APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadisku UniQue

Gadisku UniQue

Uni merintih kesakitan saat Ares mencoba memasukkan sesuatu secara hati-hati. Meski diminta perlahan, rasa sakit membuat Uni membentak Ares dalam situasi panik. Ares lalu mengajak Uni ke kamar mandi agar lebih mudah. Di luar ruangan, Deris tidak sengaja mendengar percakapan ambigu tersebut hingga merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Kesalahpahaman pun akhirnya muncul akibat interaksi penuh ketegangan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari baru, harapan baru yang lalu biarlah berlalu. Saatnya untuk kembali berjuang.

"Welcome dunia kerja." gumam Uni.

"Semangat!!" Uni menyemangati dirinya sendiri.

Hari ini Uni akan mengunjungi Yana sahabatnya yang akan ke Surabaya untuk melanjutkan kuliah nya.

"Selamat pagi, bu." sapa Uni kepada Ibu nya dengan penuh semangat.

"Pagi, semangat banget anak Ibu ini." ucap Asri sembari sibuk menyiapkan sarapan.

"Hehe iya dong bu harus."

"Adek mana?" tanya Uni.

"Masih di kamar." balas Asri.

"Dek, ayo sarapan." panggil Uni kepada Andreas adik nya.

"Bentar ka." teriak Andreas dari dalam kamar.

Uni, tinggal bersama dengan ibu nya yang bernama Asri dan adik laki-laki namanya Andreas yang masih duduk di bangku kls 3 SMP. Di sebuah rumah sederhana peninggalan almarhum ayah nya.

"Bu, Uni mau ke rumahnya Yana dulu abis itu langsung cari-cari kerja." ucap Uni di sela-sela sarapannya.

"Uni, ibu masih sanggup ko biayain keluarga ini mending kamu lanjut kuliah aja yah." tutur ibu nya.

"Ini udah keputusan Uni, bu."

"Tapi nak.."

"Doa in aja bu semoga Uni bisa membahagiakan Ibu dan Andreas." potong Uni di sela-sela pembicaraan ibu nya.

"Yasudah terserah kamu aja, Ibu selalu mendoakan mu yang terbaik."

"Makasih, bu." ucap Uni yang langsung memeluk Ibu nya.

"Yaudah cepet dihabisin nanti anterin adekmu ke sekolah dulu."

"Siap, bu."

Lantas Uni mengantar Andreas ke sekolahnya menggunakan motor peninggalan almarhum ayah nya.

"Sekolah yang bener ya dek, jangan pacar-pacaran dulu." ucap Uni.

"Siap ka." balas Andreas sembari hormat ala-ala upacara bendera.

Uni menjalankan motornya, ia akan ke rumah Yana. Tiba-tiba ada mobil ngebut menyalipnya dan bruk..Sepeda motor Uni jatuh bersama dirinya. Lantas mobil itu berhenti beberapa meter dari Uni jatuh.

"Heh sialan lo ga bisa nyetir ga usah so so an bawa mobil." maki Uni kepada orang yang menyerempetnya.

Tapi pengemudi itu tidak keluar dari mobil nya, ia memperhatikan gadis yang sedang mengomel dari kaca spion. Tidak lama mobil itu melaju tanpa membantu Uni.

"Awss..kurang aja tuh orang ngebantuin ngga main kabur-kabur aja." Uni menggerutu.

Uni pun berhasil berdiri dan melanjutkan perjalanannya untungnya Uni dan motornya tidak kenapa-napa hanya sedikit lecet.

"Uni..gue nungguin lo dari tadi." ucap Yana yang sudah berkacak pinggang.

"Hehe sorry ada insiden sedikit tadi tapi its oke lah."

"Oooh gitu." Yana ber oh ria.

"Kapan jadwal penerbangan lo?" tanya Uni.

"Siang nanti, oh ya lo ngga nganterin Fachri ke bandara?" Yana balik tanya.

"Ngga yang ada nanti gue susah move on." jawab Uni sambil terkekeh.

"Eh iya gue lupa mau ngomong sama lo, jadi gini lo tau kan restoran sundanese punya tante gue?"

"Iya tau, terus?"

"Tante bilang lagi butuh pegawai, lo mau ngga kira-kira?" tanya Yana.

"Wah serius?ya gue mau lah selagi itu pekerjaan halal gue kerjain daripada nganggur kan." jawab Uni dengan antusias.

"Oke ntar gue chat tante Meli."

"Makasih ya cabat ku."

"Sini-sini peyuk dulu." ucap Yana merentangkan kedua tangannya.

Berpelukan Teletubies kali ah.

"Baik-baik lo di sana jangan pacaran mulu, selesaiin kuliah lo yang bener. Kalo ada waktu senggang kabarin gue."

"Siap bosku."

Tiba-tiba Uni menangis.

"Lo kenapa?" tanya Yana.

"Gue sedih tau, kita berteman udah lama dan sekarang kita berpisah. Gue ngga punya temen lagi deh."

Yana memeluk Uni, "udah, nanti kalo gue liburan pasti kesini ko."

Setelah dari rumah Yana lantas Uni segera ke restoran sundanese.

"Permisi mbak, apakah di sini sedang membuka lowongan pekerjaan?" tanya Uni kepada salah satu pelayan restoran itu.

"Memang di sini sedang butuh pegawai, apakah mba nya mau melamar kerja di sini?" tanya pelayan itu.

"Iya mba."

"Silahkan mba duduk dulu."

Tak lama kemudian pelayan itu datang kembali.

"Silahkan mba, sudah di tunggu manajer."

"Terimakasih."

Tok..tok..tok..

Uni mengetuk pintu ruangan manajer.

"Silahkan masuk." ucap sang manajer.

"Selamat siang bu." sapa Uni.

"Siang, eh ini kan Uni sahabat nya Yana?" tanya tante Meli.

"Tante Meli?eh maksudnya bu Meli."

"Santai aja Uni."

"Hehe."

"Jadi kamu mau bekerja di sini?"

"Iya tan eh bu."

"Uni uni kamu tuh masih seperti dulu ya."

"Kalo gitu kamu di terima kerja di sini, nanti ada Ana yang akan membimbing kamu. Besok sudah bisa langsung kerja." ucap tante Meli.

"Terimakasih bu."

Uni pulang dengan wajah yang ceria sambil bersenandung kecil.

"Assalamualaikum bu."

"Waalaikumsalam, ada apa ini ko ceria banget?" tanya Asri.

"Tau ngga bu?" tanya Uni.

"Ngga." Asri menggeleng.

"Ih Ibu."

"Kan belum Uni kasih tau." kekeh Ibu nya.

"Uni ke terima kerja di restoran tante nya Yana." ucap nya dengan riang.

"Wah syukur deh kalo begitu."

"Yaudah bu, Uni masuk kamar dulu ya."

Uni memasuki kamar nya dengan senyuman yang merekah di bibirnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Pertama Dari Istri Kedua
9.4
Kehidupan pernikahan yang stabil dan memiliki suami hampir sempurna rupanya belum cukup bagi sang istri. Ia lalu mengambil langkah gegabah dengan membawa istri kedua masuk ke rumah mereka. Bukannya menyelesaikan masalah, keputusan ceroboh ini justru memicu malapetaka besar yang mengancam keutuhan rumah tangga mereka. Kini, hubungan pernikahan tersebut berada di ambang kehancuran akibat badai konflik yang dibawa oleh kehadiran sosok baru tersebut.
Sampul Novel GAIRAH PAPA MERTUAKU
8.5
Dua tahun membina rumah tangga, Tessa Willson didera kesepian akibat Leonil, sang suami, yang terlalu sibuk bekerja. Rasa frustrasi karena kebutuhan batinnya terabaikan kian memuncak. Di situasi rapuh ini, Arnold Caldwell, ayah tiri suaminya, datang untuk urusan bisnis. Daya tarik Tessa menyulut perselingkuhan terlarang yang membakar gairahnya. Saat Tessa ingin menyudahi hubungan gelap tersebut, ia justru terjebak dalam muslihat licik Arnold. Mampukah ia menyelamatkan pernikahannya?
Sampul Novel IDOL
8.6
IDOL
Raelyn Agatha harus bertahan hidup dengan menumpang dari satu kerabat ke kerabat lain. Di tengah keputusasaan itu, ia bertemu Min Ho, idola terkenal yang memberi warna baru dalam hidupnya. Namun, hubungan mereka menghadapi rintangan berat saat publik dan orang-orang terdekat Min Ho menentang keras kedekatan mereka. Kini, Raelyn harus berjuang mempertahankan cintanya di tengah tekanan dan penolakan dari seluruh dunia.
Sampul Novel Kembar Yang Tak Sengaja Disentuh
9.2
Lamaran romantis Jeremy kepada Dara di restoran mewah di depan sang kembaran, Dira, berujung pada pernikahan. Namun, kebahagiaan itu terancam hancur seketika akibat sebuah kekeliruan fatal di malam pertama mereka. Sebelum istrinya tiba di rumah, Jeremy justru tidak sengaja melakukan kontak fisik yang intim dengan Dira. Rahasia kelam ini kini menjadi bom waktu. Akankah rumah tangga Jeremy dan Dara hancur jika pengkhianatan ini terungkap?
Sampul Novel Miss Primadona
9.1
Tisa selalu memanfaatkan kecantikannya demi memikat lelaki berharta demi hidup mewah. Sialnya, daya tarik fisik serta sikap materialistis itu sama sekali tak berguna saat badai masalah bertubi-tubi menghantam hidupnya. Di tengah himpitan kehancuran dan realitas yang menyakitkan, ia kini berada di persimpangan jalan krusial. Apakah cobaan berat ini akan menuntunnya menuju pertobatan, atau justru menyeretnya kian dalam ke jurang kehancuran?
Sampul Novel PEDIHNYA JADI ISTRI KE DUA PAK DOSEN
9.7
Menjadi istri kedua membawa penyesalan mendalam bagi Rania. Penulis ini berusaha pergi demi mendapatkan perceraian, tetapi sang suami yang berprofesi dosen terus menerornya. Saat berjuang menuntut keadilan, ia bertemu Yudha. Sosok yang terlihat tulus itu rupanya menyimpan niat buruk. Di tengah kepedihan dan pengkhianatan baru, mampukah perempuan tangguh ini bertahan, bangkit melawan, serta menyelesaikan badai hidupnya dengan cara yang elegan?