
Hasrat Wanita Desa
Bab 3
Bi Ayu Penjaga Warung
Erfan tidak mengemudikan mobil nya ke vila. Akan tetapi dia mengemudikan mobilnya ke arah keluar dari desa.
"Di vila, pasti Serina sudah pulang, aku mending main ke warung Bi Ayu. hehe, siapa tau saja mendapat sedikit kenikmatan!" Erfan berkata sambil terkekeh.
Erfan pun sampai, di warung Bi Ayu.
Warung Bi Ayu sedang sepi, tidak ada pembeli karena hari sudah sore.
Bi Ayu yang melihat kedatangan Erfan, langsung menyapanya dengan antusias.
"Tuan muda, ternyata anda!" ucap Bi Ayu, dengan nada menggoda.
"Bi, aku mau sebungkus rokis, dan juga masakin mie goreng yah!" ucap Erfan sambil tersenyum.
"Oke siap, silahkan masuk di dalam saja!" ucap Bi Ayu memberi kode.
Erfan tidak sungkan, dia langsung masuk.
Bi Ayu memberikan sebungkus rokis kepada Erfan.
Erfan langsung menyalakan rokis, karena dia sudah kehabisan rokis dari tadi siang, jadi dia sangat ingin menghisap rokis sekarang.
Bi Ayu langsung memasak mie untuk Erfan.
"Bagaimana? Apa tuan muda bertahan, tinggal di kampung mawar?" tanya Bi Ayu sambil memasak.
Erfan terkekeh, sambil menjawab pertanyaan itu.
"Tentu saja bi, sangat banyak wanita cantik hehe!" Erfan berkata terus terang.
Bi Ayu berkata, sambil terkikik genit,
"Hihihi, ternyata tuan muda, menyukai keindahan!" ucap Bi Ayu.
"Tentu saja Bi, saya masih normal!" balas Erfan, sambil terkekeh.
"Apa banyak wanita, yang menggoda tuan muda?" tanya Bi Ayu.
"Balum sih, aku baru hari ini masuk kantor, dan belum sempat berinteraksi dengan banyak orang," ucap Erfan.
"Lama lama juga, pasti banyak yang ngedeketin tuan muda, apa lagi tuan muda sangat tampan, dan kaya. pasti gak akan kesepian deh!" ucap Bi Ayu dengan berani.
"Yah, ini juga agak kesepian sih, disini gak seperti di kota jika kesepian tinggal pergi ke club untuk mencari wanita ." Erfan berkata, dengan berani.
Bi Ayu menyeringai nakal.
Mie pun jadi,
Bi ayu, meletakan semangkuk mie di depan Erfan, Lalu Bi Ayu, duduk di sisi Erfan.
"Kalo bibi masih muda, dan masih cantik, mungkin bibi mau menemani tuan muda!" Ucap Bi Ayu, sambil menatap Erfan penuh dengan godaan.
Erfan menyeringai nakal,
"Bibi masih cantik, bahkan lebih menggoda, gak kalah sama wanita muda kok!" ucap Erfan sambil mengaduk mie,
"Tapi bibi sudah memiliki suami, dan anak, pasti tidak senikmat wanita muda." balas Bi Ayu, tangan nya diletakkan di paha Erfan, dia mulai menggoda Erfan.
"Aku jadi penasaran, dengan rasanya!" Erfan berkata sambil menyeringai nakal.
Bi Ayu menatap Erfan, dengan tatapan genitnya itu. Tangan Bi Ayu, mulai berani menyentuh sedikit area senjata Erfan.
"Kalo tuan muda mau boleh aja sih, tapi bibi minta uang buat skin care aja! Boleh kan?" Bi Ayu berbicara dengan pelan, nadanya sangat genit. Tangan Bi Ayu terus menggosok celana di area senjata Erfan.
"Suami bibi gimana." Erfan sudah mulai terangsang, oleh godaan wanita dewasa itu.
"Tenang saja, aman kok. dia tidak pernah ke sini," jawab Bi Ayu.
"Apa bibi sering, melakukan dengan pria lain?" tanya Erfan, karena dia takut milik Bi Ayu tidak bersih.
"Tenang saja, bibi belum pernah melakukannya selain dengan suami bibi kok," ucap Bi Ayu.
Tangan Erfan, mulai berani menyentuh gunung besar Bi Ayu, yang tertutup daster longgar itu.
"Berapa? yang Bi Ayu inginkan," tanya Erfan sambil meremas pelan gunung besar Bi Ayu.
"shh emm 1 juta aja!" Bi Ayu bekata sambil mendesah, Bi Ayu sudah mulai terbakar api hasrat.
"Mau main dimana nih?" tanya Erfan suaranya sudah agak berat.
"Kita cari tempat sepi aja tuan muda, kalo main di sini, nanti ada orang yang curiga, apalagi mobil tuan muda berada di depan warung, tapi warung nya tutup," ucap Bi Ayu, dengan nafas yang mulai memburu.
"Mau sekarang, atau nanti?" tanya Erfan.
"Nanti saja, kalo hari sudah gelap!" ucap Bi Ayu sambil tersenyum penuh nafsu.
"Tapi aku udah gak tahan nih! bisa gak Bi Ayu pake mulut dulu gitu?" Erfan berkata, Hasratnya sudah tidak bisa di tahan lagi.
"Oke, tapi tolong lihat keadaan di luar! takut ada orang yang datang!" ucap Bi Ayu .
"Oke," jawab Erfan.
Bi Ayu berjongkok, lalu membuka resleting celana Erfan. Wanita dewasa itu, mengeluarkan senjata Erfan dengan terampil. Saat senjata besar, dan panjang, itu keluar dari dalam sangkarnya. Mata wanita dewasa itu, seketika membelalak.
"Ini ini sangat besar!" ucap Bi Ayu, sambil menatap senjata itu, dengan tatapan penuh hasrat.
Tanpa ragu, Bi Ayu langsung melahap senjata Erfan. Terdengar, suara spesial yang membuat hasrat semakin membara. Saat permainan Bi Ayu mulai liar di senjatanya, tiba tiba ada yang datang menggunakan motor.
Bi Ayu, dan Erfan buru buru merapihkan diri mereka. Erfan berpura-pura makan mie, tidak menunjukkan reaksi, yang bisa membuat orang lain curiga.
Pembeli yang datang, adalah seorang pria tua, dia ingin ngopi di warung.
Akhirnya Erfan harus menahan hasrat, yang hampir meledak. Wajah Erfan terlihat sangat pahit, saat masa-masa nikmatnya terganggu.
"Sial, lagi nikmat nikmatnya, malah oh sial," umpat Erfan dalam hati.
Bi Ayu tersenyum nakal ke Arah Erfan, sambil menyeduh kopi untuk pria tua itu.
Setelah selesai makan mie, Erfan memesan kopi, sambil menunggu pria tua itu pergi.
Hari pun mulai gelap, pria tua itu pulang.
Bi Ayu berbisik di telinga Erfan.
"Tuan muda, majukan dekit mobil ke arah kampung mawar, Nanti bibi akan pergi ke mobil tuan muda jika situasi aman." ucap Bi Ayu.
Erfan mengangguk, lalu keluar dari warung, lalu dia masuk ke dalam mobilnya.
Mobil Ares melaju ke arah kampung mawar sejauh 30 meter dari warung Bi Ayu.
Jalan di pedesaan sangat sepi, hanya satu dua motor yang lewat.
Beberapa menit kemudian, Erfan melihat Bi Ayu berjalan ke Arah mobil nya dengan langkah santai. Tidak ada orang yang mencurigainya walau ada yang melihat.
Setelah dekat dengan mobil Erfan, Bi Ayu menengok kanan dan kiri, memastikan tak ada yang melihatnya, lalu dia buru-buru masuk ke dalam mobil.
Bi Ayu menghela nafas lega.
"Huh, Aman!"
Tanpa peringatan, Ares menarik Bi Ayu ke pelukan nya. Tanganya meremas gunung besar Bi Ayu dengan sedikit keras.
Bi Ayu mendesah,
"Ahhh... ahh... tuan muda udah gak sabar yah?" tanya Bi ayu sambil menatap Erfan dengan tatapan genit.
"Tentu saja, tadi sangat nanggung tahu," jawab Erfan dengan nada penuh hasrat.
"Ayo cari dulu tempat yang aman," ajak Bi Ayu. Tangan menahan pergerakan tangan Erfan.
Erfan menarik tangannya.
"Kita main di mana?" tanya Erfan buru-buru.
"Ayo lajukan mobilnya nanti di depan belok ke kiri kejalan kecil," jawab Bi Ayu dengan nada santai.
Erfan mengangguk lalu menjalankan mobil nya.
Tidak lama mereka sampai di tengah hutan yang sepi dan gelap.
Mereka keluar dari mobil.
"Kita main disini saja, aman ~ walau mau mendesah keras juga!" ucap Bi Ayu dengan nada menggoda.
Erfan Yang Sudak tidak tahan tidak berpikir lama, dia langsung memeluk Bi Ayu, pertempuran Yang sangat panas pun terjadi, Erfan seperti jenderal perang dengan berani terus menggempur dengan keras.
Anda Mungkin Juga Suka





