
Hasrat Wanita Desa
Bab 5
Belanja Untuk Wanita
Erfan dan Anne pun sampai di mal.
Mal tersebut hanya mal biasa, bahkan merek ternama, hanya ada beberapa.
"Apa tuan muda ingin membeli pakaian?" tanya Anne.
Erfan mengangguk,
Erfan mengajak Anne, pergi ke toko pakaian mewah, Anne hanya bisa mengikuti Erfan. Baru kali ini, Anne masuk ke tempat pakaian mewah, walau pun dia sering ke mal ini.
Saat anne melihat harga satu pakaian disana, dia sangat terkejut. Pakaian paling murah di sana berharga beberapa juta.
Erfan memilih beberapa pakaian yang di sukai, tanpa menyadari, keterkejutan sekretaris nya itu.
"Nona Anne kalo ada yang kamu suka ambil saja!" ucap Erfan, dengan nada santai.
"Tidak tidak tuan, harganya sangat mahal." ucap Nona Anne, buru-buru menolak.
"Udah, gak papa, ambil saja!" ucap Erfan, dia tidak peduli sama sekali, dengan harga beberapa juta itu.
Anne tetap menggelengkan kepalanya.
Karena Anne terus menolak, Erfan memilih 2 pakaian yang sangat bagus untuk Anne, dan Ares juga membeli 2 untuk Serina dan 2 untuk Bi Ayu.
"Tuan muda, anda membeli pakaian wanita sangat banyak," Anne berkata, sedikit bingung.
Erfan tidak menjawab, dia langsung membayar semua pakaian yang di beli dan juga Erfan membeli skin care wanita untuk Anne, Serina, dan Bi Ayu. Erfan mengeluarkan uang 120 jut untuk membeli semua hal yang dia inginkan.
"Nih untuk mu," Erfan memberikan 2 kantung belanja.
Saat Anne mau menolak, Erfan memelototi nya.
"Jangan menolak atau aku akan marah!" ucap Erfan, dengan nada serius, dan tatapannya mengandung kemarahan. tapi sebenarnya dia hanya berpura-pura marah.
"Baik baik tuan muda," Anne ketakutan, akhirnya menerima pemberian Erfan.
Anne mantap wajah Erfan, harinya menjadi kacau.
"Anne Anne, jangan berpikir yang tidak tidak, ingat kamu punya suami," gumam Anne dalam hati.
Setelah berbelanja, mereka meninggalkan mal.
Diperjalankan pulang, Anne terus mencuri curi pandang, tanpa sepengetahuan Erfan.
Erfan mengantarkan Anne, sampai ke depan gang untuk ke rumahnya, karena rumah Anne berada di tengah kampung.
Erfan pun melajukan mobilnya ke vila,
====
Keesokan hari,
Erfan keluar dari kamar, dia menuju keruangan makan. Ditangan nya, Erfan membawa 2 kantung belanja.
"Pagi Serina," sapa Erfan, dengan ceria.
"Pagi, tuan muda," sapa Serina, sambil tersenyum indah.
"Nih, untuk kamu," ucap Erfan, sambil memberikan 2 kantung belanja.
"Apa ini, tuan muda?" tanya Serina penasaran.
"Itu pakaian dan Skin care, kebetulan kemarin aku pergi ke kota, dan mampir ke mall untuk membeli pakaian. Aku melihat pakaian dan skin care itu, aku berpikir itu cocok untukmu," ucap Erfan santai.
"Tapi tuan muda, ini seperti nya sangat mahal," ucap Serina, dengan nada tidak enak.
"Enggak kok, udah terima saja oke!" ucap Erfan dengan tegas.
"Tapi suami ku pasti curiga, karena aku tidak pernah memakai pakaian bagus, dan skin care." ucap Serina, dengan nada tidak berdaya.
Erfan sangat kasihan kepada wanita ini. Serina sangat cantik, tetapi kehidupannya begitu kurang beruntung.
"Kalo kamu gak mau membawanya ke rumah, kamu bisa menyimpannya disini. kamu bisa memakainya saat berada di vila," ucap Erfan, memberi saran.
Wajah Serina sedikit memerah, dia menebak-nebak pikiran Erfan.
"Berati hanya tuan muda, yang bisa melihat ku memakai make up, dan makai baju bagus ini," ucap Serina wajahnya sedikit memerah.
Erfan terkekeh,
"Hehehe, begitulah," Erfan berkata, tanpa malu sama sekali.
Serina tidak menjawab lagi, dia hanya diam, entah apa yang di pikirkan.
Setelah mereka sarapan seperti biasa, Erfan pergi ke kantor.
Hari ini Erfan sangat sibuk, karena mengurus dokumen pembelian tanah, dan juga 15 truck yang dibelinya, datang pada siang hari.
Saking sibuknya, Erfan sampai tidak sempat pulang ke vila untuk makan siang. akhirnya, Serina mengantarkan makan siang ke kantor.
===
Jam 6 sore, Erfan baru menyelesaikan pekerjaannya.
Dia pergi dari kantor,
"Sangat melelahkan, aku butuh belaian," Erfan berkata sambil melajukan mobil nya keluar dari desa.
Erfan ingin pergi ke warung Bi Ayu, wanita dewasa ber anak satu itu.
Saat Erfan sampai di warung Bi Ayu, warung tersebut sedang ramai pengunjung.
Erfan menunggu, sampai semua orang selesai berbelanja di warung, barulah Erfan menghampiri Bi Ayu.
"Ehh, tuan muda kamu datang, ayo masuk!" sapa Bi Ayu dengan nada menggoda.
"Seperti biasa Bi, Kopi, sama Mie," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.
"Apa enggak memesan pelayanan bibi?" tanya Bi Ayu, dengan nada menggoda.
"Itu nanti saja. sekarang ngopi dulu," Erfan berkata, sambil menyeringai nakal.
"Oke deh," jawab bi ayu, sambil bertingkah genit.
Sambil menunggu, Erfan menyalakan rokis nya.
"Tuan muda, hampir saja aku ketahuan, pada malam itu," ucap Bi Ayu sambil memasak.
"Emangnya kenapa bi?" tanya Erfan sedikit terkejut.
"Bibi pulang telat, tidak seperti biasanya. Tentu saja suami bibi bertanya untung saja bibi pintar membuat alasan," ucap Bi Ayu sambil terkekeh.
"Bagus lah bi," ucap Erfan, dia pun sedikit gugup, saat mendengar perkataan Bi Ayu tadi. Jika sampai ketahuan, itu akan sangat memalukan.
Mie dan kopi pun selesai, Bi Ayu meletakkan mie dan kopi di depan Erfan.
Bi Ayu duduk di sebelah Erfan.
"Bi nih aku ada hadiah buat bibi," ucap Erfan sambil memberikan 2 tas belanja.
"Apa ini tuan muda?" tanya Bi Ayu penasaran.
"Pakaian." jawab Erfan sambil tersenyum main main.
"Ini pasti masahal kan?" tanya Bi Ayu.
"Enggak kok. Aku berpikir, pakaian itu sangat cocok untuk Bi Ayu, jadi aku membelinya," ucap Erfan.
"Apa yang tuan muda ingin kan? sebagai gantinya," Bi Ayu berkata, dengan menggoda sambil mengelus paha Erfan.
"Apakah bibi mau? aku lagi pengen nih," ucap Erfan, dengan nada nakal.
"Boleh aja sih, tapi gak boleh lama lama, nanti kaya kemarin," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum menggoda.
"Mau main di mana," tanya Erfan, dengan tidak sabar, senjata miliknya itu, sudah sangat tegang sekarang.
"Tempat biasa aja!" ucap Bi Ayu sambil menatap dengan penuh godaan.
"Oke," Erfan menjawab, lalu buru buru menghabiskan mienya.
Seperti biasa, Erfan melajukan mobil nya sedikit ke depan ke tempat yang sepi. Tidak lama Bi Ayu datang langsung masuk kedalam mobil.
"Ayo tuan muda," ucap Bi Ayu, dengan nada genit.
Erfan langsung melajukan mobilnya.
Sampai di tempat biasa, mereka keluar dari mobil.
Erfan langsung memeluk Bi Ayu, lalu mendaratkan kecupan di leher Bi Ayu.
"Ahhh sayang," Bi Ayu mengerang nikmat.
Tangan Erfan, meremas gunung besar Bi Ayu dengan keras.
Mereka melakukan pemanasan, yang cukup lama. setelah dirasa cukup, permain inti pun dimulai. Erfan bermain dengan keras membuat Bi Ayu kewalahan.
Area tersebut dipenuhi suara ambigu yang membuat hati panas.
Anda Mungkin Juga Suka





