APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibuku Kuyang?

Ibuku Kuyang?

Kecurigaanku memuncak saat Ibu tiba-tiba enggan makan bersama kami. Suasana desa pun makin mencekam dengan rumor hilangnya bayi-bayi secara misterius. Keanehan berlanjut karena setiap tengah malam, Ibu selalu menghilang tanpa jejak. Rahasia gelap apa yang sebenarnya dia sembunyikan? Aku mulai meragukan sosok yang telah melahirkanku tersebut. Apakah dia benar-benar manusia biasa, ataukah sesosok siluman mengerikan?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ini bayi baru lahir. Makanlah."

Aku yang mengintip di balik celah pintu itu pun mendadak mual. Ibuku yang hanya memakai pakaian dalam itu dengan lahapnya memakan apa yang disajikan oleh Kakek. Ya, seonggok daging manusia.

"Enak?" tanya Kakek. Aku langsung berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perut. Ternyata selama ini Ibuku memakan bayi yang baru lahir. Pantas saja sering kejadian hilangnya bayi secara misterius.

Keesokan harinya, aku memasuki kamar Ibu yang terletak di samping kamar Bapak. Mereka telah pisah ranjang karena Bapak pernah ketahuan selingkuh. Aku sendiri tidur dengan Dinda—adikku yang baru berusia tujuh tahun.

Pintu terbuka, keadaan sangat gelap sehingga harus menyalakan lampu. Ya Tuhan, ini apa?

"Astagfirullah, Ibu!" Aku membekap mulut, mundur beberapa langkah hingga punggung menyentuh dinding. Tulang-tulang kecil yang berserakan, mereka lahir ke dunia bukan untuk dimakan! Ya Tuhan, Ibuku biadab. Apa tidak ada makanan lain selain bayi orang?

Aku keluar menyisakan tanda tanya. Kakek dan Nenek juga tidak pernah menceritakan apa-apa. Anehnya, ketika malam tiba Nenek dan Ibu mendadak hilang entah ke mana. Pintu kamar ini pun terkunci dan Kakek melarang siapa pun memasukinya meski terpaksa.

"Kak, semalam Ibu kenapa, ya?" tanya Dinda ketika aku duduk di depan televisi.

"Lah, Ibu kenapa?" tanyaku balik.

"Semalam Ibu ketawa-ketiwi gitu kayak lagi ngomong sama seseorang, tapi Dinda tengok ada Kakek, Nenek, Bapak, sama Kakak di ruang tamu," jawabnya polos.

"Ah, mungkin Ibu lagi ngigau. Biasa, 'kan begitu? Dinda aja pernah tidur terus buka jendela," kataku menenangkannya. Anak sekecil ini saja sudah curiga. Ia belum bisa mengetahui keanehan Ibu yang lain.

"Eh, gak cuma sekali, Kak. Kayaknya sejak Ibu sama Bapak pisah kamar," katanya lagi. Aku meneguk ludah, bingung mau menjawab apa.

"Udah, ya? Dinda gak usah mikirin itu. Dinda fokus belajar aja." Ia pun menurut.

Dinda semakin menambah beban pikiran dan rasa penasaranku. Sembilan belas tahun hidup, baru pertama kali melihat Ibu memakan bayi baru lahir. Tali pusarnya bahkan masih menempel. Apakah ia langsung mencurinya dari rumah bidan?

***

Tiga hari kemudian, aku selalu mengawasi gerak-gerik Ibu. Tahu rasanya bagaimana setelah melihatnya memakan malaikat kecil itu? Jijik, malu, enggan mengakui kalau beliau adalah ibuku. Suasana di rumah tak sehangat dulu karena aku jadi pendiam. Ya, aku penasaran siapa Ibu sebenarnya.

"Kek, kenapa Ibu gak makan sama kita? Ini ada kolak pisang kesukaan dia," kataku karena Ibu tak pernah lagi makan bersama.

"Dia sudah makan sebelum kita. Biarkan aja," jawab Kakek dingin. Hm, aku semakin curiga.

"Kenapa Ibu gak pernah keluar kamar kecuali malam? Kalau tengah malam dia ke mana?"

"Rasya, kamu ini mau makan atau tanya-tanya? Ibu kamu itu 'kan seorang guru. Ya, jelas sibuk ngurus ini-itu dong." Nenek menimpali.

"Maaf, Nek, Kek. Rasya cuma penasaran, Ibu kayak gak pernah sama-sama kita lagi."

Aku bungkam, melanjutkan makan meski tak selera. Ya, masih terbayang-bayang ketika ia memakan jiwa-jiwa tak berdosa. Di luar sana banyak pasangan menantikan kehadiran buah hati. Kebahagiaan luar biasa ketika malaikat kecil itu lahir ke dunia.

Ke mana hati Ibu yang tega melahap bayi-bayi itu?

***

Malam ini sengaja tidur larut demi memuaskan rasa penasaran. Mengapa Ibu hilang bak ditelan Bumi tepat tengah malam. Semoga pertanyaan itu terjawab sekarang.

Aku pura-pura memejamkan mata dengan lampu yang masih menyala. Tak menunggu lama, Ibu datang dan mematikan lampu tersebut, kemudian melesat cepat seperti hantu. Aku yang kaget dan takut membekap mulut dalam selimut.

Setelah beberapa saat, kuberanikan diri keluar kamar dan menengoknya. Sesuai dugaan, ia tidak ada di rumah. Kakek, Nenek, dan Dinda yang tumben malam ini mau tidur dengan Bapak sudah lama terlelap. Semua ruangan sudah kuperiksa, hilangnya Ibu sangat cepat.

Ke mana ia?

Pintu kamarnya tak terkunci. Aku pun masuk dan melihat-lihat, sekalian kalau ada petunjuk yang membantu. Tidak, di dalam sini hanya berserakan tulang-belulang, kain hitam, dan nampan bekas penuh darah. Oh, ini juga alasannya Kakek selalu membeli nampan lusinan di toko peralatan.

Aku langsung mendongak karena merasa ada cairan yang jatuh mengenai kepala. Pertama melihat, sulit dikenali itu apa karena lumayan gelap. Lebih dekat, semakin jelas, seperti badan manusia.

Tanpa kepala?

"Kakeeek!" Aku keluar dan menggedor-gedor pintu Kakek, tapi tidak ada yang merespon. Begitu juga Bapak dan Dinda. Kugoyangkan tubuh keduanya, berteriak histeris meminta tolong. Namun, mereka seakan tidur mati. Tak membuka mata sama sekali.

Aku meringkuk karena takut. Apa itu tadi? Mengapa ada di rumah ini?

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Kematian: Kutukan Tiga Roh
9.7
Kehidupan mewah Aurelia, anak tunggal seorang konglomerat, hancur seketika setelah ia terlibat kecelakaan fatal. Remaja lima belas tahun ini melarikan diri usai menabrak tiga pengendara motor hingga tewas demi menghindari hukum. Namun, keputusan egois tersebut justru memicu petaka gaib. Kini, tiga arwah korban yang murka memburu Aurel untuk menuntut balas atas kematian mereka. Dapatkah ia selamat dari teror supranatural ini, atau justru binasa oleh kutukan maut?
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi hampir meregang nyawa akibat syok anafilaksis karena diabaikan oleh suaminya, Bram, yang lebih mementingkan Clara. Penderitaannya kian mendalam saat putra mereka, Leo, tewas tertabrak ketika berusaha mencari pertolongan. Ajaibnya, takdir membawa Nindi kembali ke masa lalu sebelum tragedi itu terjadi. Berbekal memori kelam tentang pengkhianatan suami dan kematian tragis anaknya, ia bertekad melindungi Leo sekaligus membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel MULUT ISTRIKU MEMBUSUK
8.2
Keanehan mengerikan melanda istriku saat mulutnya membusuk dan mengeluarkan belatung. Bau bangkai menyengat yang mengiringi setiap ucapannya memaksaku menyelidiki rahasia kelam yang dia sembunyikan selama ini. Penyelidikan pribadiku mengungkap kenyataan yang jauh lebih mengerikan daripada penyakit biasa. Di balik paras cantiknya, tersimpan kebenaran fatal yang selama ini berhasil dia tutupi dariku tanpa celah.
Sampul Novel Rahasia Gubuk Belakang Rumah Mertua
9.5
Fira dan Ubay mengabaikan larangan lama dan nekat mendatangi rumah Bu Diyah. Alih-alih mendapatkan kehangatan keluarga, kunjungan mereka justru disambut rentetan teror mengerikan. Sang ibu mertua pun memberi peringatan keras agar mereka tidak sekali-kali mendekati gubuk misterius di halaman belakang. Misteri kelam apa yang sebenarnya disembunyikan Bu Diyah di dalam gubuk tersebut hingga ia begitu protektif dan mencurigakan?
Sampul Novel Terjerat Cinta Dan Dendam
8.8
Davin mendekati Friska, gadis indigo misterius, demi membalaskan dendam masa lalu keluarganya. Namun, di tengah teror yang ia rancang, Davin justru jatuh cinta. Hubungan mereka hancur saat Friska mengungkap niat busuk Davin dan kenyataan bahwa ayahnya adalah pembunuh ayah Davin. Kebencian kini menggantikan kemesraan mereka. Di atas luka yang mendalam, mampukah cinta mereka bertahan?
Sampul Novel Tumbal Pengantin Iblis
8.4
Kalina, putri CEO yang menyamar jadi siswi biasa demi kedamaian, mendapati hidupnya berubah total. Akibat tak sengaja membuka segel terlarang, ia bertemu pemuda misterius bernama Elang. Kini, Kalina menguasai permata keramat kaum siluman yang membuatnya jadi buruan makhluk-makhluk buas. Di tengah dunia modern ini, ia harus berjuang bersama Elang demi melindungi pusaka tersebut sekaligus bertahan hidup dari kepungan para pemangsa yang mengancam nyawa mereka.