APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Teknisi AC

Godaan Teknisi AC

Kehadiran seorang teknisi AC di rumah pada larut malam membawa perubahan drastis yang tak terduga. Sentuhan jemari pria asing itu membangkitkan sensasi intens yang belum pernah dirasakan sang istri sebelumnya. Di tengah pergolakan gairah yang terlarang, sang teknisi bertindak nekat dengan menarik rambutnya dan memaksa wanita itu menghubungi suaminya sendiri. Meski telah memohon demi menyelamatkan pernikahannya, panggilan telepon tersebut telanjur tersambung, mengancam membongkar rahasia malam itu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku menoleh dan mencium pipi pria di belakangku, lalu memohon dengan suara manja, “Tunggu sebentar, suamiku telepon.”

“Nggak boleh angkat!”

Lengannya malah memelukku makin erat, sama sekali tak berniat melepaskan.

“Siapa suamimu? Coba pikirkan baik-baik! Yang sedang memelukmu erat-erat sekarang, inilah suamimu.”

Ucapan nakalnya itu sukses membuat wajahku memerah.

Sejujurnya, aku juga tak ingin angkat. Tapi, suamiku orang yang posesif dan curigaan. Kalau aku tak angkat telepon kali ini, bisa-bisa jadi masalah besar.

Dulu, aku pernah memutuskan teleponnya malam-malam karena terlalu mengantuk.

Dia curiga aku selingkuh waktu itu, lalu langsung menyetir belasan jam dari luar kota hanya untuk memastikan sendiri.

Aku tak mau kejadian itu terulang lagi, jadi mau tak mau harus sabar dan minta izin dulu ke pria di sampingku.

“Angkatlah.”

Begitu mendapat izin, aku segera memberi isyarat ‘ssstt’ padanya.

“Sayang, sudah tidur? Banyak sekali nyamuk di rumah lama ini. Aku seperti kantong darah hidup di sini.”

Aku berdeham pelan, lalu menjawab, “Sudah, aku baru saja selesai maskeran dan mau tidur.”

Usai bicara, aku langsung merasa bagian belakang tubuhku jadi dingin. Aku menoleh dan melihat pria itu sudah mengangkat jubah tidurku.

“Kamu….”

“Istriku yang genit, ada apa?”

Mendengar suara suamiku lagi, aku langsung buru-buru mengalihkan topik.

“Sayang, tidur saja lebih awal. Nyamuk nggak bakal menggigitmu lagi kalau sudah tidur,” ujarku sambil menendang pelan pria di belakangku, memberi peringatan agar dia segera berhenti.

Namun, dia tetap tak mau berhenti, Bahkan mendorongku, membuatku terpaksa bertumpu dengan lutut dan kedua tangan di atas ranjang.

“Aaah….” desahku saat merasakan ciuman basah dari belakang, tubuhku reflek bergetar halus sulit dikendalikan.

Tiba-tiba, suamiku menggoda dengan nada genit, “Sayang, jangan menggodaku. Cepat buka kameranya, aku mau melihatmu.”

Aku buru-buru menendang pria itu lagi agar dia menghentikan aksinya.

Namun, dia malah menahan pinggangku dengan satu tangan dan tangan lainnya mulai membuka tali celana olahraga yang dipakainya.

“Sayang, cepat dong, biar kulihat….”

“Aku sendirian di ranjang tua ini, seluruh badanku sampai gatal sangking kangennya denganmu. Rasanya nggak nyaman sekali.”

“Iya iya, tunggu sebentar ya. Aku ke kamar mandi dulu, sayang.”

Baru saja berniat cari alasan untuk menutup telepon, tiba-tiba terdengar suara suamiku yang kesal, “Jangan ditutup! Aku mau dengar! Nggak boleh dimatiin….”

Aku tahu ini karena rasa posesifnya lagi muncul.

Biasanya, kalau dia bersikap manja seperti ini, aku pasti senang bukan main.

Namun, situasi sekarang beda. Ada pria lain di kamar ini dan dia sedang menatapku dengan sorot mata penuh hasrat.

“Bagaimana kalau hari ini jangan….” Belum sempat aku menolak, tiba-tiba tubuhku terasa terangkat.

Begitu aku sadar, kulihat teknisi AC itu sedang menggendongku menuju kamar mandi.

Saat dia mengangkat kedua kakiku dan memposisikan pantatku tepat menghadap ke kloset, aku langsung terdiam tak berkutik.

“Sayang, belum sampai kamar mandi?”

Setelah kembali sadar, aku menjawab terbata-bata, “Sudah sampai….”

Di bawah tatapan pria di belakangku yang menyeringai nakal, terdengarlah suara deras air seni menghantam kloset di dalam kamar mandi.

“Sayang, kamu basah sekali hari ini!”

Aku tidak menjawab. Mungkin karena pikiranku benar-benar kacau dan aku sendiri pun tak tahu bagaimana menghadapi teknisi AC ini.

Begitu dia menggendongku kembali ke atas ranjang, tiba-tiba terdengar suara suamiku dari telepon,

“Sayang, kok kamu aneh sekali hari ini?”

Secara reflek, seluruh saraf tubuhku langsung menegang.

Jangan-jangan ketahuan?

Namun, suamiku malah menghela napas berat, lalu berkata, “Sepertinya aku semakin kangen denganmu.”

Aku menghela napas lega.

Namun detik berikutnya, suamiku malah berseru dengan semangat, “Sayang, bagaimana kalau kita video call sambil main sekali?”

Belum sempat aku merespon, telepon langsung terputus dan nada dering panggilan video menggema.

Aku buru-buru menjulurkan tangan untuk menolak, tapi tiba-tiba ada tangan lain yang lebih cepat dariku dan langsung menekan tombol terima.

Aku langsung panik dan cepat-cepat mengarahkan kamera ke wajahku. Barulah berhasil menutupi pria di belakangku.

“Sayang, kok wajahmu merah sekali?”

Di bawah tubuhku, teknisi AC sedang memegang kakiku dan menekannya ke perut berototnya.

Begitu merasakan pantulan dari otot-ototnya, suaraku jadi serak, “Mungkin… karena pakai masker wajah baru barusan. Sepertinya alergi.”

Di layar video, tiba-tiba suamiku tersenyum padaku dan berkata, “Sayang, coba tegakin ponselmu, aku mau lihat kamu mainin mainan itu.”

Aku syok bukan main.

Tiba-tiba, terdengar suara getaran.

Belum sempat aku bereaksi, teknisi AC langsung menyodorkan mainan elektrik kecil itu ke tanganku.

“Istri genitku nakal ya, diam-diam mainin mainannya sendirian tanpa bilang-bilang. Kamu harus dihukum hari ini, temani aku satu jam lebih lama.”

Saat aku hampir menangis dan benar-benar tak tahu harus berbuat apa, teknisi AC menggenggam tanganku yang memegang mainan elektrik itu, lalu menyelipkannya masuk ke dalam jubah tidurku….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Saingan Ibu Mertuaku
8.2
Setiap hari, ibu mertuaku meniru gaya rambut dan pakaianku. Keanehan ini memuncak saat ayah mertuaku salah mengenali orang lalu memelukku dari belakang. Kemarahan membuatku menampar suamiku yang manja, memicu pertikaian besar yang berakhir tragis ketika ibu mertuaku mendorongku dari lantai atas. Namun, kematian bukanlah akhir. Saat terbangun kembali, aku terlempar ke masa lalu, tepat di hari ketika ibu mertuaku ingin meminjam rantai celana dalam milikku.
Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Kecurigaan langsung menyelimuti hatiku begitu menempati rumah Mas Yusuf. Suamiku menyimpan rahasia besar di balik satu kamar yang selalu terkunci rapat. Kejanggalan kian nyata saat aku melihatnya mengendap-endap setiap malam, membawa baki berisi makanan dan minuman ke ruangan misterius itu. Apa yang sebenarnya Yusuf sembunyikan dariku? Misteri di balik bilik terlarang tersebut kini mulai mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Cinta Kusut yang Ditakdirkan
8.1
Tekanan keluarga memaksa William menikahi Fransiska tiga tahun silam, walau ia mencintai perempuan lain. Pernikahan dingin itu membuat Fransiska memilih kuliah di luar negeri. Begitu kembali, William langsung meminta cerai demi pacarnya yang sedang sekarat. Meski terluka, Fransiska mengiyakan. Namun, William tiba-tiba bimbang dan sengaja mengulur proses perceraian mereka. Di tengah perubahan sikap suaminya yang membingungkan, dapatkah Fransiska membebaskan diri?
Sampul Novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL
8.8
Setelah empat tahun menikah, Aisyah dituduh mandul oleh suami dan mertuanya. Luka hatinya kian dalam saat sang suami berpoligami dengan sahabatnya sendiri. Menolak terus menderita, ia memilih bercerai demi memulai hidup baru. Namun takdir berbalik ketika mantan suaminya justru jatuh miskin dan hancur. Inilah kisah tentang penyesalan yang terlambat serta pembalasan dendam yang lahir dari sebuah fitnah keji.
Sampul Novel I Hate You With Love
9.7
Tepat di hari pernikahan, Aldo menghilang dan membuat dunia Aletta hancur. Demi menjaga nama baik keluarga, ia terpaksa menikah dengan Bian Dirgantara. Alih-alih bahagia, hidup Aletta justru dilingkupi penderitaan karena sikap kasar dan semena-mena dari suaminya. Kepedihan itu kian memuncak saat sebuah rahasia besar yang disimpan rapat oleh Bian akhirnya terkuak. Akankah kebenaran ini menghancurkan pernikahan mereka, atau justru memunculkan maaf di tengah dendam?
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menaruh hati padanya adalah kesalahan fatal yang semestinya kuhindari. Namun, rasa ini telanjur mengakar kuat walau rintangan besar menghadang hubungan kami. Tiap kali rasa sayang ini membuncah, kepedihan mendalam justru kian menyiksa batin. Kini, aku terombang-ambing di antara hasrat untuk bersama dan realitas kejam yang tak memihak. Menyayanginya hanya menuntunku pada kepedihan tanpa akhir dan ketidakpastian yang terus menyelimuti takdir kami.