APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Ranjang Sang CEO-tamat

Godaan Ranjang Sang CEO-tamat

Gwen Florine terdesak oleh biaya operasi kanker paru-paru ayahnya yang mencapai lima puluh ribu dolar. Di situasi sulit ini, Nicholas Kennedy, sang mantan kekasih yang pergi sepuluh tahun lalu, datang menawarkan bantuan keuangan. Namun, CEO tersebut mengajukan syarat pernikahan. Gwen pun sepakat demi sang ayah, dengan menegaskan bahwa ini hanyalah pernikahan kontrak. Di tengah bayang masa lalu, mampukah Gwen membentengi hatinya dari pesona Nicholas?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bagaimana, kau suka, Nich?" tanya Daniel, pada teman lamanya yang duduk dalam diam sembari menikmati segelas whiskey di genggaman.

"Lumayan."

Teman Daniel bernama Nich menjawabnya santai, sembari menikmati pertunjukan penari striptis yang tengah menggesekkan punggungnya pada tiang dengan gerakan sensual. Sebenarnya tontonan seperti ini bukanlah hal baru baginya. Nich pun bertanya sambil menyesap minumannya lagi, "Siapa namanya?"

"Sam. Lebih tepatnya Samantha Grace," jawab Daniel, mengisi gelas Nich yang sudah kosong dengan Whiskey lagi. "... Cantik dan seksi. Dia penari nomer dua yang paling diminati di sini," lanjut Daniel.

Nich langsung mengalihkan pandangannya pada Daniel. "Itu berarti ada yang lebih panas dari Samantha?" tanyanya dengan alis menukik sangat tinggi.

Daniel mengangguk. "Tentu. Ada Sam yang cantik, dan ada Queen Flo yang panas." Daniel begitu bangga menyebut nama julukan Gwen. Telunjuknya mengacung ke depan, tepatnya ke atas panggung.

Nich mengernyitkan kening, memutar kepala mengikuti arah telunjuk Daniel. Satu orang penari lagi keluar dari balik tirai. Dengan lihai menyeimbangi gerakan Sam, yang meliuk di tiang.

Benar kata Daniel, perempuan yang hampir telanjang itu terlihat lebih cantik, dan menggoda. Setiap lekukan tubuhnya begitu pas dan sangat... Menggairahkan! Nich sampai menelan ludah setiap gerakan yang dilakukan oleh Quuen Flo pada tiang di depannya.

Dua pria di samping Daniel pun langsung bertepuk tangan sambil melempar siulan—teman dan asisten Nich. Menonton aksi para penari yang tak hanya menampilkan gerakan erotis, melainkan gerakan yang sangat indah. Ditunjang dengan postur tubuh yang teramat sempurna, kedua penari itu begitu lihai memainkan peranan.

Hanya Nich yang nampak membeku di tempatnya. Maniknya sekejap melebar, sekejap menyipit. Di bawah minim penerangan seperti ini, Nich tidak bisa melihat dengan jelas wajah penari yang baru saja naik ke atas panggung.

"Kenapa aku seperti tidak asing dengan wajah perempuan itu?" gumam Nich pada diri sendiri, sambil terus berusaha mengingat-ingat wajah penari di hadapannya.

"Kenapa, Nich? Kau sepertinya tertarik dengan Flo?" tanya Daniel, yang sedari tadi mengamati gerak-gerik Nich, yang dia pikir tertarik oleh Gwen.

Nich tersenyum. "Dia yang tadi kau sebut Queen Flo?" Alih-alih menjawab, Nich malah bertanya.

"Yaa. Dia Flo. Penari terfavorit di bar ini. Ada apa? Apa kau sedang berpikir ingin menghabiskan malam dengannya? Jangan harap, Nich! Karena Flo tidak menerima pekerjaan di luar jam kerja." Daniel tertawa meremehkan Nich. "Kalau kau mau, kau bisa memakai jasa Sam," usulnya.

Nich lantas menenggak minumannya, kesal.

Dia tidak habis pikir, kenapa Daniel bisa berpikir demikian. Apa dia terlihat seperti pria hidung belang, yang sering menghabiskan malam bersama para wanita penghibur, pikir Nich.

Tak ingin berdebat, Nich kemudian mengalihkan pandangannya lagi ke atas panggung. Namun, ternyata dua penari seksi itu sudah turun dan melangkah menghampiri. Musik pengiring pun berganti dengan ritme yang lebih cepat. Lagu yang dibawakan oleh penyanyi terkenal Ciara, yang berjudul—Dance Like We're Making Love menjadi musik kedua.

Sam dan Gwen berjalan sensual sambil melepas sepatu yang mereka pakai, meletakkannya asal, kemudian melepas penutup dada mereka, hingga menampakkan begitu nyata dua gundukan indah dan menggemaskan itu.

Para pria yang menyaksikan seketika menelan ludah, jakun mereka naik turun dengan mata tak berkedip sedikit pun. Termasuk seorang Nich, yang sejak awal cukup menikmati tontonan tersebut.

Sam dan Gwen lalu melempar senyum menggoda, meliukkan tubuh mereka dengan gerakan luwes. Mengerling nakal, seraya menyentuh dan meraba kedua pria di hadapan.

Musik terus mengalun memenuhi ruangan yang semakin terasa panas itu. Sayangnya, para penonton tidak diizinkan membalas sentuhan para penari karena itu sudah menjadi aturan mainnya. Meskipun dari mereka mulai horny dan gatal ingin menyentuh dua aset yang menggantung indah tersebut, yang ikut bergerak ke sana kemari, mengikuti gerakan tubuh.

Sam mendekati Nich, pria yang sejak tadi mencuri perhatian, sedangkan Gwen mendekati asisten Nich. Daniel menyeringai, menatap Gwen yang selalu menakjubkan.

Sudah lama Daniel mengincar Gwen, yang tak lain pekerjanya sendiri. Namun, Gwen selalu menolaknya.

"Hai, tampan ...." Sam mencium bibir Nich tanpa permisi, lalu berputar dan menggesekkan dadanya pada punggung Nich yang berbalut kemeja putih.

Kedua lengan Sam melingkar di leher Nich, kemudian satu telapak tangannya meraba sisi wajah Nich yang tak terpengaruh sedikit pun. "Siapa namamu, Tampan?" bisik Sam di telinga Nich, mengecup singkat rahang sang lelaki.

Nich tidak menjawab pertanyaan Samantha, karena fokusnya sedang berpusat pada seseorang yang ada di sampingnya.

'Gwen? A-apa dia benar-benar Gwen?'

Nich sampai harus turun dari stolbar saking penasarannya, hingga Sam dengan terpaksa melepas lilitan lengannya di leher Nich. Daniel dan Sam saling menatap sekilas, seolah mereka kebingungan dengan sikap yang ditunjukkan Nich.

"Nich." Daniel ikut turun dari stolbar, mencoba mengingatkan temannya itu agar tidak melanggar aturan main. Dia menghampiri Nich yang mendekati Gwen.

Gwen belum sadar jika saat ini Nich tengah menatapnya dengan nyalang, karena Gwen sibuk meliukkan tubuhnya di depan asisten Nich.

'Dia memang Gwen. Aku tidak mungkin salah mengenalinya.' Batin Nich, yang dugaannya semakin menguat saja, setelah melihat dari dekat.

Sosok gadis cantik di masa lalunya, kenapa bisa menjadi seorang penari telanjang?

Nich yang sudah tidak bisa menahan diri pun akhirnya nekad menyentuh lengan telanjang Gwen, sampai perempuan itu menghentikan tariannya.

Tersentak, Gwen pun sontak menatap lengannya yang disentuh oleh Nich. "Hei, Ka—" seolah semburan amarah yang siap terlontar tertelan kembali.

Manik biru Gwen bersitatap dengan manik kelam Nich. Untuk beberapa saat keduanya membeku.

'Dia ...?'

Tenggorokan Gwen tiba-tiba terasa sangat kering, ketika sosok yang ada di hadapannya ini sangat familiar. Tak sadar bibirnya pun menyebut nama itu.

"Nicholas?"

'Jadi benar? Dia adalah Gwen. Buktinya dia mengenaliku.' Batin Nicholas.

"Gwen?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dan ternyata cinta
9.4
Pertemuan tak terduga di atas pesawat mempertemukan Vita, seorang pramugari, dengan Andrian yang merupakan prajurit TNI. Andrian langsung jatuh hati pada pandangan pertama saat bertolak ke Jawa. Hubungan mereka berjalan lancar hingga berlanjut ke jenjang pernikahan. Namun, badai datang menerpa rumah tangga mereka ketika Vita tiba-tiba mengajukan gugatan cerai. Kini, Andrian terjebak dalam dilema besar apakah harus menyetujui perceraian tersebut atau tidak.
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
CEO Rafael Aditya Syahreza yang gemar berganti kekasih menjebak Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Siapa sangka, Vanessa adalah pacar Adrian, adik kandung Rafael sendiri. Hubungan ini dimanfaatkan Rafael demi memuaskan hasrat sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari sang adik? Bagaimana nasib Vanessa saat tahu dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit itu?
Sampul Novel Hasrat terlarang dengan ayah mantan ku
8.8
Pernikahan pria itu hancur di masa lalu akibat jebakan sahabatnya sendiri. Kini, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya dahulu. Setelah melewati satu malam bersama tanpa sengaja, ia sangat terkejut saat mengetahui bahwa wanita muda tersebut ternyata adalah putri kandung dari masa lalunya. Akankah jalinan asmara yang rumit ini mendapat restu, atau justru memicu konflik baru yang jauh lebih pelik?
Sampul Novel Istriku, Jaminan Bisnis Ayahku
9.1
Kehidupan pernikahan Elias Pradana dan Safira terasa hampa setelah sebuah insiden pahit. Di tengah renggangnya hubungan mereka, pengusaha sukses ini menemukan kedamaian pada Dina, gadis desa yang polos. Namun, saat Safira mulai berupaya berubah demi merebut kembali hati suaminya, Dina memilih mundur dan menghilang karena enggan menjadi beban. Kini, Elias didera dilema besar, terjebak di antara bayang masa lalu bersama sang istri atau mengejar kebahagiaan barunya.
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins terancam kehilangan toko roti peninggalan neneknya di São Paulo akibat lilitan utang dan pengkhianatan. Di tengah keputusasaan, Enzo Albuquerque hadir menawarkan solusi. Mantan kekasihnya yang kini menjadi pengusaha dingin itu mengajukan pernikahan kontrak setahun demi melindungi posisinya dari intrik keluarga. Namun, hidup bersama justru membangkitkan kembali rasa yang dulu ada. Kini, Clara harus menyembunyikan kehamilannya, sementara Enzo menyimpan rahasia besar yang dapat menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel TAWANAN CEO DINGIN
8.7
Demi bertahan hidup, aku melakoni peran ganda sebagai pelajar dan pacar sewaan. Takdir mempertemukanku dengan Claude, klien pertama yang seketika mengubah segalanya. Pengusaha kaya raya itu mendadak terobsesi padaku, bahkan melarangku menerima pelanggan lain. Kini, aku terperangkap dalam cengkeraman sang CEO dingin yang enggan melepaskan tawanannya. Mampukah aku meloloskan diri dari jerat obsesi menyesakkan ini? Ikuti kisah perjuanganku bebas dari sang tuan muda.