APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Teknisi AC

Godaan Teknisi AC

Kehadiran seorang teknisi AC di rumah pada larut malam membawa perubahan drastis yang tak terduga. Sentuhan jemari pria asing itu membangkitkan sensasi intens yang belum pernah dirasakan sang istri sebelumnya. Di tengah pergolakan gairah yang terlarang, sang teknisi bertindak nekat dengan menarik rambutnya dan memaksa wanita itu menghubungi suaminya sendiri. Meski telah memohon demi menyelamatkan pernikahannya, panggilan telepon tersebut telanjur tersambung, mengancam membongkar rahasia malam itu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Larut malam, teknisi AC datang ke rumah. Tapi, jari-jarinya yang begitu lincah justru memberiku sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya….

“Telepon suamimu, biar dia lihat sendiri betapa hausnya kamu!” ujar pria di belakangku sambil menarik rambutku ke belakang.

“Jangan… kalau sampai dia tahu, dia pasti nggak bakal memaafkanku….”

Baru saja aku selesai bicara, nada sambung yang sejak tadi terus berdering tiba-tiba berhenti, teleponnya tersambung

Namaku Tina. Setelah lulus dari sekolah tari, aku langsung menikah dengan seorang pria kaya.

Saat suamiku pulang ke kampung bersama orang tuanya untuk ziarah leluhur, aku tetap tinggal di rumah karena urusan pekerjaan.

Dari luar, aku terlihat seperti istri muda yang terdidik dan sopan. Tapi kenyataannya, aku ini wanita yang haus dan liar.

Selalu ingin dipuaskan kapanpun dan di manapun.

Malam itu, saat sudah berbaring di ranjang, aku diam-diam membuka situs film dewasa untuk sedikit melepas hasrat. Tapi, belum sempat mulai, tiba-tiba bel rumah berbunyi.

Reflek, aku pun menjepit kedua kakiku erat-erat. Sepertinya itu teknisi AC yang kupanggil sebelumnya.

Aku bangkit dari ranjang dalam keadaan telanjang bulat, buru-buru mengambil jubah tidur renda ungu dari lemari dan memakainya seadanya.

Dalam bayanganku, teknisi AC pasti sudah tua dan kurus kering. Tapi, begitu kubuka pintunya, aku langsung terkejut.

Tak disangka, begitu pintu terbuka, langsung terlihat sosok pria yang mengenakan singlet putih berdiri di depan pintu.

Dia mengusap keringat di dahinya, lalu menatapku dengan wajah penuh rasa bersalah dan berkata, “Maaf kak, aku lagi banyak pesanan hari ini, jadi agak telat.”

Aku bersandar di kusen pintu, kedua tangan menyilang di depan dada dan menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Bukan karena aku haus perhatian, tapi pria ini memang terlihat menggoda sekali.

Badannya tinggi dan kekar, lengan berototnya yang dipenuhi urat-urat yang menonjol langsung membuatku terbayang betapa mantapnya kalau ditindih olehnya.

“Nggak apa-apa, ayo ikut aku ke kamar utama,” ujarku sambil menelan ludah diam-diam, berusaha keras menahan bayangan-bayangan tak senonoh di kepala.

Lampu kamar utama belum dimatikan dan entah kenapa, saat pria itu masuk, wajahnya langsung memerah. Gerak-geriknya pun menjadi canggung.

Aku mengikuti arah pandangnya dan langsung terdiam.

Karena buru-buru tadi, aku lupa mematikan mainan elektrik itu. Benda itu masih bergetar, memukul-mukul ranjang dan mengeluarkan suara yang cukup nyaring.

“AC-nya… di sebelah sana….” ujarku dan buru-buru duduk di atas mainan itu sambil menunjuk ke arah AC, mencoba mengalihkan perhatian dan menutupi rasa panik.

“Oh… baiklah….” jawab pria itu, terlihat dia juga menyadari situasinya agak canggung.

Dia cepat-cepat menurunkan tas perkakas dari pundaknya, menarik kursi dan berdiri di bawah AC.

Begitu dia membelakangiku, aku langsung menyelinapkan tangan ke bawah tubuh dan mematikan mainan itu secepat mungkin.

Jantungku berdegup kencang, berharap dia tidak sempat melihat jelas benda apa itu tadi.

Aku mendongak, menatap punggungnya yang lebar dan kaki jenjangnya. Entah kenapa, napasku jadi sedikit terengah-engah.

Tak bisa dibayangkan, bagaimana rasanya kalau benda yang digenggamnya sekarang bukanlah obeng, tapi kulitku yang halus dan putih….

Begitu sadar kalau aku diam-diam memandanginya dengan pikiran aneh-aneh, aku langsung merasa canggung dan reflek menyelipkan rambut di telinga.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Saingan Ibu Mertuaku
8.2
Setiap hari, ibu mertuaku meniru gaya rambut dan pakaianku. Keanehan ini memuncak saat ayah mertuaku salah mengenali orang lalu memelukku dari belakang. Kemarahan membuatku menampar suamiku yang manja, memicu pertikaian besar yang berakhir tragis ketika ibu mertuaku mendorongku dari lantai atas. Namun, kematian bukanlah akhir. Saat terbangun kembali, aku terlempar ke masa lalu, tepat di hari ketika ibu mertuaku ingin meminjam rantai celana dalam milikku.
Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Kecurigaan langsung menyelimuti hatiku begitu menempati rumah Mas Yusuf. Suamiku menyimpan rahasia besar di balik satu kamar yang selalu terkunci rapat. Kejanggalan kian nyata saat aku melihatnya mengendap-endap setiap malam, membawa baki berisi makanan dan minuman ke ruangan misterius itu. Apa yang sebenarnya Yusuf sembunyikan dariku? Misteri di balik bilik terlarang tersebut kini mulai mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Cinta Kusut yang Ditakdirkan
8.1
Tekanan keluarga memaksa William menikahi Fransiska tiga tahun silam, walau ia mencintai perempuan lain. Pernikahan dingin itu membuat Fransiska memilih kuliah di luar negeri. Begitu kembali, William langsung meminta cerai demi pacarnya yang sedang sekarat. Meski terluka, Fransiska mengiyakan. Namun, William tiba-tiba bimbang dan sengaja mengulur proses perceraian mereka. Di tengah perubahan sikap suaminya yang membingungkan, dapatkah Fransiska membebaskan diri?
Sampul Novel DIMADU KARENA DIFITNAH MANDUL
8.8
Setelah empat tahun menikah, Aisyah dituduh mandul oleh suami dan mertuanya. Luka hatinya kian dalam saat sang suami berpoligami dengan sahabatnya sendiri. Menolak terus menderita, ia memilih bercerai demi memulai hidup baru. Namun takdir berbalik ketika mantan suaminya justru jatuh miskin dan hancur. Inilah kisah tentang penyesalan yang terlambat serta pembalasan dendam yang lahir dari sebuah fitnah keji.
Sampul Novel I Hate You With Love
9.7
Tepat di hari pernikahan, Aldo menghilang dan membuat dunia Aletta hancur. Demi menjaga nama baik keluarga, ia terpaksa menikah dengan Bian Dirgantara. Alih-alih bahagia, hidup Aletta justru dilingkupi penderitaan karena sikap kasar dan semena-mena dari suaminya. Kepedihan itu kian memuncak saat sebuah rahasia besar yang disimpan rapat oleh Bian akhirnya terkuak. Akankah kebenaran ini menghancurkan pernikahan mereka, atau justru memunculkan maaf di tengah dendam?
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS
9.0
Menaruh hati padanya adalah kesalahan fatal yang semestinya kuhindari. Namun, rasa ini telanjur mengakar kuat walau rintangan besar menghadang hubungan kami. Tiap kali rasa sayang ini membuncah, kepedihan mendalam justru kian menyiksa batin. Kini, aku terombang-ambing di antara hasrat untuk bersama dan realitas kejam yang tak memihak. Menyayanginya hanya menuntunku pada kepedihan tanpa akhir dan ketidakpastian yang terus menyelimuti takdir kami.