APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari pernikahan berubah kelam saat sang ibu wafat akibat syok melihat Ezra mengganti mempelai wanita dengan mitra bisnisnya, Naila. Di tengah duka, Ezra tetap memaksa prosesi berjalan dan menyuruhnya memasangkan cincin ke jari Naila. Menolak patuh, ia pergi membawa jasad ibunya. Ketika Ezra dan Naila merayakan pernikahan mereka di media sosial dengan sindiran, ia hanya membalas dingin. Namun, saat pulang membawa abu ibunya, ia mendapati keduanya tengah bermesraan di sofa rumah barunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku terduduk lemas di genangan darah. Seluruh tubuhku terasa seperti hancur berkeping-keping oleh rasa sakit yang luar biasa. Namun, yang lebih menyakitkan adalah perutku, tempat di mana kehidupan baru sedang tumbuh.

Rasa anyir yang pahit mengalir dari bibirku dan air mata yang terus mengalir memburamkan penglihatanku. Aku memeluk kotak abu ibuku erat-erat dan mencoba untuk berdiri. Namun, tubuhku tidak mau bergerak.

Tanganku yang gemetar meraba perutku, lalu tiba-tiba darah segar menyembur keluar dari mulutku.

Pemandangan itu membuat Naila ketakutan. Dia mencengkeram lengan Ezra erat-erat. Wajahnya yang biasanya tampak lembut berubah pucat.

"Farah! Jangan pura-pura! Aku cuma menyentuhmu sedikit. Jangan berlagak seperti hampir mati!" Ezra berdiri di kejauhan. Wajahnya gelap dan penuh amarah. Dengan santai, dia mengeluarkan tisu untuk membersihkan sepatunya yang terkena darahku.

Mata Naila memerah dan air matanya hampir tumpah. Dengan ekspresi polos, dia menatapku sambil berkata, "Ezra! Jangan-jangan dia hamil? Lihat, darahnya banyak sekali. Menjijikkan sekali. Ugh!"

Dia pura-pura menutup mulutnya dan membungkuk seolah-olah akan muntah.

Meski aktingnya begitu jelas, Ezra menepuk bahunya dengan lembut untuk menenangkannya. "Kalau menjijikkan, jangan lihat." Dia lalu menatapku dengan ekspresi penuh kebencian yang begitu jelas.

"Mana mungkin dia hamil? Kalau benar begitu ...."

"Hah! Dia pasti sudah mengumumkannya ke seluruh dunia dan menggunakan itu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik."

Ezra tertawa sinis dengan kebencian yang memenuhi seluruh ruangan. "Orang seperti dia sangat licik ...."

Belum sempat aku merespons, rasa sakit yang luar biasa menyerang perutku lagi. Rasa sakit itu seperti ribuan jarum yang menusuk kulitku, menghancurkan tulang, dan membakar jiwaku. Seolah-olah setiap saraf di tubuhku digenggam erat oleh dua tangan mungil yang mengekspresikan kemarahan mereka.

Rasanya seperti ususku hampir putus.

"Uhuk ... uhuk!"

Aku terbatuk dengan keras. Darah segar keluar dari mulutku. Namun, aku malah tertawa dengan sisa darah di bibirku. "Haha ...."

"Ezra! Lihat ... apa ini?"

Dengan tangan yang gemetaran, aku merogoh saku bajuku. Tanganku yang berlumuran darah dan kini bercampur dengan serpihan kehidupan yang telah hilang dari tubuhku, mencengkeram erat laporan pemeriksaan kehamilan itu.

Aku mengangkatnya dengan tangan gemetar dan menyodorkannya kepada Ezra.

"Lihat ini. Setelah kamu melihatnya, aku akan pergi! Semoga kalian berdua langgeng!"

Dengan tangan yang gemetar, aku mengangkat laporan pemeriksaan kehamilan itu.

"Ezra! Bukankah kamu paling menginginkan anak? Kalau begitu, sebelum aku pergi, aku akan menggunakan laporan ini sebagai pisau yang menghujam langsung ke hatimu! Biarkan kamu tahu, sejak tendanganmu tadi, Keluarga Tanoto ini ditakdirkan untuk nggak punya keturunan selamanya!"

"Farah!! Aku nggak punya waktu untuk main-main denganmu!"

Ezra merebut laporan pemeriksaan dari tanganku. Namun, dia tidak melihatnya. Dengan ekspresi penuh kebencian, dia meremas laporan itu menjadi bola kertas dan melemparkannya ke dalam genangan darahku.

"Apa kamu nggak mengerti apa yang aku katakan? Aku bilang aku hampir kehilangan kesabaran! Sudah cukup!" Dia mencengkeram rambut panjangku, menariknya dengan kasar, dan memaksaku untuk menatap matanya yang penuh kemarahan.

"Aku bilang serahkan kotak abu itu padaku! Minta maaf sama Naila! Kamu masih bisa jadi Nyonya Keluarga Tanoto! Apa kamu dengar?!"

Rasa sakit di kulit kepalaku seperti tercabik-cabik. Aku menggigit bibirku erat-erat hingga darah mengalir dan memastikan diriku tidak mengeluarkan suara. Aku menatap Ezra dengan mata penuh darah dan kebencian.

Ezra melirik kotak abu yang kupeluk erat, urat-urat di lehernya menegang. "Kenapa masih meluk kotak itu?! Orangnya sudah mati! Sampai kapan kamu akan gunakan dia untuk memerasku?!"

"Berikan padaku!"

"Berikan sekarang!"

Aku dan Ezra berteriak bersamaan saat dia merebut kotak abu dari pelukanku.

Yang satu teriakan penuh kemarahan yang ekstrem, sedangkan satu lagi jeritan penuh kesedihan yang histeris. Tanganku yang mencakar Ezra telah merobek kulitnya dan membuat darah mengalir. Dia menatapku dengan tatapan penuh kebencian.

"Oke! Kalau itu yang kamu inginkan!"

Dia tiba-tiba berteriak, kemudian di depan mataku yang membelalak, dia membuka kotak abu itu dengan kasar dan melemparkannya ke udara hingga menyebarkan abu ibuku ke seluruh ruangan.

"Mama!!"

Aku berteriak histeris, berusaha meraih abu yang jatuh dengan tangan gemetar. Namun, sebelum aku bisa bergerak lebih jauh, kepalaku ditahan Ezra dan ditekan keras ke lantai. Dia menggesekkan wajahku ke permukaan yang dingin dan kasar.

"Lepaskan aku! Aku nggak bisa membiarkan ibuku ...."

Tamparan keras mendarat di wajahku, membuat kepalaku bergetar. Ezra berteriak dengan kemarahan yang membara.

"Diam! Jangan pura-pura lagi! Bukankah kamu cuma ingin gunakan kematian ibumu untuk mendapatkan lebih banyak belas kasihan dariku?! Oke! Aku akan memberimu apa yang kamu inginkan!"

Ezra menarik kepalaku ke depan tubuhnya. Dengan tangan lainnya, dia mengambil segenggam abu ibuku dan mencekokinya dengan paksa ke mulutku.

"Kamu cinta banget sama wanita tua itu, 'kan? Kalau begitu, biarkan dia beristirahat dalam tubuhmu selamanya! Buka mulutmu! Kenapa nggak buka mulut?!"

Ezra mendorong kepalaku ke lantai dengan kasar hingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

"Kamu bahkan nggak bisa buka mulutmu! Lalu apa hakmu mengatakan kamu cinta sama dia?!"

"Buka! Biarkan aku lihat kesetiaanmu! Kalau nggak, kamu juga nggak layak jadi Nyonya Keluarga Tanoto!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso, pengusaha tangguh berhati dingin, mengikat wanita pilihannya dalam ikatan pernikahan. Merasa terjebak oleh sikap Xavi yang sangat dominan, sang istri pun meminta cerai. Namun, sang taipan justru membalasnya dengan menyerahkan seluruh kekayaan, bisnis, serta raganya demi memanjakan sang istri. Di balik keangkuhannya, sosok penguasa ini ternyata menyimpan sisi lain layaknya iblis yang memiliki cinta tanpa batas bagi pasangannya.
Sampul Novel Cinta Lima Tahun, Hancur oleh Sebuah Panggilan
8.6
Mahligai rumah tangga Anisa dan Erlangga runtuh seketika saat Citra, sang mantan yang hilang ingatan, hadir kembali. Demi menjaga perasaan Citra, Erlangga tega menuntut Anisa bersandiwara sebagai pacar kakaknya, Laksmana. Sadar dirinya cuma dijadikan ban serep yang patuh, kepedihan Anisa berubah menjadi amarah. Ia pun bertekad menikahi Laksmana secara sah dan memaksa Erlangga menjadi wali di pernikahan mereka. Sebuah pembalasan dendam yang senyap kini dimulai.
Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Malam pesta di hotel mewah milik rekannya mengubah total takdir seorang siswi SMK. Di sana, ia mengalami peristiwa tak terduga yang merenggut kesuciannya. Kejadian kelam tersebut memaksa sang gadis belia menghadapi kerasnya dunia dewasa secara tiba-tiba. Kini, ia harus menanggung dampak besar dari malam itu sambil tertatih-tatih merancang kembali masa depannya yang menjadi semakin rumit dan penuh rintangan.
Sampul Novel I Win You
8.3
Vanilla tiada henti memikat Nick lewat aksi provokatif yang memicu ketegangan hebat di antara mereka. Walau Nick sudah mengingatkan bahaya dari permainan ini, Vanilla malah kian berani menantang hasratnya. Di tengah situasi yang kian memanas, Nick berjuang keras menjaga pertahanannya agar tidak lepas kendali. Namun, godaan nakal Vanilla yang penuh kemenangan membuat dinamika hubungan dewasa yang membara ini semakin sulit untuk diprediksi.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang Miliarder
9.4
Harapan Arabella Balqis untuk hidup penuh kasih sirna seketika sejak Leonard Abraham hadir demi membalas dendam. Pria itu menyusup ke kediamannya dan memanipulasi situasi, memicu fitnah yang membuat warga memaksa mereka menikah siri. Kini, Arabella yang sebatang kara terperangkap dalam ikatan pernikahan tanpa cinta yang menyiksa. Mampukah perempuan yatim piatu ini bertahan melewati segala kekejaman sang suami demi meraih kebahagiaan impiannya?
Sampul Novel Perawatan
8.2
Saat memulihkan diri di rumah perawatan pasca melahirkan, seorang istri mengalami ketegangan tak terduga. Di ranjang pemulihan, perawat pria yang bertugas memberikan pijatan mendalam yang terasa terlalu intens hingga menyentuh area sensitifnya. Meski sang istri mencoba menolak dan mengingatkan bahwa suaminya sedang berada di kamar sebelah, sang perawat justru terus menekan lebih dalam dengan dalih medis untuk meredakan gejalanya. Konflik batin pun memuncak dalam keheningan yang mencekam.