APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram

Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram

Saat mengalami pendarahan hebat akibat keguguran, sang istri justru mendapati suaminya, Fandi, memamerkan kelahiran anak dari selingkuhannya, Yessy. Fandi menolak datang ke rumah sakit dan meminta istrinya tidak bersaing dengan bayi yang baru lahir. Di tengah kepedihan mendalam, ia memutuskan untuk bangkit. Ia segera menghubungi Lukas, musuh bebuyutan suaminya, menawarkan pernikahan bermahar seluruh Grup Largi demi satu misi: menghancurkan Fandi sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dia meletakkan sumpitnya dan pergi terburu-buru di depan semua orang.

Dia meninggalkan meja penuh tamu yang kikuk, termasuk orang tuaku.

Aku tidak pernah lupa rasa sakit itu. Saat aku kesakitan karena komplikasi keguguran, aku menekan bel memanggil perawat.

Fandi justru ada di kamar lain, hati-hati menggendong bayi itu. Dia bersenandung lagu nina bobo yang sumbang, berusaha menidurkannya. Wajahnya penuh kelembutan yang belum pernah kulihat.

Dia memberi bayi itu nama, Nino Paton.

Nama itu sebenarnya kusiapkan untuk anakku. Nama penuh harapan dan cinta.

Sekarang nama itu diberikan pada anak haramnya.

Anakku bahkan tidak punya batu nisan. Dia hilang begitu saja, seakan tidak pernah ada di dunia ini.

Aku keluar dari rumah sakit dan Keluarga Paton diam-diam mengadakan pesta kecil di rumah besar mereka.

Mereka mengelilingi bayi itu. Mereka mengaguminya dan menatapnya penuh gembira.

Fandi sepanjang waktu berdiri di sisi Yessy dan anaknya. Dia menuangkan air, merapikan selimut, menatap penuh kelembutan.

Dia sesekali melirikku, tatapannya hanya berisi peringatan agar aku cepat menyesuaikan diri dengan suasana itu. Tidak ada yang lain.

Hatiku sebenarnya sudah mati rasa.

Tapi, melihat semua itu, aku tetap merasa sakit.

Aku berbalik, berniat masuk kamar untuk mengemasi barang-barangku.

Yessy menghadangku sambil menggendong anaknya.

Wajahnya tidak lagi lembut dan rapuh. Dia kini terlihat sinis, penuh kemenangan.

"Aku tahu kamu benci aku. Kamu juga benci anak ini. Tapi, kamu tahu nggak?"

"Nino itu sama sekali bukan hasil donor sperma Fandi."

Langkahku langsung terhenti. Darahku seakan membeku di seluruh tubuh.

Yessy mendekat satu langkah lalu merendahkan suara. "Malam itu hujan deras, kita berdua sama-sama mabuk."

"Kamu tahu, ada hal-hal yang berjalan alami. Kita benar-benar tidur bersama!"

"Mana ada bayi tabung. Itu cuma alasan Fandi buat menenangkan kamu. Dia takut kamu ribut dan merusak nama baik Keluarga Paton."

Jadi begitu.

Semua balas budi itu.

Semua teknologi tinggi itu.

Semuanya cuma kebohongan!

Rasa muak dan marah karena dibodohi langsung menelanku bulat-bulat.

Aku gemetar hebat karena amarah.

Tiba-tiba Yessy meraih tanganku lalu menampar wajahnya sendiri dengan keras.

"Plak!" Suara tamparan palsu terdengar nyaring.

Dia memeluk anaknya, lalu "bruk" terdengar suara dia jatuh berlutut di depanku.

Setelah itu dia menangis melengking. "Kakak! Maaf! Semua salahku! Aku mohon! Tolong ampuni aku dan anakku!"

"Kalau kamu mau marah, kamu pukul aku saja. Anak ini nggak salah apa-apa! Aku cuma punya dia. Kalau dia sampai kenapa-kenapa, aku juga nggak bisa hidup lagi…"

Aku menatap sandiwara murahan itu, belum sempat bereaksi, tapi suara teriakan Fandi sudah mendahuluinya.

"Yuli! Kamu lagi apa!"

Dia menarik Yessy ke belakangnya dan melindunginya. Tatapannya padaku penuh terkejut, kecewa, dan amarah yang tak bisa dipercaya.

Aku menatapnya tenang. "Aku nggak begitu, itu dia…"

"Plak!" sebuah tamparan keras menutupi suaraku.

Sebuah tamparan penuh tenaga mendarat di wajahku.

Dunia mendadak jadi hening.

Aku menatap pria yang dulu bersumpah mencintaiku. Wajah bengisnya membuatku merasa lelah.

Aku sama sekali tidak sedih.

Hal yang tersisa hanya benci yang begitu dalam dan tekad yang dingin.

"Fandi," suaraku terdengar datar dan tenang, terlalu tenang. "Kita cerai."

Fandi berteriak penuh amarah.

"Kamu pakai cerai buat ancam aku lagi! Kamu kira aku beneran nggak bisa hidup tanpa kamu, ya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
9.8
Setelah mendapatkan kesempatan hidup kedua, sang protagonis menolak menjadi korban penindasan adik angkatnya, Maudy. Saat Maudy mencoba merebut Felix dan mengacaukan sesi foto pernikahan mereka dengan membawa-bawa nama Grup Setiawan, ia tidak lagi melarikan diri sambil menangis seperti di masa lalu. Dengan keberanian baru, ia menampar Maudy dan mempertanyakan kelayakannya dalam mewakili nama besar keluarga. Ini adalah kisah pembalasan dendam dan perebutan kembali hak yang sempat terampas.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle sangat menyesali masa lalu yang menghancurkan keluarganya akibat salah memercayai orang. Kini, setelah terlahir kembali, ia bertekad memakai kecerdasan serta pesonanya untuk membalas dendam. Tak diduga, ia menjelma jadi sosok berpengaruh berkat identitas rahasia, hingga dilindungi empat keluarga besar dan kelompok pembunuh. Di puncak kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini kembali untuk mengklaim cintanya di hadapan dunia.
Sampul Novel Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling
9.4
Saat disiram air oleh klien, Yoga hanya menerima makian dingin dari Raisa Gunawan, yang justru sibuk melindungi asistennya. Alih-alih membela, Raisa malah mencap Yoga sebagai pekerja tidak kompeten. Muak dengan ketidakadilan dan sikap dingin tersebut, Yoga memutuskan untuk membalas perlakuan kasar itu secara langsung sebelum akhirnya memilih pergi. Kisah drama modern dan romansa miliarder ini menyoroti keputusan berani Yoga untuk berhenti peduli dan meninggalkan posisinya.
Sampul Novel Mengejar cinta Kayana
8.5
Rafandra Wirautama, pewaris tunggal konglomerat berusia 30 tahun, memilih menolak perjodohan keluarga demi mencari cinta sejati. Takdir lalu mempertemukannya dengan Kayana Tantri, perempuan cerdas berumur 28 tahun yang berwatak ketus. Walau awalnya kerap berdebat sengit, pesona Kayana justru memikat hati Rafandra. Ia pun nekat menyamar sebagai pria biasa demi mendekatinya. Jika rahasia ini terbongkar, Rafandra harus menyerah dan menikahi wanita pilihan orang tuanya.
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Menginginkan anak tanpa ikatan pernikahan, Restu Kanaya Putri nekat meminta atasannya untuk menghamilinya. Pria itu adalah Alvian Saga Majendra, sang bos berwajah pucat yang juga sahabat dekatnya. Reres pun merencanakan perjalanan ke Bali demi menghabiskan tujuh malam penuh gairah bersama Saga. Akankah misi rahasia pengasuh pribadi ini berjalan mulus? Bagaimana kelanjutan hubungan profesional dan persahabatan mereka setelah malam-malam panas itu berakhir?