APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Anak Sahabatku

Gairah Anak Sahabatku

Demi melindungi rahasia putranya agar tidak dilaporkan ke pihak kampus, Ellie terpaksa menghadapi ancaman dari teman sekelas anaknya sendiri. Pemuda itu memanfaatkan situasi untuk mendekati dan menyentuh Ellie secara paksa. Meski awalnya Ellie mencoba meronta dan menolak tindakan nekat tersebut, benteng pertahanannya perlahan goyah ketika sebuah gairah yang tak terduga justru mulai membara di dalam dirinya, menciptakan konflik batin yang membingungkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bi Ellie, kalau kamu nggak mau beri tahu pihak kampus soal putramu, sebaiknya kamu menurut."

Teman sekelas putraku di universitas memeluk pinggangku dan memaksa ingin mengangkat rokku. Aku terus meronta, tapi entah kenapa di dalam hatiku justru timbul gelora yang membara ....

Saat aku membungkukkan badan untuk membereskan peralatan makan di atas meja teh, tiba-tiba aku merasakan sebuah tatapan yang membara sedang memelototiku. Ini adalah insting dari seorang wanita dewasa.

Benar saja, dari sudut mataku, aku menangkap sosok putra sahabatku, Marven, yang berdiri tidak jauh dariku. Lengannya masih dibalut perban dan sepasang matanya menatap ke arah belakang tubuhku.

Entah bagaimana ceritanya, putraku dan Marven terlibat perkelahian kemarin. Akibatnya, tangan Marven terluka cukup parah.

Kebetulan, saat ini sahabatku sedang dinas ke luar kota. Jadi, aku pun berinisiatif membawa Marven pulang untuk merawatnya.

Saat ini aku sedang mengenakan sebuah rok. Lekuk tubuhku yang montok, samar-samar terlihat dari balik rok piamaku dan memancarkan karisma wanita dewasa yang khusus.

Tatapan Marven seolah-olah hendak menelanku hidup-hidup, membuat wajahku seketika merona. Gerakanku yang sedang membereskan peralatan makan pun sontak terhenti.

Kenapa bocah berengsek ini menatapku seperti itu?

Setelah hidup lajang cukup lama, ditatap seperti itu membuat hatiku tak kuasa tergelitik. Meskipun, aku tahu yang melihatku itu adalah teman sekelas dari putraku.

Aku menggelengkan kepala dengan panik dan hendak berdiri. Namun, entah mengapa tubuhku tiba-tiba terasa lemas. Di saat aku hampir saja terjatuh ....

"Bi Ellie, kamu baik-baik saja?"

Sesaat kemudian, bokongku yang sintal, tiba-tiba ditopang oleh sebuah tangan besar. Marven melangkah cepat dan menopangku dari belakang. Entah itu hanya perasaanku saja atau bukan, tapi tangan itu seolah sempat meremas dengan pelan.

Tubuhku langsung bergetar hebat. Sensasi hangat dan menggelitik, menjalar dari titik itu hingga ke seluruh tubuh.

"Ba ... baik-baik saja, kok."

Begitu teringat pikiran tidak senonoh yang sempat melintas di benakku barusan, wajahku langsung memerah karena malu.

Tangan Marven masih menempel di belakang tubuhku dan dada bidangnya sudah hampir menyentuhku. "Bi Ellie, punyamu besar sekali. Aku hampir nggak bisa menopangnya."

Embusan napas hangatnya mengenai pipiku, membuat wajahku semakin panas. Namun, tangannya belum juga berpindah dari posisinya.

Tubuhku mulai bergetar hebat. Lantaran takut dia menyadarinya, aku pun buru-buru memarahinya, "Taruh di mana tanganmu ini! Cepat singkirkan!"

Marven menarik kembali tangannya dengan perlahan, tetapi sorot matanya menatapku penuh makna. "Aku kira Bi Ellie malah menikmati tadi ... soalnya badannya sampai ikut gemetar."

Bocah ini ternyata benar-benar menyadarinya. Aku semakin malu, sehingga buru-buru melarikan diri ke dapur.

Namaku Ellie, seorang ibu yang ikut pindah demi menemani anak kuliah di kota ini. Demi masa depan anak, aku rela mengeluarkan biaya besar agar dia bisa masuk universitas impian.

Karena hal ini, aku dan suamiku sempat bertengkar hebat dan sekarang kami sedang dalam masa tenang menjelang perceraian. Di sini, aku bertemu Tabita, sesama ibu yang juga mendampingi anaknya kuliah. Kami cepat akrab dan menjadi sahabat baik.

Setelah bercerai, aku hidup seorang diri. Hanya mainan dingin yang menemani setiap malamku yang kesepian. Tadi ketika Marven tiba-tiba menyentuhku dengan tangan besarnya yang hangat, tubuhku refleks bereaksi. Bahkan, aku merasa celana dalamku sedikit lembap.

Aku meletakkan piring dan sendok di samping, lalu buru-buru membasuh wajahku untuk berusaha menenangkan diri.

Bagaimanapun juga, dia adalah teman sekelas anakku dan aku juga bersahabat dengan ibunya. Aku tidak boleh menyimpan niat buruk.

"Bi Ellie, masakanmu enak sekali. Seandainya saja bisa makan masakanmu setiap hari."

Entah sejak kapan, Marven sudah berdiri di ambang pintu dapur.

Aku terkejut dan spontan menoleh. Ternyata dia sedang menatap bagian dadaku dan jakunnya tampak bergerak naik turun. Tatapan matanya terasa panas, seolah ingin membakar tubuhku.

Aku pun ikut melirik ke bawah dan baru sadar, saat membasuh wajah tadi, airnya menyiprat hingga ke bagian leher bajuku. Kain tipis itu kini menempel di kulit, membuat lekuk tubuhku terlihat semakin jelas.

Wajahku yang baru saja tenang, langsung memerah kembali. Dengan rasa malu yang memuncak, aku buru-buru membalikkan badan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Cinta Terlarang, Murka Sang Wali
9.3
Sepuluh tahun memendam rasa pada sang wali, Bima Wijaya, cintaku berujung pahit saat kuungkapkan di usia delapan belas. Bima murka, merobek lukisan berhargaku, dan membawa tunangannya, Clara, ke rumah. Sosok pelindungku kini menjadi pemberi luka terdalam. Demi mengobati hati yang hancur, aku memilih pergi ke Jakarta. Bersama Ayah, aku siap memulai lembaran hidup baru sebagai mahasiswi di Universitas Indonesia.
Sampul Novel Obsesi saya
9.1
Impian seorang wanita menjadi model ukuran plus sirna setelah diculik oleh sindikat pasar gelap. Di masa kelam itu, ia malah menarik perhatian seorang pria posesif yang sangat terobsesi padanya. Pria tersebut bertekad melakukan apa saja demi menjadikannya sebagai istri. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk pada takdir baru yang mengekang atau mempertaruhkan segalanya demi bisa kabur dari jeratan pria berbahaya itu.
Sampul Novel PEMUAS IBU TEMANKU
9.3
Dalam kisah romansa modern ini, seorang pria terjebak pada peran tidak biasa yang ia anggap sebagai misi mulia sekaligus penuh kenikmatan. Tanpa niat untuk mundur atau berhenti, ia terus melangkah dalam hubungan yang sarat gairah. Narasi dewasa ini mengeksplorasi batas keinginan terdalam saat sang pria berjuang tanpa henti demi memuaskan ibu dari temannya sendiri.
Sampul Novel Pernikahan Janda Kembang
8.3
Ayu, seorang janda menawan, dituduh memakai ilmu hitam karena empat mantan suaminya tewas mendadak secara misterius. Di tengah gosip miring yang beredar, Ruben, seorang miliarder muda yang tampan, tetap bertekad untuk menikahinya. Meski ditentang keras oleh sang ibu dan menghadapi penolakan sengit dari keluarganya, Ruben tidak gentar. Ia siap mempertaruhkan nyawanya demi cinta tulusnya kepada sang janda kembang.
Sampul Novel Rencana Perceraian 100 Poin
9.7
Tiga tahun membina rumah tangga, aku mencatat tiap perselingkuhan Baskara dalam jurnal khusus berskala seratus poin. Batas sabarku habis saat kecelakaan tragis merenggut poin terakhir itu di usia kehamilan delapan minggu. Di ruang darurat, Baskara yang merupakan dokter bedah tega menolak menyelamatkanku demi mendahulukan mantan kekasihnya. Keputusan dingin itu tanpa sengaja menjadi vonis mati yang ia jatuhkan sendiri untukku dan calon buah hati kami.