APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari pernikahan berubah kelam saat sang ibu wafat akibat syok melihat Ezra mengganti mempelai wanita dengan mitra bisnisnya, Naila. Di tengah duka, Ezra tetap memaksa prosesi berjalan dan menyuruhnya memasangkan cincin ke jari Naila. Menolak patuh, ia pergi membawa jasad ibunya. Ketika Ezra dan Naila merayakan pernikahan mereka di media sosial dengan sindiran, ia hanya membalas dingin. Namun, saat pulang membawa abu ibunya, ia mendapati keduanya tengah bermesraan di sofa rumah barunya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Saat Ezra hampir berhasil merebut kotak abu ibuku untuk digunakan mengubur anjing kampung yang disebutnya, aku bertindak spontan. Aku menggigit pergelangan tangannya dengan keras. Rasa anyir langsung memenuhi mulutku, membuatku merasa mual hingga ingin muntah.

"Wanita jalang!" Dengan wajah penuh amarah, Ezra menamparku dengan keras.

Aku terjatuh, tetapi tetap memeluk erat kotak abu ibuku. Kepalaku terbentur ujung meja hingga menghasilkan bunyi keras.

"Ezra!"

Naila segera mendekat dengan wajah panik memeriksa tangan Ezra yang terluka. Setelah memastikan keadaannya, dia menatapku dengan tatapan tidak senang.

"Farah, kenapa kamu menggigit Ezra? Dia sangat peduli padamu. Cuma kotak abu, apa kamu masih khawatir Ezra nggak akan mempersiapkan yang lebih baik untuk almarhum ibumu setelah ini?"

Aku memeluk kotak abu ibuku erat-erat dan mencoba berdiri dengan susah payah. Darah dari kepalaku menetes ke kotak abu, membentuk bercak-bercak kecil. Ibuku sangat menyayangiku semasa hidupnya, tetapi dia bahkan lebih menyayangi Ezra.

Pada saat itu, aku benar-benar kehilangan kendali.

"Peduli padaku? Apakah itu sebabnya dia mengganti pengantin di hari pernikahanku dan membuat ibuku mati karena marah?"

"Ezra! Jangan lupa, siapa yang dulu mempertaruhkan nyawanya, berlari ke dalam kobaran api, dan kehilangan wajahnya demi menyelamatkanmu yang saat itu baru berusia tujuh tahun! Sekarang, aku cuma mau pergi. Pergilah dari hadapanku!"

"Cukup!" Ezra melangkah besar ke arahku, meraih leherku, dan mendorongku ke dinding.

Rasa sesak yang hebat membuatku sulit bernapas. Namun, yang membuatku lebih sulit menerima adalah jawaban Ezra yang keluar dengan nada geram.

"Farah!"

Cengkeramannya semakin kuat. Wajahnya berubah menjadi begitu menakutkan dan penuh kebencian.

"Berapa lama lagi kamu akan terus mengungkit jasa itu? Kamu sudah mendapatkan kehidupan seperti sekarang dan itu masih belum cukup?!" Ezra mengucapkan kata-kata terakhirnya dengan gigi yang terkatup.

"Berani-beraninya kamu bilang mau pergi! Aku sudah merasa bersalah. Jangan nggak tahu diri!"

Aku merasa wajahku mulai membiru karena kekurangan oksigen, air mataku bercampur darah terus mengalir tanpa henti. Aku tidak berani melepaskan kotak abu ibuku untuk melawan. Sebab, aku tahu jika aku melepaskannya, ibuku akan jatuh ke lantai.

Semasa hidup, ibuku sudah cukup menderita. Setelah meninggal, aku tidak ingin dia terus terluka. Saat Ezra hampir mencekikku hingga mati, Naila berjalan mendekat.

Dia tidak menghentikan Ezra, hanya berkata dengan nada memelas, "Farah, Ezra tetap mencintaimu. Ezra menikah sama aku karena semua orang merasa aku lebih cocok sama dia. Kalau kami menikah, harga saham perusahaan akan meningkat."

"Tapi Ezra sudah bilang sama aku secara pribadi, kamu akan selalu menjadi Nyonya Keluarga Tanoto. Ezra sudah melakukan sejauh ini. Kenapa kamu dan ibumu nggak bisa mengerti dan memakluminya, malah mempermasalahkan hal-hal yang tampak dari luar?"

Begitu Naila selesai berbicara, aku bisa merasakan kemarahan Ezra yang semakin memuncak.

"Farah! Kenapa kamu nggak bisa seperti Naila yang pengertian? Kenapa nggak bisa!"

Cengkeraman tangannya semakin kuat hingga buku jarinya memutih.

"Minta maaf sama Naila. Aku berjanji, selain di depan umum, kamu akan selalu menjadi Nyonya Keluarga Tanoto secara pribadi."

Saat aku hampir kehilangan kesadaran karena kekurangan oksigen, Ezra akhirnya melepaskan tangannya. Dia memandangku dari atas dengan tatapan yang tampak seperti belas kasih, tetapi lebih mirip ejekan dan perintah.

Amarahku tiba-tiba memuncak, menghapus semua akal sehatku. Rasa marah itu meluap dari setiap inci tubuhku.

"Ezra! Aku sudah bilang! Aku nggak peduli mau jadi Nyonya Keluarga Tanoto atau nggak!"

Aku berlari ke dapur, meraih pisau dapur, dan berbalik ke arah mereka dengan niat menghabisi mereka. "Awalnya, aku cuma mau pergi. Sekarang, aku mau kau mati!"

Saat pisau hampir mengenai mereka, emosi Ezra akhirnya meledak. Dia melindungi Naila dengan satu tangan, lalu menendang perutku dengan marah.

Di perutku ... ada anak yang sangat diidamkannya. Tendangannya yang tiba-tiba membuatku terlempar ke rak buku.

Rasa sakit yang menusuk dari perutku langsung menjalar ke seluruh tubuh. Darah yang merah pekat mengalir di antara kedua kakiku, menciptakan genangan merah di bawahku.

Dalam sekejap, lantai di sekitarku berubah menjadi lautan darah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal sang ayah, Calla terpaksa mendatangi sebuah klub malam. Di sana, ia bertemu Lucian Donovan yang menawarkan uang 10 miliar rupiah. Syaratnya, Calla harus merusak pernikahan Caspian Hawthorne. Calla terkejut saat tahu Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan sewaktu SMP. Kini, Caspian telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berkuasa. Terdesak kemiskinan, Calla pun bimbang memilih antara harga diri atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar
9.1
Sejak pandangan pertama, gadis ini telah menaruh hati pada sahabat ayahnya, seorang pria dewasa yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sosok pria yang selalu tampil menawan dengan setelan jas rapi itu pernah memberinya sebuah gaun putri yang indah. Ketika sang gadis menginjak usia dua puluh tahun, sebuah insiden tragis terjadi saat pria tersebut tidak sengaja diracuni di sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa sang pujaan hati, ia mengenakan gaun pemberian itu dan merelakan kesucian tubuhnya sebagai penawar racun.
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku
8.0
Masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat setelah pernikahan ibunya dengan pria kaya raya seharusnya menjadi awal kehidupan yang menyenangkan bagi sang protagonis. Namun, keberadaan kakak tiri yang tampan sekaligus bersikap dingin merusak segalanya. Pria itu menyimpan kebencian mendalam, dengan tatapan yang kian hari terasa semakin janggal. Puncaknya terjadi ketika sang kakak pulang dalam kondisi mabuk suatu malam, memaksa adik tirinya memanggilnya dengan sebutan sayang hingga fajar tiba.
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang sang ibu, Tiara terpaksa menjadi kekasih bayaran Adrian Wiratama. Namun, Adrian justru mencampakkannya demi menikahi tunangan pilihannya. Terluka karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam keadaan mengandung. Ia lalu menikahi pria lain demi ketenangan, tetapi hidupnya tetap sengsara karena suami barunya membenci anak tersebut. Penderitaan Tiara memuncak saat Adrian kembali dan merebut paksa putranya hingga ia nyaris gila.
Sampul Novel Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah
9.7
Pernikahan tiga tahun Shinta Ranadi hancur saat Raka Winata melamar cinta pertamanya di depan teman-teman mereka dengan dalih permainan belaka. Puncak pengkhianatan terjadi ketika Raka mendorong Shinta hingga keguguran demi wanita tersebut. Sadar bahwa lima kesempatan yang ia berikan telah sia-sia, Shinta akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungan mereka dan menuntut perceraian dari sang miliarder demi menyelamatkan dirinya sendiri.