APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel FWB Between Love and Lust

FWB Between Love and Lust

Kepulangan Satria setelah lima tahun di Milan tak lantas menghapus kenangan pahit tentang Syera yang terus membayanginya. Namun, takdirnya berubah drastis setelah malam pernikahan Bima. Pertemuan tak terduga dengan seorang wanita asing menyeret Satria ke dalam hubungan intim tanpa status. Tanpa diduga, ia justru jatuh hati teramat dalam pada sosok misterius tersebut, membuatnya terjebak di antara gairah dan perasaan yang membingungkan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Siang itu seorang pria berjalan dengan langkah tegap sembari menyeret kopernya menuju pintu kedatangan di bandara internasional Soekarno-Hatta. Di balik kaca mata hitamnya, matanya mulai memindai ruangan luas yang saat ini dipenuhi oleh pengunjung yang datang untuk menjemput teman, kerabat, atau kekasihnya.

“Satria!”

Pria itu menoleh ke arah suara teriakan yang memanggil namanya. Sudut bibirnya terangkat naik membentuk sebuah senyuman tatkala dia melihat seorang yang sangat dikenalnya.

“Akhirnya Lo balik juga!” seru pria yang tadi meneriakinya ketika mereka sudah berdiri saling berhadapan.

Keduanya pun saling berpelukan erat selama beberapa detik lalu mereka mengurai dekapan. Setelah lima tahun, dan akhirnya mereka bisa kembali bertemu, mungkin hubungan mereka saat ini sudah membaik dan tidak ada lagi gesekan yang memicu terjadinya pertengkaran atau pun kecemburuan di antara kakak beradik itu.

Satria melepas kaca mata hitamnya dan memindai sang adik dengan tatapan menyelidik.

“Gue gak nyangka kalau Lo bakal nikah duluan, Bim,” ujarnya.

Bima tertawa tanpa suara. Dia sendiri pun tidak menyangka kalau harus melangkahi kakaknya untuk menikah lebih dulu.

“Sorry, semua terjadi karena kecelakaan,” katanya enteng disertai dengan tawa tertahan.

“Gue tahu lo bukan ahlinya!”

“Brengsek lo!” umpatnya pada sang kakak.

Satria tertawa lepas. Dia sangat mengenal Bima, kalau adiknya itu sangat berbeda dengan dirinya. Bima lebih pendiam dan tidak suka dengan dunia bebas. Oleh sebab itu, dia terkejut ketika satu bulan lalu adiknya mengabari akan segera menikah karena sang kekasih sudah kadung mengandung anaknya. Satria yang memang sudah berniat kembali ke Indonesia pun mengurus segala keperluannya untuk pulang dan menyelesaikan urusannya di sana.

Bima melajukan kendaraannya meninggalkan area parkir bandara menuju apartemen kakaknya. Satria sudah mengatakan sejak awal kepulangan kalau dia tidak akan kembali ke rumah orang tua mereka. Dia masih kesal dengan ibunya, dan belum ingin menemuinya meski telah lewat lima tahun lamanya. Kabar kepulangannya ke tanah air pun sudah diketahui oleh seluruh keluarganya. Akan tetapi Satria tetaplah Satria, pria yang sangat keras kepala dan pembangkang.

“Apa rencana lo setelah pulang?” tanya Bima melirik ke arah sang kakak yang tengah duduk memejamkan mata di kursi sebelahnya.

“Hm?” Satria bergumam. Dia sedikit mengalami jetlag setelah kurang lebih lima belas jam berada di pesawat.

Satria menggerakan tubuhnya menjadi tegak dan membuang napas panjang.

“Gue akan buka cafe and restoran baru,” katanya memberitahu dan membuat Bima terkejut.

“Cafe lama lo gimana?”

“Ya, gak gimana-gimana. Cafe itu bakal di urus sama Rio, dia udah lama jadi orang kepercayaan gue dan selama dia ambil alih semua berjalan lancar. Di tambah cafe itu juga ...”

Cafe yang sudah banyak meninggalkan kesan manis untuknya. Tentang Syera dan cinta mereka. Satria mengembuskan napas pendek mengingat semua itu.

“Move on, Sat. Dia udah bahagia, sekarang giliran lo yang cari kebahagiaan lo sendiri!”

Satria tidak menyahut ucapan Bima dan memilih menatap jalanan di depan mereka. Sampai mereka tiba di apartemen pria itu, tidak ada lagi pembahasan yang keluar dari bibir keduanya.

“Welcome home, Satria!” ucap Bima seraya membuka pintu apartemen kakaknya.

Selama Satria berada di Milan, Bima yang dengan baik hati menyewa cleaning service untuk mengurus apartemen ini. Dia bahkan sempat ingin menyewakan apartemen ini pada temannya, tetapi langsung mendapat larangan dari Satria. Entah apa alasannya.

“Thanks, Bim. Baiknya lo pulang gue mau tidur," usir pria itu pada adiknya.

Bima berdecak mendengar usiran kakaknya.

“Acaranya lusa, Sat, jangan sampe gue ingetin lagi," katanya mengingatkan.

“Oke!”

Bima pun berjalan ke arah pintu dan hendak keluar, kemudian dia ingat sesuatu.

“Sat, jangan lupa hubungi Mama dan papa, mereka sudah menunggu.”

“Ya!”

Sosok Bima pun menghilang dibalik pintu apartemennya yang tertutup. Satria membuka tirai jendela dan seketika cahaya siang menerobos masuk ke ruangan apartemen miliknya. Pria itu berjalan ke arah kamar dan memindai isi di dalamnya. Semua masih tampak sama, tidak ada yang berubah sama sekali.

Matanya menatap lama pada ranjang tidurnya. Bayangan lima tahun lalu di mana dia dan gadis itu menghabiskan malam bersama berbagi peluh di atas ranjang itu kembali menyergapnya. Suara erangan dan desahannya masih sangat terdengar merdu di telinganya. Satria memejamkan matanya.

“Brengsek!” umpatnya pada dirinya sendiri. Setelah lima tahun dan semua sia-sia.

Satria memilih melangkah ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.

***

“Abang sudah pulang, kenapa mama gak suruh ke sini?” tanya Meira yang saat ini sedang bersama ibunya menikmati tayangan televisi di depannya.

Karina menoleh ke arah putri bungsunya.

“Kenapa kamu gak tanya aja sama abang kamu sendiri," balas Karina dengan nada datar.

Meira memutar bola matanya malas. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kakak sulungnya. Namun, panggilannya tidak tersambung. Meira pun memilih menghubungi Bima, kakak nomor duanya dan langsung tersambung.

“Abang, sudah jemput Bang Sat?” tanyanya pada sang kakak.

“Sudah, kenapa?”

“Gak ke rumah? Kenapa aku telepon gak tersambung ya?” tanyanya lagi.

“Dia belum beli nomor baru. Nanti Abang kirim ke sana.”

“Oh, oke.”

Meira mematikan panggilan teleponnya dan mendapat lirikan dari sang ibu.

“Apa kata Bima?” tanya Karina yang penasaran juga.

“Gak ada apa-apa, Bima cuma bilang kalau dia udah jemput Abang.”

Karina hanya memandang putri bungsunya dengan tatapan yang sangat berbeda.

“Udah, ah! Mei mau ke cafenya Abang, pasti dia ke sana nanti. Satu-satunya tempat yang akan dia datangi pertama kali!” tebak gadis itu yakin.

Meira sudah berdiri dari duduknya dan hendak meninggalkan ruangan itu.

“Mei!” panggil Karina.

Meira menoleh ke ibunya dan menaikan alis seolah bertanya.

“Ajak Abang mu pulang. Katakan Mama sangat merindukannya.”

Meira menghela napas pendek lalu mengangguk.

***

Satria baru saja sampai di cafe miliknya, dia melangkah masuk ke dalam dan memindai ruangan yang sedikit berbeda. Sebelum melakukan renovasi ulang satu tahun yang lalu, Ario meminta izinnya terlebih dahulu, mengatakan mereka membuat beberapa perbaikan di ruangan. Dan, hasilnya dia sangat menyukainya. Membuat cafe ini lebih hidup.

“Satria!” Ario lantas keluar dari meja konter dan langsung berlari ke arahnya.

Keduanya saling berjabatan tangan ala pria. Beberapa pegawai lainnya pun ikut bersalaman dengan Satria menyadari kalau owner mereka sudah kembali setelah lima tahun menetap di luar negeri.

Satria memilih mengambil duduk di bar stool dan meminta di layani. Ario membuatkan pria itu minuman racikannya. Mereka mengobrol santai dan belum membahas tentang pekerjaan.

“Abang!”

Satria tidak menoleh ke arah belakangnya ketika mendengar suara teriakan itu. Dia sangat mengenal siapa pemilik suara tersebut.

“Adek lo, Sat!” tunjuk Ario ke arah belakangnya.

Satria hanya bergumam dan menyesap minumannya.

Pria itu merasakan punggung belakangnya ditubruk dan sepasang lengan melingkar pada tubuhnya.

“Kangen ...,” ucap suara itu dengan nada manja di balik punggungnya.

Satria hanya tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari adik bungsunya yang masih saja belum berubah sejak dulu bila seda

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DUA HATI YANG TERPISAH
9.7
Kepergian Rama meninggalkan duka mendalam yang membuat hidup Maya terasa hampa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang pria baru secara tidak terduga. Maya sangat terkejut karena lelaki tersebut memiliki rupa yang sangat mirip dengan mendiang kekasihnya. Kemiripan itu tidak hanya pada wajah, tetapi juga pada sifat dan kepribadiannya. Kehadiran sosok baru ini pun mulai mengguncang perasaan Maya yang sekian lama dilingkupi kesedihan.
Sampul Novel Istriku Cacat, Istriku Malang
9.7
Pasca kecelakaan tragis yang menewaskan tunangannya, Ellard Willard didera dendam mendalam. Ia melimpahkan seluruh kemarahannya kepada Emily Laura, perempuan yang dituduh sebagai penyebab utama musibah tersebut. Situasi ini menjebak mereka dalam ikatan rumit yang sarat akan penderitaan. Namun, saat perseteruan mereka semakin memuncak, Ellard justru terjerat dalam keintiman membingungkan yang perlahan mengikis batasan antara rasa benci dan obsesi tak terkendali.
Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi
8.9
Kepergian sang ayah membuat Leo kehilangan arah hingga terjerumus ke dunia kelam demi mengejar kasih sayang. Trauma masa lalu itu menyeretnya ke dalam hubungan sesama jenis. Sadar akan dosa, ia mendapat hidayah dan bertekad kuat untuk berhijrah. Namun, jalan pulang tidak mudah karena berbagai godaan masa lalu terus menguji imannya. Mampukah Leo tetap istiqomah, melepas identitas lamanya, dan membangun lembaran hidup baru yang normal?
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Sebagai pewaris tunggal bisnis keluarganya, Lily terjebak perjodohan bisnis demi menguasai pasar global. Pernikahan tanpa cinta itu murni demi kekuasaan. Namun, segalanya rumit ketika Lily jatuh hati pada asisten pribadinya sendiri. Pemuda cerdas itu hidup dalam kemiskinan, memicu dilema besar dalam diri Lily. Kini, ia harus memilih antara menunaikan tanggung jawab warisan keluarga atau mengejar cinta tulusnya.
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Tindakan tulus Melody saat menolong seorang kakek dari upaya bunuh diri justru membawanya masuk ke lingkaran dinasti bisnis raksasa. Di tengah keluarga konglomerat ini, ia menyaksikan perebutan takhta yang penuh kelicikan. Sagara, sang pewaris sah sekaligus cucu kakek tersebut, menjadi target manipulasi anggota keluarga lain karena kepribadiannya yang sangat lugu. Kini, Melody terjebak dalam pusaran intrik perebutan harta dan konspirasi kejam demi menguasai perusahaan.
Sampul Novel Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku
8.3
Tiga tahun pernikahan yang kukira harmonis hancur seketika saat rahasia gelap suamiku terungkap. Di balik punggungku, dia telah berselingkuh dan mengkhianati kesetiaanku. Meski duka mendalam menyelimuti hati, aku menolak meluapkan kemarahan secara membabi buta. Dibandingkan amukan emosional yang sia-sia, aku memilih menyusun rencana matang untuk membalas perbuatannya secara elegan dan penuh perhitungan.