APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Sang Pelakor

Gairah Sang Pelakor

Kehancuran rumah tangga seorang istri bermula dari penemuan kontak asing berlabel si buruk rupa di gawai suaminya. Siapa sangka, julukan kejam itu disematkan sang suami untuk menghina dirinya. Demi menyembunyikan perselingkuhan dengan wanita lain, pria itu tega merendahkan istrinya sendiri. Pengkhianatan menyakitkan ini membongkar fakta pahit bahwa sang istri tidak lagi dihargai, sementara suaminya justru asyik memadu kasih di belakangnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Berhenti Menangis

Aku menggendong Bintang, berusaha untuk menidurkannya karna pekerjaan rumah sudah menunggu. Menjadi pendongeng ulung, juga penyanyi berbakat. Aku menceritakan banyak hal, sambil mengelusnya yang mulai terlelap di pelukanku. Menyanyikan lagu dari yang sederhana hingga yang penuh makna karna aku pengarangnya sendiri, ya begitulah.

Aku kembali berdiri di depan kaca, sembari menggoyang goyangkan badan, berharap Bintang segera terlelap. Aku melihat ke arah diriku, bukanlah aku seburuk itu? rupanya aku belum bisa melupakan peristiwa tadi pagi. Tiba tiba air mataku menetes, dari ujung mata terdalam. Air mata yang penuh dengan arti, penuh dengan perasaan yang mendalam.

Aku mengusap air mata itu, mendongak ke atas, berharap gravitasi akan mengembalikan air mata itu ke tempat semula.

“Tidak, aku tidak seburuk itu, dulu bahkan menikahiku karna tergila gila,” gumamku dalam hati.

Aku mengingat masa itu, aku dan mas Hanung sekolah di SMA yang sama, lalu bersekolah di universitas yang sama. Dia mengambil jurusan akuntansi dan aku mengambil jurusan hukum. Mas Hanung adalah laki laki yang cukup populer, pandai, cakap, humoris dan juga memiliki visual yang cukup menawan. Tinggi, rajin berolahraga dan itu membuatnya memiliki otot alami yang terbentuk sempurna.

Kulitnya putih bersih, dengan wajah proporsional, hidung lumayan tinggi, mata tajam, alis tebal dan bibir tipis sedikit kemerahan. Bahkan beberapa orang menjuluki artis korea lokal, karna dia memang memiliki visual yang menawan.

Benar kata orang, laki laki itu seperti kelapa, semakin tua semakin keluar auranya, semakin bersantan, semakin matang, mapan dan mendukung visualnya yang semakin berkharisma. Dia menyukaiku sejak duduk dibangku SMA, mengejarku selama empat tahun, dan aku baru menerimanya ketika memasuki tahun kedua pendidikan di perguruan tinggi.

Dia mengejar ngejarku? Ya, karna saat SMA aku memiliki visual yang tidak kalah mempesona, juga otak yang cerdas di atas rata rata. Aku murid terpandai nomor tiga, setelah mengalahkan dua kutu buku dengan visual biasa saja. Karena itu beberapa orang menjulukiku bintang sekolah, cantik dan pintar.

Aku melihat mas Hanung begitu keras dalam mengejar cintanya, mendekatiku tanpa lelah, walau aku sering menolaknya dengan alasan ingin berkonsentrasi dalam belajar. Aku luluh, melihat ketulusannya, hingga kita menikah dan memiliki dua orang putra.

Aku sempat menjadi pengacara di sebuah firma hukum yang cukup terkenal, namun harus berhenti ketika hamil Adam, kehamilan yang membutuhkan perjuangan, karna aku harus istirahat total. Aku mengalami flek sejak awal kehamilan, karna itu dokter memintaku untuk bedrest total, sampai flek berhenti dan kehamilan sudah dinyatakan aman.

Demi kebaikan, aku rela melepaskan karir yang sedang berada di puncak, kembali pada kodrat, menjadi istri dan juga ibu. Keputusan itu juga merupakan keputusan bersama, setelah mempertimbangkan banyak hal. Aku setuju, mas Hanung setuju, juga keluarga.

Aku berusaha melupakan semuanya, masih meyakini bahwa mas Hanung masih begitu mencintaiku. Walaupun aku sudah menjadi ibu ibu, ibu dua anak, yang tidak sempat berdandan, tidak sempat merawat kulit, rambut dan wajah. Karena dia tahu, aku lebih mengutamakan keluarga. Mengurus mereka dari ujung rambut hingga kaki. Mengurus perut mereka, tidur mereka dan segala yang terjadi di dalam hidup mereka. Aku yakin mas Hanung tahu dan memahami itu.

“Din, din, din,” suara klakson motor tukang sayur yang seketika membuyarkan lamunanku. Suara klakson itu sudah seperti alarm yang seketika akan membuat semua ibu ibu berkumpul. Bintang yang tadinya sudah mulai terlelap terlihat membuka matanya. Aku hanya bisa menghela nafas panjang, lalu mengulaskan senyum.

“Bintang, ayo kita belanja,” ucapku pada Bintang.

“Bintang mau makan apa? ayam? daging? udang, wah, mamah akan membuat makanan enak untuk Bintang,” ucapku lagi. Bintang menatapku, lalu seolah seperti menjawab dengan bahasa bayinya.

Aku segera meraih kerudung yang ada di atas kursi, memakainya, lalu segera keluar mengejar abang sayur yang biasanya berhenti di depan rumah bu RT.

“Good Morning dear,” sapa bu RT yang bernama Teja Arum.

Bu RT adalah salah satu ibu komplek yang cukup dekat denganku, dia baik dan sangat humoris. Ibu Rt selalu aktif dan bersemangat dengan tubuh tambunnya yang memiliki berat lebih dari sembilan puluh kilogram. Selalu ceria, dengan make up yang on point.  Dia selalu membawa alat tempur ke manapun dia berada, setiap ada kesempatan akan touch up make up untuk mempertahankan riasannya yang menurutku cukup sempurna.

Make up sempurna, simetris, proporsional, dengan bulu mata cetar dan lipstik merah sedikit terlihat namun masih dalam kategori warna natural.

Walau memiliki tubuh berisi, aku berani dan yakin mengatakan bahwa dia sangat cantik, wajahnya benar benar mempesona, apalagi keahliannya dalam memulas make up, dia layak menjadi kiblat ibu ibu komplek dalam urusan berdandan.

“Morning bu RT,” jawabku seraya tersenyum.

“How’s your day?” semoga selalu bahagia,” ucap bu RT, wanita yang usianya kurang lebih sama denganku, kita menyebutnya sepantaran.

“Tentu, setiap bertemu dengan bu RT, saya akan selalu bahagia,” ucapku yang masih mempertahankan senyum.

“Kenapa masih sepi, di mana ibu ibu yang lain?” tanya bu RT yang hanya melihat aku dan dia sendiri yang mendatangi abang tukang sayur.

“Mungkin belum datang bu RT,” ucapku.

“Wah, apa mereka terlalu sibuk mencuci baju sampai melupakan jadwal mengisi pasokan lemari pendingin?” gerutu bu RT.

“Apa yang kamu punya bang? aku akan membuat makanan istimewa hari ini,” tanya bu RT pada tukang sayur.

“Seperti yang bu RT pesan, sayuran segar yang mengandung culagen,” ucap abang sayur bernama bang Trimo. Abang sayur yang sangat ramah dan baik, dia sudah berumur lebih dari lima puluh tahun, bertubuh kurus dengan logat jawa yang lucu, sangat ramah sehingga semua ibu ibu komplek selalu setia membeli dagangannya.

“Collagen” ucap bu RT membenarkan kata yang diucapkan bang Trimo.

“Yes, collagen bu RT, ada brokoli, tomat, paprika,” ucap bang Trimo.

“Wah, i love it,” ucap bu RT dengan mata berbinar.

“Bu Hesti pasti mau belanja untuk Bintang ya, wah kamu beruntung Bintang, mamahmu sangat pintar membuat makanan, makanan pendamping asimu pasti luar biasa,” ucap bu RT seraya menggoda Bintang yang mulai tersenyum. Dia terlihat meloncat loncat kegirangan di dalam gendongan, dia memang selalu senang setiap kali bertemu dengan bu RT.

“Aku mau ikan salmon, tomat, bawang bombay, brokoli dan wortel ya bang,” ucap bu RT.

“Siap bu RT,” ucap bang Trimo seraya menggerakkan telapak tangannya mendekat ke arah pelipis, memberi hormat siap sedia.

Bu RT terlihat melirik ke arahku, lalu mendekat.

“Bu Hesti habis nangis ya?” tanya bu RT seraya berbisik. Aku hanya menjawabnya dengan senyum.

“Oh, i know, berantem sama suami?” tebak bu RT. Mendengar itu aku menjawab dengan menggelengkan kepala.

“Kenapa menangis, air matanya masih ada itu,” ucapnya. Dengan cepat aku mengusap air mata yang mungkin terlihat olehnya.

“Oh my God, benar benar habis menangis ya?” ucap bu RT menelisik. Aku menarik nafas panjang, lalu mengulaskan senyum.

Aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari bu RT, sepertinya dia adalah orang yang ahli dalam membaca wajah. Ada sesuatu yang tiba tiba melintas di kepala, sebuah ide yang selama ini hanya aku pikirkan tanpa pernah direalisasikan.

“Bu RT, mau ajari saya make up?” tanyaku.

“Make up? Oh of course, tentu saja. Bahkan saya bercita cita menjadi Beauty blogger, hanya saja belum ada kesempatan, Just a hobby” ucap bu RT seraya tersenyum.

“Sudah berniat merubah penampilan?” tanya bu RT. Mendengar itu aku mengangguk dengan yakin.

“Interesting! I’m so pround of you dear,”  ucap bu RT dengan mata berbinar.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Tak Setia
9.1
Setelah tiga tahun berpisah, luka di hati Raja dan Cahaya akibat perpisahan masa lalu rupanya belum juga mengering. Kini, sebuah pertemuan tak terduga kembali mempertemukan keduanya. Saat memori lama mulai membayangi, mereka dipaksa menghadapi sisa-sisa perasaan yang dahulu belum sempat terselesaikan. Apakah momen reuni ini akan membuka jalan bagi kesempatan kedua untuk menyatukan kembali cinta mereka dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Cinta sang tuan muda
7.9
Suatu pagi, Joan dikejutkan oleh keberadaan bayi perempuan yang ditinggalkan di depan pintu rumahnya. Bayi malang tersebut diletakkan di dalam kardus dengan selimut tipis, lengkap bersama sepucuk surat permohonan maaf yang penuh misteri. Penemuan tak terduga ini seketika mengubah garis hidup Joan. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: merawat anak itu sendiri atau menyerahkannya ke panti asuhan demi masa depan yang lebih baik.
Sampul Novel Harga yang Harus Dibayar : Sugar Baby
8.0
Arina adalah gadis pintar nan ambisius yang hidupnya berubah drastis setelah berurusan dengan Alvaro. Pria awal 40-an tersebut merupakan bos mafia yang memimpin jaringan bisnis ilegal raksasa di kota. Terobsesi untuk memiliki Arina sepenuhnya, Alvaro tanpa ragu mengerahkan segala kekayaan dan pengaruh kekuasaannya. Kini, Arina terjebak dalam dunia gelap, diperlakukan layaknya permata berharga oleh sang penguasa yang dominan tersebut.
Sampul Novel Lelaki Yang Tak Terlihat Kaya
9.8
Gerald Crawford terkejut saat mengetahui rahasia besar keluarganya. Selama ini, ia mengira orang tuanya hanyalah pekerja biasa di luar negeri. Namun, sebuah pengakuan tak terduga mengungkap bahwa ia adalah pewaris tunggal dinasti bisnis bernilai triliunan dolar. Kini, hidupnya berubah total dalam semalam. Gerald harus beradaptasi dengan realitas baru yang mewah dan menghadapi berbagai tantangan sebagai keturunan rahasia dari konglomerat papan atas dunia.
Sampul Novel Maduku Putri Konglomerat
9.4
Demi keluar dari jerat kemiskinan, Hilman memilih mengkhianati janji sucinya. Ia diam-diam menikahi putri dari keluarga kaya raya demi meraih takhta materi dan kemewahan. Keputusan egois ini seketika menghancurkan hati sang istri pertama, meninggalkan luka batin yang teramat dalam akibat pengkhianatan pria yang sangat ia sayangi. Kini, ia harus berjuang menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya lebih memilih harta dibanding kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Menginginkan anak tanpa ikatan pernikahan, Restu Kanaya Putri nekat meminta atasannya untuk menghamilinya. Pria itu adalah Alvian Saga Majendra, sang bos berwajah pucat yang juga sahabat dekatnya. Reres pun merencanakan perjalanan ke Bali demi menghabiskan tujuh malam penuh gairah bersama Saga. Akankah misi rahasia pengasuh pribadi ini berjalan mulus? Bagaimana kelanjutan hubungan profesional dan persahabatan mereka setelah malam-malam panas itu berakhir?