APKDock Logo
Sampul Novel NURHAYATI

NURHAYATI

8.2 / 10.0
Kepanikan luar biasa melanda warga Karang Pandan sejak hadirnya arwah perawat yang meneror klinik lokal. Kemunculan sosok mistis yang mengerikan ini seketika menjadi pusat perhatian publik. Di balik kehebohan yang mencekam tersebut, ada sebuah rahasia gelap yang telah lama disembunyikan. Kini, misteri besar seputar jati diri hantu perawat itu mulai terbongkar satu per satu, mengancam kedamaian hidup seluruh penduduk di sana.

NURHAYATI Bab 1

"Jasmine Meilani Setyoko!"

"Iya, siap!"

Jasmine langsung berdiri. Dia berjalan sambil menaburkan bubuk pasir bening itu di sepanjang jalan yang dilaluinya. Jasmine tersenyum geli. Ah, pasti semua orang akan menurut padanya karena bubuk pasir itu. Jasmine merasa sangat puas.

Seorang perawat menyambut Jasmine di depan pintu dengan senyum lebar.

"Eh, bukannya ini Dokter Jasmine, ya?" tanya perawat itu dengan agak salah tingkah setelah melihat Jasmine. Jasmine membawa sebuah jaket dokter yang disampirkan di tangannya dan sebuah tas kecil. Jasmine tersenyum geli.

"Iya, Mbak. Saya dokter pengganti di sini," kata Jasmine. Perawat itu membeliak tak percaya.

"Terus kenapa Bu Dokter mendaftar dulu? Aduh! Saya minta maaf, ya, Dok. Saya baru tahu dokter ternyata malah disuruh daftar dulu sama orang depan. Silahkan masuk, Dok! Tunggu sebentar, ya, Dok." Perawat itu langsung berlari ke bagian registrasi. Dia nampak agak marah pada orang yang berjaga di bagian registrasi dan menunjuk-nunjuk ke arah Jasmine. Jasmine tidak bisa menahan tawanya, tetapi dia tidak mau terlalu ambil pusing. Dia segera memasuki ruang periksa dan sekali lagi menaburkan bubuk pasir transparan --menyerupai potongan-potongan plastik kaku kecil-- di seluruh bagian ruangan yang bisa dijangkaunya, sebelum perawat itu masuk kembali ke dalam ruang periksa klinik swasta bernama Asy Syifa itu.

Tak lama kemudian beberapa orang mendekati Jasmine yang baru saja duduk di kursi yang empuk dan nyaman. Ternyata yang masuk adalah perawat dan seorang wanita yang berjaga di bagian registrasi tadi.

"Maaf, ya, Dok. Saya kira tadi dokter orang yang mau periksa," kata penjaga registrasi itu dengan malu dan wajah takut. Jasmine tersenyum.

"Tidak apa-apa, Mbak. Eh, siapa namanya?" tanya Jasmine sambil menjabat tangan wanita di depannya itu. Jasmine tersenyum geli ketika melihat ekspresi menjengit wanita itu ketika berjabat tangan dengannya, karena telapak tangan Jasmine masih penuh dengan bubuk pasir tadi.

"Saya Elisa, Dok. Biasanya dipanggil Lisa," jawab wanita penjaga registrasi itu.

"Saya Donita, panggilan saya Ita," kata sang perawat dengan buru-buru memperkenalkan diri. Jasmine dan perawat bernama Donita itu juga bersalaman. Mereka saling tersenyum.

"Saya Jasmine. Jasmine Meilani Setyoko. Saya dari Lawang Gunung. Ini pekan pertama saya di Karang Pandan," kata Jasmine memperkenalkan diri. Donita dan Elisa nampak terkejut.

"Oh, begitu. Siap, Dok. Kalau mau mencari barang atau alamat di Karang Pandan, silahkan tanya kami berdua. Insya Allah akan kami siap membantu," kata Donita.

Jasmine mengangguk dan berharap semoga mereka berdua akan mudah untuk diatasi dan ditaklukkan. Jasmine tersenyum, Donita juga tersenyum.

"Kalau Bu Dokter sudah siap, akan segera saya panggilkan pasien pertama, Dok," kata Jasmine.

Jasmine mengerjapkan mata beberapa kali dan mengangguk. Dia masih belum terlalu sadar akan keberadaannya di tempat yang baru.

"Ya, Mbak. Insya Allah saya sudah siap," jawab Jasmine buru-buru. Donita mengangguk dan segera menghilang di balik pintu.

Tak lama kemudian Jasmine melihat seorang pria bertubuh tinggi besar dan berjenggot lebat dan memiliki rambut panjang memasuki ruang periksa. Jasmine mengira pria tampan itu sendirian, tetapi ternyata ada seorang wanita kecil yang berjalan di belakangnya. Ah, wanita itu tidak kelihatan tadi, lucu sekali. Jasmine hampir tertawa geli melihatnya. Pasangan itu sangat menggemaskan.

"Assalamualaikum," sapa Jasmine. Pria tampan itu mengangguk sambil tersenyum.

"Waalaikum salaam."

Wah, dingin sekali jawabannya, pendek dan nampak tidak berekspresi, apalagi ketika pria itu langsung menundukkan pandangannya. Jasmine paham. Dia segera memeriksa kartu pasien yang dibawa Donita. Ternyata namanya adalah Rosalina Santoso. Jasmine ber-oh dalam hati. Dia geli dan nyaris tertawa.

"Mbak Rosalina, njih?" tanya Jasmine. Wanita kecil di depannya mengangguk.

"Apa yang dirasakan, Mbak?" tanya Jasmine.

"Saya sudah dua kali ini flu, Dok. Pusing, agak mual dan sering kelelahan. Kemarin sudah periksa di rumah sakit, tetapi masih sakit juga dengan gejala yang sama," jawab Rosalina. Jasmine mengangguk.

"Mari saya periksa," ajak Jasmine, kemudian dia meminta Rosalina naik ke atas ranjang periksa.

Jasmine agak tercekat ketika mendengar bisikan dalam kepalanya.

[Dia hamil! Anaknya laki-laki dan nantinya akan sangat sakti. Dia akan membinasakanmu! Bunuh anak itu!]

Jasmine menghentikan langkahnya. Wajahnya pucat dan nampak terkejut. Rosalina memandang Jasmine keheranan.

"Ada apa, Dok?" tanya Rosalina. Jasmine buru-buru menguasai dirinya dan menggeleng.

"Tidak apa-apa, Mbak, tetapi kayaknya wajah Mbak Rosalina pucat sekali, mungkin kurang darah, ya?" tanya Jasmine basa basi. Rosalina mengangguk pasrah. Jasmine langsung memeriksa Rosalina sesuai standar, dia tidak memedulikan bisikan di kepalanya.

[Dia harus dibunuh! Ibu dan bayinya! Karena pria muda tadi akan sangat bersedih dan tidak bisa membinasakanmu! Kalau kamu membiarkan ibu dan anak itu hidup maka kamu akan sangat kesusahan! Kamu akan mati oleh pria muda itu dan juga oleh anaknya!]

Jasmine tersenyum pada Rosalina. Dia menyentuh perut Rosalina. Ah, ya, perut bagian bawah agak keras dan ketika disentuh wajah Rosalina nampak menyeringai kesakitan, bahkan dia mendesis sakit.

"Sakit, Mbak?" tanya Jasmine. Rosaline mengangguk.

"Kapan terakhir haidh?" tanya Jasmine dengan senyum mengembang.

[Beri dia racun! Bunuh dia!]

Rosalina nampak agak terkejut mendengar pertanyaan Jasmine. Dia tersenyum.

"Bulan ini memang belum haidh, Dok ...." Rosalina memandang Jasmine ragu. Jasmine mengangguk dan tersenyum geli.

"Semoga memang hamil, ya? Saya beri rujukan untuk diperiksakan lagi ke dokter kandungan, ya, Mbak? Biar bisa sekalian di USG," kata Jasmine ramah.

[Kamu bodoh! Jangan lepaskan dia!]

Rosalina mengangguk, dia segera duduk kembali ke kursinya dan berbisik-bisik dengan pria muda yang mengantarnya tadi. Sang pria nampak tak percaya dan menoleh ke arah Jasmine.

[Dia tidak takut padamu! Dia juga akan membunuhmu! Jangan lupakan tujuan awalmu, Jasmine!]

Jasmine menelpon ke bagian kandungan, dengan bisikan-bisikan di kepalanya yang semakin membuatnya mual dan tak bisa menahan diri untuk berteriak. Setelah menelpon Jasmine menghampiri Rosalina dan sang pria muda --yang nampaknya adalah suaminya-- sambil tersenyum.

"Monggo, bagian kandungan sudah siap menerima Mbak Rosalina," kata Jasmine.

Rosalina tersenyum bahagia.

"Jazakillah, Dok," kata Rosalina dengan wajah ceria. Sang suami pun tersenyum pada Jasmine dan juga mengucapkan terima kasih. Ah, ternyata kalau pria mudah itu tersenyum, ketampanannya semakin bertambah.

Jasmine ikut tersenyum dengan kebahagiaan pasangan itu. Kebahagiaan yang begitu murni dan sangat sakral.

[Kamu sudah tidak menurutiku, Jasmine, tunggulah ajalmu!]

"Kenapa aku harus membunuh wanita itu? Dia nampak bahagia dengan kehamilannya?" teriak Jasmine tak sabar.

[Wanita bo*doh! Aku sudah bilang padamu kalau dia akan membunuhmu kelak! Apa kamu lupa tujuan awalmu?]

Jasmine merasakan sakit kepala yang mencengkeram erat kepalanya. Dia merasa sangat pusing. Dia tahu mahluk yang ada di dalam tubuhnya sedang menghukumnya. Dia mencengkeram jilbabnya erat-erat. Dia nyaris menjerit, tetapi dia tetap berusaha profesional, dia tetap menjaga etika di tempat baru. Jasmine hanya menitikkan air mata untuk mengurangi rasa sakitnya.

"Baiklah! Baiklah! Aku akan mencari mereka. Aku akan membunuh mereka, aku akan membunuh siapapun yang kamu minta!" seru Jasmine dengan merengut dan wajah merah padam menahan sakit.

Tidak ada jawaban, tetapi terdengar suara tawa yang membuat kepala Jasmine semakin berdenyut liar.

****

Donita melihat Jasmine dari pintu dengan pandangan keheranan. Dia begitu takut melihat Jasmine berteriak dan berbicara sendiri.

"Astaghfirullah, ada apa gerangan dengan Dokter Jasmine?"

****

Lanjut Membaca

Daftar Isi NURHAYATI

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Cinta Crazy Rich Muda
8.9
Pernikahan paksa Satria Abraham dan Alira Maulidina sejak awal dirancang untuk selesai dalam satu tahun. Namun, situasi berubah total setelah kekasih Satria mengkhianatinya melalui skandal video viral. Satria berbalik mengejar cinta Alira dan bertekad membatalkan kesepakatan cerai mereka. Hambatan terbesar Satria kini adalah Adam, sosok pria yang sangat dicintai oleh Alira. Satria pun harus berjuang keras demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
9.5
Sejak balita, Naura dibesarkan oleh asisten ayahnya yang bernama Gilbert Louise Tom dan memanggilnya Daddy. Kini, sosok duda berumur empat puluh tahun dengan tubuh kekar itu justru tampak kian menawan di matanya. Hubungan dekat yang terjalin lama di antara mereka perlahan berubah menjadi rasa tertarik yang begitu kuat. Naura pun mulai kesulitan untuk menjauhkan dirinya dari pesona memikat yang dimiliki oleh pria matang tersebut.
Sampul Novel Janda Pemikat Hati
9.5
Pasca bercerai, hidup Ruby berantakan. Demi menghibur diri, ia pergi ke bar bersama sahabatnya. Namun, sebuah kejadian memalukan di toilet malah memicu keributan antara dirinya dengan Dinan. Takdir tak terduga membawa mereka kembali bertemu di tempat kerja, kini dengan status atasan dan bawahan. Keadaan menjadi semakin rumit setelah Ruby menyadari bahwa Dinan adalah pria yang sangat dicintai oleh adiknya sendiri.
Sampul Novel Kisah Cinta sang Kurir
8.0
Menjadi kurir pesan antar membawa protagonis pada situasi tidak terduga saat ia mengirimkan pesanan dari toko mainan dewasa. Di lokasi pengantaran, ia mendapati seorang wanita cantik tanpa busana tengah berlutut di ranjang dengan pakaian dalam minim. Keadaan kian mengejutkan ketika sebuah pesan masuk di aplikasi pengirimannya. Sang pemesan menawarkan bonus sebesar 200 juta rupiah jika ia bersedia mengeluarkan mainan elektrik tersebut untuk membuat wanita itu merasa nyaman.
Sampul Novel Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai
8.4
Tujuh tahun Clara bertahan menghadapi dinginnya Edward demi cinta. Namun, hatinya hancur saat sang suami berpaling ke wanita lain dan mengabaikannya di hari ulang tahun. Kecewa, Clara memilih menyerahkan hak asuh anak, melayangkan gugatan cerai, dan pergi membangun karier bisnisnya hingga sukses besar. Di saat ia telah mandiri, proses perceraian justru dihambat oleh Edward. Pria yang dulunya acuh tak acuh itu kini mendadak sering pulang dan menolak keras untuk berpisah darinya.
Sampul Novel Release the Darkness
8.8
Terobsesi pada kaum abadi, penjelajahan Heaven dan Kaylein berakhir tragis di sebuah kastil tua New Orleans. Alih-alih jawaban, Kaylein dipaksa menjadi vampir, sementara kekasihnya dilecehkan oleh pemimpin klan yang kejam. Di tengah siksaan transformasi fisik dan penderitaan batin, kesetiaan sepasang kekasih ini benar-benar diuji. Akankah cinta lama mereka mampu bertahan dari cobaan berat ini, atau justru takdir baru yang akan menanti mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan