APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Demi menghindari kencan buta yang buruk, Pamela nekat mencium pria asing tampan yang lebih tua bernama Agam. Tindakan ini membuat Agam menuntut pertanggungjawaban penuh. Pamela mencoba mengelabui Agam agar memejamkan mata lalu melarikan diri, tetapi rencananya gagal. Agam justru menangkap dan memanjakannya siang malam. Ketika Pamela kembali mencoba kabur, sang paman terus mengejarnya dan memastikan bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa lolos dari genggamannya.
Bab
Bagikan

Bab 10

Bianca melihat Maserati mewah itu melaju dan hatinya merasa cemburu. Dia kembali ke kantor dan memberi tahu rekan-rekannya.

"Apa kalian tahu? Pantas saja Pamela pergi tanpa beban. Ternyata dia jadi simpanan orang kaya dan nggak peduli dengan pekerjaan ini!"

Menjadi simpanan?

Rekan-rekan kerja menjadi sangat ingin tahu apa yang sedang terjadi. Jadi, mereka mendekat dan menanyakan situasinya kepada Bianca.

Bianca melebih-lebihkan penjelasannya dengan mengatakan, "Aku berbaik hati mengantarkan barang Pamela yang ketinggalan. Tapi, aku malah melihatnya masuk ke mobil mewah edisi terbatas. Di dalam mobil itu ada pria tua dan Pamela langsung duduk di atas pangkuan pria itu begitu masuk ke dalam mobil. Gerak-gerik mereka sangat ambigu!"

"Pria tua? Berapa umurnya?"

Bianca menjawab, "Sekitar 60 tahun!"

"Ya ampun. 60 tahun itu seusia kakeknya! Aku nggak nyangka kelakuan Pamela akan semurah itu!"

"Ckck, jangan cuma menilai seseorang dari penampilannya!"

Vanda tidak tahan mendengar lebih lanjut isi pembicaraan mereka. Dia berdiri dan membalas dengan lantang, "Bianca, jangan bicara omong kosong! Pamela bukan orang seperti itu!"

Bianca mencibir, "Aku bicara omong kosong? Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Kalau nggak percaya, kamu bisa lihat rekaman kamera pengawas perusahaan untuk memastikan apakah Pamela masuk ke mobil Maserati edisi terbatas atau tidak di pintu masuk!"

Vanda terdiam karena jengkel. Bagaimana mungkin dia memiliki wewenang untuk memeriksa rekaman kamera pengawas perusahaan?

Jelas-jelas Bianca yang mencelakai Pamela. Dia juga sudah membuat Pamela dipecat dari perusahaan, tetapi masih ingin melabeli Pamela dengan penilaian buruk! Benar-benar kejam!

Karena tidak bisa mengalahkan Bianca, Vanda menahan emosinya dan duduk untuk melanjutkan pekerjaannya.

Namun pada saat itu, dia menemukan sesuatu di komputernya dan berkata, "Hei? Apa ini? Kenapa ada dokumen aneh di desktop komputerku?"

Seorang rekan kerja yang lain menimpali, "Di komputerku juga ada dokumen tambahan! Nggak tahu isinya apa!"

"Aneh! Di komputerku juga ada. Buka saja dan lihat isinya ...."

Setelah semua orang membuka dokumen itu dan melihatnya, area kantor menjadi hening.

Pandangan aneh, jijik dan mencemooh terus menerus dilayangkan ke arah Bianca.

Bianca merasa terganggu dengan tatapan dari rekan-rekannya. "Kenapa kalian menatapku seperti itu?"

Vanda berdiri dan berkata lebih tegas dari yang sebelumnya, "Bianca, ternyata orang yang bermain game di tempat kerja itu kamu sendiri. Kamu itu biang keladi yang membuat komputer perusahaan diretas!"

Bianca tertegun dan menjawab tanpa mau mengakuinya, "Vanda, jangan bicara omong kosong! Aku akan menuntutmu atas pencemaran nama baik kalau kamu bicara tanpa bukti!"

Vanda memegang bukti di tangannya dan berkata dengan wajah datar.

"Aku bicara omong kosong? Kamu menipu teman game-mu biar bisa dapat peralatan game, 'kan? Setelah dapat apa yang kamu mau, kamu memblokirnya! Kamu nggak sadar kalau dia peretas profesional dan langsung meretas komputermu. Bahkan sistem perusahaan juga ikut diretas!"

"Kamu malah menyalahkan Pamela. Bahkan PowerPoint yang salah dalam rapat hari ini diutak-atik olehmu saat aku nggak memperhatikan. Buktinya ada di komputer. Peretas sudah mengumpulkan semua perilaku burukmu ke dalam satu dokumen dan meninggalkannya di komputer. Kita punya salinannya!"

Apa?

Bianca menghadapi tatapan aneh dari rekan-rekannya dan merasa lemas.

Dia panik, kembali ke meja kerjanya dan melihat dokumen tambahan di desktop komputernya. Itu adalah tangkapan layar dari riwayat obrolan dengan teman game-nya, serta video pengawasan yang menunjukkan saat dia diam-diam mengutak-atik PowerPoint ....

Ba ... bagaimana ini bisa terjadi?!

Pak Patra keluar dari ruangannya dengan wajah muram. Dia berkata dengan marah, "Siapa yang bernama Bianca? Kenapa ada karyawan pembawa sial sepertinya di perusahaan. Suruh dia berkemas dan keluar!"

Wajah Bianca pucat bukan main. Jangan bilang dokumen itu juga muncul di komputer Pak Patra!

Pak Dikra mendengar teriakan marah Pak Patra juga bergegas keluar ruangannya dengan raut wajah yang terlihat sangat panik.

Ketika Bianca melihat Pak Dikra, dia segera berlari menghampiri untuk meminta bantuan, "Paman, tolong bantu aku ...."

Pak Dikra menatap Bianca dengan tatapan tajam, mendorongnya menjauh dan mengabaikannya. Dia ingin sekali menyingkirkan kerabat yang menghancurkan pekerjaannya saat ini juga!

Akhir dari masalah ini, semua gaji Bianca dipotong. Dia dipecat dan dibuang begitu saja.

Memang benar kalau orang jahat akan selalu mendapatkan balasannya.

Vanda sangat senang. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke Pamela.

...

Pada saat ini.

Di kursi belakang mobil Maserati edisi terbatas yang melaju perlahan.

Pamela duduk sangat dekat dengan pintu mobil sambil memegang barang-barang pribadinya.

Di sebelahnya duduk 'suami barunya', Agam. Namun, sejak Pamela masuk ke dalam mobil, Agam tidak mendongakkan kepalanya, bahkan tidak menoleh ke arahnya. Dia hanya menatap tajam ke arah ponselnya dengan ekspresi acuh tak acuh.

Ponsel Pamela berbunyi. Pamela meletakkan kotak di pelukannya dan mengeluarkan ponselnya.

Dia mendapat Line dari Vanda yang memberitahukan kalau Bianca sudah dipecat dan Pak Dikra ditegur keras oleh Pak Patra.

Pamela mengerutkan bibirnya, tidak terkejut.

Setelah peretas itu memberitahunya alasan menyerang sistem Perusahaan Quentin, dia hanya memberikan satu nasihat kepada peretas itu. Dia memberinya saran agar menyerang dengan tepat dan tidak mengorbankan orang yang tidak bersalah.

Bianca pantas mendapatkan balasan ini atas kesalahan yang dia lakukan.

Pamela tanpa sadar menyilangkan kakinya setelah membalas pesan Vanda. Kedua kakinya yang putih dan jenjang disilangkan.

Dia hanya mengenakan kaos besar milik Agam. Karena duduk, ujung kaos yang dia kenakan sedikit terangkat. Cahaya matahari masuk melalui jendela mobil, jatuh di kulitnya yang putih, membuatnya terlihat makin memesona. Bahkan pantulan dari kulitnya itu terlihat begitu memukau.

Seakan terkena pantulan silau cahaya itu, alis pria yang duduk di samping Pamela sedikit terangkat.

Garis pandangannya melirik ke kaki panjang dan ramping di sebelahnya. Kalau dibandingkan dengan kakinya, kaki Pamela benar-benar terlalu kecil dan kurus.

"Gadis kecil, apa ini cara kalian anak muda untuk mendapatkan perhatian seorang pria?"

Pamela menatap Agam dengan tatapan tidak mengerti, lalu bertanya, "Apa? Paman, aku bahkan nggak melakukan apa pun."

Agam meletakkan ponselnya, menatapnya dan menjawab, "Apa yang kamu pakai?"

Pamela menundukkan kepalanya dan baru menyadari akan hal ini. Dia menjawab, "Oh ... ini bajumu, Paman! Karena pakaian yang diberikan pelayan tadi pagi kotor dan nggak bisa dipakai lagi, aku terpaksa harus pakai bajumu!"

Pria itu menopang dahinya dengan satu tangan, menjawab dengan alis sedikit berkerut, "Sudah dapat izin dariku?"

Pamela mendelik, lalu menjawab kesal, "Apa aku harus meneleponmu dan minta izin untuk pakai satu pakaian di lemarimu? Kamu orang kaya, kenapa pelit sekali!"

Lagipula, dia tidak memiliki nomor telepon Agam. Bagaimana dia bisa meminta izinnya?

Urat nadi Agam terlihat menonjol di dahinya. Dia menjawab, "Apa katamu?"

Pamela tersenyum tipis, lalu menjawab, "Maksudku ... apa orang tua seperti Paman ingin melihat berita tentang istri barumu berjalan dengan baju tipis di jalanan setelah satu hari menikah?"

Agam kehabisan kata-kata, "..."

Orang tua? Apa dia sudah setua itu?

Mata hitam Agam sedikit menyipit, lalu dia menjawab, "Bagaimana kalau aku bilang aku nggak peduli?"

Pamela menggertakkan giginya geram, lalu menjawab, "Kalau begitu, aku akan melepaskannya dan mengembalikannya padamu sekarang juga. Lalu berjalan dengan baju tipis di luar!"

Bibir Agam terangkat membentuk seringai. Dia mencibir, "Baiklah. Kalau begitu lepaskan saja."

Pamela merasa tahun ini dirinya sungguh tak beruntung. Jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa memprovokasi paman aneh yang sangat tidak bisa diajak bicara baik-baik itu!

Dia terdiam selama beberapa detik, baru menjawab, "Ya sudah, lepaskan saja. Apa susahnya!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B18052" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B18052
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Bonekamu Lagi
8.4
Setelah menyerahkan segalanya pada Adriel di malam penobatannya sebagai bos mafia Keluarga Mahendra, Vivian mengira penantiannya berakhir bahagia. Namun, ia mendengarkan sendiri bagaimana Adriel menghina dirinya dan hanya menjadikannya alat pemanasan sebelum mendekati wanita lain. Hancur oleh pengkhianatan kejam sang miliarder, Vivian memutuskan untuk tidak lagi menjadi boneka yang patuh. Ia segera mengirim pesan rahasia kepada Bos Indra Wijaya, meminta dipindahkan sejauh mungkin dari Adriel sebelum promosi tiga hari lagi.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Antologi romansa dewasa ini menyajikan kumpulan kisah penuh gairah dengan latar belakang tokoh yang beragam. Pembaca akan diajak menyelami dinamika emosional yang mendalam dari berbagai profesi, mulai dari kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, kuli bangunan, hingga pesona para suami, manajer, dan CEO. Setiap cerita dirancang secara unik untuk memenuhi fantasi Anda melalui narasi yang memikat. Nikmati jalinan alur yang intens dan penuh warna di dalam buku ini.
Sampul Novel Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku
9.4
Dua tahun lalu, Regan menikahi Ella demi melindungi wanita lain. Menganggap Ella licik, Regan mengabaikan ketulusan istrinya selama sepuluh tahun dengan sikap dingin. Namun, saat Ella mulai lelah dan ingin menyerah, ketakutan justru melanda Regan. Ketika nyawa Ella terancam saat mengandung anak mereka, Regan akhirnya tersadar bahwa cinta sejatinya selama ini hanyalah untuk sang istri.
Sampul Novel GAIRAH PRIA IMPOTEN
9.8
Mela, wanita malang yang diusir ibu tirinya dan menjadi korban pelecehan, terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Di sana, ia mendapat misi khusus untuk memikat seorang pria impoten yang penuh misteri. Hubungan tak terduga ini justru membuat Mela hamil anak dari pria tersebut. Kini, ia terjebak dalam dilema besar mengenai masa depan janinnya, di tengah pusaran rahasia besar yang menyelimuti kehidupan mereka berdua.
Sampul Novel Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
9.2
Sebagai Omega, aku dikhianati oleh Alpha Baskara yang mandul demi wanita lain. Janin di rahimku dianggap aib dan aku dijadikan bahan taruhan. Setelah disiksa oleh Kirana serta dikhianati para prajurit, aku menelan ramuan terlarang untuk mematikan janinku demi membalas dendam. Ini adalah awal perang dingin dariku.
Sampul Novel Kutunggu Jandamu
9.8
Demi sang ayah, Benara nekat menjadikan Laras sebagai kekasih sewaan. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa perempuan itu sebenarnya telah bersuami. Alih-alih mundur setelah melihat Laras terus disakiti oleh suaminya, Benara justru memanfaatkan situasi tersebut. Ia mulai mendekati Laras secara agresif. Kini, Benara bertekad kuat untuk merebut hati Laras dan mengejar cintanya, meski status pernikahan Laras menjadi rintangan besar yang menghadang langkahnya.