APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Anak Sahabatku

Gairah Anak Sahabatku

Demi melindungi rahasia putranya agar tidak dilaporkan ke pihak kampus, Ellie terpaksa menghadapi ancaman dari teman sekelas anaknya sendiri. Pemuda itu memanfaatkan situasi untuk mendekati dan menyentuh Ellie secara paksa. Meski awalnya Ellie mencoba meronta dan menolak tindakan nekat tersebut, benteng pertahanannya perlahan goyah ketika sebuah gairah yang tak terduga justru mulai membara di dalam dirinya, menciptakan konflik batin yang membingungkan.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Enak ya .... Kalau enak, makan yang banyak. Kapan-kapan juga boleh main lagi ke sini," ucapku dengan suara yang sedikit bergetar.

Namun, tatapan Marven tidak juga berpaling dariku. Rasanya seolah-olah sekujur tubuhku tergelitik, hingga membuatku kembali diselimuti oleh perasaan geli dan hangat yang sulit dijelaskan.

"Wah, bagus deh. Aku paling suka makan Bi Ellie ...." Belum sempat Marven menyelesaikan kalimatnya, ponselnya tiba-tiba berdering.

Marven pun berbalik menuju ruang tamu untuk menjawab.

Aku diam-diam melirik punggungnya. Bahunya yang tegap, pinggangnya yang ramping, tubuhnya yang kekar ... terlihat kuat sekali.

Teringat kembali dengan sentuhan hangat di belakang tubuhku dan ucapannya yang menggantung tadi ... entah mengapa, benakku mulai membayangkan tubuh kekar Marven yang membelit denganku ....

Tidak berani lagi berpikir sembarangan, aku akhirnya memutuskan buru-buru membersihkan peralatan makan. Dari ruang tamu terdengar suara Marven berkata, "Oke. Sebentar lagi aku turun untuk ambil."

Begitu aku selesai mencuci piring dan keluar dari dapur, Marven melambaikan ponselnya ke arahku. "Bi Ellie, bisa tolong ambilkan paket di bawah?"

Melihat tangannya yang dibalut perban, aku pun tidak tega menolak. Aku mengangguk dan segera turun untuk mengambil paket. Saat aku kembali ke atas dan menyerahkan paketnya, Marven malah memintaku membukakannya.

Aku tidak curiga sama sekali dan langsung membukanya. Namun ketika melihat isinya, wajahku langsung merona hebat.

Itu ... itu ternyata cetakan mainan dewasa!

Saking kagetnya, aku refleks menjatuhkan benda itu ke lantai. Wajahku panas seperti terbakar. "A ... apaan ini?"

Marven melangkah pelan ke arahku dan memungut benda itu dengan satu tangan. "Bi Ellie, ini cetakan yang kugunakan untuk buat mainan. Karena bendaku ini cukup besar, jadi aku pakai cara ini untuk menghasilkan uang."

Sambil berkata demikian, pandangannya refleks melirik ke bagian bawah. Aku refleks ikut melirik ke arah pandangannya, lalu membelalak kaget.

Kenapa dulu aku tidak sadar ternyata benda bocah ini kuat sekali?

Teringat kembali dengan mainan-mainan yang pernah kugunakan sebelumnya, semuanya jauh berbeda dengan milik Marven ini.

Andai saja bisa ....

Baru saja pikiranku kembali melantur, Marven tiba-tiba mendekatiku.

"Bi Ellie, bisa bantu aku nggak?"

Melihat gerak-geriknya yang misterius, aku refleks mengangguk. "Mau bantu apa?"

Marven menunjuk tangannya yang terluka, lalu berkata, "Aku sulit bergerak kalau cuma pakai satu tangan, Bi Ellie bisa bantu aku buat cetakan ini nggak?"

Menyuruhku membantunya mencetak mainan ... kalau begitu, bukankah artinya ....

Pandanganku tak kuasa melirik ke celana Marven.

Karena merasa malu, aku ingin menolaknya. Namun, Marven kembali melanjutkan, "Kalau nggak bisa produksi, aku harus bayar denda ke orang lain. Kalau bukan karena tanganku terluka, aku juga nggak perlu minta bantuan sama Bi Ellie."

Mendengar ucapannya ini, dalam hatiku merasa sedikit bersalah. Bagaimanapun, tangannya terluka karena putraku.

Denganm wajah yang sudah merah padam, akhirnya aku setuju untuk membantunya.

"A ... apa yang harus kulakukan?"

Marven duduk di sofa, satu tangannya mulai membuka ikat pinggang, sementara tangan lainnya memberi isyarat padaku untuk mengambil cetakan yang ada di dalam paket.

"Nanti Bibi tinggal masukkan saja cetakan itu ke tubuhku ...."

Melihat lekuk di celananya itu, wajahku merah padam. Begitu memikirkan bahwa nanti aku harus menyentuh bagian intimnya itu, sekujur tubuhku terasa panas.

Lantaran melihat aku masih belum bergerak, Marven tiba-tiba mendekat ke sisiku. Kemudian, dia mengambil cetakan itu dengan tangannya yang sehat dan meletakkannya ke tanganku.

"Bi Ellie, kamu malu ya?"

Cetakan di tanganku membuat tubuhku semakin panas. Embusan napas hangat Marven menyapu wajahku, membuatku tak kuasa menahan getaran yang merambat di sekujur tubuh.

Marven terkekeh. "Nggak nyangka ternyata Bi Ellie sesensitif ini. Tapi justru itu bisa merangsangku, biar hasil yang aku buat nanti bisa lebih sempurna."

Marven menarik tanganku dan meletakkannya di dadanya yang kekar, lalu perlahan-lahan merosot ke bawah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DURI DALAM DAGING
8.0
Sembilan tahun berlalu sejak malam Valentine kelam yang menyisakan trauma mendalam bagi Tanti. Pertemuan kembali dengan Javier Berto membangkitkan badai emosi yang rumit. Tanti mencoba menghindar, tetapi Javier yang dilingkupi amarah justru ingin membalas dendam. Pria itu menuduh Tanti sebagai perusak hubungan masa lalunya. Namun, saat rencana pembalasan dimulai, rahasia lama yang melibatkan mantan kekasih Javier terungkap dan mengubah segalanya.
Sampul Novel Janji untuk Berpisah
8.1
Niat Vivian menemui Darren di kantor untuk urusan tanda tangan kontrak penting berujung pilu. Meski terbiasa santai, ia sempat bimbang mengetuk pintu ruang kerja kekasihnya itu. Begitu masuk, hatinya hancur seketika saat menyaksikan keintiman Darren dan Khloe. Di bawah kehangatan sinar matahari, Khloe tampak mesra merapikan dasi pria itu. Kehadiran Vivian yang tiba-tiba membuat suasana langsung membeku, meninggalkan dirinya terpaku tanpa mampu berucap sepatah kata pun.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Ketika Istri Kedua Jatuh Cinta
8.4
Menjadi istri kedua bagi Evan yang dingin dan egois membuat hidup Kiandra penuh penderitaan, demi memberikan seorang keturunan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damar, sosok lelaki lajang yang hangat dan menawan. Kehadiran Damar menawarkan sebuah hubungan terlarang yang menggoda hati. Kini, Kia didera dilema besar antara mempertahankan pernikahan atau menyambut cinta barunya. Sanggupkah ia memilih dan menghadapi segala risiko dari keputusan tersebut?
Sampul Novel Senja Berkawan Derita
8.7
Sejak lahir, Senja Kumala dibenci ibunya akibat sebuah tragedi pilu. Nasib buruk berlanjut saat dewasa, di mana ia terjebak pernikahan sebagai istri kedua yang hanya dimanfaatkan untuk melahirkan anak. Di tengah siksaan batin itu, Senja bertemu seorang pria dingin yang skeptis terhadap cinta. Kehangatan Senja perlahan meluluhkan hati pria tersebut hingga cinta tumbuh di antara mereka. Namun, sebuah rahasia besar kini terungkap dan mengancam untuk menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel Terjebak Pesona Papi Gula
9.6
Kuliah seni Lizzie terancam putus setelah sang ayah menghentikan seluruh dukungan finansial akibat penolakannya menjadi dokter. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjalin hubungan dengan Daxon, seorang pria asing yang sangat kaya. Keputusan menjadi simpanan justru membawa keberuntungan bagi Lizzie. Daxon yang ternyata masih lajang tidak hanya mapan, tetapi juga sangat pandai memanjakan serta melindunginya dari berbagai kesulitan hidup.