APKDock Logo
Sampul Novel GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS

GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS

8.2 / 10.0
Safira kehilangan ingatannya akibat kecelakaan tragis dan selalu didera migrain parah setiap kali mencoba mengingat masa lalunya. Demi membiayai sang ibu, ia nekat merantau ke kota, tetapi nasib buruk menimpanya saat seluruh uangnya dicopet. Di saat terdesak, Dexter Jackson hadir menolongnya dengan sangat tulus. Walau Dexter mengaku hanya teman lama, Safira merasakan ikatan yang jauh lebih kuat. Rahasia besar apa yang sebenarnya dipendam oleh pria yang ia panggil Mas itu?

GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS Bab 1

"Kamu yakin mau Ke kota?" tanya seorang wanita paruh baya, yang membuat wanita yang berumur 24 tahun itu tersenyum sambil merapihkan pakaiannya ke dalam tas.

"Yakin lah Bu, masa enggak? Ini aku lagi ngapain keliatannya!?" balas anaknya, yang baru saja menutup tas hitam itu.

"Tapi ibu masih takut gitu loh, kamu kan baru aja sembuh."

"Bu! Itu udah bertahun-tahun lalu, emang ibu mau aku sakit terus?" tanya wanita yang bernama Safira itu, ia tau ibunya sangat menyayangi karena dia anak satu-satunya, namun ekonomi membuat dia harus melakukan ini.

Karena ayahnya yang sudah meninggal mengharuskan wanita paruh baya itu bekerja lebih keras untuk menghidupi dia juga, dan ia sama sekali tak ingin merepotkannya.

Mendengar kabar bahwa temannya memiliki lowongan pekerjaan di kota, membuat Safira memutuskan untuk ikut menyusul temannya tersebut untuk menyambung hidup.

Kecelakaan yang membuat hilang ingatan sebagian, membuat dia sering sakit kepala jika berpikir terlalu keras membuat ibunya itu masih saja khawatir.

"Enggak sih, Fira! Tapi ibu takut."

Tangan yang mulai mengkriput itu Safira pegang, guna meyakinkan orang yang sudah berjuang seorang diri demi menghidupinya. "Bu! Percaya sama aku! Aku janji kalau aku punya uang banyak, aku bakalan bawa ibu jalan-jalan!"

Mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca sambil menggenggam erat tangan anak gadisnya. "Ibu gak minta apa-apa, ibu mau kamu pulang dengan keadaan sehat!"

Safira yang melihat itu hanya mengangguk. "Ibu sering aja bawa hpnya! Nanti aku telepon kok kalau ada waktu."

"Kamu janji ya sama ibu!"

Wanita itu hanya mengangguk sambil tersenyum, dia pun memeluk tubuh kecil ibunya, sambil sesekali mengecup kepalanya seperti yang ibunya lakukan waktu kecil dulu.

.

.

Safira menoleh ke sana kemari mencari wanita seumuran dengannya guna menjemput. Dengan membawa sisa uang 100 rb lagi Safira yakin hal itu tak cukup makan sampai 3 hari kedepan, apalagi mahalnya harga di Jakarta membuat gadis itu memutar otak agar tidak boros.

Sekarang dia masih ada di terminal bus, banyaknya orang yang ke sana kemari membuat Safira agak pusing. Bahkan di hp kecilnya itu telepon yang ia hubungkan untuk temannya tersebut tak kunjung diangkat.

"Kemana sih tuh orang?"

Cukup lama ia menunggu, batang hidung temannya itu tak kunjung terlihat membuat Safira menggaruk kepalanya tak gatal, ia berharap ini bukan tipuan, tapi mengingat mereka sekampung ia masih yakin kalau sebentar lagi temannya tersebut datang.

Saat sedang terdiam, tiba-tiba tasnya juga hp jadulnya dibawa membuat Safira kaget dan sontak berteriak. "Copet! Copet!"

Safira berusaha mengejar bersama beberapa orang yang ikut membantu, namun sialnya di tengah perjalanan, pria copet itu menaiki sepeda motor milik temannya yang membuat nasib sial benar-benar berpihak pada Safira.

"Tasku!" ucapnya yang seperti menangis, niat hati ingin mencari uang, malah ia kehilangan uang juga ponselnya bahkan baju dan yang lain.

"Sabar ya mbak! Di sini emang rawan copet, ada beberapa yang kekejar, tapi ya kayak gitu ada juga yang enggak, maaf ya mbak gak bisa bantu!"

"Iya maaf ya!" ucap yang lainnya, membuat Safira mengangguk pasrah.

"Iya gak apa-apa, bapak-bapak, makasih juga udah bantu tadi," ucap Safira yang tak tau lagi harus apa, setelah mereka pergi wanita itu hanya menyenderkan diri di tembok, mengingat nasib apes yang ia rasakan saat ini.

Sekarang ia tak dapat lagi menelpon ibunya dan uangnya makanannya sudah tidak ada, sekarang ia harus bagaimana?

Ya Allah! Kenapa cobaan engkau berat sekali? tanya Safira di dalam hati.

Karena tak tau harus apa, wanita itu berjalan lesu sambil menyusuri jalan yang ada, berharap ada lowongan kerja yang menerima gadis malang yang sedang apes ini.

Sambil berjalan pelan, matanya menatap penuh lapar pada jejeran masakan pada yang terlihat di dinding etalase dagangan, yang membuat dirinya menjadi sangat lapar, tapi ia tak punya uang.

Saat sedang meratapi nasib, Safira di buat kaget dengan sesosok pria berjas hitam rapih berdiri tepat di sampingnya, sambil memandang etalase makanan. "Lapar?"

Safira terdiam sebentar memandang mahluk ciptaan tuhan yang amat indah, jika di gambarkan mirip seperti taburan bintang di kegelapan malam, indah namun dingin.

Wanita itu menggeleng. "Enggak kok, saya gak punya uang mas!"

Wajahnya yang mulus nyaris tanpa noda itu memancarkan kebingungan. "Mas?"

Safira kembali terdiam, apa dia terlalu tua memanggilnya? Atau lebih muda lagi? "Maaf saya gak tau umur mas berapa, jadi saya panggil gitu?"

"Kamu gak ingat aku?" tanya pria itu yang membuat Safira terdiam, jika ia mengingat-ingat sekarang maka sakit kepalanya yang sudah lama tak kambuh akan muncul kembali, apalagi obatnya raib juga bersama barang-barang lainnya.

"Maaf mas siapa ya?" tanya Safira yang berkata jujur, ia sangat memohon pada pria datar ini untuk tidak memaksanya mengingat.

Tiba-tiba suara gemuruh perut terdengar, Safira memegang perutnya sambil menyerinyit kearah samping, dia amat malu di saat seperti ini, apalagi orang di depannya sangat tampan.

"Masuk kedalam, kita bicarakan setelah kamu makan!" ujar pria itu yang masuk terlebih dahulu, sebelum Safira menjawab.

Jika di suruh bayar masing-masing dia harus apa?

"Safira!" panggil pria itu dengan suara bassnya, membuat Safira bingung sekaligus bergegas masuk.

.

Di dalam Safira memesan banyak makanan, yang sekiranya muat, apalagi mendengar pria itu akan membayar semuanya.

Saat sedang makan dengan tangan yang kotor, dia menatap pria di depannya dengan bingung, namun sebaliknya pria itu hanya menatapnya datar. Tentu saja Safira yang diperhatikan, menghentikan aktifitas sebentar, karena tak enak hati.

"Masnya gak makan?" tanya wanita itu dengan gugup.

"Kamu makan saja, aku baru saja makan tadi."

Wanita yang memiliki tampang tidak terlalu cantik, namun memiliki kulit mulus kuning Langsat yang cerah terkadang menjadi daya tarik para pria. Walau seperti ini, tak jarang para pejabat desa meminangnya guna dijadikan istri kedua atau lain semacamnya.

Mengingat itu semua, nyeri kepalanya kembali terasa. "Maaf sebelumnya, saya gak tau masnya siapa tapi saya bener-bener gak bisa inget saat ini."

"Kenapa?"

"Saya pernah kecelakaan beberapa tahun silam, benturan keras itu membuat saya kehilangan hampir semua ingatan saya, dan ketika berusaha mengingat, kepala saya akan terasa sakit, jadi maaf sekali ya mas, tapi nanti saya kan mau kerja, saya akan ganti semuanya, saya janji kok!"

Terlihat tangan pria itu mengepal kuat, namun tatapan masih sama, membuat Safira merasa ada yang salah dalam kalimatnya. Tak lama pria itu mengangguk paham, walau tangannya saat ini di turunkan agar tidak membuat perhatian.

"Dexter! Dexter Jackson!" balas pria itu, yang membuat, Safira terdiam.

Suara nyaring yang biasanya terdengar bila dia mengingat sesuatu, kembali terdengar, membuat dia menutup kupingnya dengan wajah meringis. Beberapa Bayangan kabur terlihat membuat kepalanya serasa ingin pecah.

Lanjut Membaca

Daftar Isi GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DIONESA
8.9
Kepindahan ke sekolah baru membawa perubahan besar bagi Sasa, terutama saat ia dipasangkan sebangku dengan Dion, cowok dingin yang tertutup. Di tengah masa adaptasinya, Sasa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sang ayah telah memiliki kekasih baru. Kesedihan Sasa rupanya mampu menyentuh hati Dion yang semula apatis. Ia pun mulai membuka diri demi menghibur Sasa. Kebersamaan ini menyingkap rahasia masa lalu Dion, sekaligus menumbuhkan benih cinta yang manis di antara mereka.
Sampul Novel Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam
8.6
Divonis menderita kanker otak stadium akhir, hidup seorang wanita hancur saat adik angkatnya, Halida, menukar catatan medis mereka demi merebut perawatan eksperimental terakhir. Didukung oleh keluarga dan suaminya sendiri, Zafran, sang protagonis terpaksa melepaskan hak kepenulisan, menandatangani surat cerai, hingga merelakan putrinya memanggil Halida sebagai ibu baru. Di sisa waktu 72 jam terakhirnya, ia memberikan segalanya tanpa perlawanan. Namun, saat kebenaran dan kebohongan kejam Halida akhirnya terbongkar, penyesalan mendalam justru datang terlambat dari mereka yang telah membuangnya.
Sampul Novel Jodoh Pilihan Oma
8.5
Kehidupan Dion berbalik arah setelah menolong Kayla dari ancaman bahaya bersama Nenek Melati. Kagum akan ketegaran Kayla, sang nenek bertekad menjodohkan mereka. Rencana ini ditentang keras oleh Bu Ratna yang lebih memilih Amara, sosok ambisius pengejar status, untuk Dion. Demi menyingkirkan Kayla, Amara merancang intrik licik untuk membongkar masa lalu kelam sang rival. Kini, Dion harus berjuang menghadapi tekanan keluarga dan konspirasi jahat demi melindungi cintanya.
Sampul Novel Papa Baru Untuk Anakku
8.5
Lily rela menjalani kawin kontrak dengan Keenan demi sang anak yang merindukan figur ayah. Di sisi lain, Keenan juga butuh istri formalitas demi mendapatkan warisan bisnis keluarganya. Meski awalnya Keenan menegaskan hubungan mereka tanpa rasa, cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, masa lalu yang mendadak kembali datang kini mengancam masa depan mereka. Akankah pernikahan ini bertahan saat kenyataan sulit mulai menguji komitmen mereka?
Sampul Novel The Devil
8.8
Trauma mendalam akibat kekejaman sang paman mendorong Alina mengambil keputusan ekstrem. Ia nekat menyerahkan seluruh hidupnya kepada Alardo, sesosok iblis mengerikan, demi mendapatkan perlindungan dan membalaskan dendamnya. Namun, kesepakatan gelap ini justru menjebak Alina dalam perasaan cinta terlarang pada sang iblis. Terseret kian jauh ke dalam kegelapan, akankah Alina mampu menemukan jalan keluar, atau justru hancur selamanya dalam jerat asmara yang mematikan?
Sampul Novel Tunanganku Menikahi Wanita Lain dan Aku Menikahi Musuhnya
8.8
Kehancuran Grup Oliver dan wafatnya sang ayah membuat hidup Brenna hancur. Ditambah lagi, Connor mengkhianatinya demi Madeline dan memenjarakannya di RSJ hingga tewas. Berbekal kesempatan kedua setelah bangkit di masa lalu, Brenna bertekad membalas dendam. Ia menolak Connor dan mempermalukan Madeline. Demi menghancurkan para musuhnya, Brenna mendekati Jacob Harrison, penguasa bisnis kejam yang rupanya sangat mencintai dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan