APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Hate You With Love

I Hate You With Love

Tepat di hari pernikahan, Aldo menghilang dan membuat dunia Aletta hancur. Demi menjaga nama baik keluarga, ia terpaksa menikah dengan Bian Dirgantara. Alih-alih bahagia, hidup Aletta justru dilingkupi penderitaan karena sikap kasar dan semena-mena dari suaminya. Kepedihan itu kian memuncak saat sebuah rahasia besar yang disimpan rapat oleh Bian akhirnya terkuak. Akankah kebenaran ini menghancurkan pernikahan mereka, atau justru memunculkan maaf di tengah dendam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Aletta menarik lengan Bian dengan kasar agar menghadapnya, dia sedikit mendongak menatap Bian yang lebih tinggi darinya. "Apa maksud kamu? Atau kamu sebenarnya tau dimana Aldo?" tanyanya dengan mata yang berlingang air mata.

Bian terkekeh kecil menanggapinya, menyingkirkan tangan Aletta dengan kasar. Dia mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Aletta. "Jika saya tau dimana Aldo, saya juga tidak akan memberi tahumu," balas Bian penuh penekanan.

"Aku yakin kamu pasti sebenarnya tau kan dimana Aldo! Kumohon beritahu dimana dia!" teriak Aletta terisak pilu.

Bian yang merasa kesal sontak mencengkam rahang Aletta. "Turunkan nada bicaramu! Lupakan Aldo, dan sekarang kamu sudah menjadi istri saya. Jadi kalau kamu mau hidup tenang, cukup diam dan patuhi perintah saya! Karena saya tidak suka penolakan," sarkas Bian mengatupkan rahangnya geram. Kemudian dia pergi meninggalkan Aletta.

Aletta tersentak dengan perkataan Bian, lagi lagi air matannya mengalir. Dia tidak tau maksud dari apa yang Bian katakan, Aletta menatap Bian yang semakin lama menjauh darinya. Dia yakin Bian tau sesuatu tentang Aldo.

"Dimana sebenarnya Aldo?" gumam Aletta, dia duduk sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Aletta menangis sendirian disana, meratapi nasibnya setelah ini. Harusnya dia menikah dengan orang yang dia cintai, namun ternyata tuhan justru berkehendak lain. Aletta harus menikah dengan kakak dari kekasihnya, bagaimana bisa Aletta hidup dengan orang dingin dan kasar seperti Bian?

"Apa semuannya akan baik baik saja kedepannya?" gumam Aletta menatap kosong depan.

Beberapa jam berlalu, waktu sudah menunjukkan jam 23.00 malam. Acara pernikahan keduannya baru saja selesai, seluruh tamu undangan sudah pulang kerumahnya masing masing. Hanya tersisa keluarga dari dua mempelai saja yang sedang berkumpul.

"Bian! Apa setelah ini kamu akan membawa Aletta ke rumah kamu sendiri atau ke rumah papa sama mama?" tanya Ayundia-ibu Bian yang duduk di samping Aletta.

"Kita langsung ke rumahku saja," jawab Bian sambil menyeruput secangkir kopi dengan santai.

Sementara Aletta hanya bisa diam, pikirannya hanya tertuju pada Aldo. Tidak tau kemana kekasihnya itu pergi, hati Aletta seakan mati rasa. Dia belum bisa menerima jika Aldo meninggalkannya tanpa sebab.

"Aletta? Kamu gimana?" tanya Ayundia beralih menatap Aletta. Sementara Aletta tetap diam, tidak ada sahutan darinya.

"Aletta?" panggil Monica menepuk bahu sang putri pelan.

Aletta tersentak, lamunannya buyar seketika. Dia menoleh menatap Monica dengan raut muka bingung. "Ada apa, bunda?" tanyanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Monica tersenyum simpul, dia sangat tau bagaimana perasaan Aletta saat ini. Tetapi semuanya sudah terlanjur bukan? Tidak ada yang bisa diulang kembali. "Bian mau ngajak kamu tinggal di rumahnya sendiri, sayang," jawabnya membelai lembut pucuk kepala Aletta.

Aletta mengangguk pelan, memaksakan senyumannya. "I-iya bunda, Letta ikut saja."

Setelah percakapan singkat itu, keadaan kembali hening. Sebelum Adnan kembali membuka suaranya. "Bian! Sepertinya Aletta sudah lelah, kalian pulang saja duluan ya," tutur Adnan.

Bian mengangguk dan beranjak menghampiri Aletta, keduanya berjalan beriringan menuju pintu keluar. Diikuti keluarganya dari belakang. Sesampainya di depan, Aletta dan Bian berpamitan. Aletta kembali menitihkan air matanya saat memeluk sang ibu, demi Ayah dan Ibunya dia mau mengorbankan hatinya dan menikah dengan Bian.

"Kita pamit," ucap Bian singkat sebelum masuk kedalam mobil, dia memang tipe pria yang dingin dan tidak banyak bicara.

"Hati-hati ya!"

***

Aletta tidak mengharapkan apapun dari pernikahannya bersama Bian. Apa yang akan terjadi selanjutnya, Aletta hanya bisa pasrah dan menerima Bian sebagai suaminya. Walaupun melupakan Aldo sangat sulit untuknya, apalagi Aldo belum di temukan. Seperti saat ini, Aletta pasrah diperintah oleh Bian untuk menurunkan barang-barang milik Bian yang ada di bagasi. Seperti keputusan Bian tadi, dia memboyong Aletta ke rumah pribadi miliknya.

Kurang lebih lima belas menit mereka sampai ke rumah Bian, rumahnya tidak terlalu besar namun terlihat minimalis dan elegan masih terkesan mewah pada rumah itu. Bian keluar dari mobil begitu saja, tanpa memperdulikan Aletta yang kesusahan membawa dua koper sekaligus.

"Sialan! Suami menyebalkan, setidaknya bantu aku!" Aletta terus mengumpat sambil menyeret dua koper masuk kedalam.

"Nona Aletta? Kamu istri tuan Bian ya?" tanya seseorang wanita tua yang baru saja menghampiri Aletta.

Aletta hanya mengangguk canggung sebagai jawaban, dia tidak tau harus bicara apa lagi. Karena tempat itu sangat asing dimatanya.

"Saya Diah, asisten rumah tangga disini. Kopernya biar saya bawakan saja ya," ucapnya tersenyum, mengambil alih koper yang ada di tangan Aletta.

Aletta pun awalnya tidak enak, tapi Diah memaksa. Maka dari itu Aletta memberikan saja koper itu, keduanya berjalan bersamaan menuju ke kamar Bian. Diah izin turun ke dapur karena tidak berani masuk ke kamar Bian, Aletta yang masuk kesana sendirian.

Aletta membuka knop pintu kamar Bian pelan, pintu terbuka menampilkan kamar bernuansa putih abu-abu. Mata Aletta menyapu seluruh ruangan, dia tidak menemukan pria yang sudah menjadi suaminya itu. Tetapi suara gemercik air terdengar dari kamar mandi, Aletta yakin Bian sedang mandi sekarang.

Aletta bernapas lega, kemudian dia melangkah masuk dengan menyeret kedua koper ditangannya. Membawanya menuju lemari kaca yang terletak di sudut ruangan, Aletta duduk di lantai mulai membongkar koper itu dan meletakkan pakaian serta barang-barang sesuai pada tempatnya.

"Huft.. Menyebalkan! Seharusnya aku menikah dengan Aldo, tapi justru sekarang aku harus menikah dengan pria menyebalkan itu." Aletta menggerutu tanpa henti, tidak dirasa air matanya menetes tanpa izin. Mengingat Aldo menghilang begitu saja, membuat Aletta merasa sedih.

Ceklekk...

Mendengar suara pintu terbuka, Aletta reflek menoleh menatap sumber suara. Matanya seketika melotot saat melihat Bian keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Sungguh perut sispex Bian membuat Aletta menelan ludahnya dengan susah payah.

"Astaga!" pekik Aletta sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 180 Hari Menuju Akad
9.3
Kania Salsabila menghadapi dilema berat di usia 27 tahun akibat perjodohan sepihak dengan seorang ustadz pilihan orang tuanya. Padahal, cintanya hanya milik sang sahabat, Aryaguna Wiratmaja, pelindung setianya. Kania akhirnya bersedia patuh dengan satu syarat: ia meminta waktu 180 hari bersama Arya. Namun, kebersamaan intens tersebut justru membuat Kania kian sulit merelakan sosok Arya demi melangkah ke pernikahan yang terpaksa ia jalani.
Sampul Novel Berakhirnya Janji Setia Empat Puluh Tahun
8.7
Sebuah rahasia kelam terungkap saat seorang istri membersihkan laptop suaminya dan menemukan ribuan video vulgar sang suami bersama sahabat baiknya sendiri. Selama empat puluh tahun, ia memercayai alasan suaminya yang mengaku sakit setelah ia melahirkan, hingga mereka hanya menjalani pernikahan platonis tanpa keintiman fisik. Setelah seumur hidup berkorban, bekerja keras, dan membesarkan anak-anak mereka, wanita ini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa seluruh hidup dan janji setia suaminya hanyalah sebuah kebohongan besar yang terencana.
Sampul Novel Camelia Sinesis
8.3
Pertemuan Jean dan Camila pada tahun 1941 membawa kehangatan baru bagi Jean, seorang mantan narapidana kasus pembunuhan. Camila, janda dari pria Belanda, menerima kehadiran Jean dengan tulus hingga pria itu merasa dihargai lagi. Namun, sebuah rahasia gelap tersimpan rapat: korban pembunuhan Jean sebenarnya adalah mantan suami Camila. Ketika kebenaran akhirnya terkuak, segalanya telah berubah rumit. Jean terlanjur mencintai Camila, sementara Camila telanjur menganggap Jean sebagai figur ayah terbaik bagi anak-anaknya.
Sampul Novel RelationShit!
8.3
Zanata Aprilia Rose dan Sultan Shaka Gilang Reyzidan menjalani hubungan yang terikat oleh kontrak formal. Sejak awal, Shaka menetapkan aturan tegas agar mereka tidak melibatkan perasaan. Namun, kebencian mendalam Shaka justru menyiksa Aprilia, bahkan ia berharap Aprilia lenyap demi orang lain. Di tengah kepedihan dan luka batin yang terus mendera, Aprilia hanya bisa meratapi nasib buruknya. Akankah pernikahan kontrak ini berujung pada kehancuran bagi mereka?
Sampul Novel Sandiwara Sonya
8.5
Pasca-skandal narkoba, Sonya Ayudia harus menjaga reputasinya agar kariernya tidak hancur. Namun, akibat mabuk, ia keliru masuk ke mobil aktor Erlangga Abimanyu hingga memicu kejaran paparazzi di apartemen Erlangga. Di tengah kepungan wartawan, Sonya nekat keluar bersama Nevan Gentala Mahesa, kakak Erlangga. Demi menyelamatkan nama baiknya dari isu miring, ia pun terpaksa mengumumkan hubungan asmara palsu dengan Nevan ke publik.
Sampul Novel Strawberry Shopaholic
8.3
Xenia Gentarini adalah putri tunggal konglomerat yang baru menyelesaikan studinya di Australia. Di balik kecerdasannya sebagai sekretaris di perusahaan sang kakak, ia memiliki kebiasaan buruk: kecanduan berbelanja barang mewah. Namun, hidup Xenia berubah total setelah ia jatuh cinta pada seorang pemuda sederhana. Demi memenangkan hati pria tersebut, gadis cantik ini bertekad melepaskan segala kemewahannya dan belajar menjalani kehidupan yang jauh lebih bersahaja.