APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar dan terpendam Sang CEO

Gairah Liar dan terpendam Sang CEO

Nindy terperangkap dalam situasi menegangkan bersama Devien. CEO yang terobsesi dengannya itu bertekad menguasai Nindy secara paksa. Teriakan histeris Nindy mencari bantuan berakhir sia-sia, karena ruangan kedap suara mengunci semua jeritannya dari dunia luar. Hasrat liar yang telah lama dipendam Devien kini meledak sepenuhnya. Ia bertindak tanpa kendali untuk memuaskan nafsunya, mengabaikan setiap penolakan keras yang disuarakan oleh Nindy.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bella langsung menarik tangannta dan menyembunyikannya di balik badannya sendiri. "Maaf Pak," hanya itu kata yang di keluarkan Bella. Sedangkan Nindy hanya diam dengan kepala menunduk.

Mata Devien terpaku pada sosok Nindy, sosok yang membuatnya menggila hari ini. Matanya menatap lekat ke arah Nindy yang menundukkan kepalanya. Merasa di tatap demikian, Nindy perlahan mengangkat kepalanya, dan Devien pun  langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.  

"Saya tidak suka ada keributan di perusahaan saya, jika masih ingin rebut silahkan keluar dari perusahaan ini!" ucap Devien lalu melenggang pergi meninggalkan Nindy dan juga Bella yang masih menundukkan kepalanya  hormat. 

Setelah Devien pergi barulah, Nindy beranjak pergi. "Permisi Mbak," pamitnya pada Bella, dia masih menghargai Bella, itu sebabnya dia masih berpamitan, meskipun hatinya tengah kesal pada wanita itu. 

Saat tiba di hadapan ruangan rapat, Devien  berhenti di mana ada Layla yang sudah menunggu di sana. "Apa Kakek sudah datang?" tanyanya pada Layla.

"Belum Pak, masih di perjalanan." Jawab Layla. 

"Lalu , Deren?" tanya Devien lagi.

"Pak Deren sudah datang Pak." Sahut Layla lagi.

Devien pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Deren merupakan Adik sepupunya yang menjabat sebagai wakil Ceo di perusahaan. Dia dan Deren sedikit bertolak belakang. Deren dan Ibunya sangat berambisi menjadi penerus EJ Group yang saat ini mereka kelola. EJ Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri, perusahaan itu di dirkan oleh Emile Jayandara, lelaki tu yang sekarang memiliki dua cucu yaitu Devienchent Jayandra dan Deren Jayandra.

"Ayo, kita masuk." Ajak Devien yang di angguki kepala oleh Layla, saat mereka masuk, para orang yang berada di dalam pun langsung bangkit dari kursinya dan menunduk hormat pada Devien. 

"Duduklah kembali, kita akan tunggu Kakek terlebih dahulu, beliau masih di perjalanan." Ucap Devien sembari duduk di kursinya.

Deren diam menatap Devien, merasa di tatap, Devien pun langsung mengalihkan pandangannya hingga tatapan dua lelaki tampan yang masih memiliki hubungan darah itu bersitubruk.Devien mengangkat satu alisnya, melihat itu Deren langsung memutuskan kotak mata mereka. 

Tak lama pintu terbuka, dan masuklah Emile Jayandra dengan tongkatnya, di belakangnya ada dua orang anak buahnya yang selalu ikut kemanapun dia pergi. Mereka semua pun langsung bangkit dari duduk masig-masing, lalu membungkukkan badan memberikan hormat pada Emile si pendiri perusahaann. "Duduklah-dudukah."Pesilahkan Emile dengan kekehannya.

***

"Ambil ini!" Daniel memberikan  segepok uang pada Jesi.Mata Jesi berbinar melihat uang dua gepok di tangannya. Rasa lelah yang tadi mendera tubuhnnya seketika menghilang melihat banyaknya uang di tangannya. Senyumnya bahkan merekah. "Uh aku sennag kalau begini, katakan saja jika membutuhkanku lagi," ujar Jesi mengedipkan matanya pada Daniel.

Daniel terkekeh lalu berdecih pelan. "Kau tahu? Tuanku tidak memakai boneka bekas sampai dua kali. Jadi jangan berharap."Ucap Daniel penuh penekanan.

Jesi hanya diam, dan mengangkat bahunya acuh. "Oke baiklah jika Tuamu tidak mau, kamu bisa menghubngiku jika kamu berminat padaku?' ujar Jesi menggoda.

Daniel berdecih lagi, meski dia sering mencarikan boneka untuk mainan sang majikan,tapi Daniel bukanlah lelaki yang seperti itu. "Aku tidak tertarik pada barang bekas." Ujar Daniel dingin.

Ck! "Majikan sama anak buah sama-sama balagu!" kesal Jesi kesal. Daniel tak memperdulikan perkataan Jesi.

"Ingat jangan sampai ada yang tahu soal ini, atau nyawamu taruhannya." Ucap Daneil lagi mengingatkan.

Jesi memutar bola matanya malas. "Oh ayolah aku masih ingat semua pesanmu. Lagipula aku sudah mendapat bayaran ku yang sangat setimpal, jadi kamu selow saja." Sahut Jesi. 

"Oke, baguslah kalau begitu, sekaramg turun dari mobilku."

Jesi mencibir Daniel, lalu keluar dari mobil lelaki tu, dan Daniel lagsung melajukan mobilnya kembali menuju perusahaan.

***

Usai rapat, Devien dan Deren bertahan di ruangan, itu atas perintah sang Kakek. Jadilah kini hanya ada mereka bertiga saja di ruangan rapat. "Apa kabar Kek?" tanya Devien. 

"Seperti yang kamu lihat, Kakek sehat, dan Kakek masih menunggu kedatanganmu ke rumah." Sahut Emile. 

Devien hanya diam tak menjawab, selama ini Devien memang tinggal sendiri, semua itu karena dia tidak cocok dengan sang Tante, Ibu dari Deren yang tinggal di sana. 

"Minggu depan ulang tahun Ayahmu, datanglah ke rumah Devien." Suruh Emile. 

"Ck! Merayakan ulang tahunnya? Tidak akan, Kakek tahu bagaimana aku membencinya 'kan?" sahut Devien. Devein sangat membencu sang Ayah, semua itu karena permasalahan beberapa waktu tahun silam, saat dirinya yang masih kecil. Ibunya di tinggalkan oleh Ayahnya karena memilih wanita lain kala itu, karena sakit hati, Ibu Devien sakit-sakitan hingga meninggal. Semua itu melekat di ingatan Devien, itu sebabnya dia sangat membenci lelaki berstatus Ayahnya itu.

Deren hanya diam saja sedari tadi, toh di tidak memiliki topic untuk ikut menyambung ucapan keduanya. Deren sendri sebenarnya tidak begitu tertarik dengan duani bsinis, jiwa sebenarnya ada di seni, hanya saja sang Ibu yang selalu memaksanya ikut andil di perusahaan. 

Emile menatap Deren yang sedang memainkan ponselnya."Mau sampai kapan kamu menjadi berandal tidak beretika Deren?" Ucapan sang Kakek sontak membuat Deren langsung meletakkan ponselnya ke atas meja. 

"Maaf Kek." Hanya itu yang di ucapkan Deren dengan kepala menunduk.

"Kamu ini tidak pernah berubah. Jika hanya untuk mengacau Kakakmu di sini sebaiknya kamu keluar saja dari perusahaan ini." Perkataan Emile cukup menyinggung Deren, namun lelaki itu hanya diam saja.

"Kakek pulang dulu, pertimbangan lagi keputusan mu Devien." Ucap Emile sebelum beranjak pergi. Devien dan Deren pun bergegas bangkit hendak mengantar lelaki tua bertongkat itu.

Namun tiba-tiba Emile berbalik. "Tidak perlu mengantarku, aku masih tahu jalan keluar dari perusahaan ini." Ucapnya menghentikan langkah Devien dan Deren.  Hingga lelaki tua itu menghilang di balik pintu barulah Devien dan Deren mengankat pandangan mereka yang sebelumnya menunduk.Mata keduanya pun bersitubruk, hanya bersitatap saja, tanpa berkata sepatah kata. Deren pun langsung saja melenggang pergi meninggalkan Devien.

Lima menit berlalu, barulah Devien beranjak meninggalkan ruangan rapat. Namun baru saja ia membuka pintu ruangan rapat, bersamaan dengan itu Nindy ingin masuk ke dalam. "Emm maaf Pak," ucap Nindy dan langsung menyingkir memberikan Devien jalan. 

Devien menatap Nindy dari atas sampai bawah, di lihatnya bagian dada wanita itu yang cukup berukuran besar, Devien bahkan bisa menebak ukurannya meski tapa melihat. 

'Ck! sial! Kenapa wanita ini bisa membuatku menggila seperti ini. '  Gairahnya bangkit lagi.

**

"Akhhh enakk Tuann terus tusuk akhhh! emphhh!"

"apa ini enak emommhhhh? akan ku sodok kau samapi puas jalanghh"

"akhhh sodok terushhhhh enakkk!!"

plok plok!

"Akjhh!"

"Pak? Bapak? Bapak tidak apa-apa?" suara itu menyadarkan Devien dari khayalan liarnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Seorang Pengasuh
8.1
Kepergian Mbah Tini mendorong Amara meninggalkan Solo menuju Jakarta. Selain ingin menghapus cap anak haram, ia bertekad menemukan ayah kandungnya. Amara lalu bekerja merawat Arya, cucu pengusaha kaya Hadi Pratama yang kurang mendapat perhatian. Di rumah itu, ia harus menghadapi Fathir, ayah Arya yang masih terpukul akibat dikhianati istrinya. Sembari mengasuh sang bayi dan memulihkan trauma Fathir, Amara terus mencari asal-usul dirinya di tengah keluarga yang retak.
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Nayara terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya demi melunasi utang. Kejadian ini membuat Arkan Ravendra kehilangan calon pengantinnya dan bersumpah untuk merebut Nayara kembali. Di sisi lain, Laras yang merupakan istri sah Darryl merasa dikhianati hingga terjerumus ke dalam perselingkuhan. Kini, Nayara terjebak di antara obsesi keluarga Arkan dan hinaan keluarga Darryl. Akankah ada cinta yang tumbuh di tengah paksaan, atau justru kehancuran yang tersisa akibat balas dendam?
Sampul Novel Hari-Hariku Jadi Ibu Susu untuk Konglomerat
9.1
Sebuah insiden memalukan di pesta kantor mengubah hidupku saat bos suamiku mengetahui kondisiku yang sedang menyusui. Pria berkuasa itu memaksaku menjadi ibu susu di kediamannya tanpa memedulikan penolakanku. Di tengah kesepian malam, pertahananku runtuh ketika sang konglomerat menyelinap ke ranjangku demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Hubungan terlarang ini membuatku terjerumus dalam situasi yang jauh lebih rumit dan penuh rahasia daripada yang kubayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Kekayaan Setelah Pengkhianatan
7.9
Dikhianati sang kekasih di usia 20 tahun membuat emosi Tristan hancur. Namun, takdirnya berubah saat tetesan darahnya mengaktifkan detektor garis keturunan kuno pada cincin miliknya yang sempat mati. Rahasia besar itu terungkap, mengubah status Tristan dari mahasiswa miskin menjadi miliarder penguasa bisnis global. Kini, sebagai pemuda terkaya di dunia, ia siap menghadapi orang-orang yang dulu menghina dan mengkhianatinya saat mereka datang bersujud memohon ampun.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama semula adalah suami miliarder idaman, sebelum masa lalunya datang membawa seorang putra yang sakit parah. Di saat kritis, Baskara lebih memilih menyelamatkan anak itu dan mengabaikan kondisiku yang terluka hingga aku keguguran sendirian. Puncak kepedihanku tiba ketika ia memohon agar aku mengizinkannya menikahi sang mantan secara pura-pura demi sang putra. Melihat tanda cinta wanita lain di lehernya, aku yang sedang berduka akhirnya menyetujui rencana itu.
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Demi melunasi utang sang ayah, Jasmine Mariana terpaksa menikahi Kevin Prakarsa, seorang CEO dingin yang tidak memiliki kehangatan. Alih-alih menjadi solusi, pernikahan ini justru menyeret Jasmine ke dalam badai masalah baru. Ia tidak hanya harus menghadapi dinginnya sikap sang suami, tetapi juga gangguan dari mantan istri Kevin serta berbagai konflik tak terduga. Perjuangan berat Jasmine baru saja dimulai. Sanggupkah ia bertahan dalam ikatan pernikahan tanpa cinta ini?