APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam

Gairah Ranjang CEO Kejam

Alice Morrigan terpaksa menggantikan sang kakak kembar, Berenice, yang kabur di hari pernikahannya dengan Nicholas Chevalier. Menjadi istri pengganti, Alice justru diperlakukan kejam layaknya budak. Ia kerap menerima siksaan fisik dan cambukan menyakitkan dari sang suami saat di ranjang. Kebebasan serta raga Alice dikungkung habis-habisan oleh Nicholas yang posesif. Di tengah penderitaan tiada akhir ini, sanggupkah Alice bertahan, atau ia akan berhasil meloloskan diri?
Bab
Bagikan

Bab 3

Nicholas menuding tepat di wajah Alice hingga membuatnya ketakutan. Alice tak mampu lagi berkata, keluarganya menyatakan hal yang nyata. Tak pernah ada kebohongan jikalau Alice pernah tidur dengan pria.

"Alice! Katakanlah! Sekarang kau telah membohongi keluarga Chevalier, apa yang akan kau berikan atas kebohongan palsu dari keluargamu ini?"

Kekecewaan Tuan Chevalier telah membara. Matanya melotot. Keningnya menonjol akibat kemarahan itu. Ditodong sudah istrinya yang tak lagi perawan karena tidak berdarah di malam pertamanya. Alice telah menangis sejak tadi. Tidak ada satu pun kata yang mampu menjelaskan betapa pilu hatinya.

Ia dituduh telah bercinta dengan pria lain, yang bahkan tidak ada sama sekali.

Di saat itu, Nicholas mengenakan baju tidur kimononya, sedangkan Alice menarik seprai hingga ke dada, menutupi tubuhnya sendiri.

"Ada apa ini ribut-ribut?!" teriak salah seorang.

Masuklah tiga orang ke dalam kamar Nicholas. Rupanya mereka adalah keluarga Chevalier. Catlyn, kakak perempuan Nicholas, beserta dengan James dan Kate.

Rumah ini memang ditinggali oleh keluarga Chevalier. Lantai dua milik Catlyn, serambi kanan ditinggali oleh Nicholas, sementara pada serambi kanan milik kedua orang tua Nicholas. Tak heran mereka bisa mendengar suara kemarahan Nicholas yang tertuju pada Alice.

Catlyn memberikan tatapan sebal kepada Alice. Sejak awal, ia menentang pernikahan Alice dan Nicholas. Berpandangan kalau wanita udik nan miskin bak Alice tak pantas bersama dengan Nicholas. Padahal, tak ada konglomerat mana pun yang mau menikah dengan Nicholas akibat kekejamannya.

"Jelaskan apa yang terjadi di sini!" seru Kate melihat ada hal yang tak wajar.

Nicholas berdecak, "Orang tuanya selalu menjanjikan keperawanan Alice, tetapi nyatanya tidak."

Catlyn mendengus, ada seringai yang menguat di ujung bibirnya. Serasa puas atas keterpurukan Alice. "Apa kataku, sejak awal dia memang wanita murahan. Mengumbar kebohongan masih perawan, nyatanya juga sudah ditiduri pria lain. Bayangkan saja, berapa pria yang sudah ditidurinya."

"Sebagai suaminya, kau malah mendapatkan bekasan."

Kate meradang dengan bumbu pedas perkataan Catlyn. "Kalau begitu, tidak bisa dibiarkan!"

"Tentu saja, Ibu. Biarkan dia menjadi pembantu saja di rumah ini. Dia tak pantas menjadi Nyonya Nicholas."

"Bagaimana pendapatmu, Nicholas? Daripada dia menjadi benalu dan beban bagi keluarga ini. Jadikan saja dia pembantu. Ah ya, sekalian pemuas nafsumu." tambah Catlyn.

Nicholas hanya mengepalkan tangannya, "Seharusnya sejak awal aku menikahi Berenice. Bukan Alice ini."

"Ayah akan mengerahkan seluruh orang untuk mencari Berenice. Tenang saja, Nicholas." imbuh James.

"Itu bagus."

"Jadi, untuk hukumanmu, kau akan menjadi pembantu di rumah ini." putus Nicholas.

Alice sejak tadi tak diberi ruang untuk berbicara. Ia hanya bisa menggenggam seprai yang menutupi seluruh tubuhnya ini.

Perasaannya hancur lebur. Ia tak pernah sekalipun berbohong mengenai keperawanannya. Ia juga tak mengerti mengapa tak ada darah sedikit pun pada malam pertamanya ini.

Setelah kepergian keluarga Nicholas, pria itu memerintahkan Alice untuk pindah kamar. Tentu saja, ia akan tetap melayani Nicholas, jika dibutuhkan.

"Aku muak melihat pembohong sepertimu. Pindah ke kamar pembantu di ujung sana. Menjijikkan." perintah Nicholas.

Alice menganggukkan kepalanya, mengenakan pakaian seadanya, mengangkat koper berisi pakaian ke kamar pembantu.

Begitu masuk ke dalam kamar kecil ini, ia merasa pengap. Kamarnya penuh debu. Bahkan ia melihat ada tikus yang baru saja pergi.

'Tenanglah, tenang ... setidaknya aku tidak perlu tidur seranjang dengan iblis lagi,' Alice mencoba menenangkan dirinya sendiri. Meski amat berat di dada.

Ia melihat ke arah rembulan yang menggantung di balik jendela. Mendadak memikirkan Berenice yang begitu kejam. Ia meninggalkan Alice begitu saja. Apakah seperti ini seharusnya seorang kakak?

Ia adalah kakak pecundang. Tak mau memikul tanggungjawab. Menimpakan segalanya kepada Alice.

Kala itu, adalah hari terburuk bagi Alice sepanjang hidupnya. Alice merenung, apakah ia bisa pergi dari kediaman Nicholas? Ataukah ia akan terperangkap selamanya di penjara mengerikan ini?

"Sepertinya hari pertamamu di sini bukanlah waktu yang baik," ucap Edmund seraya masuk ke dalam kamar.

Alice hampir saja menitikkan air mata lagi, sebelum akhirnya Edmund masuk.

Pria dengan tubuh tegap semampai itu mengulaskan senyuman yang cukup menghangatkan. Menghapuskan luka getir yang merajam di dada Alice.

Ia duduk di tepian ranjang Alice, lalu mengucapkan. "Sejak awal aku mengenal Nicholas, ia tak pernah sekali pun menjadi orang yang baik. Ia selalu berpikir semua orang lain adalah bawahannya. Begitulah cara Tuan Chevalier menanamkan pola pikir itu."

"Tentunya, ia ingin Nicholas menjadi pemimpin hebat dan tidak dipermainkan oleh pesaing kuat mereka,"

Alice hanya tercenung, memikirkan.

"Meski sebenarnya, Nicholas tetap orang yang baik. Aku tentu tak akan bertahan menjadi sekretaris orang yang buruk, bukan?"

Alice mendengus, ada sedikit tawa yang muncul di sana. Ketegangan yang melekat pada dirinya lambat laun sirna, ia turut menimpal. "Sayangnya, Tuan Nicholas adalah orang terburuk yang pernah kutemui."

Edmund menggedikkan bahunya, "Setiap orang bisa mengubah pendapatnya."

Pria itu berdiri dari tepi ranjang Alice, "Aku telah menyediakan makan malam untukmu sisa perjamuan di pesta pernikahan. Kupikir kau pasti lapar,"

"Terima kasih," Alice menguraikan senyum kelembutan.

Edmund pergi dari kamarnya. Pada saat itu Alice merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia tahu Edmund adalah pria yang baik. Setidaknya hatinya membaik setelah berbicara pada Edmund.

Alice memejamkan matanya, mencoba untuk tidur di dunia yang sama sekali berbeda.

***

Pagi di musim gugur selalu dingin. Alice hampir bergelung lagi di dalam selimutnya ketika terdengar suara teriakan keras.

"Alice!"

"Bukankah kau harusnya sudah bangun!" teriak Catlyn dengan nada keras.

Alice bergerak dari kasurnya, perasaan nyeri pada organ intimnya tiba-tiba saja muncul. Meski kesakitan, Alice tetap saja bangkit.

Rupanya seluruh orang sudah berada di atas meja makan. Mereka menikmati sarapan pagi yang nikmat dan lengkap.

Catlyn memberikan wajah masamnya, "Lihatlah betapa pemalasnya pembantu kita satu ini,"

"Terra, kau adalah pelayan senior di sini. Kuharap kau bisa mengajarinya bagaimana menjadi pelayan yang baik," kata Kate memerintah.

"Bukankah begitu, Nicholas?"

Nicholas menyeka mulutnya. Ia tak melirik Alice sama sekali. "Hari ini jadwal di kantor sangat sibuk. Aku akan pulang malam. Dan kau, Alice, aku ingin kau sudah siap di kamarku nanti malam."

Nicholas bersiap pergi bahkan tanpa mendengar jawaban dari Alice. Seakan kalimatnya barusan adalah suatu hal yang mutlak dan titah yang tak dapat ditolak.

Catlyn memutar bola matanya, "Anak ibu yang satu itu memang hanya memikirkan wanita dan perusahaan saja,"

"Tetapi, itulah fungsinya ada Alice di sini. Daripada dia membuat onar dengan kupu-kupu malam lain," sahut Kate.

Manakala Alice mengambilkan satu teko kaca minuman ke atas meja, tiba-tiba saja salah seorang muncul dengan berlarian.

"Ada apa kau berlari seperti itu, Eric?" tanya James.

"Tuan, izin melapor pagi ini."

"Ya, katakanlah. Apa laporanmu?"

"Kami telah berhasil menemukan lokasi Berenice."

Bola mata Alice melebar seutuhnya. Berenice sudah ditemukan? Apakah ini pertanda Alice akan segera memgakhiri penderitaan ini? Menyudahi pernikahan palsu dengan Tuan Kejam Nicholas?

"Di mana wanita itu?" tanya Nicholas dengan wajah yang sama sekali tak ramah.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Perceraian Ditolak: CEO yang Sombong Tak Mau Biarkan Saya Pergi
8.1
Banyak orang menantikan kabar perceraian Rhett dan Jillian demi kembalinya sang mantan kekasih. Namun, kejutan besar terjadi dalam konferensi pers. Sang CEO justru memamerkan bayi mereka ke publik dan membantah rumor miring tentang rumah tangganya. Rhett menegaskan bahwa pernikahan mereka sangat harmonis dan kian bahagia dengan kehadiran buah hati mereka. Harapan publik untuk melihat pasangan ini berpisah pun akhirnya pupus seketika.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari menderita di pernikahan ketiganya. Damian, sang tunangan, tega menyiksanya demi Elina. Setelah karier melukisnya hancur dan dirinya dibuang terluka di hutan, Alana enggan menyerah. Demi menyelamatkan keluarga serta bisnisnya, ia menghubungi pria misterius dari masa lalunya. Alana pun merelakan semua asetnya demi menjalani pernikahan kontrak sebagai jalan keluar untuk membalas dendam.
Sampul Novel Fall For You (Rindu)
8.0
Bagi Rindu Kinasih, perjodohan dengan Derren Aji Putra yang dikira indah justru berujung pada siksaan fisik dan batin yang kejam. Saat hidupnya hancur, Danielo Chris hadir. Atasan Rindu yang memiliki trauma masa lalu terhadap kekerasan itu menawarkan sebuah jalan keluar berupa kontrak pernikahan. Kini, Rindu dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan dalam ancaman maut suaminya, atau mengambil keputusan nekat demi meraih kebebasan.
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Sebagai lulusan terbaik yang ambisius, Nina mendapati jalan kariernya terhambat oleh Nathan, atasannya yang terkenal kejam di kantor. Namun, sebuah momen lembur malam mengubah segalanya dan mengungkap kehangatan tersembunyi sang bos. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka, memaksa keduanya menjalin hubungan asmara secara rahasia. Kini, Nina harus menghadapi dilema besar di tengah persaingan kantor, intrik pekerjaan, dan rahasia hubungan mereka.
Sampul Novel Ibu Susu Anak Hot Duda
8.4
Sejak pubertas, Lisa kerap mengalami pelecehan akibat kondisi fisiknya yang kelebihan hormon. Demi mengatasi produksi ASI yang melimpah, ia rutin memompa dan menyumbangkannya. Saat mulai lelah dengan rutinitas tersebut, sebuah tawaran datang dari utusan seorang konglomerat yang mencari ibu susu untuk bayi telantar. Lisa menerima pekerjaan itu tanpa menyadari bahwa keputusan ini akan menyeretnya ke dalam pusaran hidup sang ayah bayi, seorang duda yang siap mengancam kesuciannya dengan pesona yang berbahaya.
Sampul Novel Mantan Istri Saya Seorang Konglomerat?
8.3
Tiga tahun mengabdi dihina, Loraine akhirnya menceraikan Marco demi mengklaim warisan triliunan miliknya. Publik yang sempat mencemooh terbungkam saat tahu Loraine adalah miliarder termuda. Kini, ketika melihat mantan istrinya didekati banyak pria tampan, Marco menyesal dan mengemis rujuk demi aliansi bisnis. Namun, rasa cinta Loraine telah sirna, menyisakan tatapan jijik untuk sang mantan suami.