APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hijaunya Rumput Tetangga

Hijaunya Rumput Tetangga

Fian selalu menjadi suami yang setia dan sempurna, tetapi rumah tangganya mendadak hancur ketika Anti, sang istri, menuntut perceraian. Anti merasa bosan dengan sikap Fian yang dinilai kurang romantis walau sangat baik hati. Keinginan Anti untuk berpisah kian bulat setelah ia berjumpa lagi dengan mantan pacarnya yang berkarakter sangat berbeda dari Fian. Kini, pernikahan mereka pun terancam kandas akibat kehadiran sosok dari masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bang, adek minta cerai," lirih Anti dengan suara tertahan dan wajah ditekuk.

Fian, sang suami yang sedang menyantap makanan, menghentikan kunyahannya. Ditajamkan pendengarannya untuk memastikan apa yang didengar tidak salah. Mungkin saja Anti minta diambilkan selai yang ada di atas meja makan dekat tempat sendok.

"Minta apa, Dek?" tanyanya pelan sambil tangannya menyuap kembali makanan ke mulut.

"Adek minta cerai. Udah jelas belum?" sungut Anti kembali seraya mengambil kursi dan duduk berhadap-hadapan.

"Ngomong apa kau, Dek? Gak salah dengar abang?" jawab Fian terperangah.

"Gak salah! Adek minta cerai!" jawab anti setengah berteriak.

"Apa-apaan sih, Dek. Ngaco pagi-pagi. Gak ada angin gak ada ribut tiba-tiba minta cerai. Emangnya cerai itu main-main? Jangan becanda, Dek."

"Gak salah, Bang. Adek minta cerai! Cerai, pisah," ulang Anti, lagi.

"Alasannya apa? Coba jelasin!" Fian menjawab dan menatap lekat wajah Anti. Ia terlihat mulai gusar. Ternyata Anti serius, ini aneh.

"Abang gak romantis, jarang peluk-peluk, suka lupa hari-hari penting, gak pernah ngasih hadiah. Banyak lagi sebabnya!"

"Haah!"

Fian menatap istrinya dengan mata membulat. Sendok berisi nasi yang sudah hampir masuk ke mulutnya, diturunkan kembali lalu ia menelisik wajah istrinya dengan mimik serius.

"Jadi cuma gara-gara semua itu minta cerai?"

"I-iya."

"Gara-gara alasan itu adek minta cerai? Coba pikir baik-baik, apa abang pernah gak setia, pernah marah-marah, pernah gak kasi napkah? Pikir baik-baik, Dek!" Fian berdiri dengan gusar.

Anti tampak terdiam. Semoga dia paham, pikir Fian. Aneh juga, Anti yang biasanya penurut, pendiam, tiba-tiba jadi seperti kesambet jin. Ada apa?

Ternyata diamnya cuma sebentar, tiba-tiba Anti meraung sesenggukan. Fian semakin bingung, gegas ia memeluk wanita satu-satunya yang pernah singgah di hatinya itu. Ia berusaha menenangkan sang istri yang terus meronta di pelukannya.

"Abang gak romantis! Gak seperti Bandi, tuh suami Mba Dira. Sayang banget sama Mba Dira. Raungan Anti semakin menjadi. Airmata tumpah ruah membasahi pipi mulusnya. Sakit rasanya hati Fian melihat luka di wajah cantik sang istri. Ia merasa gagal sebagai suami tak bisa membahagiakan Anti. Apalagi ini adalah tangisan pertama yang dilihatnya selama menikahi wanita itu. Membuat Fian semakin merasa bersalah.

Dira yang dimaksud Anti adalah tetangga depan rumahnya.

Setiap hari, Anti sering mengintip keseharian pasangan itu. Apa yang dilihatnya, kerap menimbulkan perasaan gundah. Kala berangkat kerja, sebelum masuk ke mobil, Bandi selalu memeluk Dira. Dira pun tersenyum bahagia melepas keberangkatan suaminya. Begitupun ketika pulang kerja, hal pertama yang dilakukan Bandi ketika turun dari mobil adalah mencium kening atau memeluk Dira.

Kurang apa coba pasangan itu?

Pemandangan itu seperti racun dalam dosis kecil yang terus berulang merasuki hati Anti yang semakin hari semakin menyakitinya. Bahagianya Dira bersuamikan Bandi, pikirnya.

Seandainya Fian melakukan hal yang sama, minimal mendekati juga lumayan. Nyatanya?

Anti pun tak pernah meluputkan membaca status WA Dira yang berisi kata-kata pujian buat suaminya. Bagaimana tidak iri?

"Terima kasih, Sayang. Surprise nya." Tulis Dira pada sebuah gambar cincin yang indah. Sesak dada Anti, ia tidak iri dengan cincinnya tapi soal perhatian Bandi ke Dira. Itu saja.

Di lain waktu, status Dira tak kalah dahsyatnya.

"Suami terbaik." Pada sebuah gambar yang nampaknya pesta ulang tahun mewah Dira, dikelilingi para sahabat.

Dan paling menyesakkan Anti, ketika Dira memposting liburannya di Bali, momen ulang tahun pernikahan keduanya. Dira tampak sangat bahagia, padahal pernikahan mereka sudah berjalan sepuluh tahun, tapi Bandi memperlakukannya bak pengantin baru.

Sedangkan dirinya?

Dalam diamnya, Anti terus membandingkan semua perlakuan yang diterima Dira dari suaminya.

Sesekali mereka berempat pergi makan bersama, lagi-lagi Anti harus menahan hati menyaksikan kemesraan keduanya. Bandi sangat memanjakan Dira, menarikkan kursi buat istrinya duduk, membukakan pintu mobil, mengambilkan tissue dan hal-hal kecil yang terlihat sepele tapi sukses membuat Anti semakin iri.

Sementara Anti, jangankan ulang tahunnya, ulang tahun pernikahan saja Fian lupa. Jangan-jangan tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan pun Fian lupa. Tidak ada sikap mesra yang sangat didambakan Anti diberikan suaminya itu. Fian memang tampan tapi tampan saja tidak cukup, Anti perlu dimanja.

Bukankah itu hal gampang? Lihat saja Bandi. Secara ekonomi pun kehidupan mereka tak jauh berbeda, artinya Fian pun bisa memanjakan Anti.

Anti merasa dirinya bukan istri yang beruntung. Hal itu membuatnya nekat menumpahkan isi hatinya pagi ini. Anti tak merasa punya pilihan lain yang lebih baik selain perceraian.

"Maafkan abang, Dek. Abang terlalu fokus sama kerjaan, jadi kadang lupa untuk hal-hal seperti itu. Lagipula kita kan sudah menikah belasan tahun, abang pikir udah rutinitas seperti ini. Kenapa kamu jadi seperti anak kecil gitu?"

"Pokoknya adek minta cerai!"

"Pikirin lagi, Dek. Anak-anak bagaimana? Abang janji berubah lebih sayang sama adek. Lebih perhatian, lebih banyak waktu sama-sama. Please, jangan ngomong cerai." Fian mencoba menarik tangan Anti, ingin menggenggamnya tapi dihentakkan hingga terlepas.

Anti berlari ke kamar dan membanting pintunya, meninggalkan Fian yang melongo. Mimpi apa dia semalam, masih pagi harus menghadapi ujian seberat ini. Fian memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini agar bisa menenangkan diri sekaligus Anti.

Ah, Anti. Andai kau tau yang sebenarnya. Siapa si Bandi yang dianggapnya sosok suami hebat itu? Mungkin akan menyesali permintaan yang barusan kau utarakan itu.

Fian memang mengenal Bandi dengan baik. Mereka rekan satu kantor, bukan hanya itu, mereka juga teman sejak SMA. Karena kedekatan keduanya, mereka pun membeli rumah di komplek perumahan yang sama.

Apakah benar Bandi sesempurna pria di mata Anti?

"Hufh, andai kau tahu, Dek. Kau jauh lebih beruntung dibanding Dira."

***

"Fian, jangan sampai ketahuan, Ya."

"Sampai kapan lu gini, Ban. Kasian Dira. Suatu hari kau akan menuai masalah besar."

"Yang namanya perselingkuhan itu gak akan jadi masalah kalau gak ketahuan. Nah jangan sampai ketahuan Dira supaya gak jadi masalah. Dan yang tau soal ini cuma lu. Jadi bantu simpan rahasia ini, oke."

"Sial, lu."

"Yang penting tanggung jawab kita sebagai suami tetap dilakukan, limpahi dia dengan perhatian supaya gak merasa kekurangan. Aman kita. Lu terlalu setia sih jadi gak bakalan paham biar ku jelasin pun," celoteh Bandi seraya menyukai rambut berkali-kali.

Jam kantor usai.

Linda, wanita lain di hati Bandi sejak dua tahun terakhir, sudah menunggu di parkiran. Ia menyambut Bandi yang kemudian menggandengnya mesra. Keduanya masuk ke mobil, melaju menuju apartemen Linda. Rutinitas yang dilakukan Bandi senin-jumat, sebelum pulang telat ke rumah, dengan alasan macet atau makan dulu bersama Fian.

Jangan tertipu rumput tetangga, ia tak selalu hijau dan indah, sehijau yang terlihat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu
8.3
Hubungan harmonis Maya dan Dito mendadak goyah setelah kehadiran Rian sebagai tetangga baru. Keakraban yang terjalin antara Maya dan Rian memicu kecurigaan besar pada diri Dito, hingga memicu pertengkaran hebat. Di tengah jeratan rasa bersalah dan benih cinta baru, Maya memilih menyudahi hubungannya dengan Dito demi bersatu dengan Rian. Sayangnya, keputusan ini berujung pada stigma negatif dari lingkungan sosial. Kini, mereka harus menanggung beban moral demi mempertahankan cinta penuh dilema ini.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO MESUM
9.8
Lewat aplikasi kencan, CEO Tokopedio bernama Jeff Sebastian terpikat oleh sosok Sarah. Di sana, Sarah mengaku sebagai lulusan Harvard dan pengusaha restoran. Namun, ia mendadak hilang tanpa jejak setelah memutuskan kontak. Rupanya, ia hanyalah Viola, seorang supervisor marketing biasa yang merasa minder dengan status sosial Jeff yang seorang miliarder. Meski Viola bersembunyi karena merasa tidak pantas, Jeff sebenarnya sudah tahu rahasia itu dan tetap berjuang mengejarnya.
Sampul Novel HATE BEING A RICHMAN
8.3
Tsabit, yatim piatu sukses yang rendah hati di Woodela, harus menghadapi kenyataan pahit saat rahasia kelam orang tuanya terungkap. Dunianya hancur ketika mengetahui bahwa Shakeela, wanita yang ia cintai, ternyata adalah saudara kandungnya sendiri. Hubungan terlarang ini membuat Tsabit membenci kekayaannya dan menyesali takdir pertemuan mereka. Meski dosa masa lalu memisahkan keduanya, ikatan tulus yang telah terjalin membuat mereka sangat sulit untuk saling melepaskan.
Sampul Novel Pemuas Nafsu Sang Casanova
8.6
Nasib malang menimpa Aletta Casandra. Gadis berparas menawan ini dijadikan alat bayar utang oleh pamannya sendiri. Kebebasannya direnggut paksa ketika ia diserahkan kepada Leonardo Pradungganegara. Leonardo adalah konglomerat muda yang sangat kejam dan berkuasa. Kini, kehidupan masa muda Aletta hancur sepenuhnya. Ia terjebak dalam lingkaran hitam, dipaksa menjadi pemuas hasrat bagi pria berdarah ningrat tersebut tanpa bisa melarikan diri.
Sampul Novel Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan
8.1
Rumah tangga Ehsan dan Lania retak setelah Lania berkhianat. Konflik kian panas karena ibu Ehsan terus menyudutkan Lania yang dinilai tidak bisa memberi keturunan. Saat mencoba bertahan, ujian baru datang menghampiri mereka. Ehsan kini didekati oleh tiga wanita sekaligus, sementara Lania justru kedapatan sedang berduaan dengan lelaki berharta di sebuah vila mewah. Sanggupkah pernikahan mereka diselamatkan dari badai ini?
Sampul Novel Terima Kasih, Mantan!
7.9
Di hari pernikahan mereka, Josua justru mengabaikan jas pengantinnya demi mendampingi cinta pertamanya, Hani, yang sedang hilang ingatan. Neti diminta mengalah dan menyembunyikan status mereka agar tidak merusak ingatan Hani. Kecewa dengan sikap egois calon suaminya, Neti diam-diam mengambil keputusan mengejutkan dengan menikahi pengiring pria yang sebenarnya. Ketika Josua akhirnya menyadari bahwa pernikahan palsu yang dia kira hanya akting telah menjadi kenyataan, Neti sudah menjalani hidup baru dan mengandung anak dari pria lain.