APKDock Logo
Sampul Novel I Hate You With Love

I Hate You With Love

9.7 / 10.0
Tepat di hari pernikahan, Aldo menghilang dan membuat dunia Aletta hancur. Demi menjaga nama baik keluarga, ia terpaksa menikah dengan Bian Dirgantara. Alih-alih bahagia, hidup Aletta justru dilingkupi penderitaan karena sikap kasar dan semena-mena dari suaminya. Kepedihan itu kian memuncak saat sebuah rahasia besar yang disimpan rapat oleh Bian akhirnya terkuak. Akankah kebenaran ini menghancurkan pernikahan mereka, atau justru memunculkan maaf di tengah dendam?

I Hate You With Love Bab 1

Hari yang sudah lama Aletta tunggu akhirnya tiba. Ini adalah hari spesial, hari yang ikut menjadi saksi bagaimana terukirnya kenangan manis dalam hubungannya dan Aldo. Aletta menatap pantulan dirinya di cermin, tersenyum menatap dirinya sendiri yang terlihat sangat berseri-seri. Wajah yang cantik dengan riasan elegan membuat Aletta semakin memesona, hari ini Aletta akan menikah dengan Aldo sang kekasih. Membayangkannya saja Aletta sudah merasa bahagia.

"Aletta."

Lamunan Aletta seketika terbuyar saat merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya dengan lembut. Dari pantulan cermin terlihat jelas Monica-ibunya sedang berdiri di belakangnya. Aletta tersenyum, dia memutar badannya menghadap sang ibu yang kini tersenyum padanya.

"Kamu terlihat bahagia sekali, Aletta."

Aletta hanya terkekeh menanggapinya, kemudian dia memeluk ibunya dengan sayang. "Aku sayang banget sama bunda."

"Bunda juga sayang sama kamu." Monica membelai lembut pucuk kepala Aletta.

"Ayo kita turun, semuanya sudah menunggu kamu," ucap Monica mengajak Aletta untuk turun.

Aletta pun menganggukkan kepalanya, sekali lagi dia menatap dirinya di cermin. Senyuman lebar terukir sempurna di wajah Aletta, balutan make up dengan gaun putih mewah melekat sempurna ditubuhnya. Dia sudah seperti bidadari yang baru turun dari surga.

Saat keduanya hendak turun ke aula acara, tiba tiba saja kedua orang tua Aldo masuk ke kamar. Aletta mengerutkan kening ketika melihat raut muka calon mertuannya, bukan senyum kebahagiaan yang mereka tampakkan. Melainkan terlihat seperti seseorang yang sedang cemas. Sontak Aletta langsung berdiri menghampiri Hendrik dan Ayundia, disusul Monica dari belakang.

"Tante, om. Ada apa? Kenapa raut muka kalian terlihat gelisah?" tanya Aletta to the poin.

Mata Ayundia mulai berkaca-kaca, tangannya membelai lembut pucuk kepala Aletta dengan sayang. Dia menghela napasnya dalam, sebelum membuka suaranya. "Aletta, Aldo belum dateng," ucapnya menatap kedua manik mata Aletta lekat.

Aletta semakin mengrenyitkan keningnya, dia tidak mengerti dengan maksud perkataan Ayundia. "Apa maksud, tante? Pasti Aldo sebentar lagi datang, kita tunggu saja ya," sahut Aletta sambil tersenyum simpul.

"Kita tidak tau Aldo akan datang atau tidak." Tiba tiba saja Hendrik membuka suaranya.

"Maksudnya apa?" timpal Monica.

"Aldo menghilang, tidak ada kabar, bahkan semuannya sudah mencari tapi tetap saja tidak ditemukan," sahut Adnan yang tiba tiba muncul dari ambang pintu.

Aletta mematung ditempatnya, perlahan cairan bening dimatanya turun tanpa izin. Dadanya terasa sesak seperti terhimpit ribuan besi, Aletta menggelengkan kepalanya. Dia tidak bisa mempercayai perkataan ayahnya begitu saja, Aletta berlari menuju meja rias untuk mengambil benda pipih disana. Tangannya sibuk mencari nomor Aldo dan menghubunginnya, berulang kali dia menelpon Aldo tetapi sama saja tidak ada jawaban.

Aletta membanting ponsel di tangannya, rasa kesal, kecewa dan sedih bercampur menjadi satu. "Aldo kamu kemana?" gumam Aletta dengan bahu bergetar.

"Aletta." Monica menghampiri sang anak dan memeluknya dengan erat.

Aletta mendongak menatap Monica, matanya sudah sembab dan hidungnya merah karena menangis. "Bunda, apa pernikahanku akan batal?" Dengan isakan tangisnya Aletta bertanya.

"Tidak sa-"

"Pernikahan harus di lanjutkan," potong Hendrik menyela perkataan Monica.

Semua orang yang ada disana serempak menatap Hendrik, terutama Aletta yang tampak bingung dengan jawaban Hendrik. Dia menghapus air matannya kasar, hatinnya sudah seperti dipermainkan disini.

"Maksudnya apa? Aldo tidak ada kabar dan itu artinya pernikahannya batal kan?"

"Kami tidak mau menanggung malu dengan membatalkan acara penting ini, diluar banyak tamu yang sudah datang," jawab Hendrik dengan raut muka serius.

"Apa yang kamu maksud, Hendrik? Siapa yang akan menggantikan Aldo?" Adnan yang sembari tadi diam, kini mulai angkat suara.

Ceklek..

Seseorang masuk kedalam ruangan itu bersamaan dengan pertanyaan Adnan, dan saat itu pula Hendrik menunjuk orang itu. "Bian yang akan menggantikan Aldo," ucapnya dengan tegas.

Bian yang baru saja masuk terlihat menggeram marah menatap ayahnnya, apa ini? dia baru saja dipanggil kesana dan langsung ditunjuk untuk menggantikan adiknya? Sungguh itu hal yang konyol.

"Papa! Apa maksudnya ini? Kenapa harus aku?" tolaknya membuang muka.

"Kamu harus mau Bian, jika tidak kamu akan kehilangan perusahaanmu itu!" ancam Hendrik.

Bian berdecak kesal, Ancaman dari ayahnya membuat dia tidak bisa berkutik lagi. Perusahaannya adalah hal yang penting bagi Bian, terlebih Bian sendiri yang mengembangkan perusahaan itu dari awal. Tangan Bian mengepal, tatapannya tertuju pada wanita cantik dengan gaun putih disana. Dia menatap Aletta dengan tatapan tajam.

"Terserah!" sarkasnya singkat, lalu memilih pergi dari ruangan itu. Sebelum Bian benar benar pergi, dia sempat tersenyum miring membelakangi mereka semua.

***

Beberapa menit setelah diskusi antar keluarga, akhirnya pernikahan tetap dilanjutkan. Walaupun awalnya Aletta juga menolak jika harus menikah dengan Bian, namun karena bujukan dari kedua orang tuannya akhirnya Aletta memutuskan untuk mengikuti semua perkataan mereka.

Sangat berat bagi Aletta menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dia cintai, tidak ada yang mengerti dengan perasaannya kala itu. Hati Aletta seolah menjadi mainan bagi mereka, dia sangat kecewa dengan Aldo yang tiba tiba menghilang entah kemana.

"Aletta sayang, sekarang kamu sudah resmi menjadi istri Bian," ucap Monica sang ibu sambil memeluknya dengan erat.

Setelah prosesi pernikahan sudah selesai, Aletta justru menangis dalam pelukan ibunya. Mungkin orang lain pikir Aletta menangis karena bahagia, tetapi kenyataannya justru dia menangis karena kesedihan. Pernikahan yang seharusnnya menjadikan sebuah kebahagiaan, justru dalam pernikahannya hanya ada air mata kesedihan.

"Bunda! Apa pernikahanku akan baik-baik saja nanti? Tidak ada cinta diantara aku dan Bian," tanya Aletta dengan bahu bergetar, isakan tangis kembali terdengar.

Monica menangkup kedua pipi Aletta, mengecup kening putrinya dengan sayang. "Kalian akan baik-baik saja, bunda yakin Bian anak yang baik. Dia kan kakak Aldo, dan kamu juga kenal kan sama dia," jawabnnya tersenyum simpul.

Bian mendengus kesal, karena sudah muak dengan tangisan wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya.

"Bunda, boleh saya bicara sebentar dengan Aletta?" tanya Bian sopan dengan senyuman manis di wajahnya.

"Boleh, kalian ngobrol saja dulu ya. Aku mau menemui para tamu dulu, titip Aletta ya Bian," jawab Monica menepuk bahu Bian sebelum pergi dari sana.

Setelah Monica pergi, Bian menyeret Aletta dengan kasar. "Ikut saya!" sentaknnya menarik pergelangan tangan Aletta.

Aletta memberontak tidak terima dengan perlakuan Bian, berusaha melepaskan cengkeram tangan Bian. "Lepaskan aku! Kamu itu kenapa sih!" ucapnya kesal.

Bian berhenti setelah membawa Aletta menjauh dari keluarganya, melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar.

"Berhentilah menangisi Aldo, kamu menangis sampai berhari hari pun tidak akan membuat Aldo kembali," ucap Bian berbalik membelakangi Aletta, menyunggingkan senyuman miring di wajahnnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi I Hate You With Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando memendam obsesi kelam pada Laily, adik tirinya yang santun. Suatu malam, ia nekat mencoba melecehkan Laily saat gadis itu hendak beribadah. Beruntung, Abdi yang sedang mabuk datang menolong. Namun nasib malang menimpa Abdi ketika ia justru difitnah sebagai pelaku asusila tersebut. Akibat salah paham yang berkembang, Abdi pun terpaksa menikahi Laily demi bertanggung jawab atas tuduhan keji yang menjerat dirinya.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Suasana khidmat menyelimuti Puncak Lundao di Pulau Sepuluh Ribu Binatang saat puluhan ribu anak belia berkumpul. Para murid baru yang baru mendeteksi akar spiritual ini menyimak dengan saksama petuah tetua berjubah hijau. Sang tetua mengisahkan awal mula sekte yang dirintis oleh Wan Beast Immortal Li. Tokoh legendaris itu awalnya hanya kultivator biasa asal Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya berhasil meraih keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan