APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Sang Guru

Hasrat Sang Guru

Dosen Sansekerta sekaligus praktisi yoga, Vidwan Surya, sangat dikagumi para mahasiswanya. Namun, pertemuannya dengan mahasiswi pendiam pencinta bahasa kuno, Grisse Anggara, memicu sebuah obsesi rahasia. Grisse yang lugu merasa tenang dengan kepedulian Vidwan, tanpa tahu ada hasrat besar sang guru untuk memilikinya. Begitu asmara mulai hadir, keraguan menyelimuti Grisse. Ia pun bimbang, apakah ini cinta sejati atau hanya nafsu belaka?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Welcome to the best campus for learning Sanskrit, Grisse.” Aku tersenyum sendiri mendengar kalimat yang kugumamkan lirih. Sepasang mataku tak henti menyapu seluruh objek yang ada di hadapanku. Sebuah bangunan universitas yang bergaya klasik dengan warna terakota mendominasi hampir seluruh bangunan. Indah. Dan keren. Dua kata itu tak henti kukatakan untuk melukiskan kekagumanku. Sambil terus menatap bangunan kampus, ingatanku seolah diputar ke belakang. Ke bagian sebelum aku sampai di sini. Menginjakkan kaki di kampus ternama ini.

Aku masih ingat betul ketika sebuah surel dari grup pencari beasiswa yang kuikuti mengirim rangkuman informasi. Sebuah kampus ternama di luar negeri menawarkan program pertukaran mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan di jurusan bahasa-bahasa kuno. Tentu saja aku sangat tertarik untuk mendaftar program itu. Dalam benakku langsung terbayang bahwa aku akan mempelajari berbagai bahasa kuno dunia yang merupakan akar dari bahasa-bahasa yang digunakan saat ini. Tanpa menunda lagi, aku segera mengecek persyaratan program pertukaran mahasiswa tersebut. Aku bertekad bahwa hari ini juga akan kupenuhi semua persyaratan yang diminta kemudian segera mengirim ke alamat surel yang tertera. Aku tidak ingin menunda lagi pekerjaan ini. Bagiku, menunda sama artinya dengan membuang kesempatan.

Aku harus menunggu dengan sabar selama enam puluh hari sampai akhirnya pengumuman program tersebut masuk ke akun surelku. Dengan hati berdebar, kuklik surel itu dan aku langsung melonjak kegirangan begitu kudapati kata congratulations di bagian awal surat.

“Yeay, aku diterima.” Sorakku dengan suara lantang. Kuabaikan pandangan keheranaan orang-orang di sekitarku.

“Grisse, kalau berisik keluar saja!” Ujar petugas ruang baca ketus. Senyum lebar di wajahku memudar seketika. Ya, aku sama sekali tidak sadar jika sekarang aku tengah berada di ruang baca fakultasku.

“Maaf, Bu.” Ucapku dengan suara lirih. Tanpa melihat lagi ke arah petugas ruang baca, aku pun kembali duduk dan kembali menekuni laptopku.

*

“Hai, ruang akademik di mana ya?” Tanyaku pada seorang gadis berambut pirang. Ia menatapku sebentar sebelum akhirnya menjawab sambil merentangkan tangan kirinya.

“Oh, kamu lurus saja kemudian belok kanan. Ruang akademik ada di sisi kiri bagian tengah.”

“Terima kasih.” Ujarku sambil mengangguk.

“Oke.” Gadis itu menjawab tanpa melihatku. Ia terlihat begitu asyik dengan ponselnya. Aku pun melangkah menuju arah yang ditunjukkan gadis pirang tadi. Tidak perlu waktu lama, akhirnya aku sampi di depan sepasang pintu yang tertutup. Di bagian atas pintu tersebut terdapat plat dengan tulisan akademik menggunakan huruf kapital seluruhnya. Perlahan kudorong salah satu pegangan pintunya. Tepat ketika pintu yang kudorong terbuka, aku melihat beberapa kubikel rendah yang memisahkan meja demi meja. aku pun menghampiri salah satu meja yang terdekat dengan pintu. Di sana, seorang laki-laki paruh baya menatapku. Ia terlihat ramah dan sepertinya siap untuk mendengarkanku.

“Halo, Pak. Saya peserta program pertukaran mahasiswa. Menurut surat yang saya terima, saya harus melapor ke bagian akademik.”

Laki-laki itu mengangguk tanda mengerti. Tanpa membalas kalimatku, dengan cekatan laki-laki itu mengetikkan sesuatu. Setelah mengetukkan telunjuknya pada tombol enter satu kali, laki-laki itu kembali mengalihkan pandangannya padaku.

“Anda Grisse Anggara?” Tanyanya yakin. Refleks, aku mengangguk sebagai jawaban.

“Jangan heran. Anda adalah orang terakhir program pertukaran mahasiswa yang melapor ke sini.”

Aku kembali mengangguk. Laki-laki ini bisa membaca pikiranku.

“Di sini tertulis Anda memilih mata kuliah Bahasa Sansekerta dan Tamil.”

“Benar, Pak.”

“Sayang Mata kuliah Bahasa Tamil tidak ditawarkan semester ini.”

Aku melongo mendengar penjelasan laki-laki di hadapanku.

“Kalau memang tidak ditawarkan, kenapa ditulis dalam program itu, Pak?” Aku berusaha menyembunyikan kekesalanku. Rasannya aneh saja, untuk kampus yang katanya terbaik, mereka bisa melakukan kesalahan yang bagiku sangat merugikan.

“Pengajarnya sedang melakukan penelitian di kampung halamannya selama satu tahun.” Jawab laki-laki itu santai. Aku hanya merespons kalimatnya dengan oh yang sukar ditafsirkan. Namun, kemudian aku berkata pada diriku sendiri: tidak ada gunanya marah, toh kemarahanku tidak akan membuat pengajar Bahasa Tamil itu segera kembali.

“Jadi, saya hanya akan mengikuti mata kuliah Bahasa Sansekerta saja, Pak?”

“Iya, tapi tenang saja. Kami tetap akan membayarkan beasiswamu secara penuh. Sebagai gantinya, kamu bisa mengikuti klub yoga yang diasuh oleh dosen pengajar Bahasa Sansekerta.”

“Baiklah. Terima kasih informasinya, Pak.” Aku sudah bersiap untuk beranjak dari hadapan laki-laki itu, tapi suaranya kembali menahanku.

“Tunggu. Hari ini pukul 15.00 ada jadwal kelas Bahasa Sansekerta. Dan pukul 18.00 klub yoga akan mulai latihan.” Ujarnya sambil menyodorkan map transparan padaku.

“Di dalamnya terdapat lembar jadwal kuliah, jadwal klub, dan kontak pengajarnya. Untuk mendaftar di klub yoga, kamu datang saja ke gedung C yang ada di bagian belakang bangunan kampus ini. Itu adalah gedung khusus untuk kegiatan semua klub yang ada di sini.”

“Baik. Terima kasih, Pak.” Jawabku setelah menerima map transparan tersebut. Laki-laki itu mengangguk sebagai jawaban. Aku kemudian keluar dari ruang akademik dan memilih berdiri di seberang pintu ruang akademik untuk mengecek isi map transparan yang baru kuterima. Aku mencari lembar berisi jadwal kuliah karena petugas itu mengatakan bahwa hari ini ada jadwal kuliah Bahasa Sansekerta. Setelah melihat kolom yang memuat keterangan ruang kelas, aku pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kananku. Sepasang jarum pada jam tanganku menunjuk angka tiga dan satu. Ah sial, aku terlambat. Kelas telah dimulai lima menit yang lalu. Aku pun bergegas mencari papan berisi penunjuk arah ruang kelas. Setelah menemukannya, aku pun mempercepat langkahku. Sesekali aku berlari agar bisa segera sampai ke ruang kelas yang menjadi tujuanku.

*

“Sorry, I am late.” Ujarku setelah membuka pintu ruang kelas.

“It’s ok.” Jawab dosen pengajar itu lembut. Bukannya segera mengambil tempat duduk, aku justru mematung di tempatku. Aku terkesima dengan dosen pengajarku. Ya Tuhan, kenapa dia begitu tampan. Keluhku dalam hati. Ya, dosen pengajar Bahasa Sansekerta ini begitu tampan. Selain tampan, aku juga bisa merasakan karismanya yang kuat.

“Silakan duduk.” Ujarnya sambil tersenyum. Duh, senyumnya manis sekali. Aku kembali mengeluh dalam hati.

“Eh, iya Pak. Maaf.” Dengan tersipu aku melangkah perlahan sambil mengedarkan pandang. Mencari kursi yang belum ditempati.

“Nona, silakan duduk di sini.” Suara dosen itu kembali terdengar. Refleks, aku menoleh ke arahnya. Kemudian dengan cepat aku melihat ke arah telunjuknya.

“Oh, ok. Thank you, Sir.”

Duh, kenapa aku harus duduk tepat di hadapannya sih? Keluhku lagi setelah mengempaskan bokongku ke atas permukaan kursi.

“Well, sebelum memulai perkuliahan, saya akan memperkenalkan diri dulu. Nama saya Vidwan Surya. Saya akan memberi kuliah Bahasa Sansekerta. Selain itu, jika kalian berminat silakan bergabung dengan klub yoga karena saya merupakan instruktur di klub tersebut.”

Aku tertegun mendengar perkataan dosen itu. Apa? Dia juga menjadi instruktur klub yoga? Duh!

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
7.9
Demi membersihkan nama baik sang adik yang tewas dalam fitnah, Aldian menyelidiki seorang guru bereputasi bersih yang ternyata menyimpan rahasia kelam. Di tengah misi balas dendam itu, ia bertemu Aluna, putri guru tersebut yang hidupnya tertekan oleh ambisi sang ibu. Meski awalnya berniat memanfaatkan Aluna, Aldian menyadari gadis itu juga memendam luka yang sama. Kini, ia bimbang antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta yang tumbuh di tengah kebenaran pahit.
Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, terbang ke London untuk memimpin proyek renovasi aset keluarganya. Di sana, ia harus bekerja sama dengan Henry, arsitek lokal yang sangat keras kepala. Ketegangan profesional mereka berubah rumit saat identitas Henry terungkap sebagai pria yang dijodohkan dengannya. Walau awalnya dingin, perlahan tumbuh perasaan cinta di antara keduanya. Kini, mereka terjebak dilema antara mengikuti kata hati atau tunduk pada ekspektasi besar keluarga.
Sampul Novel Hayu
9.2
Hayu
Hayu mengira asal-usul keluarga tak lagi penting di zaman modern. Namun, anggapan itu runtuh saat ia berhadapan dengan Nyonya Adibrata. Statusnya yang hanya sekretaris biasa membuat hubungannya dengan Bisma, sang pewaris tunggal Adibrata Group, terancam kandas. Demi memperjuangkan cinta mereka, Hayu kini harus menghadapi interogasi ketat dari ibu kekasihnya itu. Sanggupkah hubungan mereka bertahan di tengah jurang perbedaan status sosial yang begitu nyata?
Sampul Novel My Fair Lady
9.0
Gugur di luar angkasa, Alex yang merupakan calon kaisar terlahir kembali di Bumi abad ke-21. Sialnya, jiwanya merasuki tubuh Alexandra, gadis tertindas yang dibenci keluarga Klein. Ia bahkan dipaksa menikahi Master Dietritch yang dingin demi menyelamatkan bisnis keluarganya. Walau dianggap sebelah mata sebagai sosok pengganti, jiwa tangguh Alex menolak menyerah. Kisah perjuangan sang ratu pemberani di bawah kuasa presiden tiran yang posesif pun dimulai.
Sampul Novel PERNIKAHAN DINI
8.8
Akibat satu malam tanpa rencana, Anara Quinzy Prayoga dan Andika Surya Gutama terpaksa membina rumah tangga di usia belia. Jurang status sosial begitu nyata; Anara hanyalah anak buruh pabrik, sedangkan Dika adalah pewaris kaya. Demi mempertanggungjawabkan kehamilan Anara, Dika rela melepas semua kemewahannya. Setelah diusir oleh sang ayah yang murka, kini Dika harus berjuang keras sendirian demi menghidupi istri kecilnya tanpa bantuan keluarga.
Sampul Novel Terbelenggu Hasrat
8.1
Kebahagiaan rumah tangga Aruna dan William terusik sejak Jones hadir kembali. Sang mantan kekasih yang menyimpan dendam itu bertekad merusak pernikahan mereka. Demi melancarkan aksi liciknya, Jones bahkan memengaruhi Karin, adik kandung Aruna. Di bawah bayang-bayang teror dan tekanan mental yang hebat, Aruna harus berjuang mempertahankan perkawinannya. Obsesi gelap masa lalu kini mengancam kehancuran rumah tangga mereka dalam pusaran konflik yang penuh hasrat.