APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi

Hasrat di Depan Kemudi mengisahkan seorang instruktur setir mobil di dekat area kampus yang harus mengajar seorang mahasiswi baru yang polos namun berani berpakaian terbuka. Saat sesi latihan, sang mahasiswi sengaja meminta duduk di pangkuannya demi mendapat bimbingan langsung secara dekat. Meski sang instruktur berusaha keras mengabaikan setiap sentuhan halus demi menjaga profesionalisme, sebuah kesalahan fatal terjadi. Kopling dilepas terlalu cepat hingga mobil mati mendadak dan terguncang hebat, membuat tubuh sang mahasiswi jatuh tepat di atas pangkuannya dalam posisi yang sangat intim.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku tidak tahu harus menjawab apa ketika ditanya seperti ini olehnya.

Aku asal menjawab, "Itu tumor di pahaku. Kamu tahan saja dan fokus mengemudi."

Setelah Liana duduk dengan stabil, aku menggenggam tangannya di setir.

Lalu, mengajarinya dengan sabar.

"Genggam setir dengan erat. Mata lurus ke depan!"

"Kaki kiri di kopling, kaki kanan di rem. Lepaskan kopling perlahan hingga sampai ke posisi setengah gigi."

Liana mengemudi dengan hati-hati. Setelah empat kali mogok, dia tidak berani membuat kesalahan lagi.

Saat kopling sampai di posisi setengah, mobil mulai bergetar hebat.

Tubuh Liana membentur tubuhku dengan keras. Gelombang gesekan itu menyebar ke seluruh tubuhku.

Pantat Liana yang lembut dan lentur bergetar intens di kulitku. Sensasi nikmat pun menyebar ke seluruh tubuhku. Setiap pori-pori seolah-olah terbuka dan menyerap sensasi kelembutan dengan serakah.

Aku meraih dan memegang pinggang Liana dengan erat. Aku pun meniru posisi gitu. Sensasi psikologis yang memuncak membuat adrenalinku meningkat.

Tubuh Liana seolah merespons juga. Suhu tubuhnya naik dengan cepat dan bagian miliknya meleleh seperti genangan air.

Akhirnya, Liana pun tidak tahan lagi. Kakinya tergelincir dan kopling dilepas terlalu cepat. Mobil pun tiba-tiba mogok.

Mobil berguncang keras.

Liana terlempar ke atas dan mendarat dengan keras di atas area sensitifku.

Huh!

Hal itu membuat gelombang panas mengalir di pembuluh darahku. Setiap sel di tubuhku bergetar.

Liana mendesah pelan-pelan dengan suara terengah-engah yang menggoda.

Ini adalah pertama kalinya Liana merasakan sensasi seperti ditekan. Dia begitu semangat dan penasaran, seolah-olah baru menemukan dunia baru.

Namun, Liana tidak berani menunjukan.

Liana hanya bisa memeluk tubuhku erat-erat. Dia duduk di atasku sambil merasakan setiap sensasi.

Liana berkata dengan pelan, "Pak. Aku nggak sengaja buat mobil mogok."

"Aku nggak tahu kenapa bagian bawahku rasanya sangat gatal. Tubuhku nggak bertenaga."

Liana mengira bahwa mengatakan bagian bawah tidak akan menarik perhatianku.

Aku menekan tubuhnya dengan lebih erat lagi. Titik itu menekan erat ke tubuhku.

"Bapak nggak salahkan kamu. Nyalakan mesin dan coba lagi."

Liana bangkit untuk mengeluarkan kunci. Aku tidak bisa menahan diri lagi, membuka risleting celanaku, dan mengeluarkan area sensitifku.

Begitu Liana duduk kembali, sensasinya makin intens.

Melalui celananya yang ketat, aku sudah bisa merasakan suhunya. Rasa hangat yang sangat nyaman.

Liana terdiam sejenak. Wajahnya merona merah. Dia pun berkata dengan malu-malu,

"Pak, tumor di kaki Bapak rasanya cukup hangat."

Aku berkata dengan sangat gembira sambil memegang tangannya, "Kali ini aku akan mengajarimu selangkah demi selangkah. Kamu ikuti instruksiku."

Liana mengangguk.

Aku menyalakan mobil dan memasukkan ke gigi ke posisi setengah.

Kali ini sensasi dari getaran lembut itu lebih terasa. Aku jelas-jelas merasakan tekanan ke dalam cekungan lebih dalam.

Dari celana yang tipis, aku bisa merasakan aliran hangat dan lembut.

Tubuh Liana menegang, ia berusaha menahan sensasi gatal yang muncul di tubuhnya, sambil mencoba menghentikan kaki yang gemetar.

Mobil berjalan dengan lancar. Aku memegang tangannya, memutar setir, dan membimbingnya selangkah demi selangkah.

"Ingat posisi untuk mundur. Lalu, nyalakan lampu tanda untuk berbelok. Lakukan perlahan saat parkir paralel."

Setiap setir berputar, bagianku terasa makin terhisap, sensasi terjerat makin kuat.

Awalnya Liana berhasil menahan sensasi gatal di tubuhnya dan fokus mengemudi.

Namun, tubuhnya perlahan-lahan makin panas dan lembut.

Liana hampir tidak punya tenaga untuk menekan pedal rem. Seluruh tubuhnya terkulai lemah di atas tubuhku. Dia terus mengeluarkan dengusan tersendat dari tenggorokannya.

Tubuh Liana terkadang bergetar.

"Pak. Aku gatal banget. Tenagaku hampir habis."

Aku menepi dan memindahkan gigi ke posisi netral.

Lalu aku memeluknya dan mencondongkan tubuhnya ke arah setir.

Liana menunduk di atas setir. Pantatnya yang montok dan berkilau mengarah ke arahku. Melalui celana putihnya yang ketat, aku samar-samar bisa melihat bentuk area sensitifnya.

Liana memalingkan kepalanya dan menatapku dengan ketakutan. Antisipasi tersirat dalam tatapannya yang rumit.

"Pak, aku gatal banget. Nggak tahan … "

Aku menatap celana ketatnya yang basah. "Sebagai pelatih, aku pasti akan membantumu lulus ujian kali ini."

"Kalau kamu kesulitan, aku akan membantumu menghadapinya."

Aku menelan ludah saat tanganku menyentuh pinggangnya yang ramping.

Liana melepaskan celana ketatnya dengan lembut. Setiap gerakannya tampak malu-malu.

Dua pantat yang montok tiba-tiba terlihat di hadapanku. Pantatnya putih dan mulus, di bawahnya ada rerumputan merah muda.

"Kenapa kamu tersipu malu?" Jantungku berdebar bagaikan guntur.

Liana berbicara dengan lembut dan pipinya merona merah, "Pak … Aku merasa nggak nyaman di sini. Apa Bapak bisa bantu aku?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Kekasih Bayangan Menuju Dirinya Sendiri
9.6
Lima tahun kuhabiskan dalam persembunyian sebagai kekasih rahasia demi janji kepada mendiang kakaknya, sosok yang seharusnya menjadi suamiku. Namun, saat masa perjanjian kami akhirnya selesai, luka baru justru digoreskan olehnya. Aku ditugaskan untuk merancang dan mempersiapkan seluruh rangkaian acara pertunangannya dengan wanita pilihan lain. Di tengah patah hati, aku harus menyelesaikan tugas menyakitkan ini.
Sampul Novel Gelora Berbahaya Sang Pengacara
9.8
Madona terpaksa menjebak seorang pengacara bernama Ardan demi mendapatkan uang 500 juta rupiah untuk melunasi utang orang tuanya pada mucikari. Sialnya, rencana itu berujung petaka ketika video skandal mereka justru menjerat Madona dalam masalah baru yang rumit. Bukannya membawa pulang uang, ia malah disekap di rumah Ardan. Di balik kungkungan sang pengacara, akankah muncul perasaan cinta di antara mereka, atau justru kebencian mendalam yang akan selamanya bertahan?
Sampul Novel Kakakku Menjadi Gila Setelah Kematianku
9.5
Hubungan persaudaraan ini dipenuhi kebencian mendalam. Sang kakak sangat menginginkan kematian adiknya, hingga dengan dingin menolak mengakui hubungan darah mereka saat sang adik memohon kejelasan sambil menangis. Tragisnya, malam itu juga sang adik tewas akibat ditabrak mobil. Namun, kematian yang selama ini dinantikan justru menjadi awal kehancuran mental sang kakak, menyeretnya ke dalam jurang kegilaan yang tak berujung.
Sampul Novel Lost In Heart
9.7
Kehancuran rumah tangga akibat pengkhianatan suami membangkitkan trauma masa lalu Pricila Putri Patty tentang ayahnya. Demi menyembuhkan luka batin, ia memutuskan pergi ke Bromo. Di sana, takdir mempertemukannya kembali dengan Yohan Pratama, sosok pria dewasa yang dahulu pernah menyelamatkannya. Kebersamaan dan kebijaksanaan Yohan perlahan menumbuhkan perasaan baru di hati Cila. Akankah perjalanan ini menuntunnya pada kedamaian hidup serta cinta yang sejati?
Sampul Novel Menjaga Jodoh Orang
8.0
Lima tahun menjalin hubungan tidak menjamin kesetiaan Terry pada Candice. Setelah menunda pernikahan mereka, Terry justru melamar Vivian dengan alasan memenuhi permintaan terakhir wanita yang sedang sakit itu. Terry sangat yakin Candice yang begitu mencintainya tidak akan pernah pergi. Namun, keyakinan itu runtuh di hari pernikahan Terry dan Vivian. Saat mencoba menyembunyikan pernikahannya, Terry justru mendapati kenyataan pahit bahwa Candice juga melangsungkan pernikahannya sendiri hari itu.
Sampul Novel My Lovely CEO
8.4
Sebelum pernikahan resmi mereka, Ellen berteriak histeris begitu menyadari tindakan Reyhan Saputra. Sambil menutupi badannya, ia memaki pria itu. Bukannya marah, Reyhan malah tertawa gemas. Setelah mematikan kompor, ia mendekat hingga membuat Ellen terdesak ke dinding. Ellen merasa geli sekaligus tegang saat Reyhan memegang tengkuknya. Dengan seringai nakal, Reyhan pun menawarkan diri untuk mempraktikkan langsung contoh perbuatan tersebut.