APKDock Logo
Sampul Novel Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

9.5 / 10.0
Hari pernikahan berubah kelam saat sang ibu wafat akibat syok melihat Ezra mengganti mempelai wanita dengan mitra bisnisnya, Naila. Di tengah duka, Ezra tetap memaksa prosesi berjalan dan menyuruhnya memasangkan cincin ke jari Naila. Menolak patuh, ia pergi membawa jasad ibunya. Ketika Ezra dan Naila merayakan pernikahan mereka di media sosial dengan sindiran, ia hanya membalas dingin. Namun, saat pulang membawa abu ibunya, ia mendapati keduanya tengah bermesraan di sofa rumah barunya.

Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku Bab 1

Ibuku meninggal karena terlalu emosional. Pasalnya, hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, kini pengantin wanitanya malah berubah menjadi mitra bisnis Ezra.

Pada saat ibuku mengembuskan napas terakhirnya, hari pernikahanku berubah menjadi hari pemakamannya.

Namun, Ezra memerintahkan agar pesta pernikahan tetap dilanjutkan seperti biasa dan bahkan memintaku untuk memasangkan cincin pernikahan ke jari Naila secara langsung.

"Cepat! Pasangkan cincin itu padanya. Malam ini, aku akan memberimu penjelasan," katanya sambil menggertakkan giginya.

Aku mengabaikan amarah Ezra dan menggendong jenazah ibuku meninggalkan hotel. Pukul delapan malam, pernikahan dengan pengantin yang diganti itu selesai dengan "sempurna".

Naila memposting di Instagram dan postingannya mendapat puluhan ribu suka.

[ Yay! Hari ini aku akhirnya menikahi pria idamanku. Terima kasih pada pihak ketiga yang sadar diri dan pergi. ]

Tak lama kemudian, Ezra juga memposting.

[ Orang yang nggak layak, nggak pantas dicintai. ]

Di kamar jenazah yang dingin, aku memberikan tanda suka pada postingan mereka berdua dan menulis komenta.

[ Semoga langgeng. ]

Kemudian, aku mengemas barang-barangku sambil memeluk kotak abu jenazah ibuku. Namun, ketika aku sampai di rumah baru yang kubeli, aku menemukan Ezra sedang berciuman penuh gairah dengan Naila di sofa baruku.

Ketika aku pulang ke rumah dengan memeluk kotak abu jenazah ibuku, waktu sudah larut malam. Cahaya bulan terasa dingin dan menusuk hingga ke tulang.

Baru saja tiba di depan pintu, aku melihat sepatu hak tinggi milik Naila diletakkan di posisi pemilik rumah. Ini bukan pertama kalinya Naila datang ke sini.

Sejak tiga tahun lalu, ketika Naila menjadi mitra senior Ezra di perusahaan, dia sering datang dengan alasan "urusan pekerjaan". Entah itu pagi-pagi sekali atau larut malam, bahkan saat hujan deras sekalipun, ambisi "karier"-nya tetap tidak terbendung.

Awalnya, aku masih sempat ribut soal ini, tapi Ezra hanya menyuruhku menempatkan diriku dengan benar. Dia berkata, "Perusahaan menghasilkan uang. Kamu yang nggak melakukan apa-apa yang menikmatinya."

Lama-kelamaan, jika aku protes lagi, Ezra akan mendiamkanku selama berhari-hari hingga aku meminta maaf terlebih dahulu. Saat itu, aku masih mencintai Ezra, jadi aku terus meyakinkan diriku sendiri.

Namun, yang kudapatkan sebagai balasannya hanyalah kotak abu yang ringan di tanganku ini.

Dengan tawa dingin, aku masuk ke rumah. Saat itulah aku melihat Ezra dan Naila berciuman penuh gairah di sofa yang kupersiapkan untuk pernikahan kami.

Di bawah cahaya lampu yang redup, wajah Naila yang pucat terlihat memerah, seolah-olah mabuk berat. Tubuhnya bersandar lemas pada Ezra.

Melihatku masuk, Ezra pertama kali melirik kotak abu di tanganku. Kemudian, dia mendorong Naila dengan hati-hati dan membaringkannya di sofa.

"Sepertinya dia benar-benar sudah mati, bukan pura-pura," ujar Ezra dengan nada dingin dan memandangku dengan sikap merendahkan.

Dia menambahkan dengan nada seolah ingin menghibur tetapi penuh kejengkelan, "Belum cukup buat keributan? Oke, aku akui. Aku merasa bersalah."

Aku tertawa karena marah.

Ketika ibuku pingsan karena emosi, Ezra berkata ibuku hanya berpura-pura, bahkan berkomentar bahwa akan lebih baik jika dia benar-benar mati. Kemudian, dia memerintahkan agar pernikahan tetap dilanjutkan.

Sekarang, ibuku benar-benar telah meninggal sesuai dengan keinginannya. Namun, dia malah mengatakan "aku merasa bersalah" dengan nada seperti itu.

Awalnya ....

Hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupku. Aku akhirnya akan menikahi teman masa kecil yang telah kucintai selama 20 tahun. Aku bahkan sudah mempersiapkan kejutan besar untuknya di hari ini.

Ezra menderita oligospermia. Kemungkinannya memiliki anak hampir nol. Mimpi terbesarnya adalah memiliki anak sendiri.

Demi mimpi itu, seluruh keluarga Ezra bahkan berdoa dan meminta berkah ke mana-mana. Neneknya sampai mengabdikan hidupnya di biara dan hidup sederhana.

Namun aku, mungkin karena karma baikku sebagai dokter selama bertahun-tahun, akhirnya hamil anak Ezra. Sebagai kejutan, hasil pemeriksaan kehamilan itu ada di sakuku.

Namun sekarang, melihat wajahnya saja membuatku merasa jijik.

Dengan tenang, aku berkata, "Ezra, kita putus."

Aku menatap matanya yang tiba-tiba terkejut dan berkata dengan perlahan, "Mulai sekarang, aku hanya berharap kita nggak akan pernah bertemu lagi seumur hidup."

Sejak ibuku meninggal, perasaanku terhadapnya benar-benar telah lenyap. Awalnya, karena kasih sayang nenek Ezra kepadaku, aku hanya ingin pergi secara diam-diam malam ini. Namun sekarang, dia telah melewati batas toleransi terakhirku.

"Apa merasa bersalah nggak cukup? Apa aku harus berlutut untuk minta maaf?"

Tanganku diremas oleh Ezra yang terlihat sangat marah. Dia menatapku dengan dingin, sama seperti saat dia menyuruhku memasangkan cincin pada Naila.

"Sadarlah akan posisimu sendiri, Farah."

Aku mengabaikannya dan menarik tanganku. Aku hanya ingin membereskan barang-barang ibuku untuk segera pergi dari pasangan hina ini. Namun, Naila tiba-tiba duduk dari sofa dan memandang kotak abu di pelukanku dengan penuh minat.

"Eh? Di dalam kotak itu ada tante?" tanyanya dengan nada terkejut.

"Kenapa bisa meninggal secepat itu? Maaf ya, Farah."

Setelah berkata demikian, dia memandang Ezra dan mulai merengek manja.

"Ezra! Aku suka sekali sama kotak abu ini. Anjing kampungku mati kemarin. Kamu bisa minta dia ngasih kotak itu samaku nggak? Anjingku kasihan sekali. Aku mau pakai kotak ini untuk anjingku. Boleh ya?"

Aku tidak percaya mendengar apa yang baru saja dia katakan. Namun, Ezra dengan entengnya mencoba meraih kotak abu ibuku dari pelukanku.

"Sini," katanya dingin.

"Kotak ini cocok sekali untuk mengubur anjing kampung!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kebahagiaan Kinan runtuh seketika saat suaminya meminta izin berpoligami. Alasan sang suami sangat melukainya; ia mendambakan istri salehah penuntun spiritual, menyindir Kinan secara tidak langsung. Di tengah rasa dikhianati dan luka batin yang teramat dalam, Kinan dipaksa menerima kenyataan pahit berbagi cinta. Kini, mampukah ia bertahan hidup satu atap dengan madunya di rumah sendiri?
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga yang hancur, aku tega mengkhianati Jase Mitchell dan memilih menikah dengan Kade Mitchell. Empat tahun kemudian, Kade meninggal dunia. Ibu tirinya yang kejam, Katie Fuller, langsung mengusirku beserta anakku tanpa belas kasihan. Kehilangan segalanya membuatku terpaksa memohon bantuan kepada Jase, yang menyambutku dengan penuh godaan. Di tengah keputusasaan ini, aku berniat memanfaatkan anak Katie sendiri untuk merebut kembali seluruh warisan yang telah dia curi.
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha kerap dikhianati akibat genophobia yang dideritanya. Sang sahabat yang ingin ia sembuh akhirnya mendaftarkan Zeline ke situs kencan global. Lewat platform itu, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang jenuh dengan wanita materialistis. Walau terpisah jarak Indonesia-New York, keunikan Zeline sukses memikat Ricardo. Kini, keduanya harus menghadapi trauma masa lalu dan bentangan jarak demi membuktikan kekuatan takdir cinta mereka.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Demi Lisna, Andika rela melepas statusnya sebagai putra konglomerat walau ditentang keluarga. Namun, pengorbanan itu berujung pilu saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi dalam situasi perih: Lisna kini telah bersama pria lain. Meski terluka, Andika menolak menyerah dan terus berjuang merebut kembali hatinya. Akankah cinta mereka berakhir bahagia, ataukah perpisahan ini selamanya?
Sampul Novel HOT LITTLE WIFE
9.6
Hidup Jelita berubah drastis pada hari kelulusannya saat ia dijodohkan dengan Kenzo Putra Bagaskara. Pria yang jauh lebih tua itu ternyata sudah beristri. Penderitaan gadis yang kerap dirundung di sekolah ini kian mendalam ketika menyadari dirinya hanya menjadi istri kedua di hari pernikahan. Kenyataan pahit pun terungkap bahwa istri pertama suaminya adalah adik kandungnya sendiri. Kini, Jelita terjebak dalam pusaran konflik rumah tangga yang rumit dan penuh kepedihan.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun menikah, rumah tangga Asmaraloka dan Cadis Diraizel yang harmonis mendadak diuji. Vonis mandul yang diterima Ara menjadi awal keretakan hubungan mereka. Walau sang CEO menerima keadaan tersebut dengan tulus, rasa rendah diri Ara justru memicu konflik baru. Keadaan kian rumit saat orang ketiga datang membawa kesalahpahaman di antara mereka. Akankah kekuatan cinta pasangan ini mampu melewati badai rumah tangga tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan