambisi pribadinya, sang suami bahkan tega menjalankan proyek rahasia yang mengorbankan mereka, sekaligus menolak menceraikan Lara walau kerap bergonta-ganti pasangan. Di masa sulit ini, Lara bangkit dan bersekutu dengan Andre, cinta pertamanya yang sempat difitnah membunuh ibunya. Namun, rencana balas dendam mereka dihalangi oleh kemunculan Dokter Miriam. Akankah Lara berhasil mengalahkan pengkhianatan Seno?