APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Sang Dokter

Gairah Liar Sang Dokter

Akibat obsesinya pada Sakha, Jena nekat menjebak dokter tampan itu ke dalam pernikahan siri yang membara. Namun, nasib buruk menimpa Jena saat ia dituduh membunuh kakak iparnya hingga harus mendekam di penjara dalam keadaan mengandung. Waktu berlalu, dan kasih sayang Jena kini telah menguap menjadi kebencian mendalam. Pertemuan tak terduga kembali terjadi di sebuah hotel VVIP tempat Jena kini menyambung hidup sebagai penari. Akankah dendam berkuasa, ataukah rasa lama kembali hadir?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Apapun akan kulakukan untuk membuatmu tetap berada di sisiku Sakha ... kau milikku ..." ucap Jena malam itu. Satu rencana sudah ia susun demi bisa menahan sahabatnya Sakha yang baru ia kenal beberapa bulan belakangan.

Kini, pria tampan berkulit putih dengan garis rahang tegas dan bibirnya yang kemerahan itu sudah berubah bak singa kelaparan. Tubuh atletisnya mulai mengukung tubuh Jena. Ia terus menciumi wajah cantik Jena, sebelum akhirnya menyatukan bibir mereka.

Namun saat adegan itu berlangsung, tiba-tiba kesadaran Jena kembali, begitu ia teringat pada ayahnya yang sedang sakit.

"Mas Sakha stopp, tunggu-tunggu jangan lakukan ini!!" pekik Jena saat tangan Sakha mulai mengoyak atasannya, namun hal itu sama sekali tak diindahkan oleh pria di atasnya.

Dan kini pria itu justru memberikan sentuhan di telinga Jena yang membuat gadis itu menggelinjang hebat. Belum lagi sentuhan tangan Sakha di dadanya.

"Enghhh .... " desah Jena saat bibir Sakha kembali menyentuh lehernya. Jiwa raganya melayang menembus awan. Rasa geli sekaligus nikmat menjalari sekujur tubuhya.

Semakin lama ia semakin pasrah, kini sudah tak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya. Jena jelas tahu akan kemana arah yang mereka lalui saat ini, tapi entah kenapa ia menjadi takut, namun kini semuanya sudah terlambat.

Jena sudah kehilangan akal. Kedua tangannya menekan rambut tebal Sakha saat pria itu mengulum ujung berwarna pink di atas dadanya yang bulat sempurna.

"Ahhh Masss .... "

Jena semakin lupa diri saat tubuh bagian bawahnya dipermainkan dengan begitu gilanya oleh jemari kokoh milik sang dokter tampan. Tak sampai disitu, bibir Sakha semakin bergerak ke bawah menelusuri perut rata Jena, membuat jantung wanita 21 tahun itu berdetak kencang, dan benar dugaannya.

Bibir Sakha berhenti di titik terindah miliknya. Tempat yang selama ini selalu ia rawat dan ia jaga dan kini sudah menjadi bulan bulanan sahabatnya sendiri.

Bibir Jena sudah tak bisa terkendali, terlebih saat sesuatu yang keras menerjang bagian itu.

"Akhhhhhh ..."

Suara erangan turut keluar dari bibir Pria tampan bernama Arshaka Maheswara itu ketika kelelakiannya berhasil menerobos milik Jena.

"Maasss sakiitt!!" teriak Jena tanpa sadar kalau sejak tadi suaranya sangat keras, namun Sakha sama sekali tak peduli, ia terus mengguncang tubuhnya. Seiring berjalannya waktu tak ada lagi teriakan kesakitan di antara keduanya, yang ada tinggalah kenikmatan demi kenikmatan.

Sapuan lidah Sakha di sekujur tubuhnya membuat Jena lupa akan segalanya. Desahan lembut terus keluar dari bibirnya, dan hal itu membuat Sakha semakin menggila.

Untuk yang kedua kalinya tubuh laki laki itu menegang menuntaskan segala hasratnya di dalam rahim wanita di bawahnya.

"Aku mencintaimu mass," kalimat itulah yang pada akhirnya terucap lirih dari bibir tipis Jena setelah permainan usai dan mereka masih saling menatap satu sama lain.

Mendengar itu Sakha hanya menatap sendu. Otaknya tak bisa berpikir dengan benar, efek obat perangsang yang Jena berikan. Hasratnya pun masih menggebu, karenanya ia meraup kembali dengan kasar bibir Jena hingga membuatnya menjadi bengkak. Aksi mereka terhenti ketika mendengar teriakan seseorang dari balik pintu.

"Jena!!"

Teriak seorang laki-laki dari balik pintu kamar. Seketika Jena berjingkat kaget dan menahan kepala Sakha agar tak kembali mencumbunya.

"Kenapa?" lirih Sakha dengan suara parau.

"Itu Mas, itu ... suara ayah," jawab Jena yang kemudian membungkam mulutnya sendiri.

Tubuh bagian bawahnya masih terasa perih, namun Jena tetap beringsut perlahan setelah mendorong tubuh Sakha yang lemas karena percintaan panas yang mereka lakukan.

"Jenaa!!"

Teriakan itu kembali terdengar. Secepat kilat Jena langsung kembali mengenakan pakaiannya dan melesat ke arah pintu.

"Ayah kenapa bangun?" ujarnya sambil perlahan kembali menutup pintu.

"Ada siapa di dalam?"

Bukannya menjawab pak Rahman justru balik bertanya membuat jantung Jena berdetak kencang.

Terlebih saat sang ayah memaksa untuk masuk ke kamarnya namun ia cukup kesulitan karena tubuhnya yang berada di atas kursi roda. Penyakit stroke membuatnya lumpuh sehingga terpaksa membuat putri satu satunya yang ia miliki menjadi tulang punggung keluarga.

Jena berusaha melarang, tapi sayangnya pak Rahman terus memaksa hingga akhirnya pria paruh baya itu terjatuh dari kursi roda dan membuat pintu kamar Jena terbuka lebar lebar.

"Siapa itu!!" teriaknya kemudian begitu melihat ada pria di atas ranjang.

Akibat teriakan pak Rahman, orang yang berada di balik selimut pun terkejut, namun meski masih linglung dan lemas, Sakha tetap mencoba sekuat tenaga mengembalikan kesadarannya.

Diraihnya botol air mineral yang kebetulan tergeletak di atas meja, baru setelah itu ia semakin mendapatkan kesadarannya.

"Keluar kau dari kamar anakku!!"

Teriakan pak Rahman yang menggema semakin membuat Sakha tersadar. Matanya terbelalak seketika begitu mendapati tubuhnya yang polos hanya tertutup oleh selimut.

Pria itu masih tak beranjak, ia hanya mengedarkan pandangan mencoba mengenali tempat ia berada saat ini namun tak berhasil karena memang sebelumnya ia juga tak pernah masuk ke kamar Jena.

Sementara itu di depan pintu kamar, pak Rahman terus memaki maki putrinya dengan diiringi isak tangis hingga suara itu mengundang perhatian warga yang rumahnya memang berdempetan layaknya perumahan bersubsidi pada umumnya.

Beberapa warga berdatangan dan mengetuk ngetuk rumah pak Rahman. Hal itu membuat Jena semakin panik dan takut. Sungguh bukan hal seperti ini yang ia harapkan. Ditutupnya kembali pintu kamar dengan kencang, sementara di dalam sana Sakha masih terus berusaha mencerna apa yang baru saja ia lakukan sambil memunguti pakaiannya yang tercecer di lantai dan betapa terkejutnya saat ia menyingkap selimut untuk mencari cela dalamnya, di balik selimut itu terdapat noda merah yang menandakan ia telah melakukan sesuatu terhadap seorang wanita.

Dada Sakha kini bergemuruh hebat, ia pun menajamkan pendengarannya sebelum akhirnya segera berpakaian dan keluar dari kamar.

Pandangan matanya kini tertuju lurus pada wanita yang terus menunduk saat sang ayah memaki makinya. Meski suaranya tak terlalu jelas karena penyakit yang ia derita tapi dari ekspresi wajahnya jelas menggambarkan jika lelaki yang tak lain adalah ayah Jena sekaligus pasiennya itu sedang marah.

"Jena .... " panggil Sakha yang membuat wanita itu menatap ke arahnya tanpa suara.

"Apa aku sudah melakukannya padamu?" tanyanya lagi. Hanya saja Sakha tak mampu mengeluarkan pertanyaan itu, ia hanya mampu mengatakannya dalam hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanah dari Sang Ayah
7.9
Rahel terpaksa menikahi pria asing yang jauh lebih tua demi memenuhi keinginan ayahnya. Ia bahkan hanya mengenali calon suaminya itu lewat selembar foto kecil. Di malam menjelang ijab kabul, sang ayah sempat tersenyum lega dan memberikan pelukan serta ciuman terakhir di dahi Rahel. Namun, tepat setelah momen perpisahan yang hangat itu, sang ayah berpulang selamanya, meninggalkan sebuah amanah besar yang kini harus dipikul Rahel dalam pernikahan tersebut.
Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Demi mengambil spesialis kandungan di Jepang, Dokter Charlotte Swift Sterling memegang janji Kylen Brown untuk menikahinya saat pulang. Sayang, impian itu runtuh ketika Jessamine, adiknya sendiri, mengaku hamil anak Kylen akibat hubungan gelap mereka. Terjebak dalam pengkhianatan pahit ini, Charlotte kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bersanding dengan sang tunangan, atau justru melepaskannya demi masa depan adik kandung tercinta?
Sampul Novel AYO, Kawin Kontrak!
8.2
Chilla sukses dalam karier namun skeptis terhadap cinta akibat trauma kegagalan pernikahan kakaknya. Meski pesimis, ia sangat mendambakan anak. Demi mewujudkan impian tersebut, ia pun mencari pria berkualitas untuk menjalani pernikahan kontrak. Namun, rencana yang awalnya murni demi keturunan ini menjadi rumit saat hasrat dan perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, menyeret Chilla ke dalam pusaran emosi tak terduga yang menguji hidupnya.
Sampul Novel Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
7.9
Brama Wijaya memenjarakanku lima tahun akibat fitnah membunuh Kania. Pasca bebas, siksaan kejam di kandang anjing dan paksaan obat mandul harus kutanggung. Saat Kania terbukti hidup, Brama membiarkan adikku tewas di tangannya. Aku memilih mati demi balas dendam. Kini, aku terbangun di hari kebebasanku dahulu. Lewat kesempatan kedua ini, aku bersumpah menyeret Brama dan Kania ke neraka atas semua penderitaan yang mereka perbuat.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Istri yang terbuang
9.2
Natasha harus pergi dengan hati hancur setelah Aiden, suaminya sendiri, mengusirnya secara kejam di hadapan seluruh keluarga besar. Masalah sepele itu membuat semua kerabat mengabaikannya, bahkan tak ada yang peduli saat ia mencoba menghubungi mereka. Di tengah badai hujan, Natasha ambruk tak berdaya meratapi akhir rumah tangganya yang tragis. Sanggupkah ia membuka pintu maaf bagi Aiden setelah dikhianati sedalam ini?