APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari Pernikahanku Menjadi Kematian Ibuku

Hari pernikahan berubah kelam saat sang ibu wafat akibat syok melihat Ezra mengganti mempelai wanita dengan mitra bisnisnya, Naila. Di tengah duka, Ezra tetap memaksa prosesi berjalan dan menyuruhnya memasangkan cincin ke jari Naila. Menolak patuh, ia pergi membawa jasad ibunya. Ketika Ezra dan Naila merayakan pernikahan mereka di media sosial dengan sindiran, ia hanya membalas dingin. Namun, saat pulang membawa abu ibunya, ia mendapati keduanya tengah bermesraan di sofa rumah barunya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ibuku meninggal karena terlalu emosional. Pasalnya, hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, kini pengantin wanitanya malah berubah menjadi mitra bisnis Ezra.

Pada saat ibuku mengembuskan napas terakhirnya, hari pernikahanku berubah menjadi hari pemakamannya.

Namun, Ezra memerintahkan agar pesta pernikahan tetap dilanjutkan seperti biasa dan bahkan memintaku untuk memasangkan cincin pernikahan ke jari Naila secara langsung.

"Cepat! Pasangkan cincin itu padanya. Malam ini, aku akan memberimu penjelasan," katanya sambil menggertakkan giginya.

Aku mengabaikan amarah Ezra dan menggendong jenazah ibuku meninggalkan hotel. Pukul delapan malam, pernikahan dengan pengantin yang diganti itu selesai dengan "sempurna".

Naila memposting di Instagram dan postingannya mendapat puluhan ribu suka.

[ Yay! Hari ini aku akhirnya menikahi pria idamanku. Terima kasih pada pihak ketiga yang sadar diri dan pergi. ]

Tak lama kemudian, Ezra juga memposting.

[ Orang yang nggak layak, nggak pantas dicintai. ]

Di kamar jenazah yang dingin, aku memberikan tanda suka pada postingan mereka berdua dan menulis komenta.

[ Semoga langgeng. ]

Kemudian, aku mengemas barang-barangku sambil memeluk kotak abu jenazah ibuku. Namun, ketika aku sampai di rumah baru yang kubeli, aku menemukan Ezra sedang berciuman penuh gairah dengan Naila di sofa baruku.

Ketika aku pulang ke rumah dengan memeluk kotak abu jenazah ibuku, waktu sudah larut malam. Cahaya bulan terasa dingin dan menusuk hingga ke tulang.

Baru saja tiba di depan pintu, aku melihat sepatu hak tinggi milik Naila diletakkan di posisi pemilik rumah. Ini bukan pertama kalinya Naila datang ke sini.

Sejak tiga tahun lalu, ketika Naila menjadi mitra senior Ezra di perusahaan, dia sering datang dengan alasan "urusan pekerjaan". Entah itu pagi-pagi sekali atau larut malam, bahkan saat hujan deras sekalipun, ambisi "karier"-nya tetap tidak terbendung.

Awalnya, aku masih sempat ribut soal ini, tapi Ezra hanya menyuruhku menempatkan diriku dengan benar. Dia berkata, "Perusahaan menghasilkan uang. Kamu yang nggak melakukan apa-apa yang menikmatinya."

Lama-kelamaan, jika aku protes lagi, Ezra akan mendiamkanku selama berhari-hari hingga aku meminta maaf terlebih dahulu. Saat itu, aku masih mencintai Ezra, jadi aku terus meyakinkan diriku sendiri.

Namun, yang kudapatkan sebagai balasannya hanyalah kotak abu yang ringan di tanganku ini.

Dengan tawa dingin, aku masuk ke rumah. Saat itulah aku melihat Ezra dan Naila berciuman penuh gairah di sofa yang kupersiapkan untuk pernikahan kami.

Di bawah cahaya lampu yang redup, wajah Naila yang pucat terlihat memerah, seolah-olah mabuk berat. Tubuhnya bersandar lemas pada Ezra.

Melihatku masuk, Ezra pertama kali melirik kotak abu di tanganku. Kemudian, dia mendorong Naila dengan hati-hati dan membaringkannya di sofa.

"Sepertinya dia benar-benar sudah mati, bukan pura-pura," ujar Ezra dengan nada dingin dan memandangku dengan sikap merendahkan.

Dia menambahkan dengan nada seolah ingin menghibur tetapi penuh kejengkelan, "Belum cukup buat keributan? Oke, aku akui. Aku merasa bersalah."

Aku tertawa karena marah.

Ketika ibuku pingsan karena emosi, Ezra berkata ibuku hanya berpura-pura, bahkan berkomentar bahwa akan lebih baik jika dia benar-benar mati. Kemudian, dia memerintahkan agar pernikahan tetap dilanjutkan.

Sekarang, ibuku benar-benar telah meninggal sesuai dengan keinginannya. Namun, dia malah mengatakan "aku merasa bersalah" dengan nada seperti itu.

Awalnya ....

Hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupku. Aku akhirnya akan menikahi teman masa kecil yang telah kucintai selama 20 tahun. Aku bahkan sudah mempersiapkan kejutan besar untuknya di hari ini.

Ezra menderita oligospermia. Kemungkinannya memiliki anak hampir nol. Mimpi terbesarnya adalah memiliki anak sendiri.

Demi mimpi itu, seluruh keluarga Ezra bahkan berdoa dan meminta berkah ke mana-mana. Neneknya sampai mengabdikan hidupnya di biara dan hidup sederhana.

Namun aku, mungkin karena karma baikku sebagai dokter selama bertahun-tahun, akhirnya hamil anak Ezra. Sebagai kejutan, hasil pemeriksaan kehamilan itu ada di sakuku.

Namun sekarang, melihat wajahnya saja membuatku merasa jijik.

Dengan tenang, aku berkata, "Ezra, kita putus."

Aku menatap matanya yang tiba-tiba terkejut dan berkata dengan perlahan, "Mulai sekarang, aku hanya berharap kita nggak akan pernah bertemu lagi seumur hidup."

Sejak ibuku meninggal, perasaanku terhadapnya benar-benar telah lenyap. Awalnya, karena kasih sayang nenek Ezra kepadaku, aku hanya ingin pergi secara diam-diam malam ini. Namun sekarang, dia telah melewati batas toleransi terakhirku.

"Apa merasa bersalah nggak cukup? Apa aku harus berlutut untuk minta maaf?"

Tanganku diremas oleh Ezra yang terlihat sangat marah. Dia menatapku dengan dingin, sama seperti saat dia menyuruhku memasangkan cincin pada Naila.

"Sadarlah akan posisimu sendiri, Farah."

Aku mengabaikannya dan menarik tanganku. Aku hanya ingin membereskan barang-barang ibuku untuk segera pergi dari pasangan hina ini. Namun, Naila tiba-tiba duduk dari sofa dan memandang kotak abu di pelukanku dengan penuh minat.

"Eh? Di dalam kotak itu ada tante?" tanyanya dengan nada terkejut.

"Kenapa bisa meninggal secepat itu? Maaf ya, Farah."

Setelah berkata demikian, dia memandang Ezra dan mulai merengek manja.

"Ezra! Aku suka sekali sama kotak abu ini. Anjing kampungku mati kemarin. Kamu bisa minta dia ngasih kotak itu samaku nggak? Anjingku kasihan sekali. Aku mau pakai kotak ini untuk anjingku. Boleh ya?"

Aku tidak percaya mendengar apa yang baru saja dia katakan. Namun, Ezra dengan entengnya mencoba meraih kotak abu ibuku dari pelukanku.

"Sini," katanya dingin.

"Kotak ini cocok sekali untuk mengubur anjing kampung!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal sang ayah, Calla terpaksa mendatangi sebuah klub malam. Di sana, ia bertemu Lucian Donovan yang menawarkan uang 10 miliar rupiah. Syaratnya, Calla harus merusak pernikahan Caspian Hawthorne. Calla terkejut saat tahu Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan sewaktu SMP. Kini, Caspian telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berkuasa. Terdesak kemiskinan, Calla pun bimbang memilih antara harga diri atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar
9.1
Sejak pandangan pertama, gadis ini telah menaruh hati pada sahabat ayahnya, seorang pria dewasa yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sosok pria yang selalu tampil menawan dengan setelan jas rapi itu pernah memberinya sebuah gaun putri yang indah. Ketika sang gadis menginjak usia dua puluh tahun, sebuah insiden tragis terjadi saat pria tersebut tidak sengaja diracuni di sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa sang pujaan hati, ia mengenakan gaun pemberian itu dan merelakan kesucian tubuhnya sebagai penawar racun.
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku
8.0
Masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat setelah pernikahan ibunya dengan pria kaya raya seharusnya menjadi awal kehidupan yang menyenangkan bagi sang protagonis. Namun, keberadaan kakak tiri yang tampan sekaligus bersikap dingin merusak segalanya. Pria itu menyimpan kebencian mendalam, dengan tatapan yang kian hari terasa semakin janggal. Puncaknya terjadi ketika sang kakak pulang dalam kondisi mabuk suatu malam, memaksa adik tirinya memanggilnya dengan sebutan sayang hingga fajar tiba.
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang sang ibu, Tiara terpaksa menjadi kekasih bayaran Adrian Wiratama. Namun, Adrian justru mencampakkannya demi menikahi tunangan pilihannya. Terluka karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam keadaan mengandung. Ia lalu menikahi pria lain demi ketenangan, tetapi hidupnya tetap sengsara karena suami barunya membenci anak tersebut. Penderitaan Tiara memuncak saat Adrian kembali dan merebut paksa putranya hingga ia nyaris gila.
Sampul Novel Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah
9.7
Pernikahan tiga tahun Shinta Ranadi hancur saat Raka Winata melamar cinta pertamanya di depan teman-teman mereka dengan dalih permainan belaka. Puncak pengkhianatan terjadi ketika Raka mendorong Shinta hingga keguguran demi wanita tersebut. Sadar bahwa lima kesempatan yang ia berikan telah sia-sia, Shinta akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungan mereka dan menuntut perceraian dari sang miliarder demi menyelamatkan dirinya sendiri.