APKDock Logo
Sampul Novel My Lovely CEO

My Lovely CEO

8.4 / 10.0
Sebelum pernikahan resmi mereka, Ellen berteriak histeris begitu menyadari tindakan Reyhan Saputra. Sambil menutupi badannya, ia memaki pria itu. Bukannya marah, Reyhan malah tertawa gemas. Setelah mematikan kompor, ia mendekat hingga membuat Ellen terdesak ke dinding. Ellen merasa geli sekaligus tegang saat Reyhan memegang tengkuknya. Dengan seringai nakal, Reyhan pun menawarkan diri untuk mempraktikkan langsung contoh perbuatan tersebut.

My Lovely CEO Bab 1

"Reyhan ada di dalam?" tanya seorang wanita cantik dengan postur tubuh yang sexy. Ellen tak henti-henti menatapnya dari atas ke bawah membuat wanita itu geram sendiri.

"Woy! Kamu budeg ya? Aku tanya! Reyhan ada di dalam gak?" tanya wanita itu sekali lagi dengan sedikit emosi.

"A-da. Masuk saja," sahut Ellen gelagapan. Wanita itu berjalan pergi segera dengan tatapan sinisnya. "Bilang dari tadi kek!"

Sampai pintu ruangan CEO itu tertutup, Ellen menghembuskan napasnya. Ellen adalah seorang sekretaris dari seorang CEO muda dan kaya di perusahaan Lee Corp. Sudah sering sekali, Ellen kedatangan wanita seperti tadi. Tidak heran, karena CEO-nya memang sangat tampan. Tapi BEJAT! Sehari mungkin ada sekitar 5 orang wanita berbeda yang menjadi pemuasnya.

Hari telah berakhir. Ellen segera merapikan berkas-berkasnya dan bersiap untuk pulang. Saat ingin

beranjak, pintu CEO terbuka menampilkan Reyhan yang baru saja keluar dengan wanita yang menggelendoti tangannya.

"Beb, masa gak bisa sekarang? Aku maunya shopping sekarang. Nanti, tas brand itu keburu habis. Ayolah Beb!" rengek wanita itu. Ellen masih setia menunduk pada CEO-nya.

"Gak bisa, honey! Mama Papa minta aku pulang sekarang, katanya penting. Besok saja ya beli tasnya. Janji deh, aku beliin dua langsung." Mata wanita itu langsung berbinar senang dengar Reyhan akan membelikannya dua tas langsung.

"Benar ya? Oke deh kalo gitu kamu hati-hati pulangnya. Aku pulang duluan," ujar wanita itu. Reyhan hanya menampik senyumnya dan wanita itu pergi. Gak ngerti juga, kenapa gak Reyhan yang mengantarnya pulang?

"El? Kamu belum pulang?"

Ellen lalu ngedongak menatap CEO tampan itu. "Sebentar lagi," sahut Ellen pelan. Ya sudah. Aku duluan. Kamu hati-hati di luar, rok kamu kependekan." Reyhan menunjuk rok Ellen yang di atas lutut itu, lalu pergi. Ellen menatapnya kesal. "Dasar bejat!" Kalau saja Reyhan dengar ini, mungkin besok Ellen sudah gak kerja di Lee Corp.

"Apa? Papa mau jodohin aku? Ayolah, Pa! Ini sudah dunia modern. Perjodohan itu sudah punah," rengek Ellen pada Papanya yang kini duduk di hadapannya.

"Kalau gak dijodohin sampai kapan kamu mau ngelajang? Papa juga mau punya cucu kayak teman-teman Papa yang lainnya," sahut papanya tak mau

kalah.

"Papa mah kejauhan. Aku belum mau nikah. A-ku masih mau kerja, Papa." Ellen mencekal keningnya. "Ma, aku gak mau dijodohin," adunya pada mamanya.

"Sayang, kamu turuti saja apa kata Papa kamu. Itu juga demi kebaikan kamu, sayang." Mamanya kini mengusap punggung Ellen. Ellen menderu napasnya pasrah. Sulit untuk membantah permintaan orang tua.

"Kamu pikirkan sampai besok pagi. Tapi, kalau kamu sampai menolak, Papa gak mau ngomong sama kamu lagi."

Papanya beranjak dari ruang keluarga. Mamanya sangat khawatir sekarang.

"Pa! Gak boleh gitu dong Pa! Itu namanya Papa nyudutin aku biar mau dijodohin! Papa mah!" teriak El memanggil Papanya, tapi tak digubris.

"Mama. Aku gak mau Ma," rengek El peluk Mamanya.

"Kamu turuti saja permintaannya Papa. Gak mungkin Papa melakukan ini kalau bukan demi kebaikan kamu, Sayang." Mamanya setia mengusap kepala Ellen yang menempel di dadanya. Ellen tampak diriasi oleh MUA yang dibayar langsung oleh keluarganya. Pagi tadi, Ellen setuju untuk perjodohan itu. Dan hari ini, akan langsung pertemuan keluarga. Ellen nampak cantik dengan balutan dress putih di atas lutut dan make up yang natural karena memang Ellen sudah cantik walaupun gak pakai make up.

"Sayang, kamu udah selesai?" Wajah mamanya muncul saat pintu kamarnya terbuka.

"Sudah Ma," sahut Ellen dari cermin.

"Ayo turun! Itu calon suami kamu sudah di bawah," girang mamanya.

Oke, sekarang Ellen malah deg-degan mendengar 'calon suami'. Ellen menarik napasnya tiga kali, lalu mengikuti mamanya dari belakang.

"Astaga! El, kamu cantik banget! Nggak salah memang, Mama jodohin kamu sama anak Mama," ujar wanita paruh baya yang kayaknya bakal jadi Mama mertuanya Ellen. Ellen mendudukan dirinya dan menyapa kedua calon mertuanya.

"Sabar ya, Sayang! Calon suami kamu masih ke toilet sebentar," ucap wanita itu lagi. Ellen hanya mengangguk.

"Sayang, kamu lama deh, di toiletnya. Sini cepat! Calon istri kamu sudah lelah menunggu." Ellen menoleh ke orang yang baru saja keluar dari toilet. Ellen melongo, menutup mulutnya dengan kedua

tangannya.

"Reyhan-ssi?" lirih Ellen. Reyhan menatapnya tak kalah kaget.

"Jadi, kalian sudah kenal? Wah, bisa makin cepat ini pernikahannya," ujar laki-laki sepertinya itu Papanya

Reyhan.

"Apa?" kaget Ellen. "Baru perkenalan keluarga masa sudah mau menikah saja, Pa, Ma," rengek Ellen pada orang tuanya.

"Gapapa Sayang, lebih cepat lebih baik," sahut Ny. Retno senyum ke arah Ellen. Reyhan hanya diam memandangi Ellen yang kini duduk di depannya. Ellen tampak gugup ditatap seperti itu.

"Mama, Papa, Ellen permisi ke toilet sebentar." Ellem pergi begitu saja. Reyhan menatap kepergian Ellen. "Ma, Pa, Rey menyusul Ellen sebentar." Setelah diberi anggukan, Reyhan beranjak mengikuti Ellen di kamarnya. Menatap keluar dari balkonnya.

Cklek!

Ellen menoleh, didapati Reyhanberada di

sana. Ellen tercegang, Reyhan masuk ke area kamarnya. "Kamar kamu rapi juga." Reyhan mengangguk-ngangguk.

"Ngapain kamu ikutin aku? Sana keluar." titah Ellen tak suka.

"Gak boleh galak-galak sama calon suami," sahut Reyhan mendekat.

Ellen berdecih. "Dih! Ngarep banget sama perjodohan kayaknya."

Tak dilihat, Reyhan kini menyeringai.

"Kamu gak mau punya suami yang husbandmaterial kayak aku, ehm? Nanti menyesal loh." Reyhan mengusap pelan pipi Ellen. Tolong Ellen sekarang, jantungnya mungkin sudah hilang.

"Apaan sih! Sana jauh-jauh!" Ellen mendorong tubuh Reyhna. Namun, malah ditarik balik dan ya! Ellen jatuh ke pelukan Reyhan.

"Gak ada yang boleh menolak aku. Paham?" Reyhan mengusap rambut Ellen. Ellen berontak melepas pelukan Reyhan.

"Siapa yang buat peraturan gitu? Gak ada ya, begituan!"

Reyhan tertawa sebentar melihat Ellen tampak sangat marah sekarang.

"Untuk pertama kali wanita menolak aku." Reyhan menyeringai.

"Iyalah, aku gak kayak cewek-cewek kamu ya. Yang mau dimainin demi barang-barang branded itu!" Ellen mengunci kedua tangannya di dada.

"Itu sebabnya, aku suka sama kamu."

Reyhan kembali menyeringai. Ellen menatap bingung pada Reyhan yang kini menatap ala pria BEJAT!

Lanjut Membaca

Daftar Isi My Lovely CEO

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Pasca tragedi berdarah yang merenggut keluarganya demi harta, Aliya yang dahulunya lembut kini berubah menjadi sosok pembawa maut demi menuntut balas. Di tengah misteri sekolah yang pelik, ia bertekad menguak dalang kejahatan itu. Misi ini membawanya mencari Samudra, pemuda bermata biru yang kini asing padanya. Walau terus ditolak dan nyawanya terancam oleh badai rahasia besar, Aliya tak gentar. Baginya, utang darah atas keluarganya wajib dibayar tuntas.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Hubungan erat Adrian dan Wandi kini renggang sejak kemunculan Hesta. Gadis penuh misteri itu begitu memikat Adrian, tetapi Wandi justru melihat sosok mengerikan dalam dirinya. Wandi berjuang keras memperingatkan sahabatnya bahwa Hesta bukanlah manusia. Sejak mereka mengunjungi beringin tua yang angker, teror mistis mulai membayangi. Di tengah ancaman bahaya, sanggupkah Adrian menyadari kenyataan? Apakah asmara beda alam ini akan terwujud, atau malah berujung pada kehancuran?
Sampul Novel Menantu Yang Tak Diinginkan
8.3
Pernikahan Anara Alfhatunnisa Zayba dengan seorang pria mapan berujung pilu saat sang suami mengabaikannya di malam pertama demi pekerjaan. Alih-alih bahagia, Anara justru terjebak dalam siksaan batin akibat ibu mertua yang cerewet dan ipar yang egois. Keadaan kian memburuk saat suaminya diduga berselingkuh. Muak dengan segala tekanan dan perlakuan buruk keluarga barunya, Anara kini bertekad bulat untuk bangkit dan mengubah jalan hidupnya.
Sampul Novel Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri
8.5
Pernikahan Linar hancur setelah Dean berselingkuh hingga selingkuhannya hamil. Ironisnya, Dean malah menuduh Linar yang tidak setia. Konflik memanas ini juga menyeret Ndaru, hingga akhirnya Linar mantap bercerai demi kewarasan jiwanya. Namun, situasi menjadi rumit saat Linar menyadari dirinya sedang hamil anak yang selama ini mereka nantikan. Kini, keputusan sepenuhnya ada di tangan Linar untuk menentukan arah masa depan mereka.
Sampul Novel Terbelenggu Hasrat
8.1
Kebahagiaan rumah tangga Aruna dan William terusik sejak Jones hadir kembali. Sang mantan kekasih yang menyimpan dendam itu bertekad merusak pernikahan mereka. Demi melancarkan aksi liciknya, Jones bahkan memengaruhi Karin, adik kandung Aruna. Di bawah bayang-bayang teror dan tekanan mental yang hebat, Aruna harus berjuang mempertahankan perkawinannya. Obsesi gelap masa lalu kini mengancam kehancuran rumah tangga mereka dalam pusaran konflik yang penuh hasrat.
Sampul Novel The Blue Eyes
9.6
Sejak menetap di sebuah vila angker, hidup Ferdianto tidak lagi sama. Pertemuannya dengan Viana, arwah noni Belanda yang penuh misteri, memicu berbagai teror supranatural yang mencekam. Ferdianto pun tersadar bahwa nyawanya kini tengah terancam bahaya besar. Di tengah situasi yang mendesak, sanggupkah ia menyelamatkan diri dari ancaman maut? Mampukah ia memecahkan teka-teki serta misteri utama di balik semua kejadiaan mengerikan ini sebelum terlambat?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan