APKDock Logo
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel

I'm Sorry, Rachel

8.7 / 10.0
Sejak kecil, Rachel selalu menderita akibat kebencian sang ibu yang menyesali kelahirannya. Kemalangan hidupnya kian memuncak saat ia dipaksa menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus demi menjadi tumbal keluarga. Namun, Fahlan, sang suami, rupanya menyimpan sebuah rahasia besar yang menyakitkan. Diabaikan oleh Fahlan bersama anak mereka, Rachel kini harus tegar menghadapi kejamnya dunia dan kenyataan bahwa karma itu memang nyata.

I'm Sorry, Rachel Bab 1

Bagaimana rasanya sebuah kasih sayang? Rasa iri selalu datang menghampiri wanita cantik bertubuh kurus itu kalau sudah berhubungan dengan ‘kasih sayang’. Kalau kalian bertanya kenapa? Karena keluarganya tidak pernah menunjukkan rasa itu. Sedikitpun tidak!

Seperti hari ini, seorang siswi SMA dari keluarga Gunawan—pemilik pabrik kain dan sepatu terbesar di Kota Metropolitan, Jakarta Pusat tengah bergelung di bawah selimutnya di kamar kecil berukuran 3 kali 3 meter dengan kamar mandi di dalam dan meja belajar di depan kasur. Kalian pikir ini Kosan? Kalian salah! Ini kamarnya …, kamar pribadinya.

Jam masih menunjukkan pukul setengah 5 pagi. Wanita cantik bernama Rachel Ananda Gunawan itu harus terbangun karena gebrakan keras yang bertubi-tubi di pintunya bersamaan dengan teriakan kasar dari seorang wanita.

“BANGUN KAU ANAK PEMALAS! PERGI SIAPKAN SARAPAN, SEKARANG!”

Rachel menghela nafas lelah sembari mengumpulkan nyawa. Segera dia bangun dan keluar kamar sebelum teriakan mereka berubah menjadi amukan. Ringisan pelan terdengar sepanjang jalannya menuju dapur rumah besar itu. Diam-diam dia merutuki diri sendiri karena tidak langsung mengobati luka di sudut bibirnya atau bahkan seluruh tubuhnya.

Luka? Ohh, kalian melupakan satu hal. Rachel adalah anak bullyan di sekolahnya hanya karena dia sekolah dengan beasiswa. Ayahnya tidak pernah memberinya uang sekalipun untuk membayar sekolah. Rachel harus banting tulang untuk membiayai diri sendiri. Pulang sekolah Rachel akan pergi bekerja paruh waktu di café. Dia merasa beruntung, café tempatnya bekerja menerima seorang siswi yang selalu babak belur setiap harinya untuk bekerja. Walaupun beberapa waktu dia selalu diomeli atasannya karena terlihat sangat buruk.

Tangan putih berbekas lebam itu mengambil bahan makanan di kulkas. Dengan lugas dia memotong dan memasak makanan. Sampai keluarganya turun satu persatu. Seperti biasa, bukan ucapan ‘selamat pagi’ yang dia dengar. Tapi—

“Bu! Aku selalu muak melihat si buruk rupa ini! Wajahnya selalu menyeramkan, hahaha …” Rachel mendengar saudara tirinya berkata sambil tertawa mengejek. Mira Zeni Gunawan, wanita bertubuh langsing yang berumur satu tahun lebih muda darinya.

“Kau benar, dia seperti monster!” balas wanita berumur 32 tahun yang duduk menyusul anak kesayangannya. Lina, seorang wanita yang berasal dari perkampungan dan menikah dengan Rendy Gunawan. Rachel adalah anak pertama tapi ayahnya bukan Rendy. Lina memiliki Rachel sebelum menikah dengan Rendy.

Jadi, sudah paham ‘kan kenapa Rachel di benci di sini? Ibunya selalu berpikir kalau dia hadir karena kesalahan. Dan Rachel harus bersyukur sudah dilahirkan. Rachel selalu berpikir, kenapa harus dilahirkan kalau orang yang melahirkannya membenci Rachel?

Rachel meletakkan piring di atas meja. Dia selalu menulikan diri dengan segala makian yang keluar dari mulut ayah, ibu, dan saudarinya. Dia sudah terbiasa, begitu pula dengan teman-teman di sekolahnya. Teman? Pantaskah mereka disebut teman?

“Dasar anak dungu! Menyingkir dari hadapanku!” usir pria paruh baya yang selesai membaca Koran.

“Ayah! Aku sudah terlambat! Pergi dulu!” Mira segera menarik tasnya dan keluar rumah.

Hal itu membuat Rachel ikut terkejut juga. Dia melirik jam dinding di ruang makan itu. Benar saja! Sudah jam 6:40 pagi, Rachel bakalan terlambat kalau berlari ke sekolahnya. Untung dia punya simpanan beberapa lembar uang untuk naik angkot.

Segera Rachel berangkat sekolah setelah memasukkan makanan ke dalam kotak makan. Tapi kakinya berhenti jauh di depan gerbang. Kalau dia masuk lewat sana, bisa-bisa mereka mencegatnya. Rachel ada ujian Matematika hari ini. Tidak mungkin dia bolos di mata pelajaran pertama.

Akhirnya, Rachel berlari ke belakang sekolah. Dia meloncati dinding sekolah. Tapi ternyata ada beberapa orang yang sudah menunggu kedatangan Rachel dari sana. Bibir mereka menyeringai membuat Rachel merinding.

“Hei! Dia di sini!” teriak wanita berambut panjang yang berada di ujung kanan.

Di hadapan Rachel sekarang ada tiga orang wanita. Sedangkan ‘Boss’ mereka datang beberapa saat kemudian. Sekarang mereka sudah lengkap. Lima orang wanita yang mengelilingi Rachel. Beberapa pemuda berada di belakang mereka. Mungkin mereka berjaga takut Rachel menendang ‘wanita’nya.

“Huh … berani banget Lo kabur dari Gue, Sampah!!” sinis si pemimpin.

Rachel mulai didorong sampai terjatuh. Rasa sakit terasa di telapak tangannya karena menahan beban tubuh. Tasnya dirampas paksa. Mereka mengeluarkan seluruh isinya.

“Siksa dia!” perintahnya sebelum membongkar satu persatu isi tas Rachel.

“Tidak … tolong lepaskan aku untuk hari ini saja,” mohon Rachel.

“Lisa, Si Bodoh minta dilepaskan,” ucap wanita lain dengan wajah mengejek.

“Jangan dengarkan,” jawab si pemimpin yang bernama Lisa. Tangan wanita itu merogoh kotak makan Rachel dan berjalan ke tempat sampah lalu membuang isinya.

Rachel menatap sedih makanannya.

PLAKK

“Akh …” Rasa panas terasa di pipi kiri Rachel. Ujung bibirnya robek, lagi.

“Kenapa Lo bawa-bawa sampah kayak gini? Hahaha …” Lisa tertawa. Lalu dia membuang kotak makan kosong itu ke tong sampah. “Kalau sampah, berarti harus di simpan di tempatnya ‘kan?”

Teman-temannya tertawa sinis menanggapi ucapan Lisa. Lalu Lisa menunduk dan berbicara, “Dan seorang sampah, harus disingkirkan ke tempat sampah juga.”

Setelah itu, hantaman keras datang ke punggung Rachel sampai dia jatuh telungkup. Hantaman itu tidak pernah berhenti sampai suara bell masuk berbunyi. Mereka bubar dengan senyuman di bibir mereka.

“Pulang sekolah nanti, awas Lo kalau kabur lagi!” ancam mereka sebelum pergi.

“Huh …” Rachel menghela nafas pelan. Tubuhnya sudah sering merasakan sakit seperti ini. Mungkin dia sudah merasa bosan diperlakukan seperti ini sampai dia mengira ini memang jadwal hariannya. Rachel bahkan sudah tidak pernah menangis lagi merasakan rasa sakit di tubuhnya—ohh, sesekali mungkin Rachel menangis karena dia ingin semua siksaan mereka segera selesai. Rachel tidak tahan dengan hantaman-hantaman yang mereka berikan pada tubuhnya.

Susah payah Rachel menggerakkan badannya. Dia meringis setiap menggerakkan otot dan sendinya. Rasanya seperti semuanya remuk. Mentalnya kembali di uji ketika masuk ke dalam kelas.

Tidak ‘pernah’ ada yang bertanya apa yang terjadi padanya, atau bahkan tatapan iba pun tidak ada. Ketika Rachel masuk, tawa dan ejekan selalu didengarnya. Dan lagi-lagi Rachel sudah merasa terbiasa.

Rachel cuman mau sekolah, belajar, dan mendapatkan ijazah untuk melamar pekerjaan nanti. Hanya untuk kertas yang bertulisan ‘Ijazah’.

Adakah dari kalian yang bertanya, ‘Kenapa gak lapor polisi, sih?’

Dan jawaban dari Rachel adalah dia pernah mau mencobanya. Untuk yang pertama dan terakhir kali, Rachel mengadukannya pada wali kelasnya. Dia bahkan sempat memohon di depan kepala sekolah. Coba tebak apa jawaban mereka.

‘Itu hanya permainan anak-anak, jangan di ambil hati.’

Patutkah seorang guru berkata seperti itu? Alhasil, dia di bully lebih parah dari sebelumnya. Rachel tahu, anak-anak yang membullynya adalah anak-anak orang kaya. Mereka bisa saja membayar keadilan dengan uang. Apalagi, Rachel tidak memiliki dukungan dari siapapun. Bahkan ayahnya mungkin akan mendukung mereka dan semakin menjatuhkan Rachel.

Jadi, percuma saja mengadu pada polisi. Kalau kita cuman sendirian, siapa yang bakal bela kita sedangkan para polisi itu memihak mereka? Dia cukup bersyukur bisa sekolah di sekolah elite ini. Walaupun dengan Beasiswa. Rachel hanya bisa bersabar. Untuk satu tahun lagi. Rachel pasti bisa melewatinya. Setelah itu, mari kita hidup tenang. Semoga …

2 Be Con

Lanjut Membaca

Daftar Isi I'm Sorry, Rachel

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Anna : Liontin Karma
8.0
Anna, model rupawan asal Prancis, memilih berpindah keyakinan demi menikahi lelaki idaman walau terhalang perbedaan iman. Namun, pengorbanan besar tersebut justru menyeretnya ke dalam penderitaan mental yang menghancurkan hidupnya. Di tengah badai nestapa, ia mulai meragukan keputusannya memeluk Islam. Kini, sanggupkah Anna bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jati diri yang sempat hilang dalam duka?
Sampul Novel Gairah Liar Pembantu Lugu
7.9
Pasca-perceraian akibat hasrat yang tak terpenuhi, Valdi menjalani hidup yang terasa kosong. Kehadiran Mayang, gadis lugu anak mendiang pelayannya, menjadi celah bagi muslihat Valdi. Dengan memanfaatkan kepolosan Mayang, pria berpengalaman ini berniat memuaskan gairah terpendamnya. Mayang yang naif kini terjebak dalam manipulasi dan permainan dewasa yang penuh risiko. Akankah ia sanggup menyelamatkan diri, atau justru selamanya terbelenggu dalam jerat kendali Valdi?
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose hidup menderita sebagai anak yatim piatu sebelum Denzel mengungkap bahwa ia adalah putri kandung dari CEO Louis Brown. Untuk melindungi dirinya, Rose menyamar sebagai mahasiswi berprestasi bernama Rose Carter, yang diam-diam merupakan violinis misterius, Miss Black. Ketegangan memuncak saat putra angkat ayahnya, Luke, memaksanya menikah demi menguasai harta. Di tengah ancaman maut dari Peter dan Hendrick, kebencian Rose dan Luke berubah jadi cinta. Rose kini harus melawan pengkhianatan demi hidup bahagia bersama Luke.
Sampul Novel Tawanan Hati Sang Penguasa
9.6
Pras berniat meruntuhkan keangkuhan Lavi dan menjadikannya tawanan lewat ancaman besar. Namun, fokusnya terpecah saat ia harus menuntut balas atas kematian Tony demi prinsip nyawa dibayar nyawa. Penyelidikan Pras menyeret organisasi Quassano, tetapi musuh justru memanfaatkan Lavi sebagai perisai pelindung. Kini, sang penguasa dihadapkan pada pilihan sulit: membiarkan Lavi celaka atau mempertaruhkan seluruh kekuasaannya demi menyelamatkan gadis itu.
Sampul Novel Unholy 21+
8.0
Antologi kisah romansa modern dewasa ini mengupas tuntas sisi kelam dari hasrat manusia. Lewat narasi yang berani dan intens, pembaca disuguhkan berbagai cerita intim yang dipenuhi godaan serta tindakan terlarang. Fokus utama dari kumpulan cerita pendek ini adalah mengeksplorasi hubungan romantis yang menantang batas-batas norma kesucian. Setiap plot disajikan secara eksplisit, menghadirkan kisah-kisah provokatif yang sarat akan unsur dosa khusus bagi pembaca dewasa.
Sampul Novel WANITA PANGGILAN
9.2
Dikhianati oleh kekasihnya, Kai Marvin, yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, Keya Olivia, membuat hidup Yesha Sasmaya hancur lebur. Di tengah keputusasaan tanpa keluarga, ia menghilang lalu bertemu Elena. Yesha pun bangkit dengan identitas baru sebagai Mayasha, wanita panggilan yang menutup diri dari asmara. Namun, takdir mempertemukannya dengan Lian Erza, pria yang juga terluka. Akankah Mayasha membuka hatinya kembali atau justru kembali tenggelam dalam nestapa?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan