APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Hate You With Love

I Hate You With Love

Tepat di hari pernikahan, Aldo menghilang dan membuat dunia Aletta hancur. Demi menjaga nama baik keluarga, ia terpaksa menikah dengan Bian Dirgantara. Alih-alih bahagia, hidup Aletta justru dilingkupi penderitaan karena sikap kasar dan semena-mena dari suaminya. Kepedihan itu kian memuncak saat sebuah rahasia besar yang disimpan rapat oleh Bian akhirnya terkuak. Akankah kebenaran ini menghancurkan pernikahan mereka, atau justru memunculkan maaf di tengah dendam?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Astaga!" pekik Aletta sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

"Kenapa kamu menutup mata?" tanya Bian dengan tatapan yang menusuk.

Apakah Bian gila? Tentu saja Aletta belum siap jika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya, walaupun sekarang Bian sudah menjadi suaminya tapi rasanya Aletta masih tidak menyangka bisa menikah dengan Bian.

"Nggak," jawabnya singkat memalingkan wajah.

Bian terkekeh kecil, melangkah mendekati Aletta dengan senyuman yang sulit diartikan. Matanya menelisik tubuh Aletta dari atas sampai bawah.

Sementara Aletta tidak peduli dengan Bian, dia terus memasukkan pakaian ke dalam almari. Aletta sempat kesulitan saat meletakkan pakaian di rak atas, namun tanpa disangka seseorang berdiri tepat di belakang Aletta. Membantunya meletakkan pakaian itu, siapa lagi jika bukan Bian.

Jantung Aletta benar-benar berdetak lebih cepat, bagaimana tidak. Posisi keduanya sangat dekat sekarang, dada bidang Bian menempel pada punggung Aletta.

"Kalau butuh bantuan bilang," bisik Bian tepat di telinga Aletta.

Aletta tersentak, bergidik karena napas Bian menerpa lehernya. Dia segera berbalik dan mendorong pelan tubuh Bian agar menjauh darinya. "I-iya makasih," ucapnya hendak melangkah pergi.

Namun langkahnya terhenti karena Bian tiba-tiba merangkul pinggangnya dengan erat. "Mau kemana, hm?"

"Lepaskan aku, aku mau pergi!" Aletta terus memberontak, menatap Bian dengan tatapan tajam.

"Diam! Kamu boleh pergi, asal kamu harus melayani saya dulu."

"A-aku belum siap, bagaimana jika Aldo kembali setelah ini. Aku tidak mau menghianatinya, a-aku--"

Brakk...

Bian meninju lemari dibelakang Aletta, mencengkram lengan Aletta dengan kasar. Aletta tidak bisa lari dan tidak bisa bergerak sama sekali.

"Jangan pernah menyebut nama Aldo jika sedang bersamaku, Aletta! Saya sekarang adalah suamimu, jadi saya berhak sepenuhnya atas dirimu!" sentak Bian penuh amarah, tepat ditelinga Aletta.

"T-tapi Al--"

Mphhhhh...

Tanpa basa basi lagi, Bian membungkam mulut Aletta dengan mulutnya. Yang awalnya hanya menempel, tapi sedetik kemudian menjadi lebih panas. Sementara Aletta hanya bisa menangis berusaha memberontak, namun tangannya sudah terkunci oleh Bian. Tidak sampai disitu, Bian mulai turun ke leher jenjang milik Aletta. Bibirnya mulai menjamah tubuh Aletta dengan penuh nafsu.

"Ahhhmm," desahan mulus terdengar dari mulut mungil Aletta, ia tidak bisa menahan suara itu. Tubuhnya mulai terlena dengan sentuhan Bian, walaupun hatinya menolak itu semua.

Bian perlahan mengangkat tubuh Aletta, tanpa melepaskan tautan dibibirnya. Entah apa yang ada dipikiran Aletta, kini ia tidak lagi memberontak. Tidak juga membalas, keduanya telah dikuasai hawa nafsu.

Bian menghempaskan tubuh Aletta di atas kasur, dirinya semakin dikuasai nafsu saat melihat dress yang Aletta pakai sedikit naik memperlihatkan paha mulusnya.

"K-ku mohon Bian! jangan lakukan itu!" ucap Aletta parau setelah Bian melepaskan tautan bibirnya.

Tubuhnya sudah tidak bisa memberontak, karena Bian menindihnya. Bian yang mengunci kedua tangannya.

"Kamu milik saya, Aletta!" sahut Bian dengan suara berat, menandakan dirinya tengah berusaha menahan sesuatu.

Cup..

Bian melumat bibir Aletta dengan kasar, tangannya tidak tinggal diam. Sibuk menjamah semua anggota tubuh Aletta, satu persatu pakaian yang menempel di badan Aletta dilepaskan. Bian semakin dikuasai nafsu ketika melihat tubuh Aletta yang tak tertutupi sehelai kain.

Sementara Aletta hanya bisa menangis dan memejamkan matanya, menahan suara desahan keluar dari mulutnya saat Bian mulai menciumi kedua gundukan miliknya.

"Aahhhh, Bian! ku mohon berhenti!" Desahan itu tiba tiba keluar dari mulut Aletta kembali.

Bian yang mendengar namanya disebut, gairahnya semakin besar. Perlahan ia membuka handuk yang ia kenakan, sekali tarik ia sudah tidak mengenakan sehelai pakaian pun. Keduanya sama-sama telanjang.

Aletta semakin menjerit dan menangis melihat milik Bian yang sangat besar, seumur hidup baru kali ini ia melakukan hal kotor seperti ini. Tenaganya sudah habis untuk memberontak.

Dengan mata sayunya, Bian kembali melumat bibir pink milik Aletta.

"Kamu hanya milikku Aletta!" ucap Bian lirih menatap kedua manik mata Aletta yang merah akibat mengeluarkan air mata terlalu banyak.

"J-jangan," sahut Aletta bergelinang air mata, merasa jijik pada dirinya sendiri. Karena Aletta belum sepenuhnya menerima Bian menjadi suaminya.

Bian yang dikuasai hawa nafsu, tidak lagi mendengarkan suara lembut dari Aletta. Tanpa berlama lama lagi, dia langsung menyatukan miliknya, pada milik Aletta.

"Arghhhhh!" Aletta berteriak kencang, merasakan ada yang sobek dalam kemaluanya. Air matanya tidak berhenti untuk keluar.

"S-sakit, berhenti!" parau Aletta.

Darah segar mengalir begitu saja dari milik Aletta, bahkan Bian sempat terbelalak saat melihatnya.

'Saya merenggut keprawanannya?' batin Bian tersenyum miring. Bian mulai bergerak maju mundur secara perlahan.

Walaupun perlahan Aletta tetap merasakan kesakitan, tangannya menjambak kuat rambut Bian melampiaskan rasa sakitnya. Sedangkan Bian yang merasakan jambakan di rambutnya, semakin menggairah.

Bian memilih membungkam mulut Aletta dengan bibirnya, juniornya masih setia maju mundur dibawah sana. Tangannya tidak tinggal diam, kembali menjamah semua anggota tubuh Aletta.

"Aaahhmmmm." Suara desahan lagi lagi keluar dari mulut Aletta, saat Bian mencapai titik kerotisnya.

'Maafkan aku Aldo,' batin Aletta merasakan sesak dalam dadanya.

Sampai beberapa saat kemudian, rasa sakit yang begitu hebat. Perlahan menjadi sebuah kenikmatan untuk keduanya, tangan Aletta yang menjambak rambut Bian mulai mengendor. Berganti memeluk leher Bian, terbawa suasana akan permainan Bian. Ditambah aroma tubuh suaminya yang mungkin akan menjadi candu baginya, membuat Aletta lupa akan segalanya.

Ruangan yang semula hening, kini dipenuhi suara suara desahan yang keluar dari mulut mereka berdua.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bahagiaku Bukan Denganmu
7.9
Pasca-perselisihan besar, Imron menceraikan Humaira demi meminang Laras yang dirasa lebih menarik. Namun, penyesalan segera tiba karena Laras tak becus mengurus rumah tangga dan menyimpan rahasia gelap yang membahayakan mereka. Saat tak sengaja berjumpa kembali dengan Humaira yang kini tampak jauh lebih menawan, hasrat Imron untuk rujuk pun berkobar. Akankah ia tetap terjebak dalam kepalsuan Laras, atau mampu merebut kembali hati mantan istrinya?
Sampul Novel Cinta Nekatnya, Kehidupan Hancurnya
9.5
Dua belas tahun lamanya aku mengabdi pada Davian Adhitama, sang pewaris takhta teknologi. Sejak umur enam belas, aku dijual demi mengobati kanker ibuku, lalu menjadi sekretaris sekaligus kekasihnya. Namun, kepulangan Kania, cinta masa kecil Davian, menghancurkan segalanya. Davian memilih menikahi Kania dan mendepakku begitu saja. Sebagai ganti atas seluruh masa muda yang telah kuhabiskan bersamanya, ia hanya menawarkan uang pesangon senilai miliaran rupiah.
Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Demi membalaskan dendam keluarganya, Kirei Nakamoto nekat menikahi River King Mountbatten, konglomerat yang mengalami kelumpuhan dan kebutaan. Sementara itu, River yang memendam trauma akibat pengkhianatan masa lalu juga sedang bersiap menghadapi ibu serta adik tirinya yang serakah. Hubungan yang semula terikat kesepakatan saling memanfaatkan ini perlahan berubah. Luka batin yang serupa justru menyatukan mereka dalam cinta. Mampukah Kirei menjadi pelabuhan terakhir bagi hati River?
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia, gadis tulus yang jenaka, menaruh hati pada Steven Grellyn. Sayangnya, pemuda sedingin es itu terus mengabaikannya. Walau kerap menghadapi penolakan, keuletan Relva lambat laun mengikis sikap kaku Steven yang semula enggan membuka diri. Perjalanan cinta mereka tidaklah mudah, melainkan sebuah perjuangan emosional yang sarat rintangan serta air mata. Demi masa depan bersama, keduanya harus meredam ego agar kehangatan kasih dapat mencairkan kebekuan hati dan mengubah takdir mereka.
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, terpikat oleh pesona Latifah Nur Aisyah, gadis muslimah sederhana dari desa. Walau awalnya tidak mendapat respons, kegigihan Alan berhasil memikat hati Latifah. Mereka pun hanyut dalam asmara remaja yang menggebu, hingga mengabaikan perbedaan keyakinan di antara mereka. Kini, jurang perbedaan agama itu menjadi penghalang besar yang nyata. Sanggupkah mereka bertahan ketika cinta telah membutakan segalanya?
Sampul Novel Kobaran Masa Lalu
7.8
Kehadiran wanita asing merusak rumah tangga sang protagonis dalam novel Kobaran Masa Lalu. Suami dan putranya justru membela wanita manipulatif itu hingga memicu perceraian. Di hari perpisahan, sang istri dikunci di kamar yang sengaja diledakkan dengan tabung gas. Tragisnya, sang suami yang bekerja sebagai pemadam kebakaran memilih menyelamatkan wanita lain karena mengira istrinya telah tewas. Ketika mereka bertemu kembali, tuduhan kejam justru kembali dilayangkan kepadanya.