APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH TERLARANG KAKAK IPAR

GAIRAH TERLARANG KAKAK IPAR

Renata Adinda menjalani pernikahan dingin tanpa kasih sayang dari suaminya, Adi Sanjaya, yang selalu mengabaikan kewajiban batinnya. Di tengah kehampaan hidup tersebut, Ryota Anggara hadir. Kakak kandung Adi itu menyadari keretakan hubungan mereka dan mulai mendekati Renata. Ketertarikan Rio memicu jalinan asmara terlarang yang membara di antara keduanya. Akankah cinta rahasia ini terus bertahan atau justru membawa kehancuran bagi mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Renata berpamitan dengan Keyla sahabatnya. Ia harus segera pulang sesuai perintah sang suami.

"Kamu beneran sudah mau pulang Re? Haaah, padahal kita bisa ngobrol lebih lama," gumam Keyla dengan wajah kecewa.

"Maaf ya, mungkin lain kali kita bisa ngobrol lagi." hibur Renata sambil memeluk sahabatnya itu.

"Hah, kamu kan wanita karir, sangat sibuk. Beda denganku yang hanya ibu rumah tangga dengan satu suami dan dua anak dirumah." jelas Keyla.

"Jangan bicara begitu! Kita berdua punya kelebihan dan kekurangannya. Kamu sudah memiliki anak, sedangkan aku? Aku ingin sekali memiliki anak yang lucu, aku sudah tidak tahan melihat para keluarga besar selalu menanyaiku kenapa belum hamil sampai sekarang. Disaat kita sedang berkumpul, paman dan bibi juga selalu membahas anak. Jika itu terjadi, mas Adi selalu pergi entah kemana." terang Renata sambil menunduk.

"Hah, yang sabar ya. Aku yakin, pasti suatu saat kehidupanmu dan cintamu akan berubah. Lihat saja!" hibur Keyla.

"Ish, emang iya? Tahu dari mana? kamu udah mirip kayak cenayang, tahu gak?"

"Aku bukan cenayang, tapi omonganku bertuah. Lihat aja! Kehidupanmu pasti akan berubah!" ucap Keyla dengan yakin. Namun, Renata hanya terdiam. Ia tersenyum kecil, dan berdoa dalam hati. Semoga saja perkataan sahabatnya ini benar. Dan akan ada kebahagiaan yang tercipta untuk membuat hidupnya berubah setelah ini.

***

Renata memarkir mobilnya di parkiran rumah. Ia menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya pelan. Ia tidak jadi mampir ke kantor karena ia merasa, sekretarisnya dapat diandalkan dan tidak ada masalah yang perlu ia selesaikan. Lagipula ia tiba-tiba malas berkutat dengan kertas dan komputer yang penuh dengan tulisan yang tidak ada habisnya.

"Selamat datang nyonya," sapa pak Tukiman, atau sering dipanggil pak Man.

"Terimakasih pak Man. Oh iya, apa mas Adi sudah pulang?" tanya Renata.

"Sudah nyonya, beliau sedang beristirahat di kamar." jawab pak Man.

"Baiklah," Kemudian Renata pergi meninggalkan pak Man menuju kamarnya.

Adi sedang berpakaian. Ia baru saja mandi. Tubuhnya masih polos hanya tersangsang celana Jogger warna coklat tua.

Renata tercengang melihat keindahan tubuh Adi. Wajahnya langsung tersipu malu dan memerah, membayangkan ia bisa menyentuh ke enam otot yang berjejer rapi di perut suaminya. Adi sudah resmi menjadi miliknya, tapi masih terdapat pagar jeruji besar yang menghalanginya untuk memilikinya.

Adi menoleh dan menyadari sang istri ada disana.

"Kamu sudah pulang? Habis dari mana aja? Katanya mau pulang cepat," telisik Adi.

Namun, Renata masih terdiam. Ia masih memperhatikan suaminya yang sedang memakai kaos polos santai berwarna hitam. Rambut Adi yang masih basah menambah keseksian berlipat ganda.

"Re? Kenapa diem aja, kamu sakit?" tanya Adi yang tidak peka tentang keinginan istrinya.

"Hah? S-sakit? T-tidak aku baik-baik saja. A-aku akan mandi dulu." ucap Renata langsung pergi untuk bersiap mandi.

Adi seakan tidak peduli. Ia pergi ke meja rias untuk memakai body cream dan mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.

"Re? Aku akan turun duluan," seru Adi namun tidak ada jawaban dari Renata.

Renata merasa panas dingin. Dia adalah wanita dewasa yang normal dan membutuhkan sentuhan. Ia sering membayangkan Adi berada diatas tubuhnya sambil menggenjotnya dengan liar. Namun, semua itu hanya angan-angan. Entah kapan akan terlaksana.

***

Ting tong

Bel rumah berbunyi. Seorang wanita paruh baya tergopoh berlari mendekati pintu utama.

Pintu terbuka dan menampilkan sepasang wanita dan pria sedang bersenda gurau, juga pria tampan, tinggi gagah sedang berdiri dibelakang pasangan tersebut.

"Nyonya, tuan besar, tuan muda ...." sapa bik Inah sopan sambil menundukkan badannya.

"Terimakasih bik Inah. Lama tidak bertemu ya ... dimana Adi dan Renata?" tanya nyonya Andrea.

"Ada diatas nyonya. Mari silahkan masuk!" Bik Inah mempersilahkan tamu agung ini masuk.

"Wah, sudah lama ya kita tidak mengunjungi anak kita, kira-kira apakah ada kabar baik? Misalnya dua garis merah," ucap nyonya Andrea.

"Semoga saja. Tapi jika belum tidak masalah. Jangan terlalu membebani pikiran Renata, mereka pasti butuh penyesuaian." tanggap tuan Hilman sang tuan besar.

Rio selalu diam. Ia tidak mau ikut berkomentar. Karena baru kali ini ia mengunjungi rumah adiknya. Lebih tepatnya adik tiri. Mereka dipertemukan kurang lebih 15 tahun yang lalu. Rio yang lebih tua 3 tahun dari Adi, selalu menjaga Adi kemanapun dan dimanapun. Maka dari itu, mereka seperti saudara kandung yang lambat laun terlihat sangat mirip. Ayah Rio tuan Hilman, menikahi nyonya Andrea yaitu ibu Adi, beberapa waktu silam dan semenjak itulah mereka menjadi satu keluarga yang bahagia.

"Rio? Kenapa diam saja sayang? Kamu sakit?" tanya nyonya Andrea.

"Tidak ma, aku baik-baik saja." jawab Rio.

Disela pembicaraan mereka, sang pemilik rumah sedang berjalan menuruni tangga.

"Mama, papa, bang Rio?" Adi memeluk dan mencium tangan kedua orang tuanya. Tidak ada batasan antara orang tua kandung atau bukan, hanya ada kehangatan sebuah keluarga yang harmonis.

"Haloo boy, bagaimana? Ada hasil?" goda sang ayah.

"Ehmmm, sedang berusaha." sahut Adi dengan mimik wajah yang biasa saja.

Adi mengerti arah pembicaraan ayahnya yang menanyakan perihal cucu penerus keluarga Sanjaya.

Bagaimana mau ada hasil, jika saling bersentuhan saja tidak pernah.

Tiba-tiba, Renata turun dari tangga dan ikut nimbrung disana.

"Hai sayang? Kamu semakin cantik saja, bagaimana kabarmu?" tanya sang bunda.

"B-baik ma," jawab Renata singkat.

"Bang?" Adi menghambur peluk kepada Abang kesayangannya.

Rio membalas pelukan itu namun netranya terus menatap Renata tanpa berkedip.

"Jadi ini istrimu di?" tanya Rio memastikan.

"Iya bang, namanya Renata. Re? Ini bang Rio, abangku yang tinggal di luar negeri." ucap Adi memperkenalkan.

"Selamat datang dirumah kami bang, aku Renata." ucap Renata lembut sambil menjabat tangan Rio, namun hanya mendapat senyuman sebagai respon perkenalan.

"Mari semuanya masuk! Bik Inah sudah memasak masakan kesukaan kita semua." Ucap Adi sangat antusias.

Renata berjalan menyusul Adi. Namun Rio masih terus memperhatikan Renata. Entah apa yang ada dipikiran Rio, hingga sebegitu tertariknya dengan istri adiknya ini.

"Wah, masakan bi Inah tidak pernah berubah, selalu khas dengan masakan pedesaan yang menggugah selera. Benar kan pa?" ujar nyonya Andrea.

"Kamu benar sayang, terlihat sangat lezat." Sahut tuan Hilman.

"Ah tuan dan nyonya bisa saja," bi Inah tersipu malu mendengar pujian itu.

"Re? Apakah orang tuamu masih diluar negeri?" tanya nyonya Andrea mengganti topik pembicaraan.

"Masih mam, masih banyak pekerjaan disana yang belum bisa ditinggalkan." jawab Renata.

Kemudian suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara dentingan sendok, garpu, dan piring.

"Hmm, apa kalian berdua tidak ingin bulan madu?" ucap nyonya Andrea tiba-tiba. Seketika Renata dan Adi kaget dan membuat mereka berdua terbatuk secara bersamaan.

"Kenapa? Kalian kompak sekali terkejutnya," sambung nyonya Andrea.

"Haha, benar itu. Siapa tahu saking sibuknya kalian, jadi tidak sempat bermanja-manja. Benar kan mam?" gelak tuan Hilman.

Kedua nama yang disinggung hanya mampu tertunduk, tidak mampu melihat atau menatap kearah lain.

Begitupun dengan Rio. Ia memperhatikan gerak-gerik Adi dan Renata yang terlihat menyembunyikan sesuatu.

"Jadi bagaimana? Kalian mau kemana untuk bulan madu?" tanya nyonya Andrea lagi.

"Sepertinya belum mam, aku masih banyak pekerjaan." jawab Adi cepat.

"Jangan bilang begitu! Sekali-kali kamu harus berlibur. Jangan gila kerja terus! Nanti kami  tua belum punya cucu," seloroh tuan Hilman.

"Tidak. Adi memang benar-benar masih banyak pekerjaan pa, jadi memang belum bisa ditinggal dalam waktu dekat ini. Mungkin nanti," sahut Adi sambil terus mengunyah makanannya.

"Kamu itu, selalu saja bilang begitu setiap kali disuruh bulan madu. Kamu tidak mengerti perasaan istrimu, yang mungkin ingin menikmati hari dan waktu berdua. Apalagi kalian sudah menikah dua tahun kan? baru saja kalian anniversary. Jadi kamu seharusnya mengajak istrimu jalan-jalan!" desak nyonya Andrea.

"Hmm, sepertinya aku sudah selesai makan malam. Mama dan papa menginap disini kan malam ini?" tanya Adi mengalihkan pembicaraan, karena bosan selalu disuruh bulan madu, ditanya tentang anak dan lain-lain.

"Tidak. Mama dan papa harus pulang, karena besok harus pergi ke Bandung pagi-pagi sekali." jawab nyonya Andrea.

"Mungkin aku yang akan menginap disini, bolehkan?" tanya Rio.

"Tentu bang, aku kangen kita main catur bareng, kartu dan semuanya." jawab Adi antusias.

"Hmm, dasar. Kamu itu sudah menikah, masih saja bermanja-manja dengan kakakmu," seloroh tuan Hilman.

"Tidak masalah. Kita memang sudah lama tidak bertemu." sahut Rio. Tatapannya terus tertuju pada wanita cantik yang terus menunduk. Renata tahu dirinya sedang diperhatikan. Maka dari itu, ia terus menunduk untuk menghindari tatapan tersebut.

***

Acara makan malam dan bincang-bincang sudah selesai.

Kini saatnya semua berada di ruang tamu.

Renata sedang di dapur membuat teh. Meskipun semua sudah makan malam, namun dia tetap membuatkan teh dan camilan, untuk menemani semuanya bersantai sambil menonton televisi.

"Hai?" sapa Rio tiba-tiba.

"Astaga," Renata mengusap dadanya yang terkejut akibat ulah Rio.

"Kamu Renata? Istrinya Adi?" tanya Rio basa-basi.

"B-benar bang." sahut Renata singkat.

"Aku tidak bisa datang waktu kalian menikah, jadi tidak tahu". terang Rio.

Renata terdiam. Ia pikir benar juga. Ia juga belum pernah melihat Rio. Baru kali ini ia berjumpa dengan sang kakak.

"Kalian nikah sudah berapa lama?" tanya Rio lagi.

"Hah? D-dua tahun bang. Aku pergi dulu bang, mau nganterin teh dulu." Kemudian Renata langsung pergi begitu saja. Ia merasa sikap Rio sedikit aneh padanya. Tatapannya dan gerak geriknya menunjukkan sesuatu yang berbeda. Entah hanya perasaannya saja atau memang benar. Untuk itu, dirinya memilih untuk pergi saja.

Rio masih menatap kepergian Renata. Ia terus memperhatikan sang adik ipar sampai menghilang dibalik pintu.

"Hemm, menarik. Akan ku cari tahu kamu, Renata," gumam Rio pelan kemudian menghembuskan nafas pelan dan menunjukkan senyum smirknya.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Seorang wanita terkejut saat bos miliardernya mengajukan penawaran tak biasa. Tanpa dilandasi cinta, pria berkuasa yang dikelilingi banyak wanita itu secara dingin menegaskan bahwa dia hanya menginginkan tubuhnya demi kepuasan fisik semata. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan tanpa status yang murni transaksional ini, terus mempertanyakan alasan di balik keputusan sang bos memilih dirinya sebagai pemuas hasrat pribadi.
Sampul Novel Dua Titik (Dilamar CEO Dinikahi Dosen)
8.2
Tanpa proses pengenalan yang lama, Asoka memberanikan diri melamar Riri walaupun terbentur restu orang tua. Perjuangan cintanya terhenti saat ia harus pergi ke London untuk waktu yang lama. Sekembalinya ke tanah air demi mendapatkan Riri, Asoka harus menerima kenyataan pahit bahwa pujaan hatinya telah dinikahi oleh Kris. Kini, ia terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit, di mana sosok Kris justru menjadi penengah tak terduga di tengah konflik asmara penuh pengorbanan ini.
Sampul Novel GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS
8.2
Safira kehilangan ingatannya akibat kecelakaan tragis dan selalu didera migrain parah setiap kali mencoba mengingat masa lalunya. Demi membiayai sang ibu, ia nekat merantau ke kota, tetapi nasib buruk menimpanya saat seluruh uangnya dicopet. Di saat terdesak, Dexter Jackson hadir menolongnya dengan sangat tulus. Walau Dexter mengaku hanya teman lama, Safira merasakan ikatan yang jauh lebih kuat. Rahasia besar apa yang sebenarnya dipendam oleh pria yang ia panggil Mas itu?
Sampul Novel Gairah di Jalur Umum
8.7
Ketika sang kakak mengalami masalah kesehatan, sang adik ipar datang dan menginap di rumah untuk memberikan bantuan atas permintaannya. Namun, kehadiran kerabat dekat ini justru membawa ketegangan baru dalam rumah tangga. Pada suatu malam, setelah mengonsumsi alkohol hingga mabuk, batas-batas kesopanan mulai runtuh dan naluri liar yang terpendam akhirnya meledak, mengubah dinamika hubungan mereka selamanya dalam novel romantis modern Gairah di Jalur Umum.
Sampul Novel MISTERI KAMAR ADIK PEREMPUANKU
9.1
Kehilangan suami secara tiba-tiba meninggalkan teka-teki besar bagiku. Kecurigaanku memuncak ketika suara derit ranjang yang mencurigakan kerap terdengar dari kamar adikku, Ema, tepat sejak hilangnya pria itu. Aku mulai mencurigai adanya hubungan rahasia yang terjalin di antara mereka berdua. Apakah misteri di balik pintu kamar Ema tersebut merupakan kunci utama untuk mengungkap keberadaan suamiku yang lenyap tanpa jejak?
Sampul Novel Mr Cool On My Bed
9.8
Dalam sekuel My Sexy Lady ini, Alina Davidson harus menerima kenyataan pahit bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan. Hati Thomas masih sepenuhnya milik Erika, membuat segala pengorbanan Alina sia-sia. Karena frustrasi terus diabaikan, Alina mengambil langkah nekat dengan menanggalkan pakaiannya demi memohon kehangatan Thomas. Sempat menepis, pertahanan Thomas akhirnya runtuh oleh godaan tersebut. Lewat tatapan tajam, ia menyerah pada gairah dan siap menuruti keinginan Alina.