APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur

Akibat unggahan foto suaminya di media sosial, seorang istri sah dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan kejam ini memicu aksi pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang membuatnya babak belur hingga mengalami patah tulang dan gegar otak. Tidak tinggal diam, korban segera melaporkan kejadian ini ke polisi. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk mendepak suaminya yang tidak tahu diuntung itu agar pergi tanpa membawa sepeser pun kekayaannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku mengunggah fotoku di media sosialnya, sehingga aku dianggap sebagai pelakor oleh selingkuhannya. Selingkuhannya membawa semua kerabat dan teman-temannya untuk melabrakku.

"Wanita murahan nggak tahu malu. Berani-beraninya kamu goda suamiku!"

"Kupukul kamu sampai mati, dasar pelakor!"

Sekumpulan orang itu menghujaniku dengan pukulan, merusak mobilku, dan merobek pakaianku. Aku dipukul hingga babak belur, gegar otak, dan mengalami patah tulang.

Pada akhirnya, aku melapor polisi dan mengajukan tuntutan pada mereka semua. Pada saat bersamaan, aku menyuruh sekretarisku untuk mempersiapkan surat cerai kepada suami berengsekku itu.

"Kalau bukan berkat aku, kamu masih jadi pengemis di jalanan sekarang. Berani-beraninya kamu berselingkuh dan diam-diam punya anak di belakangku? Pergi sana, jangan harap bisa dapat sepeser pun uangku!"

Saat baru turun dari mobil dan bersiap untuk masuk ke dalam mal untuk berbelanja, aku melihat sekelompok orang berwajah garang yang mendekatiku dari seberang jalan. Mereka membawa ponsel dan pengeras suara, tampaknya sedang melakukan siaran langsung. Pengeras suara itu terus-menerus mengatakan bahwa mereka akan memberikan pelajaran pada seorang pelakor.

Aku menggelengkan kepala. Sekarang ini siaran langsung benar-benar tidak ada batasnya, tak heran jika penontonnya banyak. Tiba-tiba, aku memfokuskan pandangan dan melihat wanita yang sedang menggendong bayi di tengah kerumunan. Aku mengenalnya.

Imelda, dia adalah mahasiswi yang disponsori oleh suamiku. Kondisi ekonomi keluarga suamiku tidak terlalu baik. Beberapa tahun yang lalu dia mengatakan padaku bahwa dia ingin mensponsori beberapa mahasiswa untuk berkuliah. Aku mengira bahwa dia mau membantu orang lain karena dia sendiri juga pernah mengalami kesulitan, sehingga aku pun mendukung keputusannya ini.

Imelda adalah salah satu mahasiswa tersebut. Aku pernah melihat foto dan data pribadinya. Keluarganya sangat miskin, kedua orang tuanya sudah tiada, dan kakek-neneknya yang merawatnya dengan penuh perjuangan. Waktu itu, aku merasa dia sangat malang dan meminta suamiku untuk membantunya sebisa mungkin, sekalian berbuat amal.

Mereka berjalan ke arahku. Baru saja aku hendak menyingkir, seseorang telah mendorongku hingga aku hampir terjatuh. Imelda menatapku dengan sinis.

"Mau kabur? Jangan harap!" Dia kemudian berbicara ke arah kamera ponselnya, "Semuanya, lihatlah, inilah pelakor yang merebut suamiku!"

Dengan ekspresi datar aku berkata, "Kalian salah orang, aku bukan pelakor!"

Imelda segera menjawab, "Nggak salah! Orang yang mau kami beri pelajaran adalah kamu, Yuliana."

"Kalian nggak tahu seberapa parahnya wanita licik ini. Bukan cuma mau menghancurkan keluargaku, dia juga berusaha memindahkan semua aset suamiku atas namanya! Suamiku adalah presdir dari perusahaan besar dan sangat tampan. Pelacur ini langsung tergoda dan mulai merayunya!"

Dia mendekatkan bayi yang digendongnya ke arah kamera. "Ini adalah putri kami, sudah lebih dari enam bulan. Saat aku sedang hamil, pelacur ini sudah mulai menggoda suamiku. Dasar wanita nggak tahu malu!"

Melihat tuduhannya semakin tidak masuk akal, aku mulai kehilangan kesabaran untuk menjelaskan. "Imelda, ya? Aku peringatkan, jangan asal bicara dan mencemarkan nama baikku ...."

Namun, belum selesai aku berbicara, seorang wanita di sampingku telah menampar wajahku. Seketika, kepalaku berdengung dan aku hampir saja tidak bisa berdiri tegak. Sepanjang hidupku, tidak ada seorang pun yang berani memukulku, tapi kali ini kesabaranku sudah habis.

Aku mengambil ponsel dari dalam tas untuk menelepon polisi, tetapi tas LV di tanganku langsung dirampas dan dibuang ke tanah, lalu diinjak-injak.

"Dasar pelakor sialan! Masih nggak mau ngaku? Sepertinya kamu nggak akan jera sebelum diberi pelajaran!"

"Ibumu nggak pernah ngajarin kamu nggak boleh jadi pelakor dan menghancurkan hubungan orang lain? Dasar murahan, lebih hina dari pelacur!"

Mereka mencengkeram rambutku, menariknya dengan kasar, membuatku kesakitan sampai berkeringat dingin. "Lepaskan aku! Aku bukan orang yang bisa kalian perlakukan seenaknya!"

Namun, seolah-olah tidak mendengarnya, mereka malah semakin mendekatkan ponsel ke wajahku. Ada juga yang terus-menerus memotret dan merekam video. Penonton di ruang siaran langsung semakin banyak dan berbagai komentar memenuhi layar.

[ Pelakor memang harus diberi pelajaran! Biar jera dan jangan sembarangan merusak rumah tangga orang! ]

[ Memang pantas dihukum! Moral wanita ini sudah hancur, mengganggu keluarga orang lain. ]

[ Kelihatan polos, ternyata pelakor juga. ]

Imelda melihat komentar terakhir dan menimpali, "Kalian tahu nggak, wanita yang terlihat polos begini biasanya paling liar. Semua pria mau digodanya!"

Teman Imelda menambahkan, "Lihat saja tampangnya yang genit, pasti pelakor ini sudah sering melakukannya!"

Kemudian, mereka melihat mobilku.

"Ini mobil Ferrari, harganya pasti miliaran. Jadi pelakor ternyata memang menguntungkan!"

Imelda menyerahkan bayinya kepada seorang wanita paruh baya di sampingnya lalu berkata, "Mobil ini dibeli dari hasil jual tubuh. Ayo kita rusak mobilnya!"

Mereka mengambil tongkat besi dan mulai merusak mobilku. Aku tidak pernah melihat orang segila dan tidak berpendidikan seperti ini.

Imelda bahkan merebut kunciku untuk membuka mobil, lalu mengeluarkan barang-barangku dan melemparkannya ke tanah dan menginjak-injaknya. Tak lama kemudian, dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah besar dari bagasi.

Aku berujar dengan tegas, "Kuperingatkan kamu, itu adalah guci antik bernilai lebih dari ratusan miliar."

Aku membeli guci itu dari sebuah pelelangan untuk ayahku karena dia sangat menyukainya. Imelda tertawa sinis. "Kamu pikir aku bodoh? Hanya guci usang begini harganya ratusan miliar? Jangan bercanda!"

Setelah itu, dia membanting guci tersebut ke tanah sambil tertawa keras. Melihatnya dan semua barang yang dia hancurkan, aku tersenyum sinis, "Kita lihat saja apa kamu masih bisa ketawa waktu harus membayar ganti rugi."

Imelda menampar wajahku sekali lagi, "Masih mau nipu? Tutup mulutmu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak yang tersembunyi
9.3
Nasib buruk menimpa Alia saat menanti kepulangan anak majikannya. Di malam itu, ia dipaksa masuk ke kamar dan dilecehkan meski sudah berusaha keras memberontak. Kemalangan Alia berlanjut ketika ia dituduh merayu pria tersebut, hingga akhirnya diusir secara sepihak oleh sang majikan. Peristiwa kelam itu tidak hanya meninggalkan trauma emosional yang mendalam bagi Alia, tetapi juga mengakibatkan lahirnya seorang anak yang sama sekali tidak pernah ia harapkan kehadirannya.
Sampul Novel DIBUANG MANTAN TUNANGAN, DICINTAI MANTAN AYAH MERTUA
8.6
Demi menepati janji pada sahabatnya, Reza menjodohkan putranya, Krisna, dengan Vivi. Namun, Krisna berkhianat dan melamar perempuan lain tepat di hari ulang tahun Vivi. Enggan membiarkan Vivi terluka, Reza mengambil keputusan nekat yang mengguncang keluarganya. Ia melamar mantan calon menantunya itu agar Vivi bisa membalas rasa sakit hati, sekaligus merebut kembali martabat serta hak yang selama ini dirampas darinya.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
8.0
Demi membiayai pengobatan sang adik, Aluna rela membanting tulang di Hotel Aurelia. Malang, nasib buruk menimpanya ketika ia dituduh menyebarkan video rahasia milik Davin Elvard Renata, seorang miliarder yang menginap di Presidential Suite. Walau sebenarnya dijebak oleh rekan kerjanya sendiri, Davin yang telanjur murka tidak mau tahu. Aluna pun dipaksa menjadi tawanan pribadinya. Kini, ia terjebak dalam pusaran konspirasi besar dan ancaman Davin yang mengerikan.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Demi pernikahan cepat, Nadine bersedia menikahi pengusaha yang diisukan jatuh miskin. Siap bekerja keras demi rumah tangga mereka, ia justru dikejutkan oleh berbagai keberuntungan tak terduga, mulai dari hadiah mobil mewah hingga vila. Di balik itu semua, sang suami misterius selalu menjadi penolong di setiap masalahnya. Kecurigaan Nadine akhirnya terbukti saat orang-orang mulai menyanjungnya; suaminya bukanlah pria bangkrut, melainkan seorang konglomerat terpandang.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Istri TKI
8.6
Bekerja di luar negeri, Mutia harus menahan kepedihan mendalam saat tahu suaminya berselingkuh dan menikah lagi. Rasa sakitnya kian tak terbendung ketika mendengar putri kesayangannya disiksa di rumah mereka sendiri. Begitu kembali ke Indonesia, Mutia menolak untuk terus menderita. Berbekal tekad kuat, ia menyusun rencana matang demi menuntut keadilan. Inilah saatnya bagi Mutia untuk membalas semua pengkhianatan dan kehancuran yang menimpa keluarganya.
Sampul Novel SUAMI TIGA RANJANG
8.5
Sebastian Narendra Gunawan, pebisnis mebel yang gemar balap mobil, telah hidup bersama dua istri rupawan. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang umbrella girl saat menjamu rekan bisnisnya. Pertemuan itu memicu obsesi baru dalam diri Sebastian untuk beristri tiga. Akankah kedua istrinya merelakan pernikahan ketiga ini, atau justru bersekutu menyusun rencana besar demi menghentikan ambisi sang suami mereka mereka?