APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di tempat kami, ada gunung yang sering didatangi oleh para pecinta alam.

Dari luar pulau, kota, banyak yang datang untuk mendaki menaklukan gunung itu.

Tetapi, walau gunung tersebut sangat ramai dikunjungi. Tetap, alam banyak menyimpan rahasia dan misteri.

Kata Kakek dan Nenek buyutku.

Gunung itu dinamai Gunung Pengantin, karena terkenal dihuni oleh salah satu hantu wanita. Memakai baju putih, panjang, layaknya seorang pengantin.

Hal tersebut sangat dipercaya dari dahulu sebelum dan bahkan sesudah tempat kami menjadi seramai ini penduduknya.

Mitos dan menurut orang zaman dulu di desa, ada gadis muda yang baru saja menikah enam bulan, diketahui kalau mertuanya selalu menuntut untuknya hamil.

Lantaran dia belum juga hamil, ada kata-kata dari mertuanya yang menyakiti hati si Gadis. Sehingga Gadis itu nekat keluar dari rumah, dan berlari menuju gunung. Lantaran suaminya juga tidak ada sedikitpun membelanya, meski tahu kata-kata ibunya sangat menyakiti dia yang sebagai istri.

Katanya, ketika disusul dan dicari oleh orang tua si gadis dengan bantuan warga. Sampai lebih dari seminggu pencarian, mereka sama sekali tidak pernah menemukan si Gadis.

Hingga keputusan terakhir adalah diikhlaskan, dan dipercaya telah meninggal di sana karena tersesat, lalu kelaparan dan kehausan, sebab lama tidak ditemukan.

Beberapa tahun, gunung tersebut dijadikan sebagai gunung sarana pendakian. Karena keindahan alam, juga sumur yang ditemukan di dekat curug. Di sepanjang jalur Pos Ipar menuju pos terakhir, yaitu Pos Buyut dikelilingi bunga Primula/bunga kunci dan bunga kantung semar, yang menjadi salah satu pemandangan indah untuk para pendaki.

Berita menyebar, dan memperkuat asal-usul gunung Pengantin, karena banyak para pendaki yang mengaku, melihat sosok gadis, memakai baju putih seperti pengantin.

Cukup banyak juga para pendaki mengaku, sosok perempuan itu mendatangi salah satu dari mereka, lalu bertanya.

"Bisa carikan saya anak?"

Sang pendaki yang ditanya setelahnya, hampir kebanyakan menjadi linglung, dan merasakan kesedihan, apalagi jika sang pendaki adalah perempuan, mereka akan menangis histeris, merasakan sedih yang begitu mendalam tanpa tahu sebabnya apa.

Sejak saat itu, para penduduk meyakini sosok hantu gadis itu adalah Gadis Pengantin yang melarikan diri ke gunung dan menghilang.

Para penduduk menghimbau, anak-anak tidak boleh bermain di dekat Gunung Pengantin ketika menjelang petang.

Dikarenakan, tidak mau ada sesuatu yang buruk terjadi.

****

Namaku, Bima. Umurku, 11 tahun.

Aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu, sehingga untuk jajan saja orang tuaku tidak bisa memberikanku uang walau hanya dua ribu rupiah.

Bisa makan saja sangat beruntung.

Suatu hari, sekitar jam satu siang.

Aku tengah mencari kayu bakar di Gunung Pengantin.

Kata Bapak, dan Ibu aku tidak boleh ke sana. Tetapi, jiwa penasaranku membantah larangan itu. Sehingga aku tetap pergi, dan nyatanya tidak pernah terjadi apapun sampai saat ini.

Kuceritakan pada Ibu dan Bapak, bahwa aku mencari kayu bakar di gunung tersebut.

"Kamu! Kok yo dibilangin ngeyel banget, to, Le!"

Awalnya, mereka memarahiku. Namun, karena setiap hari aku membuktikan kalau siang hari itu tidak ada apa-apa di sana.

Mereka pun pasrah, dan mengizinkanku.

Dengan syarat, jam empat sore, harus sudah berada di bawah kaki gunung.

Seperti biasa, saat sedang mencari kayu bakar. Aku melihat dan tak jarang menemui rombongan orang mendaki.

Setelah kuperhatikan, aku memiliki ide untuk menjual air minum pada mereka.

Di gunung itu, ada sebuah sumur. Yang airnya sangat sangat jernih dan bahkan orang-orang yang ke sana bisa mengambil dan meminum langsung. Airnya dingin, dan segar. Seperti air yang disimpan dalam botol kendi.

Akan tetapi, karena letak sumur itu lumayan jauh dari jalur pendakian. Sehingga banyak juga orang yang malas ke sana.

Beberapa hari kemudian, aku mencoba menjual lima botol air yang kuambil dari sumur itu. Menggunakan botol bekas yang sudah kucuci bersih dengan sabun, lalu kubersihkan lagi dengan air panas. Entahlah, kutiru saja cara membersihkan botol seperti Bibi yang mencuci dot milik Tika-bayi tiga bulan, keponakanku.

Tak kusangka, semuanya laku terjual. Satu botol berukuran sedang, aku jual 2 ribu saja.

Pada hari itu, untuk pertama kalinya. Aku bisa memegang uang 10 ribu hasil jualan sendiri. Langsung kupakai untuk jajan separuh, dan sisanya kuberikan pada Ibu.

Sampai saat ini, aku melakukan kebiasaan itu. Sembari mencari kayu bakar, sambil berjualan.

****

Aku tidak akan naik sampai puncak, tapi akan berhenti dan mangkal di pos keempat yaitu Pos Mantu Lanang.

Kebiasaanku di sana, sampai dihapal oleh para pendaki yang lewat. Mereka merasa terbantu, dengan adanya aku yang berjualan air, karena tak akan susah untuk berjalan ke lokasi sumur yang jaraknya cukup jauh dari jalur pendakian.

Seperti biasa siangnya aku bersiap naik ke Gunung Pengantin untuk berjualan dan sekalian mencari kayu untuk Ibu.

Tiba-tiba teman mainku yang bernama Alif datang menghampiri.

"Mau ke mana, Bim?"

"Biasa, jualan air sama sekalian nyari kayu bakar buat Ibu," jawabku.

Alif ini, adalah anak korban perceraian. Kedua orang tuanya pergi entah ke mana setelah berpisah, yang jelas aku tahu Alif sekarang tinggal dengan paman dan bibinya.

Paman dan bibinya juga memiliki dua anak yang masih kecil, keenomian membuatnya tak jauh berbeda denganku.

Jarang jajan, atau bisa dikatakan tidak pernah jajan.

Rumah kami berdekatan, hanya bersebrangan di antara jalan setapak yang biasanya dilewati pendaki berjalan kaki, bagi yang tidak mau menyewa jasa ojek untuk menuju pos satu, yaitu Pos Bapak Mertua. Mereka akan lewat jalan itu, dan secara melewati rumahku dan rumah pamannya Alif.

Sering kulihat dia dimarahi dan disuruh-suruh oleh paman dan bibinya. Karena rumah kami dekat Jadi, aku sering melihatnya saat hal itu terjadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIA
9.5
DIA
Masyarakat diguncang kepanikan hebat saat sebuah jasad bangkit kembali secara misterius. Fenomena mengerikan di luar nalar ini tidak hanya menyebarkan ketakutan nyata bagi siapa pun yang melihatnya, tetapi juga mulai menyingkap tabir rahasia kelam yang sekian lama tersimpan rapat. Di balik peristiwa mayat hidup yang menggemparkan tersebut, ada sebuah kebenaran terlarang yang siap membongkar segalanya dalam atmosfer misteri yang sangat menegangkan.
Sampul Novel Jadi Kuyang
9.1
Demi paras menawan dan awet muda, Mayang memilih jalan pintas yang justru menjerumuskannya ke dalam kegelapan. Tanpa ia sadari, obsesi tersebut merupakan jebakan licik dari suaminya sendiri, Edi. Di balik janji kecantikan abadi, Edi menyimpan rencana terselubung untuk mengubah Mayang menjadi Kuyang, sosok mistis yang mengerikan. Kini, nyawa Mayang terancam akibat terjebak dalam transformasi mengerikan tersebut.
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Vania yang hancur setelah berpisah dari Kevin berniat mengakhiri hidup di jembatan. Beruntung, Rangga menyelamatkannya dan langsung mengutarakan perasaan. Di balik kebahagiaan itu, Rangga rupanya sesosok hantu yang menyembunyikan jati dirinya. Kebohongan ini akhirnya dibongkar oleh Viola di rumahnya. Kini, Vania dihadapkan pada pilihan sulit. Akankah ia tetap bersama sang kekasih dari alam gaib, atau justru ada lelaki lain yang akan datang menggantikan posisinya?
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Sampul Novel NURHAYATI
8.2
Kepanikan luar biasa melanda warga Karang Pandan sejak hadirnya arwah perawat yang meneror klinik lokal. Kemunculan sosok mistis yang mengerikan ini seketika menjadi pusat perhatian publik. Di balik kehebohan yang mencekam tersebut, ada sebuah rahasia gelap yang telah lama disembunyikan. Kini, misteri besar seputar jati diri hantu perawat itu mulai terbongkar satu per satu, mengancam kedamaian hidup seluruh penduduk di sana.
Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya
9.5
Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di tengah hutan saat wisata. Mengira sang putri hanya merajuk karena dihukum berjalan kaki, sang adik justru mengirimkan pesan ejekan agar dia mati demi menguasai warisan nenek mereka. Ibu yang bersikap dingin bahkan mengancamnya agar hadir di pesta ulang tahun keluarga. Mereka tidak pernah menduga bahwa korban tidak pernah bisa keluar dari sana. Pencarian intensif di pegunungan akhirnya mengungkap kenyataan mengerikan saat sisa-sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur.