APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Pernikahan lima tahun hancur saat cinta pertama Boni memamerkan sertifikat rumah sang istri di media sosial. Boni secara sepihak memindahkan kepemilikan rumah mereka dengan dalih membantu pendaftaran sekolah anak sang mantan yang merupakan ibu tunggal. Bukannya meminta maaf, Boni malah memarahi istrinya yang mempertanyakan hal itu. Puncaknya, Boni membelikan mobil mewah dua miliar untuk menenangkan cinta pertamanya. Menolak terus direndahkan, sang istri mantap memilih jalan perceraian.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sudah lima tahun menikah, tiba-tiba cinta pertama suamiku mengunggah foto sertifikat rumah di instagram.

Dia menulis,

"Terima kasih Kak Boni sudah memindahkan kepemilikan rumah ini untukku."

Aku terkejut melihat alamat di sertifikat itu adalah rumah kami, jadi aku memberikan komentar, "?"

Tak lama kemudian, suamiku langsung meneleponku dengan nada marah,

"Dia itu ibu tunggal, kasihan sekali. Aku hanya memindahkan kepemilikan rumah supaya anaknya bisa lebih mudah untuk daftar sekolah nantinya. Itu nggak akan mengganggu tempat tinggal kita!"

"Kenapa kamu nggak punya hati nurani? Masa nggak bisa sedikit bersimpati?"

Di balik telepon, terdengar suara tangisan lembut dari cinta pertamanya.

Setengah jam kemudian, cinta pertamanya mengunggah lagi, kali ini menandai aku di unggahannya.

Dia memamerkan sebuah mobil mewah seharga dua miliar, lengkap dengan catatan,

"Dibayar lunas, seperti kata pepatah, pria yang mencintaimu akan rela menghabiskan uang untukmu."

Aku tahu itu hadiah dari suamiku untuk menenangkannya.

Tapi kali ini, aku sudah memutuskan untuk bercerai.

Bukankah hanya memberinya sertifikat rumah?

Saat Boni pulang, aku menelan satu butir mifepristone sambil memakan kue ulang tahun.

Ini adalah obat yang harus dimakan di hari keguguran.

Hari ini adalah hari ulang tahunku, aku sudah membeli kue lebih awal dan menunggu Boni pulang untuk merayakannya. Aku ingin memberitahunya bahwa aku hamil.

Namun, aku menunggu sampai pukul tujuh malam, dia juga tak mengangkat telepon dan membalas pesan.

Hingga aku mengomentari unggahan Sofie tentang sertifikat rumah. Boni langsung meneleponku dengan nada marah, memarahiku tanpa henti.

Aku baru saja ingin menjelaskan, tapi teleponnya langsung dimatikan dan aku pun diblokir. Aku begitu marah hingga keguguran.

Saat pulang, Boni melihat obat dan kue di meja makan.

Dia mengernyit dan bertanya, "Siapa yang ulang tahun? Kamu?"

Aku diam-diam menyimpan obat itu dan membuang kue itu ke tempat sampah,

Lalu menjawab dengan tenang, "Bukan aku, temanku yang ulang tahun."

Dia menghela napas lega.

"Aku ingat ulang tahunmu itu 28 September, hari ini baru tanggal 8 September."

Selama lima tahun menikah, Boni selalu salah mengingat ulang tahunku.

Ironisnya, ulang tahun orang itu selalu diingat dengan jelas.

Boni duduk di sampingku dan menyerahkan sebuah boneka beruang kecil.

Lalu berkata, "Ini dari Sofie. Dia merasa ketakutan dengan sikap sarkastismu tadi, kamu harus minta maaf padanya."

Ada logo mobil Mercedes-Benz di badan boneka itu.

Sepertinya itu hadiah dari pembelian mobil, bahkan masih ada noda minyak yang terlihat jelas.

Dengan datar, aku berkata,

"Aku nggak mau."

Boni mengerutkan kening, menjawab kesal,

"Sok angkuh apa sih? Dia bahkan ketakutan, tapi masih berusaha berdamai denganmu, kamu masih nggak mau minta maaf?"

Melihatku tidak peduli, Boni berusaha menarikku untuk menelepon Sofie.

Dia menarikku dengan keras hingga aku terhuyung. Kaki kananku yang terluka terbentur meja yang dingin.

Itu adalah luka bakar dari seminggu lalu.

Waktu itu, Boni keluar dari dapur membawa bubur panas sambil sibuk membalas pesan Sofie. Tak sengaja, bubur itu tumpah ke kakiku, membakar kulitku hingga melepuh.

Melihat lukaku kembali berdarah, Boni panik.

"Ayo, ke rumah sakit."

Aku tidak menolak.

"Iya."

Begitu masuk ke mobil, terdengar suara speaker bluetooth. Itu suara manja Sofie.

"Selamat datang kembali direkturku. Jangan lupa kerja keras supaya aku bisa terus belanja, ya~"

Ekspresi Boni langsung berubah.

Dia buru-buru menjelaskan, "Sofie membelinya waktu beli mobil kemarin, dia lupa mengambilnya kembali, aku buang langsung."

"Nggak perlu," jawabku datar.

Mobil kembali sunyi.

Boni menatapku dengan heran.

"Kamu nggak marah?"

Aku hanya mengatupkan bibir.

Dulu, aku sangat terganggu dengan keberadaan Sofie.

Namun sekarang, aku bahkan tidak peduli pada Boni, apalagi semua perempuan di sekitarnya?

"Ayo cepat jalan, sudah malam."

Perjalanan ke rumah sakit hanya membutuhkan satu kilometer lurus setelah putar balik. Namun, tiba-tiba telepon Boni berdering. Saat dia mengangkatnya, bibirnya melengkung tersenyum.

Aku mendengar suara Sofie lagi. Dia sedang bermanja, meminta Boni mengajarinya menyetir mobil Mercedes dengan satu tangan.

"Sofie butuh bantuan darurat, aku akan menurunkanmu di sini, ya. Hanya perlu menyeberang saja dan jalan lima puluh meter."

Boni bahkan enggan putar balik. Dia tidak sabar ingin bertemu Sofie.

Aku menatapnya dengan datar dan berkata, "Aku nggak bisa jalan."

Ekspresinya langsung berubah dingin.

"Bisa nggak jangan begitu manja? Kakimu hanya luka, bukan cacat!"

Boni membuka pintu penumpang, memaksaku turun dari mobil dan menyuruhku meneleponnya setelah mengganti perban.

Mobil melaju kencang, percikan air kotor mengenai lukaku.

Hujan mulai turun, aku yang basah kuyup merasakan mataku mulai berkaca-kaca.

Perjalanan lima puluh meter ... aku bahkan sudah berkeringat dingin hanya dengan berjalan beberapa langkah. Tiba-tiba, perutku terasa sakit luar biasa. Aku pun terjatuh di tengah zebra cross.

Banyak mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Kalau bukan karena petugas keamanan rumah sakit yang baik hati, aku mungkin sudah tertabrak.

Dengan susah payah, aku kembali ke rumah. Saat sedang berbaring, tiba-tiba Boni masuk dengan penuh amarah.

"Bukannya sudah kubilang, langsung hubungi aku setelah ganti perban! Aku menunggu satu jam di depan rumah sakit, tapi ponselmu malah mati!"

Aku menatapnya kosong.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Di usianya yang melewati kepala tiga, Hasmi Azzahra kerap menjadi sasaran gunjingan tetangga karena masih melajang. Berprofesi sebagai perawat desa, ia tak ambil pusing dengan cap tidak laku yang disematkan padanya. Bagi Hasmi, pernikahan bukanlah hal yang bisa terburu-buru demi status sosial belaka, melainkan komitmen seumur hidup yang sakral. Walau mendambakan kehadiran pendamping hidup, ia memilih sabar menanti sosok yang tepat di tengah derasnya tekanan lingkungan sekitar.
Sampul Novel Cinta yang Telah Menjadi Masa Lalu
9.1
Tragedi berdarah di rumah sakit mengubah hidupku selamanya. Saat sebuah pisau terayun, aku berusaha melindungi suamiku, Elvano Wiratama. Namun, ia justru menjadikanku tameng demi menyelamatkan adik juniornya. Tusukan itu merenggut bayi di kandunganku. Di ambang kematian, Elvano malah menurunkan tubuhku dari brankar ICU dan memaksa dokter mendahulukan juniornya yang hanya lecet. Di tengah kemarahan para medis, aku merelakan segalanya. Dengan sisa kekuatan, aku bertekad memutuskan semua ikatan dengannya.
Sampul Novel Contract Love
8.1
Hari pernikahan Tiara berubah menjadi mimpi buruk saat calon suaminya kabur. Situasi kian pelik akibat pengakuan sang sahabat yang merusak nama baiknya sebagai figur publik. Demi menyelamatkan kariernya yang terancam hancur, Tiara nekat melamar seorang pria asing di acara tersebut. Sayangnya, lamaran spontan itu ditolak mentah-mentah. Kini, masa depan Tiara berada di ujung tanduk. Siapa sebenarnya pria asing tersebut dan bagaimanakah nasib Tiara selanjutnya?
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Meskipun telah memasuki usia matang untuk berkeluarga, Aldo Bimantara tetap tampil menawan dan awet muda. Sebagai putra dari keluarga konglomerat yang sangat terpandang, pria sukses ini memimpin dua cabang restoran besar di Semarang dan Medan. Di tengah gemerlap kariernya yang gemilang, ia harus berjuang keras menyeimbangkan tuntutan hidupnya. Kisah ini menyoroti perjalanan sang pengusaha kaya raya dalam mengarungi dinamika percintaan modern yang penuh warna.
Sampul Novel Istriku Cacat, Istriku Malang
9.7
Pasca kecelakaan tragis yang menewaskan tunangannya, Ellard Willard didera dendam mendalam. Ia melimpahkan seluruh kemarahannya kepada Emily Laura, perempuan yang dituduh sebagai penyebab utama musibah tersebut. Situasi ini menjebak mereka dalam ikatan rumit yang sarat akan penderitaan. Namun, saat perseteruan mereka semakin memuncak, Ellard justru terjerat dalam keintiman membingungkan yang perlahan mengikis batasan antara rasa benci dan obsesi tak terkendali.
Sampul Novel Majikanku Menjadi Mertuaku
9.4
Demi keluarga dan impian, Aisyah yang menawan pergi merantau dari desanya ke kota. Saat bekerja di rumah Aryo, ia terjebak dalam dilema cinta antara anak majikannya dan seorang sopir. Setelah melewati liku-liku asmara, Angga yang merupakan putra sang majikan akhirnya menikahi Aisyah. Kehidupan barunya pun berlanjut ke dalam bahtera rumah tangga yang penuh rintangan, menguji keteguhan hatinya hingga ia menemukan makna cinta sejati.