APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Maut Ipar dan Mertua

Godaan Maut Ipar dan Mertua

Temukan pelarian sempurna dari penatnya rutinitas lewat rangkaian kisah yang menghibur ini. Dirancang khusus tanpa konflik berat, narasi ini menjadi teman istirahat ideal bagi pembaca dewasa yang ingin melepas stres. Nikmati alur ringan namun sarat makna mendalam yang siap membawa Anda hanyut dalam kesenangan murni. Sebuah karya pemulih jiwa yang adiktif, menyajikan kedamaian dan kesegaran di setiap lembarnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari selanjutnya aku semakin sering memergoki ayah mertuaku yang sedang sangat intens menatap sekujur tubuhku. Aku selalu membiarkannya sambil berpura-pura tak sadar sedang diperhatikan, hingga dia mengalihkan sendiri pandangannya ke tempat lain, sambil membetulkan selangkangannya.

Aku mulai merasakan tatapan mertuaku itu penuh dengan birahi. Namun sepertinya dia masih sangat ragu dan malu-malu untuk mengekspresikannya atau bahkan meladeni sinyal-sinyal kuat yang senantiasa kutunjukan padanya. Dan akibat dari kegilaan itu aku pun terkena dampak yang yang luar biasa dahsyatnya. Saat sedang disetubuhi Mas Panji gairahku sangat berkobar-kobar.

Khayalan dan imajinasiku tentang Pak Dahlan terasa semakin menggila dan sempurna. Bayangan ayah mertuaku benar-benar terasa nyata, Namun sayang suamiku semakin lama semakin mengecewakan. Sebenarnya Mas Panji tidak berubah tetap perkasa di atas ranjang, hanya saja aku yang justru berubah. Aku menginginkan yang lebih darinya agar aku bisa lebih puas.

Akhirnya aku mulai sering masturbasi dengan membayangkan ayah mertuaku, ketika Mas Panji sudah benar-benar tidak lagi bisa memberikan kepuasan sebagaimana yang aku inginkan. Aku ingin diperlakukan lebih kasar, binal dan jalang, namun justru Mas Panji malah memperlakukan aku laksana putri keraton dengan segala kelemah lembutannya.

Sepertinya aku sudah mulai harus melakukan sesuatu yang lebih ekstrim lagi. Ya, aku harus lebih berani melakukan sesuatu yang jauh lebih binal lagi di depan ayah mertuaku agar dia semakin yakin jika aku memang sangat ingin disetubuhinya. Rupanya kode keras yang selama ini aku kirimkan, masih dirasa belum keras. Atau jangan-jangan Pak Dahlan ingin mengajakku bercinta di tempat lain?

Ah aku makin tersika dan tak mengerti dengan sikap ayah mertuaku yang sangat kukuh dengan pendiriannya. Aku benci dengan lelaki yang terlalu sok munafik seperti itu. Aku sudah tak sabar ingin segera membuat ayah mertuaku benar-benar tertarik dan tunduk padaku.

Aku ingin segera mendapatkan kehangatan dan kepuasan darinya, seperti yang kubayangkan selama ini. Aku ingin segera membawanya masuk ke dalam dekapanku secara nyata dan membuatnya ketagihan dengan permainan ranjangku.

Gairahku semakin hari semakin bertambah, dan aku semakin senang karena semua yang kulakukan sama sekali tidak terdeksi oleh siapapun. Tidak pernah menimbulkan kecurigaan bagi ibu mertua juga suamiku. Aku dan ayah mertuaku pun seperti sepakat untuk saling menutupi semuanya dengan cara tetap bersikap wajar dan normal di depan mereka.

Namun sejujurnya, kini aku pun mulai terombang-ambing kembali dengan perasaanku sendiri. Sepertinya ayah mertuaku pun hanya sebatas mengagumi tanpa berani bertindak, padahal tingkat kenekatanku sudah semakin jauh. Aku pun terus memeras otak agar bisa menemukan formula khusus untuk segera membawa ayah mertuaku naik ke ranjang pengantinku. Kalau perlu dia sendiri yang memaksa dan memperkosaku.

Waktu terus berlalu dan aku pun mulai bosan dan frustasi dengan segala upaya gilaku yang hanya sebatas itu tingkat keberhasilannya. Pak Dhalan benar-benar hanya sampai mengagumiku tanpa berniat berbuat lebih jauh dari itu. Aku pun segera mengurangi segala aktivitas gilaku dan kembali fokus dengan urusanku dan urusan suamiku. Mengubur dalam-dalam obsesi gilaku tentang mertuaku.

Aku tidak ingin mendewakan harapan yang hanya tinggal harapan. Namun ternyata upayaku untuk kembali normal pun sama susahnya.

Walau ayah mertuaku sepertinya mulai tak acuh lagi dengan diriku, dan aku pun mulai menyerah pasrah. Namun beberapa minggu berikutnya otakku kembali terganggu. Terus berpikir menyusun rencana bru dan mengubah strategi sekaligus menambah keberanian diri dalam menggodanya dengan cara-cara yang lebih frontal.

Entahlah aku sendiri tidak tahu seperti apa cara-cara yang sangat frontal itu. Sepertinya aku memang ditakdirkan gagal dalam menggoda dan menaklukkan ayah mertuaku yang soleh dan kahrismatik ini. Jauh lebih susah dibandingkan menaklukan kepala sekolah SMA-ku dulu. Sungguh sangat malang nasibku ini. tergila-gila oleh metua soleh yang harus rela tak mendapatkan balasan. Atiiitnya tak bisa kukatan lagi.

Hari ini, udara dingin dalam cuaca mendung yang sangat menyesakkan. Sudah dua hari matahari enggan untuk menampakkan sinarnya. Angin kencang menggoyang daun-daun kering yang tampak ringkih bertahan di dahan. Hari-hari di bulan Desember memang selalu basah dan gelap.

“Fit, mas berangkat kerja dulu, Sayang,” ucap Mas Panji saat dirinya sudah siap berangkat kerja. Dan menyodorkan tangan kanannya untuk aku cium.

“Hati-hati di jalan, jangan ngebut ya, Sayang,” balasku setelah mencium punggung tangannya. Mas Panji pun lalu memeluk kepala dan mencium keningku. Hal rutin yang biasa kami lakukan setiap hari. Itu pun kami contoh dari kedua mertuaku.

Mas Panji terlihat sangat ganteng pagi ini. Postur tubuhnya tampak kekar berisi dengan kemeja yang agak ketat. Celana bahan berwana cream serta sepatu hitam dan tas kerja kulitnya semakin menambah ketrendyannya. Mas Panji sejak dulu terkenal sangat pandai berdandan dan rajin merawat diri. Rambutnya yang hitam lurus selalu tertata rapi dengan sempurna.

“Ih, Mas Panji nakal deh.” Aku sedikit mengerling manja sambil berusaha melepasakan tangannya dari bongkahan pantatku. Aku yakin Pak Dahlan yang sedang menonton televisi di ruang keluarga pasti melihat tingkah nakal anaknya.

“Kamu cantik sekali hari ini, Fit.” Laki-laki yang tadi malam gagal memuaskan hasrat seksualku itu kembali mengecup pipi dan bibirku. Mungkin sebagai ungkapan permintaan maafnya atas kegagalannya itu.

“Sudah siang, Mas, ayo berangkat!” Aku mengingatkan suamiku, karena kalau dibiarkan, dia biasanya akan terus menggodaku. Entah mengapa sekarang aku menjadi merasa risih dengan sikap Mas Panji yang terlalu mesra. Terutama bila di depan Pak Dahlan.

“Hati-hati di rumah ya, Sayang. Jangan pakai pakaian yang terlalu minim kalau keluar.” Pesan Mas Panji yang tidak pernah berubah, setiap hari mengingatkan aku. Dan aku pun hanya membalasanya dengan anggukan kecil sambil tersenyum.

“Jangan malam-malam pulangnya, Mas.” Aku pun memberi pesan terakhir saat Mas Panji sudah duduk di belakang kemudi mobilnya. Ibu mertuaku pun ikut bareng dengannya.

Setelah Mas Panji dan Bu Marni berangkat kerja, aku pun segera menganti pakainku menjadi jauh lebih seksi dan minim. Pak Dahlan sedang menonton acara kegemarannya di televisi dan ketika dia sedang asyik-asyiknya menonton, aku pun segaja lewat mondar-mandir di hadapannya ke dapur dan ke kamar.

Saat amsuk kamar, sengaja aku membiarkan pintu kamar sedikit terbuka. Setelah berada dalam kamar, aku berjalan mondar-mandir dengan harapan ayah mertuaku mengetahui jika aku sedang sibuk dengan aktifitasku.

‘Yes!’ aku berseru dalam hati, setelah menyadari jika ayah mertuaku mulai memperhatikan kesibukanku di dalam kamar. Bibirku tersenyum mesum karena apa yang aku rencanakan berjalan sebagaimana mestinya.

Dan inilah waktu yang tepat bagiku untuk memulai aksi yang lebih gila dalam menggodanya. Ini akan menjadi pertunjukan perdana yang benar-benar mendebarkan.

Mula-mula aku memposisikan tubuhku membelakangi pintu kamar yang sedikit terbuka. Lalu aku membuka daster pendekku yang basah karena sengaja saat masuk kamar mandi aku basahi seperti saat aku selesai mencuci pakaian.

Aku mengangkat ujung bawah daster basahku hingga naik melewati kepalaku. Dan semua aku lakukan dengan gerakan yang benar-benar lambat, layaknya gerakan slow mostion di film-film. Sesekali aku mengerakan pinggang dan pinggulku dengan cara bergoyang tipis-tipis.

Setelah dasterku terlepas, aku pun tidak lantas meletakkannya di tempat cucian kotor yang ada di sudut kamar.

Aku berdiam diri untuk beberapa saat sambil tetap membelakangi pintu kamar memamerkan tubuh bagian belakangku yang hanya tertutup celana dalam dan beha pada ayah mertuaku yang aku yakini saat ini sedang menginipku dari ruang menontonya.

‘Pak Dahlan, silakan nikmati komelakan dan keindahan tubuh setengah telanjang menantumu ini,’ ucap nakalku dalam hati.

Lalu kemudian aku pun kembali mondar-madir seperti tadi, dengan harapan agar ayah mertuaku melihat sekujur tubuhku dengan leluasa dan aku tetap berpura-pura tidak tahu. Aku sangat yakin kalau dia sudah tidak berkonsentrasi lagi dengan acara yang ditontonya di televisi.

Aha sungguh tak sabar ingin sekali melihat bagaimana ekspresi wajah ayah mertuaku saat bisa melihat tubuh belakangku yang setengah telanjang ini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Beda Usia
9.8
Mengisahkan kehidupan seorang janda yang mendadak berubah pada suatu malam. Saat terbangun dalam kondisi setengah sadar untuk pergi ke kamar mandi, langkahnya terhenti di depan kamar anak laki-lakinya yang telah menginjak usia 18 tahun. Pintu kamar tersebut tampak sedikit terbuka, menyisakan celah kecil. Dari dalam ruangan itu, ia sayup-sayup mendengar suara napas yang terengah-engah, memicu rasa ingin tahu sekaligus kecemasan mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Sampul Novel Cinta Yang Terenggut
7.9
Satu dekade membina rumah tangga, pernikahan Jonathan dan Theresia hancur akibat depresi karena belum dikaruniai anak. Lelah menghadapi siksaan fisik serta mental, Jonathan memutuskan menggugat cerai istrinya. Saat proses perceraian berlangsung, ia terpikat pada Karin, sekretarisnya yang berhati lembut. Namun, Theresia enggan menyerah dan berjuang mempertahankan pernikahan mereka. Sanggupkah Jonathan lepas dari sang istri, ataukah ada maksud terselubung di balik ketulusan Karin?
Sampul Novel Hari-Hariku Jadi Ibu Susu untuk Konglomerat
9.1
Sebuah insiden memalukan di pesta kantor mengubah hidupku saat bos suamiku mengetahui kondisiku yang sedang menyusui. Pria berkuasa itu memaksaku menjadi ibu susu di kediamannya tanpa memedulikan penolakanku. Di tengah kesepian malam, pertahananku runtuh ketika sang konglomerat menyelinap ke ranjangku demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Hubungan terlarang ini membuatku terjerumus dalam situasi yang jauh lebih rumit dan penuh rahasia daripada yang kubayangkan sebelumnya.
Sampul Novel ISTRI GEMOY SUAMI LETOY
9.1
Lima tahun berumah tangga tanpa buah hati membuat Arman tega merundung fisik Monika yang gemuk. Tak tinggal diam, Monika membalas hinaan itu dengan mempertanyakan keperkasaan suaminya. Situasi kian rumit akibat tekanan mertua dan lingkungan. Puncaknya, Arman berselingkuh dan menikahi wanita langsing secara siri. Terluka oleh pengkhianatan ini, Monika merancang pembalasan dendam dengan mendekati sahabat suaminya, memicu drama perselingkuhan yang sengit.
Sampul Novel Istri Terlahir Kembali: Sekali Digigit, Dua Kali Pemalu
9.0
Lima tahun pernikahan Rylie dan Mathias hanya menyisakan kepedihan hingga ajal menjemputnya. Begitu terbangun di masa lalu, Rylie bertekad segera meminta cerai demi menghindari luka yang sama sebelum Mathias beralih ke wanita lain. Mathias sempat mengira ini hanyalah sebuah trik, namun keteguhan Rylie justru memicu kepanikan hingga ia memohon kesempatan baru. Rylie kini bimbang, terjebak di antara rasa trauma mendalam dan sisa cinta untuk suaminya.
Sampul Novel Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
8.2
Setelah dikhianati di hari pernikahannya, Nayla memutuskan hubungan dan memilih menikahi Simon, kakak kandung sang mantan kekasih. Simon adalah pewaris takhta Keluarga Jatmiko sekaligus raksasa finansial yang ditakuti di Kota Hanka. Meski awalnya asing, Simon justru memperlakukan Nayla bagai mutiara berharga dan melindunginya dari hinaan sang mantan. Di balik pernikahan tak terduga ini, terungkap bahwa Simon telah memendam cinta rahasia kepada Nayla selama sepuluh tahun lamanya.