APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel HATRED

HATRED

Akibat fitnah keji merekayasa video, seorang pemuda diusir dari rumah karena dituduh mencelakai dua saudaranya. Rasa kecewa mendalam ia rasakan lantaran keluarganya sendiri lebih memilih memercayai bukti palsu tersebut dibanding kata-katanya. Di tengah luka batin akibat dikhianati orang terdekat, ia terpaksa memulai lembaran baru di dunia luar. Mampukah ia bertahan dalam pengasingan ini? Akankah penyesalan kelak menghampiri keluarga yang mendepaknya? Ikuti kisah perjuangan sarat dendam ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

[SHOOWROOM]

Kini Dylan, Axel dan Jerry sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Mereka tengah menjelaskan tentang Shoowroom mereka pada dua orang asisten utusan dari dua perusahaan besar. Dylan memperlihatkan beberapa mobil yang sedang dalam pengerjaan. Jerry menunjukkan beberapa mobil yang sudah selesai dalam pengerjaan dan Axel menunjukkan mobil siap diuji coba. Kedua asisten tersebut tersenyum puas melihat hasil kerja dari Axel, Jerry dan Dylan.

"Wah. Benar-benar keren. Saya sangat suka hasilnya," ucap asisten perusahaan JM Company

"Benar-benar mobil berkelas," ucap asisten perusahaan DR' Corp

"Terima kasih, tuan!" jawab Dylan, Jerry dan Axel

"Maaf aku terlambat!" seru Darren yang baru datang ke Shoowroom miliknya

Kedua asisten Perusahaan tersebut beserta Axel, Jerry dan Dylan melihat kearah Darren. "Nah, kebetulan pemilik Shoowroom telah datang," ucap Dylan

"Jadi anda pemilik Shoowroom ini?" Tanya asisten perusahaan DR'Corp

"Ya. Saya pemilik Shoowroom ini. Nama saya Darren." Darren menjawab sembari berjabat tangan dengan kedua asisten perusahaan tersebut

"Tunggu dulu. Sepertinya nama anda tidak asing bagi saya," sela asisten perusahaan JM Company.

Pria itu berpikir sejenak, lalu dirinya pun mengingatnya. "Kau putra ketujuh dari tuan Erland Faith Smith kan? Wah, saya tidak menyangka ternyata anda benar-benar hebat. Anda memiliki Shoowroom sebesar dan semewah ini. Tuan Erland pasti bangga pada anda!"

"Maaf tuan. Sepertinya anda salah orang. Saya tidak mengenal dengan orang yang bernama Erland Faith Smith. Nama saya Darrendra dan tidak memiliki marga apapun dibelakang nama saya. Saya didunia ini hanya hidup sebatang kara." Darren berbicara dengan wajah datarnya

"Oh. Maafkan saya," jawab pria tersebut

"Oke. Tidak apa-apa. Bisa kita lanjutkan?" ucap Jungkook

"Begini, tuan Darren. Setelah ketiga rekan-rekan anda ini menjelaskan semuanya dan sudah memperlihatkan pada kami. Kami benar-benar tertarik untuk memesan beberapa mobil baru pada anda."

"Apa kami boleh melihat contoh rancangan mobilnya?"

"Tentu." Darren langsung menunjukkan beberapa rancangannya pada dua asisten perusahaan tersebut

Kedua asisten perusahaan itu menatap takjub hasil rancangan yang dibuat oleh Darren.

"Semua rancangan mobil yang anda buat benar-benar bagus," puji asisten perusahaan JM Company

"Anda benar sekali, tuan. Baru melihat gambarnya saja kita sudah kagum seperti ini. Apalagi kalau mobilnya sudah jadi. Mungkin kita akan dua kali lipat mengaguminya," sela asisten perusahaan DR'Corp

"Anda bisa saja." Darren sedikit malu menerima pujian dari dua asisten tersebut.

Axel, Jerry dan Dylan tersenyum gemas melihat wajah malu Darren saat dipuji

"Oke. Saya barusan mendapatkan balasan WA dari Direktur JM. Beliau mau keempat mobil ini dengan warna sama yaitu biru."

"Baiklah," jawab Darren

"Dan saya juga dapat balasan WA dari Direktur DR, beliau juga mau keempat rancangan mobil itu dengan warna kuning."

"Baiklah."

"Kalau begitu kami permisi dulu. Senang bekerja sama dengan anda."

"Terima kasih."

Kedua asisten tersebut pergi meninggalkan Shoowroom milik Darren. Dan kini tinggallah Darren dan ketiga sahabat-sahabatnya.

"Kalian sudah makan?" tanya Darren

"Eem, Belum. Saat kami ingin pergi makan. Dua asisten perusahaan itu datang. Dan akhirnya kami menunda acara makan kami," jawab Dylan

"Kalian delivery sekarang. Biar aku yang bayar," ucap Darren

"Benaran, Ren?" tanya Jerry, Axel dan Dylan

"Eem," jawab Darren

"Yeeaayy. Makan gratis kita!" teriak mereka

"Dasar norak," ejek Darren

"Ini." Darren memberikan lima belas lembar uang seratusan pada Jerry. "Kalau gitu aku balik ya. Oh iya. Jam 5 sore Shoowroom harus tutup. Selesai gak nya pekerjaan kalian, besok dilanjutkan. Gak ada istilah lembur," ujar Darren

"Siap, Bos!" seru Jerry, Dylan dan Axel

"Aish." Mereka hanya cengengesan

"Bye." Darren pun pergi meninggalkan Shoowroom nya

***

[DI JALANAN]

Darren saat ini sedang dijalan menuju pulang ke rumah miliknya dengan menggunakan motor lykan Hypersport miliknya.

Saat di perjalanan Darren tak sengaja melihat sosok orang yang sangat dirindukan dan juga dibencinya. Bahkan rasa bencinya lebih besar dibandingkan rasa rindunya.

Darren melihat sosok itu sedang bertarung dengan lima preman yang tubuh preman-preman itu lumayan besar. Sosok itu adalah Davin Smith, kakak sulungnya.

Darren keluar dari dalam mobilnya, lalu dirinya bersandar di mobil miliknya itu  tanpa ada niat untuk menolong kakaknya tersebut. Sepertinya Darren sangat menikmati pertarungan tidak seimbang itu.

BUGH BUGH

DUAGH

DUAGH

BUGH BUGH

BUGH DUAGH

Davin berhasil membuat dua dari lima preman itu tersungkur. Dan tak sadarkan diri.

"Siapa kalian? Aku tidak punya urusan dengan kalian. Lebih baik kalian pergi dari sini!" bentak Davin

"Serang!" ketiga preman itu balik menyerang Davin

"Aish," kesal Davin

BUGH BUGH

DUAGH

"Aakkkhhh."

Dua preman itu berhasil memberikan dua pukulan dan juga tendangan pada Davin, sehingga membuat tubuh Davin terhuyung ke belakang. Disaat Davin kesakitan sembari memegang perutnya, ketiga preman itu langsung memberikan tendangan kuat padanya.

DUAGH DUAGH

DUAGH

"Aaaakkkkhhhhhh.." tubuh Davin tersungkur di tanah.

Davin berusaha untuk bangkit, namun sekujur tubuh terasa sakit dan ngilu. Bahkan untuk berdiri saja sudah tidak sanggup. Tapi Davin harus kuat karena dirinya tidak ingin mati sia-sia di tangan preman-preman itu. Ditambah lagi dirinya belum berdamai dengan adik kelincinya itu.

Disaat Davin ingin berdiri, matanya tak sengaja menangkap sosok yang sangat dirindukannya. Sosok yang dilihatnya itu sedang berdiri bersandar di mobil yang juga sedang melihat kearahnya.

"Da-dareennn," lirih Davin

Davin kembali fokus pada tiga preman tersebut. "Kalian beraninya main keroyokan. Dasar banci!" teriak Davin

"Brengsek! Bunuh dia!"

Mereka kembali menyerang Davin. Sedangkan Darren masih menikmati menyaksikan pertarungan tersebut.

BUGH BUGH

BUGH!! BUGH

DUAGH BUGH

BUGH DUAGH

Davin beberapa kali terkena pukulan dan tendangan. Begitu juga dengan tiga preman itu. Mereka sama-sama kesakitan.

"Darren. Apakah kau hanya berdiri disitu saja tanpa ada niat ingin menolong kakak? Segitu besarkah kebencianmu pada kakak?" batin Davin dan air matanya mengalir membasahi pipinya

DUAGH

DUAGH

"Aaakkkkhhhhhh!" teriak Davin dan tubuh terlempar kuat ke tanah

Dua tendangan mengenai perut Davin saat Davin tengah melihat kearah Darren, adiknya.

"Sekarang pergilah kau keneraka," ucap salah satu preman tersebut dengan mengeluarkan pisau

"Da-dareenn. Jika dengan kematian kakak bisa membuatmu memaafkan kesalahan kakak enam bulan yang lalu. Kakak ikhlas, Ren!" lirih Davin yang kini menatap sendu Darren yang masih berdiri di tempatnya.

Preman itu berjalan mendekati Davin dengan pisau di tangannya. Saat preman itu ingin menancapkan pisau tersebut, seseorang melempari batu kecil dan mengenai tangannya

"Aakkkhhh! Brengsek. Siapa yang berani mengganggu pekerjaanku?!" teriak preman itu

"Wooi. Aku disini!" teriak Darren.

Ketiga preman itu mengalihkan pandangan mereka melihat kearah Darren.

"Brengsek. Siapa kau?"

"Eem. Aku?" tanya Darren sembari menunjuk kearah dirinya sendiri

"Ya, kau brengsek. Siapa lagi."

"Ooh, aku.. aku... siapa ya. Aku lupa namaku." Darren sengaja mempermainkan ketiga preman itu.

Davin tersenyum melihat tingkah adiknya yang saat ini menghadapi para preman itu. Davin sangat tahu watak adik bungsunya itu setiap kali berurusan dengan musuh. Adiknya itu selalu punya cara untuk membuat musuh-musuhnya kesal setengah mati padanya. Kini Davin berusaha untuk duduk, walau seluruh badannya terasa sakit.

"Brengsek. Bocah sialan. Lebih baik kau pergi dari sini dan jangan ganggu kami!"

"Waw.. Waw! Enak saja main ngusir-ngusir. Emangnya tempat ini, tempat emak bapak lo lo pada, hah!" jawab Darren

"Bajingan. Serang!"

"Tunggu dulu." Darren menghentikan tiga preman tersebut yang mulai menyerangnya. "Kalian tidak lihat mobilku. Ini mobil Lykan Hypersport yang paling mahal yang aku punya. Kalau kalian merusaknya, apa kalian punya uang untuk mengganti kerusakannya, hah!"

"Banyak bacot lo bocah sialan." salah satu preman itu langsung melayangkan pukulan pada Darren dan Darren dengan lihainya berhasil menghindarinya, lalu dengan gerakan cepat Darren memberikan tendangan tepat dikemaluan preman itu.

DUAGH!!

"Aaakkkkhhhhh!" Preman itu berteriak dan melompat-lompat sambil memegang kemaluannya.

Dua preman lainnya saat melihat temannya kesakitan, mereka pun membalasnya.

"Bajingan sialan! Rasakan ini."

Mereka menyerang Darren secara bersamaan. Ketika mereka berdua hendak menyerang Darren, lagi-lagi Darren berhasil menggagalkannya.

"Waah!  Wanita itu benar-benar cantik dan seksi. Tubuhnya.. eeemm.. waaw.. benar-benar montok dan bahenol!" seru Darren dengan ekspresi wajah yang begitu menikmati pemandangan tersebut.

Dan tanpa pikir panjang lagi, dua preman tersebut langsung mengalihkan pandangan mereka melihat arah pandangan mata Darren.

BUGH

"Aaakkkkhhhhhhh!" teriak kencang mereka berdua

Darren memegang kepala kedua preman itu, lalu membenturkannya dengan keras, sehingga membuat dua preman itu berteriak kesakitan, lalu Darren memberikan masing-masing tendangan pada keduanya.

DUAGH DUAGH

BRUUKK

BRUUKK

Keduanya terkapar tak sadarkan diri, lalu Darren melihat satu preman yang masih kesakitan memegang kemaluannya. "Wooi! Lihat teman-teman lo. Mereka sudah terkapar. Tinggal lo sendirian. Dan sebentar lagi polisi datang. Apa mau dilanjutkan, hah!" teriak Darren

Lalu terdengar suara sirine polisi. "Yah, terlambat dech. Polisi sudah datang tuh," ejek Darren.

Setelah mengatakan hal itu, Darren langsung pergi begitu saja.

Dan saat pria itu ingin berlari, polisi sudah terlebih dahulu menangkapnya. "Mau kabur kemana, hah? Ayo, ikut!" Polisi itu menarik paksa pria tersebut dan polisi yang lainnya membawa keempat preman yang lainnya.

"Anda tidak apa-apa?" tanya seorang polisi pada Davin

"Saya tidak apa-apa," jawab Davin

"Mari saya antar anda pulang. Sepertinya anda tidak akan bisa membawa mobil sendiri dalam keadaan anda seperti ini," Kata Polisi itu

"Lalu mobil saya bagaimana?"

"Anak buah saya yang akan membawanya."

"Baiklah. Terima kasih."

Polisi itu pun membantu Davin berdiri. "Apa yang anda cari?" tanya polisi itu saat melihat Davin sedang mencari keberadaan Darren, adiknya.

"Apakah kalian melihat adik saya?" tanya Davin

"Adik? Maksud anda pemuda yang berpakaian kemeja putih dan mobilnya berwarna hitam itu!"

"Iya."

"Dia sudah pergi ketika kami datang." Pimpinan polisi itu menjawab. Davin mengangguk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif
9.6
Tujuh tahun lalu, Farel Zay Amanta menghilang tiba-tiba dari kehidupan Refa Aletta Zafana tanpa penjelasan, meninggalkan kepedihan yang mendalam. Kini, Farel mendadak muncul kembali dengan sikap protektif yang sangat posesif. Mengabaikan misteri masa lalu mereka yang belum terselesaikan, sejak pertemuan pertama setelah sekian lama berpisah, Farel langsung menuntut dengan tegas agar Refa bersedia menikahinya saat itu juga.
Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon
8.3
Demi berbakti sebagai istri, Atira rela melepaskan impian kariernya. Namun, pengorbanan tersebut dibalas kejam saat suaminya menjatuhkan talak tiga hanya lewat telepon. Tanpa nafkah, ia harus menghadapi cobaan berat lainnya: sang ibu mertua jatuh koma dan putra sulungnya diculik orang tak dikenal. Terpuruk di titik terendah hidupnya, mampukah Atira bangkit dari kehancuran demi membuktikan kekuatannya kepada dunia? Ikuti perjuangan emosionalnya yang penuh air mata.
Sampul Novel GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS
8.2
Safira kehilangan ingatannya akibat kecelakaan tragis dan selalu didera migrain parah setiap kali mencoba mengingat masa lalunya. Demi membiayai sang ibu, ia nekat merantau ke kota, tetapi nasib buruk menimpanya saat seluruh uangnya dicopet. Di saat terdesak, Dexter Jackson hadir menolongnya dengan sangat tulus. Walau Dexter mengaku hanya teman lama, Safira merasakan ikatan yang jauh lebih kuat. Rahasia besar apa yang sebenarnya dipendam oleh pria yang ia panggil Mas itu?
Sampul Novel Ketagihan dengan anak tiri
8.2
Steiner Limson memutuskan menikahi seorang janda demi memulai hidup baru. Ia berkomitmen penuh untuk menyayangi istri serta anak tirinya dengan tulus. Namun, pernikahan mereka justru dilanda prahara hebat hingga berada di ambang kehancuran. Di tengah konflik rumah tangga yang kian retak, Steiner malah terjebak dalam dilema moral yang fatal. Ia jatuh cinta pada putri tirinya sendiri, memicu gejolak batin yang merusak batas hubungan keluarga.
Sampul Novel Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan
9.4
Selama tiga tahun, Claire Nolan merawat suaminya, Julian Westwood, yang lumpuh. Bukannya dihargai, Julian malah membencinya hingga tega mengunci Claire di luar rumah selama 99 hari. Saat bisa berjalan lagi, Julian justru langsung menjemput cinta pertamanya di bandara. Sadar kasih sayangnya tak dihargai, Claire memutuskan mengakhiri kontrak dan meminta cerai. Kepergian Claire akhirnya meninggalkan penyesalan mendalam bagi Julian yang terlambat menyadari segalanya.
Sampul Novel Terjebak Gairah Cinta Abang Tiri
9.1
Setelah ibunya menikah lagi, Winona harus tinggal satu atap dengan Arthur, kakak tirinya yang terkenal nakal dan dingin. Arthur menolak pernikahan ayahnya, menganggap Winona dan Rosalie hanya mengejar harta. Namun, sebuah kecelakaan mengubah segalanya. Saat Winona merawatnya, pesona adik tiri kecilnya mulai menggoyahkan hati Arthur. Sang Casanova berjuang menahan hasratnya terhadap gadis berusia 15 tahun itu. Akankah Winona menyerah pada pesona kakak tirinya, atau bisakah ia melawan api yang perlahan membakarnya?