
Hasrat Wanita Desa
Bab 4
Masih Nikmat
1 jam berlalu, akhirnya mereka mencapai puncak bersama sama. Tubuh mereka mengejang hebat sambil berpelukan erat, suara kenikmatan keduanya bergema di tempat tersebut.
"Kamu sangat hebat tuan muda," puji Bi Ayu tangannya mengelus lembut wajah Erfan.
"Kamu juga, masih sangat nikmat," ucap Erfan, lalu mengecup bibir Bi Ayu.
Setelah beristirahat beberapa menit, sambil bermesraan, mereka kembali berpakaian. Erfan memberikan uang Cash sebanyak 2 juta, yang membuat Bi Ayu sangat senang.
Erfan melajukan mobil nya, dari tempat tersebut.
Rumah Bi Ayu, ternyata ada di kampung mawar.
Bi Ayu meminta turun, di pintu masuk ke kampung mawar, agar tidak ada yang mencurigainya.
Setelah Bi Ayu turun, mobil Erfan melaju pergi.
Sampai di vila, Erfan membersihkan diri, lalu bersantai di sisi kolam berenang.
"Huh. seperti kekuatan uang, berpengaruh banyak di sini!" ucap Erfan, sambil menyeringai nakal.
====
Pagi hari tiba,
Erfan keluar dari kamar, dengan pakaian yang sudah rapi, siap ke kantor.
"Sarapan sudah siap, tuan muda," Serina berkata, sambil menata makanan di meja makan.
"Ayo sarapan!" Erfan berkata sambil duduk.
Serina yang sudah biasa sarapan bersama Erfan, tentu tidak menolak.
Selama sarapan, Erfan terus menatap wanita cantik, yang sedang menyantap makanan itu.
Serina menyadari Ares yang terus menatapnya, tetapi dia tidak mempermasalahkannya. Dia hanya fokus dengan makanannya, berpura-pura tidak menyadari tatapan Erfan.
"Kenapa yah tuan muda terus menatap ku? apa dia menyukai ku? tapi itu tidak mungkin ah," gumam Serina dalam hati.
"Serina, jika kamu perawatan pasti semakin cantik," ucap Erfan, secara tiba-tiba.
Serina yang mendengar perkataan Erfan sedikit terkejut. Wanita itu berusaha berpikir positif, tidak terlalu menyangkut pautkan, dengan perasaan Erfan kepadanya.
"Aku tidak mampu perawatan tuan muda, jangan kan perawatan beli pakaian pun susah!" Serina berkata terus terang.
"Mau gak kalo perawatan?" tanya Erfan santai.
"Nanti kalo aku cantik, terus tuan muda menyukai ku bisa bahaya!" Serina berkata, dengan main-main.
"Iyah juga sih. penampilan kamu seperti ini juga aku sudah sering terpancing," ucap Erfan dengan berani.
Serina tidak menjawab, dia hanya menikmati makanan tenang. Tapi hatinya tidak setenang apa yang ada di permukaan.
Setelah selesai sarapan, Erfan berangkat ke perusahaan.
Semua pegawai, menyapanya dengan hangat, dan ada beberapa wanita cantik, yang mulai berusaha menarik perhatiannya.
Erfan masuk kedalam ruangannya,
Tok tok tok
"Masuk!"
Anne masuk kedalam ruangan Erfan. Anne datang bersama seorang pria paru baya, tapi masih terlihat gagah.
"Tuan muda, ini adalah pak RW Kampung Mawar," Anne memperkenalkan.
"Oh, halo pak RW, Saya Erfan," Erfan menyapa dengan sopan.
"Salam kenal,'tuan muda Erfan," ucap Pak RW sambil tersenyum.
"Salam kenal juga pak, Silahkan duduk!" ucap Erfan.
Mereka pun duduk dengan senyaman mungkin. Erfan mengambil inisiatif, untuk bertanya tujuan Pak RW menemuinya.
"Ada keperluan apa yah? Pak RW, datang kemari?" tanya Erfan, dengan ramah.
"Ini tuan muda, soal tanah untuk memperluas lahan pertanian tuan muda. sebenarnya ada beberapa lahan milik warga, jadi tidak semua lahan kosong itu milik pemerintah." jawab Pak RW menjelaskan.
"Oh jadi seperti itu," Erfan mengangguk mengerti.
"Apakah warga tidak mau menjualnya?" tanya Erfan.
"Saat saya menanyakan kepada mereka. jika anda dibeli dengan harga sedikit lebih tinggi, mereka setuju untuk menjualnya," jawab Pak RW.
"Tidak masalah, berapapun itu. yang penting mereka tidak merasa terpaksa," ucap Erfan dengan nada serius.
Pak RW sangat kagum, dengan sikap dan sifat Erfan.
"Tuan muda, jika keseluruhan luas tanah yang siap di beli, ada sekitar 2 kilometer persegi," ucap Anne.
"Berapa uang yang harus saya keluarkan?" tanya Erfan.
"5 miliar!" jawab Anne.
"Apa kamu serius, itu tidak terlalu rendahkan?" Erfan terkejut.
"Memang harga tanah di desa ini, masih tergolong murah tuan muda." Anne menjelaskan.
"Oke. untuk membayar, apa ingin uang Cash, atau transfer?" tanya Erfan.
"Jika tanah milik warga, mereka ingin Cash saja, dan jika tanah milik negara lebih baik di transfer saja tuan muda," jawab Anne.
Erfan mengangguk,
"Berapa? jumlah uang untuk membeli tanah milik Warga?" tanya Erfan.
"500 juta, tuan muda," balas Anne.
"Baiklah, aku tidak mempunyai uang cash sebanyak itu. sepulang kerja kamu antar aku ke bank terdekat!" ucap Erfan, kepada Anne.
"Baik tuan muda," balas Anne sambil mengangguk kepalanya.
Erfan mengeluarkan segepok uang dari bawah mejanya, lalu memberikan kepadan Pak RW.
Pak RW terkejut, saat diberi uang yang sangat banyak. Dia bertanya dengan nada kaku, kepada Erfan.
"Tuan muda ini?" tanya Pak RW bingung.
"Itu untuk bapak. terimakasih, telah membantu perusahaan saya." jawab Erfan sambil tersenyum.
"Ini, terlalu banyak, tuan muda," ucap Pak RW, dengan nada tidak enak.
"Sudah pak, pakai lah uang nya, untuk keluarga bapak," balas Erfan.
Akhirnya Pak RW menerima.
Pak RW dan Anne pergi dari ruangan Erfan.
===
Sore hari,
Ares dan Anne pergi dari perusahaan,
Mobil sport lamborghini, melaju pelan di jalanan desa.
"Tuan muda, kota cukup jauh membutuhkan waktu 1 jam," ucap Anne.
"Tidak masalah!" jawab Erfan.
Anne mengangguk sambil tersenyum,
"Jalan disini sangat bergelombang, sepertinya aku harus mengganti mobil!" ucap Erfan.
"Mobil tuan muda, cocok untuk di kota jika dipakai di kampung, bisa penyok penyol nanti," ucap Anne sambil terkekeh.
"Iyah, sangat disayangkan, jika mobil kesayangan ku rusak," ucap Erfan, dengan nada sedih.
1 jam kemudian, Mereka sampai di Bank.
Karena Erfan nasabah prioritas, bank tersebut memperlakukan nya dengan baik, mereka tidak berani berlama lama. Erfan mengambil uang cash 1 miliar. Erfan sengaja mangambil lebih, karena Erfan sudah ke habisan uang Cash juga.
Tidak lama, uang 1 miliar sudah tersedia.
Erfan pergi dari bank bersama Anne.
Di dalam mobil, Erfan memberikan uang 50 juta kepada Anne.
"Itu komisi untuk mu!" ucap Erfan, dengan santai.
"Tuan muda, ini terlalu banyak!" ucap Anne, dia sangat terkejut, dan ada rasa gembira, saat melihat uang sebanyak itu.
"Sudah terima saja," ucap Erfan.
Anne hanya bisa menerima dengan kebahagiaan, kali ini dia mendapat uang sebesar ini.
"Nona Anne apakah disini ada mall?" tanya Erfan Kepada Anne.
"Ada tuan muda, tapi tidak sebesar Mall di kota." jawab Anne.
"Tidak masalah, ayo kita kesana!" ucap Erfan.
Mereka pun pergi menuju ke mal.
Anda Mungkin Juga Suka





