APKDock Logo
Sampul Novel Gadis Berbalut Luka

Gadis Berbalut Luka

8.7 / 10.0
Ditinggalkan begitu saja oleh sang kekasih membuat Ayana kehilangan kepercayaan pada pria. Ia pun bertekad mengunci rapat hatinya demi mencegah kepedihan yang sama terulang kembali. Namun, ketetapan hati Ayana goyah saat Bima Argunarta tiba-tiba hadir lagi dalam hidupnya. Sosok dari masa lalu ini membawa kembali rangkaian memori kelam yang menakutkan sekaligus menyesakkan dada. Kini, Ayana terpaksa berhadapan kembali dengan luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.

Gadis Berbalut Luka Bab 1

Kulirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan. Pemberian dari orang istimewa di ulang tahunku yang ke dua puluh enam tahun, tepat sebulan yang lalu. Meski bukan barang branded, aku tahu bahwa ada perjuangan yang tak main-main di baliknya. Ada keringat hasil jerih payah dari seorang pria yang sangat kuhargai. 

Arka Mahesa, pria sederhana yang mampu memikat hatiku. Memperlakukanku layaknya seorang ratu, dan selalu memberikan perhatian yang selama ini kuidamkan. Dia sangat dewasa, pengertian, dan humoris. Sosok yang sangat cocok untuk diriku yang membutuhkan candaan di sela kesibukan yang sangat melelahkan. 

Meski jarang bertemu, hal itu bukanlah penghalang bagi hubungan kami. Aku dan dia sudah berkomitmen untuk setia dan tak akan mengecewakan satu sama lain. Meski banyak perbedaan yang kerap menjadi bumerang di hubungan ini, tetapi kami berusaha untuk tetap kuat dan tegar melewatinya. Ya, slogan ‘badai pasti akan berlalu’ selalu menjadi penguat dan penyemangat yang entah sampai kapan akan bertahan. 

Banyak orang di luar sana yang menyayangkan hubunganku ini. Katanya Arka bukanlah pria yang cocok untuk diriku yang sudah memiliki segalanya. Mereka tak tahu bahwa ada satu hal yang bisa kudapatkan setelah bersama dengan Arka, yaitu kebahagian dan arti kasih sayang yang sesungguhnya. 

Sejak kecil aku selalu ditinggalkan orang tua ke luar kota, sehingga hanya bibi pengasuh yang menemani hari-hariku. Aku tak pernah merasakan tidur bersama orang tua, seperti yang kerap diceritakan oleh teman sebayaku. Aku tak pernah dibacakan dongeng sebelum tidur, juga tak pernah merasakan keharmonisan yang selalu dielu-elukan oleh orang lain.

Mereka tak tahu, bahwa yang kubutuhkan di dunia ini bukanlah semata-mata hanya uang saja, tetapi kasih sayang dari orang lain. Tak perlu orang yang berharta untuk membuatku jatuh cinta, tak perlu orang yang rupawan untuk membangunkan sel cinta dalam tubuhku, cukup Dia. Cukup dia, si pria jangkung berhidung mancung yang selalu berada di sisiku. Cukup dia, pria dengan senyuman seratus derajat celcius yang dapat melelehkan hatiku. Karena dirinya, adalah sosok yang mampu menghapus sejuta luka yang telah lama bernaung di kalbu.

Jujur, hubunganku dengan Arka bukanlah yang pertama, tetapi Arka adalah pria pertama yang membuatku yakin bahwa tidak semua kaum adam itu sama. Itu adalah kalimat yang kerap diucapkan setiap wanita kala sedang sakit hati atau dikecewakan oleh pasangannya. 

Walaupun hubungan yang telah berjalan selama tiga tahun selalu dibayang-bayangi oleh orang tuaku, tetapi pria berkacamata itu masih tetap bertahan, menjadikanku yakin bahwa dirinya adalah orang yang tepat. Tak terhitung berapa kali ia mendapatkan cacian dan hinaan, membuatku kerap berselisih dengan orang tuaku sendiri yang dengan mudahnya mengatakan kalimat-kalimat kasar tersebut. Mereka bahkan mengatasnamakan agama, tetapi tutur katanya tak mencerminkan seseorang yang berakhlak mulia. 

Seolah tersadar dari lamunan yang kugeluti, aku yang sedang menunggunya di  taman, kembali melirik arloji. Cukup heran karena sosoknya tak kunjung datang, padahal waktu janji yang telah kami sepakati telah berlalu. Seminggu tak bertemu, membuatku sangat merindukannya. Salahkan pekerjaan, yang sepertinya dengan sengaja membuat kami berdua sulit untuk bertemu. Dia yang harus lembur di kantor barunya, sedangkan aku harus ke luar kota menjalani beberapa pemotretan.

Perasaan gelisah menghantui, bagaimana jika dirinya mengalami kecelakaan? Bagaimana jika ada masalah yang ia dapatkan selama perjalanan kemari? Pikiran negatif itu terus berputar di otakku.

Sepuluh menit, dua puluh menit, tiga puluh menit, hingga satu jam telah berlalu. Akhirnya dia datang juga, senyumku mengembang menyambut kedatangannya yang kusadari sedikit asing. Biasanya, dia akan melemparkan senyuman hangat sambil melambaikan tangan, dan membawakan sekuntum bunga yang menurutku sangat romantis. Namun, kali ini berbeda, tak ada senyuman, dan tak ada sekuntum mawar di genggamannya.

Ada apa dengannya? Apakah dirinya lupa? Tidak mungkin! Dia tak akan dengan mudah melupakan sesuatu yang telah menjadi kebiasaannya selama tiga tahun terakhir ini.

“Mengapa kau terlambat?” tanyaku dengan wajah gelisah.

“Ada sedikit urusan tadi,” jawabnya tanpa memandang wajahku.

Dia berbeda, ada yang lain dari dirinya saat ini. Aku menatap bola matanya lekat-lekat, alisku bertaut menandakan bahwa situasi saat ini tak baik-baik saja.

“Kau punya masalah? Ada apa? Cerita sama aku?” pintaku dengan nada memohon.

Dia masih saja terdiam, menatap langit yang sedang cerah. “Kita putus saja!” tegasnya, membuatku sangat syok. Tak ada kebohongan di balik matanya, membuatku yakin bahwa dia mengucapkan kalimat sakral itu dengan serius.

Tubuhku seperti tertimpa puluhan godam, remuk, dan hancur. Ragaku seakan  terbakar bak tersambar petir di cuaca yang sangat cerah. Dan hatiku seakan layu, bagai bunga yang tak tersiram. Dirinya yang menyembuhkan luka, dia pula yang menyayatnya kembali.

“Kenapa kau ingin mengakhirinya?” Pupil mataku membulat menatap tajam wajahnya.

“Aku tidak ingin menjalani hubungan tanpa sebuah restu,” tuturnya dengan air muka gelisah. 

“Lantas, mengapa baru sekarang, Arka!” hardikku tak terima.

“Ayana, sadarlah!” sergahnya. Suaranya meninggi, hal yang tak pernah dia lakukan sebelumnya. “Hubungan kita tak akan bisa berlanjut. Aku tidak akan meninggalkan tuhanku, dan kau juga seperti itu, bukan? Orang tuamu benar, tak akan ada kebaikan jika kita bersama,” lanjutnya semakin membuat hatiku tersayat.

Mataku mulai berkaca-kaca, kami memang berbeda keyakinan, aku menengadah, sedang dia menggenggam tangan. Mengapa baru sekarang!? Saat aku sudah berharap akan sosoknya, dia malah dengan gampangnya menyatakan perpisahan. Seandainya dulu dia melepasku, aku mungkin tak akan merasa sesakit ini.

“Kau lelah bersamaku? Jika alasanmu hanya karena restu, mengapa tidak dari dulu kau mengakhirinya?” Air mataku sudah mengalir. Dulu, dirinya tak akan membiarkanku mengeluarkan air mata meski hanya setetes. Namun sekarang, justru dialah yang menjadi penyebab dari tangisanku ini.

“Benar katamu. Aku lelah! Mengapa baru sekarang aku rela melepasmu? Karena aku sudah tak sanggup mendapat hinaan dari orang tuamu. Aku tidak kaya, Na. Aku hanya pegawai biasa, sedangkan kau sudah memiliki segalanya. Kita berbeda kasta.”

Lagi-lagi perbedaan kasta. Apa kasta sangat penting baginya? Apa orang yang memiliki kasta berbeda tak akan bisa bersatu? Apakah jodoh seseorang dilihat dari kasta dan kekayaannya? Aku ingin berteriak, mengeluarkan semua keluh kesahku selama ini, tetapi suaraku seakan tertahan di tenggorokan, sehingga aku memilih untuk diam saja.

Aku yang duduk di kursi taman, menunduk agar tak ada orang yang melihatku menangis. Apakah akhir dari hubunganku harus selalu seperti ini? Semua pria akan meninggalkanku karena ulah orang tuaku.  Terkadang aku ingin hidup bebas, hidup biasa saja, tanpa kekangan orang tua. Aku sudah dewasa, mengapa mereka masih memperlakukanku seperti balita? Aku juga ingin menjalani hidup sesuai keinginanku.

“Aku minta maaf karena telah membuatmu menangis, kau pasti tahu bahwa aku juga mencintaimu. Akan tetapi, aku memilih untuk menyerah dengan hubungan ini. Carilah orang yang sepadan dan memiliki kepercayaan yang sama denganmu,” sesalnya, lalu mengelus rambutku, yang mungkin akan menjadi momen untuk terakhir kalinya. “Aku akan pergi. Pulanglah!” 

Akhirnya hal yang kutakutkan terjadi, dia meninggalkanku sendirian. Aku menatap punggungnya yang semakin mengecil termakan oleh jarak. Air mataku masih setia mengalir menjadi bukti betapa hancurnya perasaanku. 

Dirinya pergi meninggalkan sejuta kenangan indah yang sepertinya tak akan kulupa. Kenangan bersamanya akan terngiang dan terus menjadi bukti perjalanan cinta yang indah sekaligus menyakitkan.

Kutatap langit yang cerah, saat kurasakan sebutir air mendarat di pipiku. Hujan di hari yang sangat cerah. Orang-orang berlarian, tetapi tidak denganku. Aku menikmati hujan yang mengguyur,  berharap rintiknya mampu menyamarkan air mataku. Cuaca hari ini seakan mewakili hatiku. Bahagia karena bisa kembali bertemu dengannya, sekaligus sedih karena hari ini, merupakan hari terakhir untuk hubungan yang telah lama kami bina bersama. 

Aku akan menerima takdirku, takdir untuk tidak bersamanya. Meski sulit, tetapi aku akan bertahan sampai cinta yang baru akan menyembuhkan luka yang ia toreh. Aku akan mencari lelaki seiman dan seamin, seperti kemauannya. Meski kutahu itu akan sangat sulit terealisasikan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Gadis Berbalut Luka

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Di Ceraikan Karena di Tuduh Mandul
9.4
Demi berbakti pada orang tua, Kinara bersedia menikah saat berumur tiga puluh tahun. Sialnya, setelah dua tahun berjalan tanpa momongan, sang mertua malah menuduhnya mandul. Luka hatinya kian menganga ketika suaminya memilih untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Di tengah rasa dikhianati dan hancur, Kinara tidak tinggal diam. Ia bertekad bangkit untuk mematahkan tudingan kejam tersebut sekaligus membuktikan martabat dirinya yang sesungguhnya.
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahan kontraknya dengan Jordan Wijaya akan selesai lewat perceraian. Namun, sikap dingin Jordan lenyap setelah menikah, berubah menjadi sangat posesif dan suka memanjakannya. Sanny terjebak ketika Jordan melanggar kesepakatan dengan menuntut hubungan intim hingga dirinya hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang telah dirobek, Jordan menolak keras untuk melepaskan istri yang kini sangat ia pertahankan.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Elle, gadis dua puluh dua tahun, tak pernah merasakan arti rumah yang aman. Ayahnya—sosok yang seharusnya melindungi—justru menjadikannya budak, memaksanya menari telanjang di klub demi memenuhi keinginan gila sang lelaki. Derita demi derita ia telan; permohonan tak pernah didengar, hanya caci maki dan pukulan yang ia terima. Namun malam ini, tekadnya membara: ia tak akan lagi menjual tubuhnya, tak akan lagi tunduk pada teror sang ayah. Malam ini adalah malam terakhir. Saat ia melangkah keluar dari klub, sebuah pertemuan tak terduga dengan CEO yang dikenal kejam dan dingin mengubah takdirnya. Pria itu menawarkan tawaran yang tak bisa ia tolak—sebuah pernikahan kontrak. Namun di balik perjanjian itu, tersembunyi permainan kuasa, obsesi, dan hasrat yang semakin dalam. Bisakah Elle lepas dari cengkeraman ayahnya, atau justru terjerat dalam bahaya baru yang lebih membara?
Sampul Novel Kisah Cinta sang Kurir
8.0
Menjadi kurir pesan antar membawa protagonis pada situasi tidak terduga saat ia mengirimkan pesanan dari toko mainan dewasa. Di lokasi pengantaran, ia mendapati seorang wanita cantik tanpa busana tengah berlutut di ranjang dengan pakaian dalam minim. Keadaan kian mengejutkan ketika sebuah pesan masuk di aplikasi pengirimannya. Sang pemesan menawarkan bonus sebesar 200 juta rupiah jika ia bersedia mengeluarkan mainan elektrik tersebut untuk membuat wanita itu merasa nyaman.
Sampul Novel Menikahi Gadis Bar-Bar
8.4
Malaika Arabella, siswi kelas XI penerima beasiswa, terkenal tangguh dan kerap membolos walau tetap berprestasi di tengah rundungan. Konflik bermula ketika orang tuanya harus bertugas ke luar negeri untuk waktu lama. Enggan ikut dan tanpa kerabat dekat, Mala terpaksa menyetujui pernikahan dini rahasia dengan anak dari sahabat ayahnya. Sanggupkah Mala mengarungi bahtera rumah tangga barunya ini, sementara ia juga harus menghadapi dinamika dunia sekolah yang penuh gejolak?
Sampul Novel Pembantu dan pewaris muda
8.5
Demi melunasi utang ayahnya, Amelia bekerja keras di kediaman mewah keluarga De la Vega. Nasibnya berubah saat Luciano, sang pewaris yang angkuh, mulai terpikat padanya. Hubungan tersembunyi pun terjalin di balik perbedaan kasta sosial mereka. Namun, sebuah skandal besar kini mengancam harga diri Amelia. Di tengah badai ini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan cintanya pada Luciano, atau pergi demi melindungi sang adik dan calon bayinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan