APKDock Logo
Sampul Novel DUA HATI YANG TERPISAH

DUA HATI YANG TERPISAH

9.7 / 10.0
Kepergian Rama meninggalkan duka mendalam yang membuat hidup Maya terasa hampa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang pria baru secara tidak terduga. Maya sangat terkejut karena lelaki tersebut memiliki rupa yang sangat mirip dengan mendiang kekasihnya. Kemiripan itu tidak hanya pada wajah, tetapi juga pada sifat dan kepribadiannya. Kehadiran sosok baru ini pun mulai mengguncang perasaan Maya yang sekian lama dilingkupi kesedihan.

DUA HATI YANG TERPISAH Bab 1

Maya berdiri sendirian di tengah kerumunan orang di sebuah acara di Jakarta. Dia mengamati sekeliling dengan hati-hati, mencoba mencari wajah yang akrab di antara orang-orang yang bergerak dengan riuh.

MAYA

(membisikkan)

Acara ini benar-benar ramai.

Tiba-tiba, pandangannya tertarik pada seorang pria yang berdiri tidak jauh darinya. Dia tampak tampan dengan senyuman yang menghancurkan hati. Pria itu melihatnya dan tersenyum, membuat Maya merasa seperti dunia berhenti sejenak.

RAMA

(dengan ramah)

Halo, apa kabar?

Maya terkejut, tetapi senyuman Rama membuatnya meleleh.

MAYA

(kurang yakin)

Halo. Baik-baik saja. Bagaimana denganmu?

RAMA

(santai)

Baik juga. Nama saya Rama.

MAYA

(senyum malu-malu)

Maya. Senang bertemu denganmu, Rama.

Mereka berdua terus berbicara dan tertawa sepanjang malam. Mereka merasakan ikatan khusus yang sulit dijelaskan. Setiap percakapan dan sentuhan ringan membuat hati mereka berdegup kencang.

Setelah beberapa jam, acara tersebut berakhir dan mereka harus berpisah. Maya dan Rama saling bertukar nomor telepon, berjanji untuk tetap berhubungan. Namun, di dalam hati mereka, mereka tahu bahwa ada rintangan besar yang menghalangi mereka.

Maya kembali ke apartemennya dengan perasaan campur aduk. Dia menatap layar ponselnya, berharap Rama akan menghubunginya. Namun, dia juga sadar bahwa dia sudah memiliki pacar yang setia. Dia merasa terjebak dalam konflik batin yang sulit.

MAYA

(berbicara pada dirinya sendiri)

Apa yang sedang terjadi dengan kita, Maya? Kamu sudah memiliki pacar yang mencintaimu. Tapi mengapa hatimu terus berpaling pada Rama?

Maya merenung sejenak, mencoba memahami perasaannya yang rumit. Dia tahu bahwa dia harus memikirkan hubungannya yang sudah ada dan tidak mengkhianati pasangannya. Namun, ketertarikan dan perasaan yang dia miliki terhadap Rama tidak bisa dia pungkiri.

Dalam kesendirian, Maya terus berjuang dengan perasaan bersalah dan pertanyaan moral tentang apa yang seharusnya dia lakukan. Dia ingin mengikuti hatinya, tetapi dia juga tidak ingin menyakiti orang yang mencintainya.

Saat malam berlalu, Maya memutuskan untuk tidur dengan harapan bahwa waktu akan memberinya kejelasan. Dia berbaring di tempat tidurnya, memikirkan pertemuan tak terduga dengan Rama dan perasaan yang dia rasakan.

MAYA

(dalam hati)

Aku harus memikirkan ini dengan hati-hati. Keputusan ini tidak boleh diambil dengan gegabah. Aku harus memikirkan kesetiaan dan tanggung jawabku terhadap pasanganku.

Maya menutup matanya, berusaha meredakan gelombang emosi yang menghantamnya. Dia tahu bahwa dia harus mencari kejelasan sebelum membiarkan perasaannya berkembang lebih jauh.

***

Maya duduk sendirian di sudut kafe yang nyaman, menyeruput secangkir kopi hangat. Pikirannya masih dipenuhi dengan pertemuan tak terduga dengan Rama. Dia memainkan sendok di atas meja, memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan.

Tiba-tiba, Rama masuk ke kafe dan melihat Maya. Dia tersenyum dan berjalan mendekat.

RAMA

(dengan senyuman hangat)

Halo, Maya. Bolehkah aku bergabung?

Maya tersenyum gugup dan mengangguk. Dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat saat Rama duduk di hadapannya.

MAYA

(dengan senyuman malu-malu)

Tentu, silakan duduk.

Mereka memesan minuman dan mulai berbicara. Waktu terasa berlalu dengan cepat saat mereka saling berbagi cerita tentang hidup mereka. Maya belajar bahwa Rama adalah seorang seniman yang mencintai lukisan dan mengekspresikan diri melalui karya seni. Rama juga tertarik mendengar tentang pekerjaan Maya sebagai desainer grafis.

MAYA

(dengan penuh minat)

Aku suka melihat karya seni. Apakah aku bisa melihat beberapa lukisanmu suatu saat?

RAMA

(senang)

Tentu, aku akan senang sekali menunjukkan karya-karyaku padamu.

Mereka terus mengobrol dan tertawa, merasakan ikatan yang semakin kuat di antara mereka. Maya merasa nyaman dan terbuka dengan Rama, seperti tidak ada halangan di antara mereka.

Namun, Maya tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa dia sudah memiliki pacar yang setia. Dia merasa bingung dengan perasaannya terhadap Rama dan berusaha menenangkan dirinya sendiri.

MAYA

(dalam hati)

Aku harus berhati-hati. Aku tidak boleh membiarkan perasaanku berkembang lebih jauh. Aku harus tetap setia pada pasanganku.

Namun, semakin sering Maya bertemu dengan Rama, semakin sulit baginya untuk menekan perasaannya. Dia merasa terbagi antara tanggung jawabnya dan keinginannya untuk mengikuti hatinya.

Mereka terus bertemu, menghabiskan waktu bersama, dan semakin dekat satu sama lain. Setiap momen yang mereka bagikan membuat Maya semakin tergila-gila pada Rama. Namun, dia juga merasa bersalah karena dia tahu dia tidak boleh membiarkan perasaannya berkembang lebih jauh.

Suatu hari, Maya duduk sendirian di kamarnya, memandangi foto dirinya dan pasangannya. Dia merasa terjebak dalam kebingungan dan konflik batin.

MAYA

(dengan suara lembut)

Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku mencintai pacarku, tapi perasaanku terhadap Rama semakin kuat. Apakah ini hanya keinginan sementara atau ada sesuatu yang lebih dalam?

Dia merenung sejenak, mencoba mencari jawaban dalam dirinya sendiri. Namun, semakin lama dia merenung, semakin sulit baginya untuk menemukan kejelasan.

Maya tahu bahwa dia harus membuat keputusan yang sulit, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus menghormati perasaannya sendiri. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan mencari kejelasan sebelum mengambil langkah apa pun.

***

Maya duduk di sofa apartemennya, memikirkan pertemuan terakhirnya dengan Rama. Dia merasa bersalah karena dia sudah memiliki pacar yang setia. Maya menatap ponselnya, berharap Rama akan menghubunginya.

Namun, di dalam hatinya, dia juga tahu bahwa dia harus mempertimbangkan kesetiaan terhadap pasangannya saat ini. Dia merasa terjebak dalam konflik batin yang sulit.

MAYA

(berbicara pada dirinya sendiri)

Apa yang sedang terjadi dengan kita, Maya? Kamu sudah memiliki pacar yang mencintaimu. Tapi mengapa hatimu terus berpaling pada Rama?

Dia terus berjuang dengan perasaan bersalah dan pertanyaan moral tentang apa yang seharusnya dia lakukan. Setiap kali dia berbicara dengan Rama, perasaannya semakin kuat dan sulit untuk diabaikan.

Maya mencoba mengalihkan perhatiannya dengan bekerja keras di kantor dan menghabiskan waktu bersama pacarnya. Namun, pikirannya selalu kembali pada Rama.

Suatu malam, Maya duduk sendirian di teras apartemennya, menatap bulan yang bersinar terang di langit malam. Dia merenung tentang cinta dan kesetiaan.

MAYA

(dalam hati)

Apa arti cinta sejati? Apakah itu berarti kita harus mengorbankan perasaan kita demi kesetiaan? Atau apakah kita harus mengikuti hati kita dan mengambil risiko?

Maya merasa terombang-ambing dalam pertanyaan-pertanyaan ini. Dia mencoba mencari jawaban di dalam dirinya sendiri, tetapi semakin dia mencari, semakin rumit perasaannya.

Pada suatu pagi, Maya menerima pesan dari Rama. Dia merasa hatinya berdebar saat membacanya.

Rama: "Hai, Maya. Aku ingin bertemu denganmu. Bisakah kita bertemu di kafe favorit kita?"

Maya duduk di tepi tempat tidurnya, memegang ponselnya dengan tangan gemetar. Dia tahu bahwa pertemuan ini akan menghadapinya pada pilihan sulit antara cinta dan kesetiaan.

Maya memutuskan untuk bertemu dengan Rama, tetapi dengan hati yang berat. Dia tahu bahwa dia harus berbicara dengan jujur ​​dengan Rama tentang situasinya.

Mereka bertemu di kafe favorit mereka, tempat mereka sering menghabiskan waktu bersama. Maya tampak gelisah, tetapi Rama tetap tenang.

RAMA

(dengan penuh perhatian)

Apa yang sedang terjadi, Maya? Kamu terlihat khawatir.

MAYA

(dengan suara lembut)

Rama, aku harus jujur ​​denganmu. Aku sudah memiliki pacar yang mencintaiku. Aku tidak bisa mengkhianati dia.

Rama menatap Maya dengan perasaan campur aduk di matanya.

RAMA

(dengan suara terguncang)

Aku mengerti, Maya. Aku juga merasakan hal yang sama. Tapi kita harus mempertimbangkan kesetiaan kita masing-masing.

Mereka duduk di kafe, terdiam dalam keheningan yang tegang. Mereka menyadari bahwa meskipun ada ikatan khusus di antara mereka, ada tanggung jawab yang harus mereka pertimbangkan.

Maya memegang tangan Rama, mencoba menenangkannya.

MAYA

(dengan lembut)

Kita harus tetap setia pada pasangan kita, Rama. Ini adalah keputusan yang sulit, tetapi kita harus menghormati komitmen kita.

Rama mengangguk, tetapi mata mereka masih penuh dengan keinginan dan keraguan.

Mereka berdua berpisah dengan perasaan campur aduk. Maya kembali ke apartemennya, merasa sedih dan bingung. Dia tahu bahwa dia telah membuat keputusan yang benar, tetapi hatinya terasa hampa.

Maya duduk sendirian di kamar tidurnya, menatap langit-langit dengan air mata di matanya.

MAYA

(berbisik pada dirinya sendiri)

Aku harus tetap kuat. Aku harus menghormati komitmenku. Tapi mengapa hatiku terasa hancur?

Bersambung

Lanjut Membaca

Daftar Isi DUA HATI YANG TERPISAH

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan